Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.17


__ADS_3

Rose pun tertidur kembali, hingga tak sadar sudah jam 12 siang. Ia bangun dalam kondisi kelaparan, tentu saja karena semalam ia tidak makan dan langsung tertidur. Kini ia melihat box makanan yg dibawakan Alfi. Setelah melihat isinya pasta dan ayam goreng, ia pun langsung memenaskannya di microwive.


Setelah makanan siap ia pun makan dengan tenang. Hari ini adalah hari liburnya, ia berharap bisa beristirahat dengan santai tanpa adanya gangguan. Setelah menikmati makanannya sekarang ia pun sudah merasa lebih baik. Ia mulai merapikan kamar apartemennya yg lumayan berantakan karena ia subuk bekerja kesana kemari. Ia juga akan pergi keluar untuk me-loundry pakaiannya sendiri dan membeli bahan makanan. "Jadi begini ya rasanya hidup sendiri.. tanpa adanya asisten rumah tangga yg mengurusi kebutuhan rumah.." gumamnya sembari memasukkan pakaiannya ke dalam keranjang baju.


Rose pun keluar dari apartemennya menuju tempat laoundry. Disana ia mencuci bajunya sendiri, dan menunggunya beberapa saat hingga pakaiannya kering. Setelah itu ia pun pergi menuju minimarket dan membeli kebutuhannya. Ia mulai berinisiatif memasak makanan sendiri karena kadang ia kesal menunggu pesanan makanannya datang sangat lama. "Baiklah aku akan mencobanya, tinggal buka youtube lalu praktek.." gumamnya tanpa ragu.


Rose pun memilih sayuran, daging, dan bumbu yg ia bisa temukan di minimarket toserba tersebut. Setelah itu ia membayar dan kembali ke apartemen. Saat kembali ia merapikan beberapa pakaiannya, dan belajar menyetrikanya sendiri. Lalu ia mempersiapkan makan malamnya sendiri. Ia berencana membuat sup dan ayam goreng dengan hanya berbekal tayangan di youtube. "Wah kelihatannya mudah.." gumamnya setelah melihat tayangan youtube.


Rose pun mempraktekannya, step demi step ia lakukan sesuai instruksi di video. Ia pun dengan perlahan-lahan memasak hingga semua menu buatannya pun selesai. "Done..!" gumamnya bahagia atas karyanya. Kini saatnya ia mencicipinya mulai dari sup. Suapan pertama, ia merasa kalau sup buatannya sangat datar dan tanpa rasa. Kemudian ia memberi sedikit garam dan mencobanya kembali. Sendokan kedua ia mulai merasa kalau supnya sudah jauh lebih baik. Lalu ayam goreng buatannya, walaupun agak kecoklatan ayamnya matang sempurna dan rasanya masih bisa dinikmati. "Hmm.. ternyata tidak sulit memasak sendiri.." gumamnya bahagia.


Untuk membagikan momen pertamanya ia pun memfoto masakannya dan memamerkannya pada Kenan. Kenan pun kaget bukan main melihat kakaknya mau memasak sendiri. Kenan bahkan hampir tak percaya kalau itu masakan kakaknya tapi saat melihat ayam goreng yg kecoklatan dan mendekati gosong ia pun percaya dan tersenyum. "Tak kusangka kakak sangat mandiri diluar sana.." gumamnya melihat foto masakan kakaknya.


Selesai menikmati masakannya, Rose pun tersenyum puas. Tapi senyum dibibirnya berhenti saat melihat dapur mininya kini tampak seperti kapal pecah. "Oh My God.. aku lupa kalau semua ini masih berantakan.." gumamnya. Perlahan ia pun mulai mencuci semua peralatan masak dan makannya, kemudian ia merapikan dan membersihkan dapur mininya. Kini ia tahu bagaimana rasanya menjadi art di rumahnya yg besar. Baru dapur mini saja sudah membuatnya kerepotan, bagaimana dengan dapur rumahnya yg besar.


Setelah semua bersih dan rapi kini ia kembali ke kamarnya, mempersiapkan rencana untuk acara anniversary tuan Felix dan istrinya. Ia pun menanyakan kabar kediaman Felix kepada bodyguard lainnya dan hari ini tak ada kejadian besar. Hanya saja mereka sudah mulai kerepotan mempersiapkan acara tersebut. Setelah ia memikirkan rencannya ia pun tidur lebih awal agar bisa bangun lebih awal.


☘☘☘


Esoknya semua pun diperintahkan bekerja full time. Semua sudah bersiap pagi-pagi sekali. Setelah briefing dengan kepala bodyguard, mereka menjalankan sesuai instruksi masing-masing. Rose ditugasnya menjaga dan menemani nyonya Felix ke salon dan mengambil baju di butik.


Ia pun mulai dengan mengambil baju milik nyonya dan tuan Felix di butik lalu membawanya dengan hati-hati sampai ke istana kediaman Felix. Dengan dibantu beberapa asisten nyonya Felix semua pakaian sampai dengan selamat tanpa ada cacat sedikitpun. Kemudian ia menemani nyonya Felix ke salon untuk perawatan dan persiapan acara nanti malam. Rose pun dengan penuh hati-hati mengantarkan nyonya Felix ke salon khusus dan menunggunya disana.

__ADS_1


"Apakah kau bodyguard baru kami?" tanya nyonya Felix.


"Benar nyonya, nama saya Rose.." ucap Rose memperkenalkan diri.


"Baiklah Rose karena kau wanita aku sedikit lebih nyaman bersamamu.." balas nyonya Felix.


Setelah sampai di salon, kini saatnya nyonya memulai perawatannya. Rose pun tidak tahu berapa lama nyonya nya akan selesai karena selama ini ia hanya ke salon untuk memotong rambutnya. Dan kini ia tahu mengapa para wanita bisa sangat lama berada di salon. 1 jam berlalu.. 2 jam berlalu.. 3 jam pun berlalu.. kini Rose hanya bisa pasrah menunggu.


Salah seorang asisten nyonya Felix pun menghampiri Rose.


"Nona kau baik-baik saja?"


"Iya aku baik-baik saja.." balas Rose.


"Iya aku tahu nona.." balas Rose


"Aku sudah memesan makanan, nanti kita bisa makan bersama sembari menunggu nyonya.."


"Iya nona.. terimakasih.." ucap Rose pada Selin asisten pribadi nyonya Felix.


Rose pun senang karena asisten Selin sangat baik padanya. Mereka pun sempat makan bersama sembari menunggu nyonyanya. Selin pun bercerita sedikit mengenai keluarga Felix. Dan cerita tersebut membuat Rose kaget bukan main. Ternyata nyonya mereka adalah istri kedua dari tuan Felix yg merupakan pengasuh tuan Chris, dan istri pertamanya sudah meninggal karena sakit. Namun, Chris sulit menerima kenyataan dan membenci nyonya dan tuan Valentino. Mereka mungkin terlihat baik-baik saja tapi Chris tetap menyimpan kebencian dalam hatinya.

__ADS_1


Tak banyak yg mampu Selin ceritakan tapi Rose sudah menangkap semua ceritanya. Dan tak lupa Selin berpesan untuk berhati-hati pada Chris. Di awal ia bekerja pun Chris sempat menggoda dan mendekatinya. Tapi Selin berhasil dilindungi oleh nyonya Felix.


6 Jam sudah mereka berada di salon tersebut, kini nyonya mereka sudah selesai dengan perawatannya. Dan mereka pun kembali ke kediaman Felix. Saat ini semua sedang bersiap-siap dengan pakaian dan riasan terbaiknya.


Saat nyonya Felix sudah selesai dirias dan rapi, ia pun meminta Rose untuk segera berangkat. Tapi melihat wajah cantik Rose nyonya pun merasa gatal ingin mendandani Rose.


"Rose apa kau akan seperti itu ke pesta..?" tanya nyonya Felix.


"Tentu nyonya, saya hanya seorang bodyguard akan repot jika saya bersolek.." balas Rose.


"Ada benarnya sih, tapi aku sayang sekali melihat wajahmu yg cantik tanpa polesan apapun ke pesta.." ucap nyonya.


"Selin bisa kau rapikan tampilan nona Rose? aku ingin dia tampil bagus di pestaku.." perintah nyonya kepada Selin.


"Baik nyonya.." ucap Selin.


"Nona apa yg kau lakukan?" bisik Rose.


"Tenang saja nona, aku hanya memberikan setuhan tipis pada wajahmu dan menata rambutmu lebih rapi.." ucap Selin.


Akhirnya Rose pun hanya bisa pasrah. Ia yg sangat malas untuk berias kini malah memakai make up saat menjadi bodyguard. Saat bercermin Rose pun melihat dirinya setelah dirias Selin. Ia tak menyangka kalau ia bisa terlihat elegan sekaligus cantik. "Tidak buruk.." gumam Rose dalam hati.

__ADS_1


Setelah semua siap mereka pergi ke gedung acara anniversary tuan dan nyonya Felix. Rose pun mengemudikan mobilnya dengan hati-hati. Hingga tiba di tempat acara dengan selamat. Semua bodyguard pun bersiap menyambut tuan dan nyonyanya. Ketika mobil nyonya mereka tiba, mereka langsung mengamankan sekitar.


Rose pun keluar dan membukakan pintu nyonya Felix. Dari kejauhan Chris dan Vall memperhatikan Rose yg berbeda dari biasanya. Dengan sedikit polesan make up tipis membuat wajahnya semakin cantik. Keduanya pun tersenyum menatap Rose. Terutama Chris, jika ia tak membawa kekasihnya sudah pasti ia akan mendekati Rose.


__ADS_2