Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.80


__ADS_3

Vall yg pingsan pun langsung dibawa ke kamarnya dan diobati oleh dokter. Tapi baru saja ia diobati, ia langsung tersadar dan mencari Sofia.


"Dimana tunanganku Sofia?" tanya Vall panik dan membuat William geleng-geleng kepala.


"Tenang tuan, nona sudah dibawa ke kamarnya dan sedang diobati.. tuan obati dulu lukanya baru melihat kondisi nona Sofia.." ucap William.


"Tidak.. aku sudah memukulnya hingga pingsan Will, kalau dia cedera serius bagaimana?" ucap Vall tanpa memperdulikan dokter yg tengah mengobati lukanya, Vall pun langsung pergi menuju kamar Sofia.


Setelah tiba ia langsung membuka pintu kamar.


"Dokter bagaimana dengan kondisi tunanganku?" tanya Vall.


"Tunangan??" gumam Alfi dalam hati, ada rasa marah, kesal juga sedih dihatinya.


"Oh, nona ini baik-baik saja tuan, hanya luka memar.. akan sembuh dalam 2-3hari " jawab Alfi dengan menaham emosinya.


"Baguslah.. aku percayakan calon istriku padamu.. dia harus sembuh dan hilangkan semua bekas lukanya.." ucap Vall.


"Baik tuan.." balas Alfi.


Dalam hatinya ia kesal bukan main. "Tunangan?? Calon istri? dasar bedebah gila.. jadi ini pimpinan BlackStar yg gila itu.." gumam Alfi dalam hati.


"Baiklah, nanti aku akan mengunjungimu sayang.." ucap Vall lalu berlalu meninggalkan ruangan.


Setelah Vall menghilang, Sofia memasang wajah kesal.


"Sayang kepalamu peyang..!" umpat Sofia.


"Hahaha.. Sofia tenanglah.. jadi kalian sudah bertunangan tanpa mengundangku?" goda Alfi dengan tertawa kecil agar tidak terdengar sampai luar.


"Dia itu psyco gila Al, rasanya aku ingin menguburnya hidup-hidup. Kemarin ia melamarku dengan paksa dan anak buahnya menodongkan pistolnya padaku.." ucap Sofia.


"Benarkah? sepertinya dia terlalu terobsesi padamu.." ucap Vall.


"Jadi Kenan mengirimu kemari?" tanya Sofia.


"Ya, apa kau tak penasaran bagaimana mereka tahu lokasimu.?" tanya Alfi.


"Tidak, aku tahu cara kerjanya.. syukurlah kau datang aku bisa sedikit tenang.." ucap Sofia tersenyum.


"Ya, aku akan menunggu kabar dari Kenan untuk membawamu kabur.." ucap Alfi.


"Baiklah.." balas Sofia.


Sofia pun menceritakan apa yg dia tahu mengenai mansion besar tersebut dan juga CCTV yg sangat berlebihan dikamarnya. Alfi pun hanya mendengarkan sembari mengobati luka-lukanya. Lalu ia keluar begitu selesai agar mereka tidak curiga.


"Akhirnya bantuanku tiba juga.." gumam Sofia dalam hati.


Tak lama Vall pun masuk ke kamar Sofia, tentunya dengan wajah babak belur sama seperti Sofia. Sofia pun menatap malas pada Vall.


"Sofia bagaimana kondisimu?" tanya Vall mendekat.


"Aku baik-baik saja.. " ucap Sofia.


"Kau tidak penasaran akan kondisiku?" tanya Vall.


"Tidak karena melihat kau bisa kemari nampaknya kau baik-baik saja.." ucap Sofia.


"Sofia tak bisakah kita hentikan ini semua? aku mencintaimu dan ingin hidup bahagia bersamamu.." ucap Vall.

__ADS_1


"Aku tidak mencintaimu dan tak ada perasaan apapun padamu.. apakah itu kurang jelas tuan Vall?" jawab Sofia.


"Sofia kau harus belajar mencintaiku atau keluargamu akan dalam bahaya.." ucap Vall.


"Bahaya?? akulah yg akan dalam bahaya karena ada di dekatmu.." balas Sofia.


"Coba kita lihat saja nanti apakah kau masih bisa menolakku setelah melihat keluargamu dalam bahaya.." ucap Vall.


"Kauuu..!" teriak Sofia.


"Kemana cincin tunangan kita?" tanya Vall melihat jari tangan polos Sofia.


"Sudah kubuang.." ucap Sofia.


Vall pun bangkit dan melihat sekelilingnya. Ia melihat cincin tunangannya tergeletak di meja dan langsung mengambilnya.


"Ketemu.." ucapnya.


"Jangan paksa aku untuk memakainya.." ucap Sofia.


"Kau harus memakainya atau aku akan menyentuhmu.." ucap Vall dengan seringai di wajahnya.


Vall pun menarik tangan Sofia, Sofia yg tak mau kalah pun melawan hingga kini tubuh Sofia dihimpit oleh Vall.


"Jika melawan aku akan benar-benar menyentuhmu.." ucap Vall.


"Lepaskan.." ucap Sofia.


"Tidak sebelum kau berjanji takkan melepasnya lagi.." ucap Vall yg sudah tergoda bibir Sofia.


"Baiklah, cepat kau bangun.." ucap Sofia.


"Jangan bermimpi.." ucap Sofia.


"Baiklah mulai dari memakai cincin tunangan kita.." ucap Vall memakaikan cincinnya.


"Dasar mafia gila..! " umpat Sofia.


"Hahaha.. tunggu hingga aku mampu memilikimu seutuhnya sayang.." ucap Vall tertawa puas meninggalkan kamar Sofia.


Sementara Alfi, Kenan dan juga Satria mengepal geram mendengar percakapan mereka. Ya pada saat Alfi mengobati Sofia ia memasang alat penyadap. Dan kini ketiga orang tersebut sudah mendengar percakapan antara Vall dan juga Sofia.


"Dasar baji***n gila..!" umpat Satria.


"Psyco.. !" umpat Kenan.


"Pria tak tahu diri..!" umpat Alfi.


"Al itu terlalu baik, sebutannya harus lebih buruk lagi.." protes Kenan di telepon.


"Jadi Al siapa baj*****an gila itu akan kurontokkan gigi-giginya nanti.." ucap Satria kesal.


"Vallentino Felix paman.." jawab Alfi membuat Satria dan Kenan terkejut.


"Bedebah gila itu ternyata sudah ada disekitarku selama ini.." ucap Kenan kesal.


"Kau mengenalnya?" tanya Satria.


"Ya, dia rekan bisnisku ayah.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Bagus, kau caritahu tentang dia.." perintah Satria.


"Baik ayah.." ucap Kenan.


"Dan Alfi, kau amati disana.. aku tahu pasti sulit melindungi Sofia tapi jangan sampai baj***an sialan itu menyentuh Sofia.." perintah Satria.


"Iya paman kuusahakan.." balas Alfi.


"Bagus, jika kondisi mendesak kau kabur saja nanti kami akan menjemputmu.." ucap Satria.


"Baik paman, maaf ada yg datang.."ucap Alfi mematikan panggilan.


William pun menghampiri Alfi.


"Kerja bagus dokter Alex(nama samaran Alfi).." ucap William.


"Ya tuan, apalagi tuagasku..?" tanya Alfi.


"Kau bersiaga disini, karena dokter yg lain akan mengambil libur.." ucap William.


"Baik tuan." balas Alfi.


"Dan pelayan ini yg akan mengantarmu ke kamarmu.." ucap William.


"Ya tuan, terimakasih.." ucap Alfi.


Alfi pun diantar menuju kamarnya. Ia pun masuk dan membereskan barang-barang yg ia bawa seadanya.


"Semoga misi ini berhasil.." gumam Alfi dalam hati.


Alfi pun hanya boleh berkeliaran di sekitar ruangan perawatan. Ia juga hanya diantarkan makanan ke kamarnya. Tak lupa ia mengawasi perawat yg bertugas mengurusi kebutuhan Sofia. Ia pun bertanya-tanya mengenai kondisi Sofia sebelumnya tapi perawat itu tak mampu menjawabnya sesui perintah tuannya. Alfi pun hanya mengerti dan tidak memaksanya.


Keesokan harinya, ia hanya diperbolehkan untuk memeriksa kondisi Sofia lagi.


"Nona Sofia bagaimana kabarmu?" tanya Alfi.


"Aku sudah lebih baik.." jawab Sofia karena didekat mereka ada seorang perawat.


"Baiklah, aku akan memeriksa luka anda.." ucap Alfi memeriksa bagian yg luka dan menyuruh perawat tersebut melakukan perintahnya.


"Baiklah nona, perbanyak istirahat saja.." ucap Alfi pamit.


"Iya dokter.. terimakasih.." ucap Sofia.


Alfi dan perawat itupun keluar dari kamar Sofia. Namun baru berapa langkah pelayan pun tiba dan masuk ke kamar Sofia. Alfi pun memasang telinganya.


"Nona tuan ingin sarapan bersama nona.."


"Apakah tidak bisa aku sarapan dikamarku..?" tanya Sofia.


"Tolong nona kalau tidak kami akan dimarahi.. "


"Baiklah.. "ucap Sofia malas.


Sofia pun bangkit dari tempat tidurnya menuju meja makan. Ia pun ditemani bodyguard dan pelayan tersebut. Begitu tiba di meja Vall pun menyambutnya dengan antusias.


"Sayang ayo kita sarapan bersama.." ucap Vall.


Sofia pun hanya diam dan langsung duduk tapi Vall langsung menyerobot kursinya dan menariknya agar Sofia bisa langsung duduk. Mereka pun sarapan dalam diam, sesekali Vall mengajaknya bicara tapi Sofia hanya diam saja.

__ADS_1


"Rasakan itu bedebah kau pikir semudah itu Sofia luluh padamu.." gumam Alfi dalam hati. Ia juga sudah memberi Sofia alat penyadap agar Alfi dan Kenan tahu apa yg mereka bicarakan dan rencanakan.


__ADS_2