Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP278


__ADS_3

Diana pun bekerja dan melakukan aktifitas seperti biasanya. Ia tak mau ambil pusing dengan pekerjaan Kenneth yg membuatnya harus pergi lama saat perjalanan dinas di luar negeri. Dan Diana mulai merasakan kehilangan sejak Kenneth pergi.


"Apa ini yg dinamakan kehilangan?" gumam Diana di dalam mobilnya.


"Apa anda ingin aku meminta bantuan mereka untuk melacak suami anda?" tanya Kim.


"Bisakah begitu?" tanya Diana.


"Tentu bisa nona.." ucap Kim.


"Nanti saja Kim, jika aku butuhkan aku akan memintamu.." ucap Diana.


"Siap nona.." ucap Kim.


Mereka pun tiba di gedung SHIELD, dan Diana memberikan roti yg ia siapkan untuk Kim.


"Kim, ini ada sedikit roti anggaplah sebagai ucapan terimakasihku karena sudah menata dapurku.." ucap Diana.


"Tidak perlu repot-repot nona, sudah menjadi tugasku dalam membantu anda.." ucap Kim.


"Terimakasih atas loyalitasmu, jadi aku harap kau bisa menikmatinya saat waktu istirahat.." ucap Diana tersenyum.


Kim pun menerima roti buatan nonanya sebagai bentuk penghargaan. Dan mereka memasuki gedung untuk bekerja seperti biasa. Tak ada yg aneh, hanya saja pangeran dari timur tengah kembali menghubungi dan ingin meminta Diana untuk mengawalnya. Awalnya Kim dan Sofia mengabaikannya karena posisi Diana sudah tidak mungkin. Tapi kali ini pangeran tersebut sampai mengirim utusan.


"Maaf nona, mereka memaksa bertemu anda.." ucap Kim.


"Baiklah Kim, jangan khawatir dan mari lihat apa yg mereka inginkan dariku.." ucap Diana.


Diana pun meminta Kim untuk menjamu utusan tersebut dengan baik. Dan Kim mengatakan kalau CEO baru akan menemui mereka langsung sesuai keinginan Diana.


"Silahkan nona.." saat Diana memasuki ruangan yg digunakan untuk menjamu utusan tersebut.


"Terimakasih.." ucap Diana.


"Perkenalkan tuan Zaid, ini CEO kami yg baru nona Diana.." ucap Kim.


"Astaga.. jadi nona Diana adalah.." ucapnya.


"Benar, aku adalah putri dari nyonya Sofia. Apa yg bisa kulakukan untuk kalian?" tanya Diana lalu duduk diantara para utusan tersebut.


"Maksud kedatangan kami adalah meminta nona Diana untuk mengawal pangeran.." ucap tuan Zaid.


"Maaf, sekarang tugasku bukan mengawal lagi tapi memimpin perusahaan yg diwariskan oleh ibuku.." ucap Diana.


"Kami mohon maaf kalau begitu, tapi bisakah nona datang untuk makan malam bersama tuan kami?" tanya Zaid.


"Kalau itu sepertinya tidak bisa.. karena aku sudah menikah.." ucap Diana menunjukkan cincin pernikahannya.

__ADS_1


"Tolonglah nona, datang saja sebagai rekan bisnis.." pinta Zaid.


"Akan aku pertimbangkan, tentunya setelah mendapat ijin dari suamiku.." balas Diana tersenyum.


Setelah itu, utusan tersebut pun kembali ke negara mereka. Dan terus menanyakan tentang Diana yg diundang untuk makan malam, tapi Kim diperintahkan untuk menolaknya.


Sang Pangeran pun kecewa mendengar berita tersebut. Dan mencaritahu fakta tentang pernikahan Diana. Tak banyak yg tahu, tapi yg tahu pun tak tahu siapa suami Diana membuat sang Pangeran curiga kalau ini hanyalah siasat Diana untuk menolaknya.


"Bagaimana bisa tak ada yg tahu pernikahan tersebut?" tanya sang pangeran.


"Karena itu dilakukan secara tertutup tuan.." balas salah seorang.


"Baiklah, terus coba caritahu.." perintah sang pangeran.


"Dia tak tahu siapa aku rupanya, dan lagi pria macam apa yg dinikahinya secara tertutup.." ucap sang pangeran.


☘☘☘


Diana pun bersikap santai menghadapi pangeran yg terkesan begitu mencurigakan. Hingga ia ingin menyelidiki pangeran tersebut.


"Kim, apa menurutmu pangeran itu mencurigakan?" tanya Diana.


"Sedikit, karena aku hanya mendengar infonya saja.." balas Kim.


"Caritahu tentang dia, aku tidak yakin kalau pria itu seorang pengeran setelah melihat sikapnya." ucap Diana.


"Baik nona.." ucap Kim.


Kenneth pun diam-diam mencaritahu tentang pangeran yg begitu mencurigakan atau lebih tepatnya berbahaya bagi dirinya. Bisa jadi pangeran tersebut berencana untuk merebut istrinya dan memisahkannya dengan Diana. Jika itu terjadi maka Kenneth takkan tinggal diam dan memulai untuk mencaritahu.


Sampai suatu kabar datang dari negeri timur tengah, mereka tengah mencari dokter yg mampu menangani penyakit sang raja. Dan mereka menghubungi Alfi untuk meminta ijin mengirim Dion kesana. Tentu hal itu menjadi undangan kehormatan baginya dan ia akan mengirim Dion kesana.


Dion yg memiliki riwayat dan pengalaman baik dalam bedah saraf pun dipilih setelah menyeleksi berbagai dokter. Dan mereka sampai mengunjungi rumah sakit lama tempatnya bekerja di US.


"Ini kesempatan bagus untukmu putraku.." ucap Alfi.


"Benar Dad.. " ucap Dion mengerti.


"Tapi kenapa mereka juga meminta Diana hadir?" tanya Dion.


"Mungkin mereka meminta pengawalan ketat.." ucap Alfi.


"Itu mungkin saja.." ucap Dion.


"Jaga baik-baik Diana.." ucap Alfi.


"Kurasa Dad salah, karena Diana pasti bisa melindungi dirinya.." ucap Dion.

__ADS_1


"Baiklah, awasi saja saudarimu itu ." ucap Alfi.


"Tentu saja Dad.." balas Dion.


Dan Diana mau tak mau hadir, terlebih ada Dion untuk membantu mengawasi sekitarnya. Mereka pun berangkat pada keesokannya sesuai jadwal dan menempuh perjalanan selama berjam-jam. Dan Kenneth yg dikabari pun hanya bisa mengawasi dari jauh.


Setelah tiba, mereka disambut dengan baik dan diberikan pelayanan hotel terbaik. Setelah itu mereka beristirahat dan besoknya barulah mereka mengadakan pertemuan.


Di sebuah restorant di hotel tersebut rombongan Diana dan Dion disambut oleh pangeran langsung.


"Selamat datang, aku senang kalian mau datang kemari.." ucap pangeran.


"Tentu saja, apalagi misi kali ini adalah untuk memberikan pertolongan.." ucap Diana.


"Saya harap, hari ini segera dilakukan pemeriksaan agar bisa cepat mengindentifikasi penyakit ayah tuan.." ucap Dion.


"Baiklah, nanti orang-orangku akan memandu kalian.." ucap Pangeran.


"Nona Diana apa kita bisa bicara sebentar?" tanya pangeran.


"Ya silahkan tuan.." ucap Diana.


"Maksudku bicara 4 mata.." ucap pangeran.


"Mungkin nanti saat tugasku usai.. karena hari ini aku harus mengawal dr.Dion.." ucap Diana.


"Baiklah, hanya makan malam biasa sebagai ucapan terimakasih.." ucap pangeran.


"Tentu.." balas Diana.


Dan setelah selesai makan, mereka langsung menuju ke kediaman raja untuk mengecek kesehatannya. Dion pun diarahkan ke kamar khusus untuk memeriksanya dan ada juga dokter pribadi milik raja. Dion dan dokter tersebut berbicara dan berdiskusi mengenai penyakit tersebut.


Mereka berdua sepakat untuk melakukan operasi setelah melihat penyakit sang raja. Dan diaturlah jadwal untuk operasi tersebut. Sementara Diana ia hanya mengawal dan memastikan tidak ada masalah.


Beberapa hari kemudian dilakukanlah operasi, Dion dan dokter pribadi raja pun memulai operasinya di ruangan khusus. Dan ada penjagaan ketat dimana-mana. Diana pun bersiaga dengan orang-orangnya.


"Kim kau berhati-hatilah.." ucap Diana.


"Baik nona.. aku akan memerhatikan sekeliling ."ucap Kim.


Tiba-tiba ada serangan dadakan membuat semua panik. Tapi Diana dan Kim memimpin tim alfa untuk melindungi ruangan operasi sampai keadaan aman kembali.


"Kalian tahan mereka di sisi kiri.. dan aku akan berada di sisi kanan.." pinta Diana.


"Kim, pimpin sisi kiri.." perintah Diana.


"Baik nona.." ucap Kim.

__ADS_1


Situasi yg tak terkendali pun membuat semua orang bersembunyi kecuali tim alfa, Kim dan Diana. Mereka malawan dengan sengit, pertarungan pun berlangsung selama beberapa saat. Suara tembakan pun terdengar dari beberapa arah.


Dorr..Dorr..Dorr..


__ADS_2