
Tuan Chris pun masuk ke ruangan adiknya.
Tok..tok..
"Masuklah.." ucap Valentino.
"Hai Val.. bagaimana kabarmu? aku ingin bertanya tentang project x.." tanya Chris.
"Baik.. oh tentang project itu.. berjalan dengan lancar dan sepertinya S Group menyukainya.." balas Valentino.
"Berita bagus, tidak sia-sia aku mengajak mereka bekerja sama dengan susah payah.." balas Chris tersenyum.
"Iya ini project besar, karena S Group merupakan perusahaan besar dan sudah terkenal.." balas Valentino.
"Yah, keberuntungan berada di pihak kita.. hmm.. jadi bodyguard yg berada diluar itu adalah Rose yg kemarin melindungimu?" tanya Chris.
"Iya benar, aku tak menyangka ternyata dia memang seorang profesional.." balas Valentino yg sudah tahu arah pembicaraan kakak tirinya tersebut.
"Seandainya ia bekerja denganku, aku akan sangat merasa beruntung.." ucap Chris.
"Dia memang sangat berbakat, Pak John memang ahli dalam mencari bodyguard.." balas Valentino, dalam hatinya ia takkan rela melepaskan Rose begitu saja mengingat betapa bejatnya Chris. "Aku takkan melepaskan Rose pada seorang baj*****n sepertimu.." gumamnya dalam hati
"Baguslah kalau begitu, aku senang kalau kau aman.." ucap Chris setengah menyindir Valentino.
"Tentu saja." balas Valentino tak mau menanggapi.
Kemudian Chris pun pamit undur diri untuk kembali ke ruangannya. Sesampainya di depan pintu ia pun menoleh ke arah Rose yg masih berjaga. Tatapannya tetap fokus dan tenang, meskipun Chris sedang menatapnya.
"Terimakasih Rose kau telah melindungi adikku.." ucap Chris mencoba untuk tebar pesona.
"Sama-sama tuan, sudah menjadi kewajibanku.." balas Rose dingin.
"Kalau kau butuh sesuatu kau bisa menghubungiku, ini kartu namaku mungkin aku akan membantumu jika adikku dalam kesulitan.." ucap Chris mencoba kembali menebar pesonanya.
"Baik tuan, akan saya ingat.." balas Rose masih dengan nada datar dan dingin.
Lalu tuan Chris pun berlalu pergi meninggalkan ruangan tersebut. Dalam hatinya ia begitu kesal. "Apa dia itu tak melihat lelaki tampan dihadapannya? Tatapan dan sikapnya begitu dingin.." umpatnya dalam hati.
Sementara Rose, kini ia tahu bahwa project yg ia cari tahu sedang dipegang oleh tuan Valentino. Dan idenya untuk menaruh alat penyadap adalah yg terbaik. "Tuan Valentino, aku butuh informasimu.." gumamnya dalam hati.
Kali ini, tuan Valentino enggan untuk makan diluar. Ia memilih memesan makanan dan makan diruangannya. Sementara Rose, ia dapat beristirahat seperti bodyguard lainnya secara bergantian. Ia pun memilih untuk makan di cafeteria, berharap ada menu yg ia sukai disana. Akhirnya ia makan siang dengan tenang walaupun dengan menu yg kurang sesuai dengan seleranya.
Chris pun masih mencari cara untuk mendekati Rose, dan bila beruntung ia ingin Rose bekerja untuknya. Saat makan siang ia mencari Rose di sekitar taman tapi tidak ada, lalu ia mendapat info kalau Rose ada di cafeteria. Chris pun segera menuju ke sana. Saat melihat Rose sedang makan dengan santai ia pun tersenyum dan mendekatinya.
__ADS_1
"Selamat siang, Rose.." ucap Chris.
"Selamat siang tuan.." balas Rose.
"Bolehkah aku duduk disini..?" tanya Chris.
"Tentu, silahkan tuan.." balas Rose.
"Aku ingin sesekali mencoba menu di cafeteria, sepertinya tidak buruk.." ucap Chris.
"Iya tuan.. Selamat menikmati.." balas Rose.
"Apa kau tidak menyukai makanannya?" tanya Chris saat melihat makanan Rose masih tersisa.
"Makanannya enak tapi aku sedang tidak selera tuan.." balas Rose.
"Oh.. memangnya makanan apa yg jadi kesukaanmu?" tanya Chris.
"Seblak.." ucap Rose asal. "Pasti kau tidak tahu bukan tuan.." gumamnya dalam hati ingin mengerjai Chris.
"Seb-lahh.. makanan apa itu?" tanya Chris.
"Seblak tuan.. dan itu makanan dari Indonesia.." balas Rose. "Rasakan itu, kau pasti takkan bisa menemukannya disini.." gumam Rose dalam hati.
"Lalu bagaimana rasanya seblak itu?" tanya Chris yg masih penasaran.
"Rasanya luar biasa tuan, dengan sensasi pedas gurih.." ucap Rose yg hanya melihat review dari youtube dan orang-orang sekitarnya.
"Aku jadi penasaran ingin mencobanya.." balas Chris.
"Ya jika kau ada kesempatan, kau bisa mencobanya tuan.." balas Rose. "Dan kuyakin dalam sekali suap kau sudah menyerah dengan rasa pedasnya.." gumam Rose dalam hati.
Setelah selesai makan tuan Chris mendapat telepon dan harus meninggalkan Rose. Rose pun akhirnya bisa lega setelah kepergian tuan Chris yg menyebalkan. "Pergilah sejauh-jauhnya tuan Chris.." gumamnya.
Lalu Rose pun, kembali ke tempatnya semula. Hari ini pun, ia mendengar banyak berita bagus terkait project tuan Valentino. Namun, ia hanya bisa mendengar tentang hal-hal pembuatan kain secara tradisional bukan dari si pembuatnya. "Kuharap aku bisa memecahkan misteri ini.." gumamnya dalam hati.
Seperti kemarin Rose pun harus mengikuti tuannya pulang dan berjaga di depan rumahnya hingga pukul 20.00. Untungnya ia hanya ditugaskan di halaman belakang dan ada taman yg indah yg membuatnya merasa sejuk dan nyaman. Dan rekan-rekan sesama bodyguard pun baik padanya, karena mereka takut berurusan dengan SHIELD.
Tuan Valentino pun muncul dibalkonnya hanya untuk memandangi Rose dari atas sambil tersenyum. "Aku tahu kau pasti menyukai bunga makanya namamu Rose, tapi kau paling cantik disana.." gumamnya dalam hati.
Namun, Chris yg mengetahui Rose sedang berjaga pun muncul setelah mencarinya. Seketika pamandangan indah Valentino pun buyar. "Astaga, mau apa kakak kesana.." gumamnya.
Rose yg mendengar langkah kaki pun bersiaga. Saat berbalik ia justru melihat tuan Chris dengan senyum menyebalkannya. "Wah Rose ini aku.. kau sudah bersiap saja seperti ada maling" ucap Chris melihat kuda-kuda dan kepalan tangan Rose.
__ADS_1
"Maaf tuan,.. aku terlalu sensitif.." ucap Rose.
"Oke.. itu bagus, kau memang seorang profesional.." balas Chris.
"Oh iya, aku kemari ingin memberimu minuman ini.." ucap Chris sembari memberikan segelas kopi.
"Terimakasih tuan anda tidak perlu repot, karena di pos sudah tersedia kopi.." balas Rose.
"Oh ayolah.. kopi di pos itu kopi murahan, dan ini kopi yg biasa aku minum.." balas Chris.
"Baiklah tuan.. terimakasih.." ucap Rose.
"Oke kapan kau pulang?" tanya Chris.
"10 Menit lagi tuan.." balas Rose.
"Wah ternyata kau sudah mau pulang, kalau begitu aku masuk saja ke dalam, kapan-kapan lagi kita ngobrolnya.." balas Chris lalu pergi dengan hati senang. "Malam ini aku memberimu segelas kopi tapi mungkin nanti kau akan minum wine bersamaku.." gumamnya dalam hati.
Setelah Chris pergi, tuan Valentino kini datang menghampirinya. "Satu pergi satu lagi datang.. merepotkan.." gumam Rose dalam hati.
"Rose.. apa yg kakakku berikan untukmu?" tanya Valentino.
"Kopi tuan.." jawab Rose menunjukkan kopi pemberian tuan Chris.
"Berikan padaku aku akan mengeceknya.." ucap Valentino dan langsung mengambil gelas milik Rose.
Valentino pun menuangkan sedikit kopi ke dalam gelas kosong dan memberikannya sebuah pil, setelah diaduk warnanya tetap tak berubah.
"Huft.. kopi ini aman Rose.. maaf.." ucap Valentino.
"Baik tuan, memangnya tuan Chris sekejam itu?" tanya Rose pura-pura tidak tahu.
"Yah.. sulit untuk dijelaskan yg pasti ia akan terus mengganggumu, jadi kau hati-hati Rose.. bila ada apa-apa kau bisa mengabariku.." ucap Valentino.
"Baik tuan akan saya ingat.. " balas Rose.
"Ternyata tuan Valentino orang baik.." gumam Rose dalam hati.
"Sebaiknya kau pulang.. sudah waktunya kau pulang.." ucap Valentino.
"Baik Tuan.." balas Rose. "Akhirnya jam kerjaku selesai.." gumam Rose dalam hati.
Ia pun segera mengemudikan mobil yg disediakan kantornya menuju ke apartemennya.
__ADS_1