
Begitu tiba di lokasi, Diana meminta Kenneth untuk keluar dari dalam mobil.
"Kapt, bisa keluar duluan.." pinta Diana.
"Ada apalagi?" tanya Kenneth.
"Aku mau ganti baju.. kaca mobilmu lumayan gelap jadi pasti aman ganti baju di dalam.." ucap Diana.
"Ck.. ada-ada saja.." ucap Kenneth.
"Tolong yah.. kau tidak mungkin disini bukan saat aku berganti pakaian.." ucap Diana.
"Oke.." balas Kenneth langsung keluar dari mobil. Ia juga berjaga diluar selama Diana berganti pakaian di dalam.
Setelah itu, mereka bertemu dengan tim lainnya. Misi kali ini adalah serangan teror bom disebuah Mall. Semua pengunjung pun tak tahu dan sedang asik berbelanja. Namun, beberapa petinggi dan staf yg mengetahui hal itu menganggap berita tersebut hanyalah isu untuk membuat Mall sepi.
Namun, si pengirim pesan justru mengirimkan foto-foto bom yg akan diledakkan disuatu tempat yg pastinya ada di mall tersebut. Kenneth pun menginstruksikan pada anak buahnya kejadian terburuk yg bisa terjadi. Serta bagaimana cara mereka melakukan evakuasi secara efektif jika ada kemungkinan bomnya akan meledak.
"Kalian sudah paham tugas kali ini?" tanya Kenneth.
"Paham kapt.."
"Bagus.. kuharap tak ada korban jiwa dalam misi kali ini.. untuk perlengkapan pastikan semuanya lengkap.." ucap Kenneth.
"Baik kapt.." ucap mereka.
Mereka pun mencari keberadaan bom tersebut bersama teknisi yg bekerja di Mall tersebut untuk menunjukkan lokasi-lokasi yg berbahaya atau tidak. Dan tim penjinak bom sudah mulai menyiapkan alatnya.
Mereka mencari ke semua sudut yg sesuai dengan gambar-gambar tersebut. Namun, mereka belum menemukan dimana letak bomnya. Mereka pun tak kehilangan arah dan terus mencari. Sementara Diana ia memerhatikan dengan seksama foto-foto lokasi bom tersebut.
"Kau itu bersembunyi dimana?" gumam Diana.
Kemudian Diana melihat foto-foto bagian dalam mall tersebut di internet. Karena bukan tidak mungkin bom tersebut berada di pusat keramaian yg tak terlihat.
"Kapt, aku akan ke bagian mall.." ucap Diana.
"Kau yakin?" tanya Kenneth.
"Aku akan mencari dibagian mall, mungkin saja ada.." ucap Diana.
"Baiklah, sekalian perhatikan sekitar apakah ada yg mencurigakan.." ucap Kenneth.
"Baik kapt.." ucap Diana.
Diana pun mengecek setiap lantai yg ada di mall tersebut. Sangat melelahkan tapi ia tak boleh menyerah. Diana pun mampir ke toilet sebentar sebelum menuju lantai berikutnya. Ia sekalian mengecek keadaan toilet.
Setelah selesai ia mencuci tangan dan bercermin. Ia merasa ada pemandangan yg tak asing. Lalu ia melihat ponselnya dan foto-foto yg dikirimkan oleh pelaku. Ada satu gambar yg mirip, dan Diana segera mengeceknya.
Ternyata ada bom disebelah tong sampah. Diana pun langsung mengevakuasi tempat tersebut dan menghubungi Kenneth. Tim penjinak pun segera ke lokasi dan sementara toilet tersebut ditutup untuk mempermudah penyelidikan.
Tim penjinak pun butuh waktu sekitar 20 menit untuk menjinakkannya. Dan tim penjinak lain sudah menemukan 2 bom. Berarti hanya tersisa 2 bom lagi yg tersembunyi di dalam mall tersebut.
Mereka pun mengecek setiap toilet di mall tersebut dan belum menemukannya. Kemudian mereka mengecek sekitar parkiran, karena lokasinya yg tidak terlalu terang pasti bom tersebut tidak terlalu terlihat.
Diana pun berpencar dengan rekannya. Ia mencari disetiap sudut dan menemukan lokasi foto tersebut. Tapi bomnya justru menghilang entah kemana membuat mereka khawatir. Akhirnya mereka mengecek setiap mobil yg terparkir untuk berjaga-jaga.
__ADS_1
Hingga sebuah mobil keluarga pun terdeksi ada bom di dalam mesinnya. Dengan hati-hati mereka mengeluarkan bom tersebut dan menjinakkannya.
"Tinggal satu lagi, kalian urus disini aku akan mencari lagi.." ucap Diana berlari.
Hanya tinggal 1 tempat yg sesuai ada di dalam foto. Yaitu tempat yg sangat terang yg kemungkinan besar ada di dalam mall. Diana pun meminta bantuan Kenneth untuk mencari di dalam mall.
"Kapt, kami menemukan 1 di lokasi parkiran.. tinggal 1 lagi.. kau tahu kan dugaanku dimana?" ucap Diana.
"Ada di dalam mall yg besar.." ucap Kenneth.
"Ya.. bantu aku untuk mencarinya. " ucap Diana.
"Aku akan ada di lantai 3-7.. kau cari sisanya.." ucap Diana.
"Baiklah.. aku akan mengajak mereka.." ucap Kenneth.
Mereka pun mencari dari satu toko ke toko yg lain, membuat mereka kehabisan tenaga.
"Si**l rasanya seperti mencari jarum dalam tumpukan jerami.. " gumam Diana.
Setelah 2 jam mereka pun belum menemukannya. Hingga mereka mengambil langkah evakuasi pengunjung mall. Waktu yg tersisa hanya tinggal 1 jam lagi sebelum bom meledak dan menghancurkan isi mall. Sedangkan evakuasi memakan waktu 30 menitan karena pengunjung mulai panik dan langsung meninggalkan mall.
Kenneth dan timnya langsung mencari dengan alat mereka. Mereka menyusuri setiap toko untuk mencari keberadaannya. Hingga tersisa 10 menit terakhir.
"Kita harus meninggalkan mall ini.." ucap Kenneth.
"Tidak.. pasti ketemu.." ucap Diana.
"Kalaupun ketemu tak ada waktu untuk menjinakkannya. Jangan bodoh..!" ucap Kenneth.
"Semua sudah keluar, hanya kita yg tersisa disini.." ucap Kenneth.
"Baiklah, kalian keluarlah duluan.. aku mau meneriksa 1 tempat.." ucap Diana langsung berlari.
"DIANAAA..!!" teriak Kenneth.
"Bagaimana kapt?" tanya yg lain.
"Kalian semua keluar dan menyelamatkan diri.. aku akan mengejar si bodoh itu.." ucap Kenneth lalu mengejar Diana.
Mereka pun keluar dan menyelamatkan diri, sementara Diana ia terus mencari. Hingga ia berada di area yg belum ia jangkau. Ia mencari dan menemukan signal bom. Ia terus mencari hingga berhenti di sebuah koper kecil. Ia yakin di dalamnya ada bom tapi koper tersebut juga dikunci. Diana sudah mencoba beberapa sandi tapi tak bisa dibuka.
"Hei bodoh ayo keluar..!" ucap Kenneth saat menemukan Diana.
"Aku menemukannya.." ucap Diana.
"Kau yakin ada di dalam sini..?" tanya Kenneth.
"Ya tapi terkunci.." ucap Diana.
"Ck.. lalu bagaimana kau menjinakkannya.? berfikirlah sebelum bertindak.." ucap Kenneth.
"Aku akan melemparnya ke atap.. kapt keluarlah dari mall.." ucap Diana menggendong tas tersebut dan menaiki lift.
Kenneth pun mengikutinya dan mereka tiba di dalam atap gedung. Diana pun mengeluarkan pisau dan membongkar koper tersebut sekuat tenaga. Setelah bom terlihat ia dan Kenneth saling tatap karena waktunya tersisa 1 menit lagi.
__ADS_1
"Kapt di menit ke 15 aku akan melemparnya setinggi mungkin.." ucap Diana.
"Biar aku saja.. tenagaku jauh lebih besar .." ucap Kenneth.
"Tidak aku saja, ini adalah keputusanku.. " ucap Diana.
"Diana biar aku saja.. aku bisa melemparnya setinggi mungkin.." ucap Kenneth.
"Baiklah.." balas Diana daripada membuang-buang waktu.
20..19..18..16..15..
"Sekarang kapt..!" ucap Diana.
Namun, Kenneth tetap menunggu.
14.. 13..12..11..10
Swiiinggggg ...(Kenneth pun melempar bom tersebut dan di detik terakhir bom pun meledak.)
Duaaaarrrr...!!!!
"Diana awas.." ucap Kenneth menangkap tubuh Diana untuk merunduk.
"Terimakasih kapt.. " ucap Diana.
"Ya.. kau itu selalu menyusahkanku.." balas Kenneth.
"Setidaknya tidak ada korban maupun kerugian.. bagus bukan..?" ucap Diana bahagia.
"Ck.. lihat tanganmu " ucap Kenneth yg tahu tangan diana sedikit tersayat.
"Cuma luka kecil.. tak masalah.." balas Diana.
Kemudian tim alfa yg mendengar ledakan di langit pun langsung menuju ke atap. Mereka melihat Kenneth dan Diana telah sukses melempar bom terakhir ke langit. Kejadian itu pun menjadi topik berita dan perhatian dari warga sekitar yg melihat bom tersebut meledak di langit.
Misi kali ini pun sukses kembali karena kegigihan Diana yg tak pantang menyerah. Tim alfa juga sudah berhasil meringkus pelakunya lewat cctv.
"Aku lelah sekali.." ucap Diana.
"Ck.. kau itu banyak mengeluh.." balas Kenneth.
"Di pagi hari ada pemotretan, di siang hari ada bom.. sungguh rasanya aku hidup di 2 dunia yg berbeda.." ucap Diana.
"Ya.. kadang aku bingung apa kau itu punya 2 kepribadian berbeda?" ejek Kenneth.
"Dengar kapt.. nenekku berkata waktu adalah uang.. jadi aku memanfaatkannya dengan baik." ucap Diana.
"Ck.. dasar gadis gila.." ucap Kenneth.
"Ya kau benar, dan awas kau jadi tergila-gila padaku.." goda Diana.
"Itu tidak mungkin.." balas Kenneth, sementara Diana ia hanya pergi meninggalkan Kenneth sambil melambaikan tangan.
Kini tujuan Diana yg terakhir adalah memberitahu Sarah siapa ayahnya serta langkah yg akan diambil oleh Sarah untuk bertemu ayahnya. Rasanya melelahkan sekali hidup Diana setiap harinya.
__ADS_1