Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP201


__ADS_3

Keesokan harinya, Claude sedang mengemas kembali pakaiannya karena besok ia akan kembali ke US untuk bekerja dan kuliah. Fabio pun senang putranya ternyata menyayanginya. Walaupun Claude adalah senjata tapi Fabio memiliki rasa sayang padanya. Semua itu dikarenakan kedua bola mata Claude sangat mirip dengan Sofia, satu-satunya wanita yg ia cintai sekaligus ia benci.


Fabio pun bersikap normal jika ada Claude di rumahnya, ia akan bersikap layaknya seorang ayah yg baik pada anaknya. Tapi jika tidak ada Claude ia akan kembali beraksi sebagai mafia luar biasa.


Sebelum pulang ke US, Claude menyempatkan diri untuk berpamitan pada nanny nya. Ia kembali menegaskan sesuatu pada nanny nya.


"Nanny, sebelum aku pergi apa nanny benar-benar tak tahu soal ibuku?" tanya Claude.


"Tidak tuan muda, nanny sudah merawatmu setelah orang tuamu berpisah. Jadi bahkan nanny tak tahu wajah ibumu.."


"Baiklah, apa tak ada barang peninggalan ibuku selama nanny bekerja selama ini?" tanya Claude.


"Tidak ada tuan muda.." ucapnya.


"Yakin? nanny tidak sedang berbohong kan?" tanya Claude.


"Tidak tuan muda." ucap wanita paruh baya itu lagi.


"Apa nanny merasa selama ini ayahku orang jahat?" tanya Claude.


"Ti-tidak tuan muda, mana mungkin.."


"Kenapa nanny tidak menjawab tegas, kenapa nanny harus takut?" tanya Claude.


"Tidak tuan muda."


"Nanny aku sudah tahu semuanya.. " ucap Claude berbohong padahal ia hanya tahu mengenai obat-obatan saja.


"Bagaimana mungkin?" balas nanny nya keceplosan.


"Sudah kuduga ada yg aneh. Katakan apa yg nanny tahu?" tanya Claude.


"Nanny benar-benar tak tahu tuan muda, nanny hanya merawatmu setelah ayahmu pindah kemari. Tak ada barang peninggalan atau semacamnya, nanny bersumpah.." ucap wanita paruh baya itu menangis.


"Benarkah?" tanya Claude.


"Iya tuan muda, tapi ada satu barang yg nanny temukan di tempat sampah yg dibuang oleh ayah anda." ucap wanita itu lagi.


"Berikan padaku.." pinta Claude.


"Sebentar.." ucap wanita itu seraya ke kamarnya mencari benda tersebut.


"Hanya ini tuan muda, nanny tak tahu apapun. Nanny hanya melihat ayah anda membuang kalung ini ke tempat sampah setelah menemukannya di selimut tuan muda"


"Baiklah aku akan membawanya.." ucap Claude.


"Maafkan nanny, nanny tak tahu harus apa.." ucapnya lagi.


"Ya.. terimakasih nanny masih menyimpannya." ucap Claude.


"Nanny merasa barang itu sangat mahal jadi nanny menyimpannya." ucapnya.


"Baiklah aku permisi.." ucap Claude meninggalkan tempat tersebut.


Claude pun pulang ke rumahnya dan beristirahat. Sejak ia pergi ayahnya sudah pergi bekerja dan malam hari ayahnya belum juga pulang. Claude pun menikmati makan malamnya sendiri lalu tidur di kamarnya.


Di dalam kamarnya ia merasa ada banyak misteri mengenai hidupnya dan juga ibunya. Wajahnya yg sangat berbeda dengan ayahnya begitu juga sikapnya. Lalu keberadaan ibunya yg dirahasiakan ayahnya, bahkan foto pernikahan orang tuanya pun ayahnya tidak memilikinya. Semua hal tersebut membuat Claude mengurangi rasa percaya dirinya pada Fabio.


Lalu mengenai kalung yg ditemukan nanny nya, ia melihat ada inisial "D" dikalung tersebut. Ia pun berfikir mungkin itu milik ibunya.

__ADS_1


"D.. Siapa kira-kira nama ibuku? " gumamnya dalam hati.


Claude pun memasukkan kalung tersebut di dalam kopernya agar tidak diketahui oleh ayahnya. Ia sudah menyiapkan segalanya untuk keberangkatannya besok.


Keesokannya Claude berangkat menuju ke US. Ia diantar oleh ayahnya sampai bandara. Walaupun ia merasa curiga pada ayahnya tapi ia tak menunjukkannya sama sekali. Ia tetap tersenyum dan menyayangi ayahnya.


Sesampainya di US, ia memulai kembali hidupnya. Dan ia berhasil menyelesaikan study nya dan menjadi dokter spesialis bedah saraf. Dengan kecerdasannya dan juga keahliannya ia diterima di rumah sakit bagus disana. Fabio pun bangga pada putranya, karena dengan begitu Sofia takkan curiga kalau putranya masih hidup.


☘☘☘


Back to Diana Story..


Diana pun memulai pengalaman bekerjanya di SHIELD dengan menjadi pengawal VIP. Ia mengawal seorang putri pebisnis terkenal. Dengan tenang Diana menjalankan tugasnya.


Hingga tiba-tiba sekelompok orang tak dikenal hendak menculik gadis tersebut. Diana yg berada di dekat gadis tersebut pun melindunginya dengan segenap kekuatannya.


"Serahkan gadis itu jika tak mau mati !!"


"Benarkah? kau yakin mampu melawan kami?" ucap Diana memancing emosinya.


"Kau lawan saja dia kenapa banyak bicara..?" ucap gadis sombong yg menjadi target penculikan.


"Jika anda pintar, harusnya anda diam dan masuk ke dalam mobil." ucap Diana yg secara tidak langsung menyuruhnya masuk ke dalam mobil.


"Cepat serahkan gadis itu ..!"


"Masuklah sebelum terlambat..!" ucap Diana dan gadis itupun masuk.


"Oke mari kita mulai.." ucap Diana menyuruh temannya yg bertugas bersamanya untuk melawan.


Bughh..bughh..bughh..


Braakkk..


"Oke selesai, kalian urus ya.. aku akan menjaga nona manja itu.." ucap Diana.


"Baiklah serahkan pada kami." ucap rekannya.


Jika rekannya mampu menghajar 2 orang, maka Diana berhasil menghajar 7 orang, dan sudah dipastikan walaupun mereka hanya bertiga sekelompok penculik itu berhasil dilumpuhkan.


"Kau sangat hebat..! aku ingin selalu dikawal olehmu.." ucap gadis itu.


"Itu tidak bisa nona manis, karena aku akan bosan jika bersamamu.." ucap Diana.


"Ckk.. baru ku puji sedikit kau sudah sombong.."


"Yah itulah aku nona, dan kami selalu bekerja sesuai jadwal kami, aku hanya akan mengawalmu selama satu minggu ini." ucap Diana.


"Daddy ku pasti akan membayarmu mahal."


"No, maaf nona. Tapi pekerjaanku tidak hanya ini, jika aku ingin naik level aku harus melakukan berbagai macam pengawalan." ucap Diana.


"Oh jadi ada semacam level itu ya. Dan mengawalku itu bukannya level tinggi.?" tanya gadis itu lagi.


"Justru sebaliknya nona, mengawalmu adalah tugas termudah." ucap Diana.


"Apaa?? tidak mungkin." ucapnya.


"Nona itu adalah fakta." ucap Diana tersenyum.

__ADS_1


"Cih. kau menyebalkan..!"


"Iya inilah aku.." ucap Diana semakin menggoda nona muda yg imut itu.


Setelah satu minggu pengawalan tugas Diana pun selesai. Dan setelahnya Diana selalu melakukan tugasnya dengan baik dan sempurna. Hingga ia dicalonkan untuk masuk ke tim alfa. Tim elit pasukan khusus yg pekerjaannya jauh lebih menantang. Bagi Diana yg suka tantangan ia takkan melewatkan kesempatan ini karena ia bisa menemukan Dion.


Setelah melalui beberapa tahapan ujian, Diana pun berhasil lolos dengan mudah. Bukan karena kekuatan ibunya ataupun kakeknya tapi karena kemampuannya untuk menyelesaikan setiap misi dengan sempurna.


Tibalah dimana ia berkumpul pertama kali dengan tim alfa. Ia pun menjadi wanita satu-satunya yg ada di tim tersebut.


Prokk..prokk..


"Selamat Diana.." ucap Kenneth.


"Senior, aku baru tahu kau ada di tim alfa." ucap Diana.


"Ya, aku sudah 2 tahun ada di tim ini." ucap Kenneth.


"Oke.. semoga kita bisa bekerja sama dengan baik." ucap Diana.


Lalu mereka pun berkumpul dan berbaris. Disana nampak Kenneth memperkenalkan diri sebagai ketua tim alfa. Ia juga memberikan pengarahan pada anak baru yg masuk ke tim tersebut. Pandangan mata takjub Diana pun terlihat saat melihat Kenneth menjelaskan segalanya dan Kenneth pun menangkapnya.


"Jadi bagaimana Diana? kau adalah satu-satunya wanita disini. Kau siap?" tanya Kenneth.


"Ee.. Siap Kapt.." ucap Diana spontan.


"Kau jangan melamun, apa yg kau pikirkan.?" tanya Kenneth memojokkan.


"Kapt kau tahu, wajahmu mengalihkan duniaku?" goda Diana dengan berani.


"Ehmm..ehmm.." anak-anak lain pun berdehem. Mereka iri pada kapt Kenneth karena mendapat perhatian dari Diana, satu-satunya wanita cantik di tim tersebut.


"Kau ini masih saja suka menggoda pria.. kau kuhukum push up 50x..!" perintah Kenneth.


"Dan kau masih sangat tampan jika sedang marah.." goda Diana yg langsung beranjak dan push up.


"Ehm..ehmm kapten kau sangat beruntung.." ujar anak buah Kenneth.


"Ck.. Diam kalian..! ingat jangan ganggu Diana karena dia mampu menghajar kalian." ucap Kenneth.


"Siap kapten..!" ucap mereka.


Sementara Diana hanya tersenyum sejenak dan melanjutkan hukumannya. Sementara yg lain hanya takjub pada keberanian Diana dan langsung menerima hukuman tanpa protes, bahkan tanpa mengeluh kelelahan seperti wanita pada umumnya.


"48..49..50.. selesai.." ucap Diana.


"Bagaimana masih mau menggodaku?" tanya Kenneth.


"Akan kucoba lain kali kapt.. tapi sepertinya aku akan langsung pulang karena aku ada jadwal kencan dengan si nomor 4." ucap Diana.


"Ya Tuhan kau masih belum berubah.. ada berapa sekarang pacarmu?" tanya Kenneth kesal.


"Tadinya ada 10, tapi minggu ini berkurang 4 karena mereka semua selingkuh." balas Diana tersenyum.


"Dasar gadis gila..! sana pulang kau membuatku kesal saja.." ucap Kenneth.


"Oke kapt, sejujurnya kau sangat tampan saat sedang marah. Bye.." ucap Diana justru memberikan kissbye di tangannya.


Kenneth yg melihatnya pun memerah, antara malu, kesal dan juga suka melihat Diana yg selalu menggodanya. Walaupun Kenneth sungguh menyayangkan sikap Diana yg memiliki banyak kekasih.

__ADS_1


__ADS_2