
Seperti biasa Sofia selalu mengabari Kenan sepulang ia bekerja. Ia menceritakan segalanya yg ia tahu dari kedua pewaris tersebut. Kenan pun senang karena mendapat info tambahan dari kakaknya, walaupun penyelidikannya belum menemukan titik terang. Jika sesuai rencana, Kenan bermaksud menemui langsung pembuat kain tradisional tersebut. Dan akan menjanjikan transaksi besar yg membuat D'Textile tergiur, sehingga Sofia bisa dengan leluasa mencari tahu dan menyusup.
Setelah berbicara panjang lebar mengenai rencana mereka, Sofia pun beristirahat agar besok otaknya dan fisikya bisa kembali bekerja. "Semoga kedua penerus itu tidak merepotkanku.." gumamnya.
☘☘☘
Esok harinya ia kembali bekerja, namun kali ini ia mendapat shift siang dan akan sampai malam hari. "Semoga semuanya aman terkendali.." gumamnya dalam hati. Ia memulai harinya dengan berolahraga dan sarapan sehat untuk menjaga tubuhnya.
Setelah itu Sofia pergi ke minimarket untuk membeli bahan makanan kebutuhannya. Kini ia benar-benar mandiri, bahkan tak ada yg akan mengirimkannya makanan jika ia kelaparan. Ia pun belajar bagaimana menjadi seorang yg tengah berusaha dinegeri orang, seperti Alfi. "Alfi kau sungguh hebat bisa bertahan selama ini.." gumam Sofia dalam hati.
Setelah itu Sofia makan siang di sebuah cafe. Ia mendengar seseorang berbicara serius dibelakangnya.
"Wah.. kali ini kita akan untung besar.."
"Kau benar, perusahaan D'Textile.. sungguh luar biasa.. dan nyonya serta tuan kita benar-benar baik hati.."
"Ia kita akan merayakannya nanti.."
Sofia pun diam dan berfikir. "D'Textile.. tuan dan nyonya kita? apa ini ada hubungannya dengan ayah dan ibu?" gumamnya dalam hati. Ia pun terus menguping, tak lama kemudian mereka pun pergi. "Aduh mau kemana mereka.. aku harus ikuti.." gumamnya, Sofia langsung membayar tagihan dan keluar.
Saat keluar mereka tengah masuk ke dalam mobil dan hendak pergi. Sofia pun tak sempat mengejar dan hanya mengingat plat mobil serta warnanya. "Sial.. jika aku tak bekerja aku pasti bisa mengikuti mereka.." umpatnya kesal lalu masuk ke dalam mobilnya.
Sofia pun segera mencatat nomor plat serta warna mobil tersebut agar ia tidak lupa. Lalu ia langsung pulang karena waktu bekerjanya sudah dekat. Ia pun tiba di kantor tepat waktu dan segera menggantikan posisi temannya yg berjaga.
Hari ini tuan Valentino akan mengikuti rapat bersama dewan direksi. Dan bodyguard diminta berjaga ketat di beberapa titik. Beberapa dari anggota dewan direksi telah hadir dan memenuhi ruang rapat. Saat rapat dimulai, tidak ada keanehan yg terjadi. Sehingga rapat pun berjalan dengan lancar. Saat tuan Valentino keluar, ia berjalan mendekati Rose.
"Rose ayo ikut aku.." ucap tuan Valentino.
"Baik tuan.." balas Rose.
"Dan beberapa dari kalian hanya akan mengikuti mobilku dari belakang.." perintah Valentino.
"Siap tuan.."
Mereka pun berjalan beriringan, dan seperti kemarin Rose yg mengemudikan mobil tuan Valentino. Membuat Rose heran "Dia sangat kaya tapi kenapa tidak menyewa seorang supir? apakah ada kejadian luar biasa lagi sehingga ia tak percaya siapapun.." gumam Rose dalam hati.
__ADS_1
Sesekali tuan Valentino menatap wajah Rose dispionnya. Dan Rose pun menangkapnya dengan cepat.
"Ada apa tuan?" tanya Rose.
"Hmm.. apa kakakku masih mengganggumu?" tanya Valentino asal.
"Untuk saat ini tidak tuan, aku belum bertemu dengannya.." balas Rose.
"Baguslah.. kau ingatlah nanti malam untuk berhati-hati.. ia bisa sangat kurangajar pada wanita.. jangan segan-segan untuk melakukan perlawanan karena aku akan melindungi orang-orangku.." ucap Valentino.
"Baik tuan, terimakasih.. " balas Rose.
Mereka pun tiba disebuah hotel, tuan Valentino sedang diundang untuk makan siang dan meeting dengan kliennya hari ini.
"Kalian tetap waspada aku akan ada di dalam selama 3 jam.." ucap Valentino.
"Siap tuan.."
"Dan Rose kau ikut aku, karena bagi mereka kau tidak terlihat seperti ancaman.." ucap Valentino.
"Baik tuan.." balas Rose.
Saat tuannya keluar, Rose pun mengikutinya dari belakang.
"Kau baik-baik saja Rose berdiri selama 3 jam ?" tanya Valentino.
"Aku baik-baik saja tuan.." jawab Rose.
"Setelah ini kalian bisa beristirahat.. aku ingin ke sebuah resto.." ucap Valentino.
"Baik tuan.." balas Rose tanpa bertanya.
Mereka pun segera menuju resto dan beristirahat disana. Rose pun bergabung dengan para bodyguard lain, sementara ada 1 orang yg bergantian menjaga tuannya. Mereka semua pun makan dan mengobrol satu sama lain.
"Rose sepertinya tuan kita menyukaimu.."
__ADS_1
"Benarkah?? sayangnya aku tidak perduli.." balas Rose tersenyum.
"Kau yakin?? tuan Val itu tampan dan juga kaya lho.. kau tidak perlu menjadi bodyguard jika menikah dengannya.. "
"Aku yakin.. aku belum mau menikah juga.." balas Rose.
"Lalu tuan Chris sepertinya tertarik juga padamu?"
"Sepertinya begitu, melihat caranya mendekatiku saat ada kesempatan.. tapi aku tak tertarik.." balas Rose.
"Kalau tuan Chris itu bukan lelaki baik, lebih baik kau memilih tuan Val.."
"Haha.. sudahlah kalian ini aku tidak pantas untuknya .." balas Rose tertawa.
"Wah sayang sekali.. padahal ia begitu percaya padamu.."
"Eh.. ngomong-ngomong tuan Val sering mengalami penyerangan kah? hingga kita berjaga sebanyak ini?" tanya Rose.
"Pertanyaan bagus, kau pasti kaget bukan? dan sudah tak terhitung lagi penyerangan yg terjadi Rose.."
"Kau sungguh hebat saat melindungi tuan Val saat di resto kemarin.. aku salut padamu.."
"Terimakasih teman-teman.. kalian juga pasti punya pengalaman lebih banyak daripada aku.." balas Rose.
"Tapi aku curiga, mungkinkah penyerangan tersebut dilakukan oleh orang yg sama?" ucap Rose.
"Aku mencurigai tuan Chris.. karena kemarin ia langsung tiba menemui tuan Val.."
"Itu mungkin saja karena tuan Chris sungguh mencurigakan.." balas Rose.
"Rose sepertinya instingmu sangat kuat, baru beberapa hari saja kau sudah berpikiran sama seperti kami.."
"Tapi kalian hati-hati ya bisa bahaya kalau orang-orang tuan Chris dengar.."
Mereka pun mengobrol masalah pekerjaan, hingga Rose bisa menyimpulkan kalau sedang terjadi perebutan kekuasaan di perusahaan D'Textile. Informasi ini pun sangat berguna untuk Kenan menghadapi D'Textile. Dan membuat Rose lebih waspada pada tuan Chris.
__ADS_1
Setelah selesai makan, mereka kembali ke kantor mengikuti tuan Valentino. Rose pun kini selalu berada disisi tuan Valentino. Selain karena Valentino menyukainya, Rose juga sudah mendapat kepercayaan dari tuannya.
Sore itu, semua orang di kantor pun mulai bersiap untuk pulang. Begitu juga tuannya yg sedang bersiap. Dan malam ini Rose akan berjaga hingga tengah malam. Yg ia waspadai adalah tingkah apalagi yg akan dilakukan oleh tuan Chris. "Tuan Chris.. semoga ia tak menemuiku berjaga malam ini.." gumam Rose.