Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP244


__ADS_3

Diana pun dipanggil oleh Satria untuk melaporkan setiap tugasnya.


"Bagaimana Dion?" tanya Satria.


"Dia aku titipkan pada Brian, aku yakin dia akan aman disana.." ucap Diana.


"Baiklah, aku percaya.. " ucap Satria.


"Kapan persiapannya akan selesai?" tanya Satria.


"Sebentar lagi kek.. sepertinya Fabio memang tengah memata-matai mom dan dad.." ucap Diana.


"Baiklah, apa kau siap jika terjadi serangan dadakan?" tanya Satria.


"Aku siap kek.." ucap Diana.


"Aku hanya berusaha semampuku Diana, tapi kuharap tak ada yg terluka.. untuk sample orangtuamu aku sudah mendapatkannya.. kini giliran milik Claude.." ucap Satria.


"Baiklah, aku akan mengambilnya.." ucap Diana.


Satria begitu heran kenapa Diana begitu tenang dan santai, tidak seperti Sofia yg akan langsung bertindak dan menyerang. Entah apalagi yg akan dilakukan Diana nanti. Satria pun hanya bersiap untuk semua kejadian tak terduga lainnya.


Disisi lain, Brian yg sedang mengobrol dengan Claude pun kedatangan Kenan yg merasa ada tamu dirumah putranya. Ia pun datang untuk memeriksanya.


"Brian.." ucap Kenan.


"Dad, selamat datang.. dan aku bisa menjelaskannya.." ucap Brian.


Brian pun berbicara sejenak dengan dadnya kemudian nampaknya Kenan sangat terkejut dan langsung menghampiri Claude.


"Apa kau benar Dion saudara kembar Diana?" tanya Kenan.


"Benar tuan.." ucap Claude.


"Panggil aku paman.." ucap Kenan.


"Baik paman.." ucap Claude yg mendapat pelukan hangat dari Kenan.


"Bagaimana bisa Diana menemukanmu?" tanya Kenan.


"Ceritanya panjang paman.." ucap Claude lalu menceritakan segalanya pada Kenan.


"Baiklah jika begitu rencanamu dan Diana. Aku siap membantu kalian.." ucap Kenan.


"Paman apa paman tahu tentang foto-foto ini?" tanya Claude memperlihatkan foto-foto pertunangan dan pernikahan palsu Sofia dan Vall.


"Ini adalah acara pertunangan dan pernikahan yg memang pernah terjadi, tapi semua karena paksaan dan tekanan Vall, akh maksudku Fabio." ucap Kenan.


"Te-tekanan??" tanya Claude.


"Waktu itu, dia menyandra istriku.. dan kakakku hanya ingin menyelamatkannya. Itupun kami sangat tertekan karena permintaan gila dari pihak keluarga Fabio.." ucap Kenan.


"Apa permintaan mereka?" tanya Claude.


"50%Sahan S Group dan juga 50% saham SHIELD." ucap Kenan.


"Tapi apa pernikahannya benar-benar tidak terjadi?" tanya Claude.


"Ya.. aku dan ayahmu yg mengagalkannya. Kami sampai meminta perlindungan pada badan intelejen.. semua dikarenakan Fabio sangat sulit ditangkap.." ucap Kenan.

__ADS_1


"Kau pasti dapat cerita yg bertolak belakang dari Fabio.." ucap Kenan.


"Paman benar, aku sudah mendengar cerita dari kakek Satria dan ternyata jawaban kalian sama.." ucap Claude.


"Pasti sulit untukmu mengetahui fakta ini, tapi yg jelas waktu itu seluruh saham kami harus dipindahkan atas nama ayahmu agar semua kontrak yg dibuat Fabio tak berlaku.." ucap Kenan.


"Benarkah paman?" ucap Claude.


"Ya.. semua itu dilakukan ayah dan ibumu untuk menyelamatkan perusahaan. Dan setelah semuanya usai ayahmu mengembalikan segalanya. Tak lama ayah dan ibumu menikah.." ucap Kenan.


"Jadi begitu ceritanya. Paman bagaimana ayahku yg sebenarnya?" tanya Claude.


"Dia sosok yg baik, bertanggungjawab dan juga tekun. Tapi ia sangat tegas pada orang-orang yg mengganggu keluarganya.." ucap Kenan.


"Ternyata begitu.." ucap Claude.


"Kau, harus bisa bertindak bijak dalam situasi ini.. " ucap Kenan.


"Baik paman aku mengerti.." ucap Claude.


"Sepupu kau sudah tahu kan segalanya.. kau hanya perlu menguatkan tekadmu.." ucap Brian.


"Aku mengerti Bry.." ucap Claude.


"Aku datang.." ucap Diana.


"Diana..." ucap Claude, Kenan dan Brian.


"Kalian sedang berkumpul rupanya.. " ucap Diana.


"Claude bisa kau berikan sample milikmu untuk diuji dengan milik mom dan dad.." ucap Diana pada Claude.


"Diana apa rencanamu kali ini?" tanya Kenan.


"Uncle, aku harus membuat bukti yg akan ditunjukkan pada mom dan dad.. lalu aku hanya tinggal menangkap Fabio." ucap Diana.


"Diana, kau yakin? yg kutahu orang itu sulit ditangkap." ucap Kenan.


"Aku tahu uncle.. dan aku butuh banyak persiapan untuk itu." ucap Diana.


"Baiklah, katakan jika ada yg bisa kubantu.." ucap Kenan.


"Terimakasih uncle, aku pasti mengatakannya.." ucap Diana.


"Diana ini sample milikku.." ucap Claude.


"Terimakasih Claude.. maaf aku harus pergi lagi .." ucap Diana.


"Hati-hati.." ucap mereka.


"Nampaknya Diana sangat sibuk mengurus ini dan itu.." ucap Kenan.


"Dad benar, ia selalu datang lalu pergi lagi.." ucap Brian.


"Dimana Diana tinggal?" tanya Kenan.


"Kemungkinan dia tidur di hotel. Karena ia hanya kemari untuk mengecek keadaan dan pergi lagi.." ucap Brian.


"Dan aku merasa tak berguna.." ucap Claude.

__ADS_1


"Jangan berfikir begitu, mungkin belum waktunya saja kau bergerak.." ucap Brian.


"Benar, kau sangat berguna nanti, apalagi untuk kesehatan ibumu.." ucap Kenan.


"Baik paman aku mengerti." ucap Claude.


"Kalian berdua berhati-hatilah.. aku tak tahu apa yg akan terjadi selanjutnya jika mereka mampu menembus pertahanan yg Diana buat." ucap Kenan.


"Baik paman.." ucap Claude.


"Baik Dad.. " ucap Brian.


Sementara Diana pergi ke rumah sakit bersama kakeknya. Tepatnya rumah sakit milik Reina dan untuk melakukan pengujian tes DNA pada ketiga sample tersebut. Setelah menitipkannya pada Donald sahabatnya, Satria pun tenang karena Donald bisa dipercaya.


Kini keduanya sedang bergegas mengumpulkan pasukan beserta barang bukti kejahatan Fabio.


Sementara Fabio, ia tengah berada di sebuah rumah yg ia sewa tak jauh dari kediaman Sofia dan Alfi. Mereka terus mengawasi gerak-gerik Sofia dan Alfi. Sofia beristirahat dirumah selama ini dan Alfi selalu pergi ke rumah sakit untuk bekerja.


Dan hal tersebut sudah Fabio perintahkan pada anak buahnya untuk memata-matai Alfi pulang dan pergi bekerja. Hingga orang-orang Diana sadar kalau tuan Alfi selama ini sudah dimata-matai seluruh kegiatannya oleh Fabio. Diana pun mulai bergerak begitu mendengar kabar akan ada penyerangan Fabio pada dadnya.


Diana pun pulang kerumahnya dan meminta ayahnya untuk tetap tinggal dirumah.


"Diana ada apa ini? kau baru saja pulang dan mau pergi lagi.. "ucap Alfi.


"Dad.. dengarkan aku, kau dan mom sedang menjadi target Fabio, aku akan mengatasi ini bersama tim SHIELD. " ucap Diana.


"Tapi dad masih bisa mengatasinya.. kau istirahatlah dulu dirumah.." ucap Alfi.


"Dad.. mengertilah, aku akan baik-baik saja.. dan mengatasi mereka dengan baik.. Aku tak sendiri ada pasukan kakek, jadi Dad lindungi mom.." ucap Diana.


"Baiklah, ingat kau harus pulang setelah ini.." ucap Alfi.


"Aku pasti akan pulang dad, jadi Dad hari ini jangan bekerja.." ucap Diana.


"Baik Dad tidak akan pergi.." ucap Alfi.


Diana pun pergi dengan membawa mobil milik ayahnya dan menuju ke rumah sakit. Tapi ditengah jalan, saat Diana tahu ia dibuntuti Diana pun memutar arah. Mereka pun bingung tapi terus mengikuti. Mobil Diana mulai ditabrak dari belakang. Diana pun agak kesulitan mengendalikannya, tapi ia mencoba untuk terus menuju ke tempat pasukannya berkumpul.


Begitu tiba, Diana memutar mobilnya dan menabrak mobil mereka yg tepat berada persis disampingnya.


Ssssiiiitt...Brakkk..


"Tembak.." ucap Diana melalui earphonenya.


Tim yg perintahkan pun menghujani mobil di hadapannya dengan tembakan.


Dorr..Dorr..Dorr..Dorr..


Tapi Diana melihat Fabio yg berada di mobil belakangnya sedang dilindungi dan mencoba kabur. Tak tinggal diam Diana pun mengikutinya. Semua rencananya berubah karena Fabio menargetkan ayahnya.


"Sial sekali semua rencanaku berubah.. siapa sangka targetnya berubah jadi dad.. " ucap Diana.


Diana pun memacu mobilnya mengejar Fabio. Sementara Brian dan Claude yg baru mendengar hal itu pun terkejut. Claude pun merasa firasatnya buruk kali ini, ia mencoba untuk mengejar Diana bersama Brian.


"Baiklah, aku juga takkan tinggal diam.." ucap Brian.


Pergilah Brian dan Claude menuju ke arah Diana yg mengejar Fabio dan orang-orangnya yg berhasil kabur.


"Semoga tak terjadi apa-apa pada Diana.." ucap Claude.

__ADS_1


"Tenanglah, Diana tak sendirian.." ucap Brian sembari memacu mobilnya dengan cepat.


__ADS_2