
Diana pun makan dengan santai begitu juga dengan Kenneth. Pertemuan tidak terduga di saat-saat tertentu kadang tidak bisa dihindari seperti saat ini. Kondisi kedai yg sedang ramai pengunjung karena ada diskon hari kasih sayang.
"Kenapa jadi ramai begini sih masih pagi.." ucap Diana.
"Sepertinya ada sebuah perayaan melihat dekorasinya.." ucap Kenneth.
"Ya ampun hari ini hari kasih sayang, aku sampai lupa.." ucap Diana.
"Ck.. pasti ini tentang para kekasihmu.." ucap Kenneth.
"Kau tahu isi kepalaku kapt.." balas Diana tersenyum.
"Tapi satu bulan lebih ponselku tak aktif dan tak memberi mereka kabar.. apakah mereka masih perduli?" tanya Diana.
"Kalau aku sih pasti aku tinggalkan wanita macam itu.." ucap Kenneth.
"Kau benar, sepertinya aku tak boleh banyak berharap.." ucap Diana yg sedang mengaktifkan ponselnya.
Dan saat diaktifkan ada banyak notifikasi pesan membuat Kenneth kesal.
Tring..tring..tring..
"Ck.. berisik sekali ponselmu.." ucap Kenneth.
"Yah sudah lebuh dari sebulan tak aktif wajar jika banyak notifikasi masuk.. Memangnya kau tidak? kasihan sekali.." balas Diana.
"Ck.. aku berkata karena pengunjung lain melihat kemari.. cepat matikan deringnya." ucap Kenneth.
"Iya sudah.." balas Diana.
"Kapt kita akan libur selama satu minggu ini kan?" tanya Diana senang.
"Ya benar, kau mau kemana dengan para kekasihmu?" balas Kenneth.
"Aku mendapat tawaran lagi menjadi model pakaian.." ucap Diana.
"Kau itu terlalu produktif.." ucap Kenneth.
"Aku akan bekerja keras saat masih muda, dan hidup dengan tenang di masa tua.." balas Diana tersenyum.
"Untuk itu aku setuju.." ucap Kenneth.
"Oke.. karena kau bilang libur maka aku akan mengambil pekerjaan ini.." ucap Diana senang.
"Ya.. yaa.. nikmatilah liburanmu.. kau kemarin kan hampir mati jadi bersenang-senanglah sekarang.." ucap Kenneth.
"Terimakasih kapt pujiannya kalau begitu aku pulang dulu karena apartemenku sangat berantakan.." ucap Diana.
"Ya.." balas Kenneth melihat Diana keluar dan menghilang dari pandangannya.
Kemudian Kenneth pun ikut keluar dan melihat apakah Diana sudah pergi. Ternyata dia masih ada di mobilnya dan sedang menerima panggilan. Kenneth pun santai dan tak mau ikut campur.
"Hallo Sarah bagaimana kabarmu?" tanya Diana.
"Aku baik. Kau sendiri bagaimana? sudah lebih dari sebulan kau tak ada kabar.." ucap Sarah khawatir.
"Ini sudah biasa dalam pekerjaanku.. lalu bagaimana pekerjaan barumu?" tanya Diana.
"Baik, aku cukup nyaman ada disini.." ucap Sarah.
__ADS_1
"Baguslah, sepertinya ibumu tak penasaran. Aku akan mengunjungimu jika sempat.." ucap Diana.
"Tak perlu Di, kau pasti sibuk." ucap Sarah.
"Ya itupun jika aku sempat.. kau ini aku hanya ingin memastikan saudara tirimu tak berbuat macam-macam.." ucap Diana.
"Baiklah, kau harus menghubungiku jika sudah disini.." ucap Sarah.
"Oke.. lanjutkanlah pekerjaanmu nanti kau dimarahi.." ucap Diana.
"Ya.. aku senang kau sudah kembali dengan selamat.. bye.." ucap Sarah.
"Bye.." balas Diana kemudian menutup teleponnya.
Diana pun pulang menuju ke apartemennya dan merapikan semua barang-barangnya. Karena kemarin ia tak sempat melakukannya karena lelah. Kini ia mulai membereskan kopernya kemudian ia mempersiapkan diri untuk pemotretan.
Kedua orang tua Diana pun mengunjunginya hari itu. Mereka sangat merindukan putrinya, terutama Alfi yg meminta Diana untuk mengecek kesehatannya.
"Sayang Dad hanya khawatir, kau sebulan lebih disana.." ucap Alfi.
"Baiklah, nanti sore aku ke rumah sakit.." ucap Diana.
"Bagus, lebih cepat lebih baik.." ucap Alfi.
"Mom senang misimu sukses, tapi kau benar-benar tidak terluka kan?" tanya Sofia.
"Hanya luka ringan mom, pasti cepat sembuh.." ucap Diana.
"Ya untuk itu kau harus datang ke rumah sakit sore ini jangan ditunda lagi.. oke.." ucap Sofia.
"Baik mom.." balas Diana.
"Tidak mom, aku hanya ingin bersenang-senang sebagai seorang model dan juga meniti karir sebagai anggota tim alfa." ucap Diana.
"Yah, mom yakin kau pasti lelah.. apa kau kekurangan uang?" tanya Sofia tak yakin.
"No mom, aku punya cukup uang.. dan aku menyukainya.." ucap Diana.
"Bukankah dulu kau hanya ingin memiliki toko kue Diana?" tanya Alfi.
"Ya.. mungkin nanti aku akan membukanya saat pekerjaan di SHIELD sudah lebih santai.." ucap Diana.
"Tidak ada yg namanya santai di SHIELD. Kalau kau ingin kau harus memulainya.." ucap Sofia.
"Baik mom, aku harus mengurus ini dan itu jadi mungkin agak lama karena aku sambil bekerja.." ucap Diana.
"Dad dan mom bisa membantumu.." ucap Alfi.
"No, aku ingin hidup mandiri.." ucap Diana.
"Baiklah, dia memang keras kepala sayang biarkan saja.." ucap Sofia.
"Dan itu mirip denganmu.." balas Alfi.
"Itu benar, aku tak mengelaknya.." balas Sofia.
Mereka pun mengobrol seharian setelah sekian lama tak bertemu. Kemudian, Alfi dan Sofia pulang ke mansion mereka. Dan di sore hari Diana pergi untuk pengecekan kesehatan di rumah sakit milik ayahnya. Ternyata lagi-lagi ia bertemu dengan Kenneth yg melakukan hal serupa.
"Ck.. takdir macam apa ini?" ucap Diana.
__ADS_1
"Memangnya aku mau bertemu denganmu..?" balas Kenneth.
Kemudian nama Diana pun dipanggil dan Diana masuk ke dalam ruangan. Beberapa menit kemudian Diana keluar dan nama Kenneth dipanggil. Diana pun berpamitan pada kaptnya untuk langsung pulang. Namun, Kenneth mengajaknya makan malam dan Diana menyetujuinya.
Setelah pemeriksaan, Kenneth pun pergi menemui Diana disebuah resto yg sudah mereka setujui. Kenneth pun masuk dan duduk hadapan Diana.
"Hai kapt.." ucap Diana yg sudah menunggunya.
"Baguslah kau masih menungguku.." ucap Kenneth.
"Jadi ada apa?" tanya Diana.
"Kau itu langsung to the poin saja.." ucap Kenneth.
"Ya.. aku tak suka lama-lama.." ucap Diana tersenyum.
"Kau yakin baik-baik saja setelah misi ini?" tanya Kenneth.
"Sepertinya begitu.." ucap Diana.
"Baguslah, habis ini kita ke US.. jadi persiapkan dirimu.. Besok aku akan mengumumkan ke semua anggota untuk mengumpulkan hasil tes kesehatan mereka.." ucap Kenneth.
"Jadi itu alasannya.." ucap Diana.
"Ya.. karena kebetulan kita bertemu sekalian saja aku mengabarimu.." ucap Kenneth.
"Oke.." balas Diana.
"Kau sudah makan?" tanya Kenneth.
"Belum, ayo kita pesan makanan.." ucap Diana.
Mereka pun makan malam bersama malam itu. Entah mengapa Kenneth bersikap berbeda malam itu, hingga membuat Diana berfikir yg bukan-bukan.
"Kapt, kenapa kau berubah jadi manis begini?" tanya Diana.
"Kenapa kekasihmu cemburu?" tanya Kenneth.
"Aku jadi takut, jangan-jangan kau akan pergi.." ucap Diana merinding.
"Ck.. kau ini bicara sembarangan.. aku belum menikah dan aku belum mau mati..!" balas Kenneth kesal bisa-bisanya Diana berfikir demikian.
"Kau semakin tampan jika marah.." goda Diana tersenyum.
"Kau ini masih saja menggodaku.. " ucap Kenneth.
"Ya.. aku jujur apa adanya.." balas Diana.
"Kalau kau menatapku terus nanti malam kau tidak bisa tidur baru tahu rasa.." ucap Kenneth.
"Tidak mungkin.. " balas Diana.
Mereka pun pulang setelah makan bersama, dan Diana mengendarai mobilnya menuju apartemennya. Diana menolak diantarkan pulang karena ia terbiasa sendirian dan kebetulan sedang membawa kendaraan.
Pada malam harinya, justru Kenneth yg tak bisa tidur dan terus terbayang wajah Diana yg tersenyum.
"Akkhhh.. aku bisa gila lama-lama..!" gerutunya karena tak bisa tidur.
Sementara Diana tertidur dengan lelap setelah selesai memakai masker wajah. Ia besok harus tampil maksimal di depan kamera. Dan ia tidur lebih awal agar besok bisa bangun pagi. Berbeda dengan Kenneth yg justru tak bisa tidur.
__ADS_1
"Sepertinya aku terkena kutukan kata-kataku sendiri.." gumam Kenneth.