Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.46


__ADS_3

"Apa??? 3 Harii??" teriak Sofia, membuat Alfi menutup telinganya.


"Cuma 3 hari Sofia bukan 3 minggu apalagi 3 bulan, heboh sekali teriaknya.. sakit tahu telingaku.." ucap Alfi menutup telinganya.


"Maaf, aku tak punya banyak waktu Alfi karena.. BlackStar mungkin sudah membuat rencana.." ucap Sofia.


"Sudahlah, kau itu tidak sendiri.. ada banyak orang yg akan membantumu.. " ucap Alfi.


"Iya aku mengerti.." balas Sofia.


"Dan sembuhkan dulu lukamu agar kau bisa bertarung lagi.." ucap Alfi menyemangati Sofia.


"Iya Alfi terimakasih.." ucap Sofia.


"Bagus.. hari ini kau mau ngapain?" tanya Alfi.


"Yah begini-begini aja.. mau bagaimana bergerak saja masih terbatas.." ucap Sofia.


"Yasudah, mau aku temani lagi hari ini..?" tanya Alfi.


"Tentu.. " balas Sofia tersenyum lebar.


Alfi pun menemani Sofia hingga sore hari, kegiatan mereka hanya makan, menonton film, membaca buku dan memeriksa luka Sofia. Alfi juga membantunya untuk belajar berjalan hingga hari ke-3. Saat hari ke-3, Alfi masih datang ke rumah Sofia. Ia langsung saja masuk ke dalam karena penjaga sudah mengenal Alfi.


Alfi pun masuk dan melihat Sofia tak ada, kemudian ia bertanya pada para pelayan. Mereka berkata kalau Sofia beristirahat di kamarnya. Alfi pun langsung datang untuk mengeceknya. Ia mengetuk pintu sebelum masuk.


Tok..tok..


"Iya masuk.." ucap Sofia.


"Hallo Sofia, bagaimana kabarmu hari ini.?" tanya Alfi.


"Kabarku masih sama.." ucap Sofia.


"Jangan menyerah, kau itu cuma luka ringan.." balas Alfi lalu duduk di kursi.


"Iya, hari ini aku malas sekali.. " ucap Sofia.


"Baiklah, kita membaca buku saja .." balas Alfi.


"Alfi kau tidak bosan kemari setiap hari?" tanya Sofia.


"Tidak, memangnya kenapa?" balas Alfi.


"Aku heran saja, apa kekasihmu tidak marah setiap hari kau mengunjungiku..?" tanya Sofia.


"Hmm.. bagaimana ya.. kalau tahu dia pasti akan sangat bahagia.." balas Alfi.

__ADS_1


"Al ini serius.. " ucap Sofia.


"Iya aku juga serius.." ucap Alfi.


"Lalu siapa kekasihmu? apa kau ada fotonya aku akan menemuinya sutu hari nanti.." ucap Sofia.


"Yakin?? tapi kau jangan terkejut ya.." pinta Alfi.


"Iya tenang saja, sini mana aku mau lihat seperti apa kekasihmu?" tanya Sofia penasaran.


Alfi pun mengeluarkan ponselnya dan mencari sebuah gambar di galery fotonya. Setelah menemukannya ia tersenyum dan memberikan ponsel itu pada Sofia.


"Ini.. lihat cantik sekali kan dia?" ucap Alfi tersenyum jahil.


"Coba aku lihat.." ucap Sofia lalu meraih ponsel tersebut dan matanya langsung menatap malas. Alfi pun sudah tertawa melihat ekspresi Sofia.


"Alfi..!" teriak Sofia lalu bangkit dan mengambil bantalnya untuk memukul Alfi.


"Waduh.." ucap Alfi bersiaga menyilangkan tangan ke depan wajahnya.


Bukk..bukk..bukk..


"Tunggu Sofia sejak kapan kau bisa berjalan ?" tanya Alfi menangkap bantal Sofia dan menariknya.


"Eh.. iya aku baru sadar.. " ucap Sofia.


"Tidak.. " ucap Sofia menggerak-gerakkan kakinya kegirangan.


"Wah..wahh.. terasa ringan sekali.." ucap Sofia menggerakkan kakinya.


"Yasudah pelan-pelan nanti kau jatuh.." ucap Alfi tapi Sofia sangking senangnya terus bergerak sampai tak sadar ia menginjak bantal yg jatuh dan hampir terpeleset.


Dengan cepat Alfi menangkapnya dan langsung menjatuhkan tubuh mereka ke kasur yg empuk agar Sofia tidak cedera lagi.


Brukkk..


"Aw.." ucap Sofia saat jatuh ke tubuh Alfi.


"Sofia, cepat bangun tubuhmu berat.." ucap Alfi.


Sofia yg sadar pun kini kepalanya sudah berada di dada bidang Alfi. Ia pun kaget dan malu hingga wajahnya memerah. Namun, Alfi yg menyuruhnya bangun justru malah memeluk Sofia erat.


"Alfi..! lepaskan tanganmu.. bagaimana aku bangun kalau begini.." ucap Sofia malu.


"Maaf, aku lupa.." balas Alfi membuang wajahnya yg juga merah padam.


Dengan cepat Alfi menarik tangannya, dan dengan cepat Sofia bangkit dari tubuh Alfi. Keduanya tampak canggung dan malu.

__ADS_1


"Aku akan turun untuk mengambil air.." ucap Alfi untuk menghilangkan rasa canggungnya.


Sementara Sofia masih terdiam dengah wajah merahnya. "Oh tuhan.. aku malu sekali.." gumamnya.


Sementara Alfi turun dan mencari air dingin, hawa tubuhnya pun sedang panas. Alfi pun menenggak habis air dingin yg ada di gelas. "Hhh.. gawat kenapa aku bisa lupa melepas genggaman.. mana tadi di kasur pula untung tidak ada yg lihat.. " gumam Alfi dalam hati. Ia sangat berharap Sofia tidak marah padanya.


Setelah Sofia turun, mereka saling meminta maaf dan masih dengan suasana yg canggung. Akhirnya Alfi memilih untuk pulang karena rasa canggungnya. Sofia pun hanya tersenyum karena tak tahu harus bicara apa. Ia mengantar Alfi menuju halaman rumahnya dan Alfi pun langsung mengemudikan mobilnya menuju ke rumahnya.


☘☘☘


Keesokan harinya, Sofia sudah kembali bekerja. Tubuhnya sudah lebih baik hanya tinggal luka tembak di lengannya saja yg masih butuh waktu pemulihan. Ia pun pergi ke kantornya pagi-pagi sekali. Ia sudah tak sabar membuat strategi untuk mengalahkan Blackstar dan mencari kedua orang tuanya.


Doni pun menyambut Sofia dengan senang hati. Tapi ia dibuat geleng kepala karena Sofia begitu antusias ingin membahas Blackstar dan anggota yg akan menggantikannya mencari orang tuanya. Doni pun menarik nafas panjang dan mulai membahasnya dengan Sofia.


Doni pun memanggil orang-orangnya, tak lupa Kenan pun dipanggil untuk membahas masalah ini. Kenan yg kebetulan senggang pun langsung datang ke markas.


Setelah membahas agenda mereka, Doni mulai menugaskan Sofia memimpin misi kali ini. Sofia pun mengatur bawahannya tentang apa saja yg akan mereka lakukan.


"Bagus kau dengan Catur dan Wendy pergi kesana.. apa kalian sudah siap?" tanya Sofia.


"Siap nona.." ucap mereka serempak.


"Bagus, apakah persiapanya sudah beres?" tanya Sofia.


"Sudah nona, besok kami akan berangkat.." ucap Bagus.


"Baik, ingat kata-kataku dengan baik, mungkin disana sangat berbahaya kalian harus berhati-hati.. dan lupakan misi itu jika nyawa kalian taruhannya lalu kembalilah dengan selamat dan melapor langsung padaku atau Bima.. kalian paham?" ucap Sofia.


"Paham nona.." ucap mereka semua serempak.


"Baiklah, bersiaplah karena besok kalian akan langsung terbang kesana bersama tuan Guido.." ucap Sofia.


"Siap nona.."


Dan Sofia pun membubarkan mereka. Mereka disuruh untuk pulang dan mempersiapkan segalanya serta berpamitan pada keluarganya. Kini tinggal Sofia, Doni, Kenan dan juga Bima.


"Apa kalian yakin ini yg terbaik?" tanya Sofia.


"Ya.. kalau mereka yg bergerak pasti tak masalah.." ucap Bima.


"Benar kak.. kita harus membuat strategi untuk Blackstar.." ucap Kenan.


"Dan aku sudah berencana untuk memancing mereka keluar dari persembunyiannya.." ucap Doni tersenyum.


"Jadi apa rencana kakek?" tanya Sofia.


"Mendekatlah kalian semua.." ucap Doni

__ADS_1


Doni pun menceritakan rencananya, dan semua mendengarkan dengan seksama. Sofia menyukai rencanannya tapi tidak dengan Kenan dan Bima yg merasa itu sangat berbahaya. Hingga pada akhirnya Kenan dan Bima mengalah dan membantu mereka menjalankan rencana ini.


__ADS_2