
Kenan pun masih mencari tahu tentang Alexander dari Delta.corp. Ia terus menggali informasi dari anak buahnya terutama Kevin. Kenan masih penasaran pada permasalahan kakaknya, apalagi sampai membuat kakaknya menangis. Hal yg paling jarang ia lihat selama hidupnya. Bahkan jika terluka parah pun Sofia tak pernah menangis.
"Bagaimana Kevin?" tanya Kenan.
"Maaf tuan masih belum.." ucap Kevin.
Begitu juga pun dengan Sofia. Ia memerintahkan anak buahnya untuk mencari Alex.
"Bagaimana dengan Alex? apa sudah ada kabar?" tanya Sofia.
"Belum, nona. Kami masih menyelidikinya.." ucap ketua tim Alfa.
"Oke.." balas Sofia.
Sofia pun kini sedang duduk di meja kerjanya sembari menatap berkas laporan yg ia harus lihat. Ia terus bekerja dan bersikap baik-baik saja pada Alfi karena memang tidak ada yg terjadi diantara suaminya dan juga Nathalie. Tapi hal yg membuatnya gerah adalah sikap Nathalie yg suka menempel pada suaminya. Walaupun Alfi dengan tegas memberi tembok pembatas yg besar di antara mereka.
"Sampai kapan rubah itu akan menempel pada suamiku??" gumam Sofia saat melihat layar tablet nya, hasil dari pantauan anak buahnya di rumah sakit.
Ya, sejak Sofia kembali ia menaruh beberapa anak buahnya di rumah sakit untuk mengawasi gerak-gerik Nathalie. Semua orang jadi tidak berani bicara macam-macam tentang Alfi. Walaupun mereka curiga siapa yg mengirimkan banyak bodyguard di rumah sakit. Alfi pun hanya menjelaskan kalau ini untuk keamanan rumah sakit.
Saat makan siang, Sofia ingin sekali makan pizza bersama suaminya. Ia pun membeli pizza tersebut dan juga makan siang untuk suaminya. Lalu ia mampir ke rumah sakit setelah membelinya.
Tatapan-tatapan tajam orang-orang di rumah sakit pun tak dihiraukan Sofia. Ia malas menghadapinya, dan hanya bisa membalasnya dengan tatapan malas.
Sesampainya di ruangan Alfi, Sofia pun langsung menaruh makanan di meja. Sedangkan Alfi sedang berada di ruangan lain yg sedang mengadakan rapat bulanan.
Sofia pun menunggu sembari menikmati pizza yg ia beli. Ia juga menonton drama yg baru-baru ini ia coba tonton saat jenuh. 1 Jam pun berlalu, suaminya tak kunjung datang. Sofia pun malas sekali kembali ke kantor SHIELD. Hingga ia memilih untuk mengerjakan tugasnya lewat laptopnya dan tinggal di rumah sakit hingga Alfi tiba.
2 Jam kemudian, Alfi pun baru tiba di ruangannya dan terkejut melihat Sofia sedang menonton drama di ruangannya lewat ponselnya.
"Sayang .. kau disini sejak kapan?" tanya Alfi.
"Oh kau sudah tiba.. aku disini sudah sejak 2 jam yg lalu.." ucap Sofia.
"Maaf aku tadi dipaksa makan siang bersama Nathalie dan ibunya.." balas Alfi.
Wajah Sofia pun langsung datar. Ia sejenak menghela nafas.
"Baiklah, aku hanya menunggu 4 bulan lagi.." ucap Sofia.
"Maaf.. aku tidak bisa cepat mengatasaninya." ucap Alfi.
"Ya aku paham, dan aku sudah kenyang.. makanannya aku tinggalkan disini.. aku mau kembali ke kantorku.." ucap Sofia.
"Tak mau duduk disini sebentar?" tanya Alfi.
"Aku tak mau mengganggumu bekerja.. " ucap Sofia.
"Baiklah akan aku antarkan sampai di parkiran.." balas Alfi.
Sofia pun berdiri, tapi kepalanya sangat sakit dan terasa berputar.
__ADS_1
"Akh.." ucap Sofia.
"Sayang kau kenapa?" tanya Alfi mendekat.
"Kepalaku sakit sekali.." ucap Sofia.
"Biar aku periksa.." ucap Alfi.
Alfi pun memeriksa keadaan Sofia dan tersenyum.
"Sayang kapan kau datang bulan terakhir kali.?" tanya Alfi.
"Bulan kemarin aku masih datang bulan. Ada apa?" tanya Sofia.
"Sepertinya kita akan memiliki baby.. " ucap Alfi tersenyum senang.
"Baby? baby? haa..." ucap Sofia terkejut.
"Ya.. kita akan memiliki baby.." ucap Alfi.
"Astaga, aku tak percaya akan kabar ini.." ucap Sofia.
"Baiklah, sekarang kita periksa ke bagian dokter kandungan.." ucap Alfi.
"Oke.." balas Sofia.
Mereka pun menuju ke bagian dokter kandungan. Tapi saat melihat Nathalie ada disana, Sofia mengurungkan niatnya.
"Kenapa? " tanya Alfi.
"Malas.. ada rubah betina.." ucap Sofia kesal lalu meninggalkan Alfi.
Alfi pun menoleh dan melihat Nathalie disana. "Hh.. Jadi begini mood ibu hamil.." gumam Alfi dalam hati.
Alfi pun terus membujuk Sofia untuk istirahat di rumah sakit, tapi Sofia menolak dan ingin kembali ke kantor. Alfi pun terus membujuk istrinya untuk beristirahat di rumahnya dan akan mengantarkannya pulang.
"Sayang, kau harus istirahat .." ucap Alfi.
"Tidak mau, aku sebal dengan rumah sakit ini.." ucap Sofia.
"Baiklah, istirahat di apartemen ya.. jangan bekerja hari ini.." ucap Alfi.
"Oke.. aku setuju kalau itu.. " ucap Sofia.
"Aku akan mengantarmu pulang.." ucap Alfi.
Kemudian Alfi mendapat panggilan untuk membahas sesuatu.
"Sudahlah aku pulang sendiri saja.." ucap Sofia.
"Maaf, tapi kau tak boleh pulang sendiri.. " ucap Alfi.
__ADS_1
Alfi pun mencari bodyguard yg ditugaskan di rumah sakit. Dan menyuruhnya untuk mengantarkan Sofia.
"Sofia kau diantarkan dia saja.. " ucap Alfi.
"Kau antarkan istriku dengan selamat sampai di apartemen.. turuti semua kemauannya jika ia ingin makan apapun.." ucap Alfi.
"Baik tuan.."
"Oke.. ayo kita berangkat.." ucap Sofia.
Alfi pun melambaikan tangan dan merasa aman Sofia sudah pulang bersama seorang bodyguard.
Sofia pun pulang ke apartemen bersama bodyguardnya. Sesuai prediksi Alfi, Sofia mampir ke beberapa tempat untuk membeli makanan. Bodyguard nya pun bertugas untuk membelikan semua keinginan Sofia. Setelah membelinya Sofia pun tersenyum puas.
"Terimakasih.. sudah cukup makanannya.." ucap Sofia.
"Sama-sama nona.."
Kemudian mereka kembali ke apartemen sesuai perintah Alfi. Sofia pun masuk ke apartemennya dan bodyguard tersebut kembali ke rumah sakit. Sofia pun langsung membuka semua makanan yg ia beli di perjalanan. Ia langsung mencicipinya satu persatu. Setelah puas mencicipi, ia memasukkannya ke dalam box untuk ditaruh di kulkas. Sementara makanan pilihannya akan ia habiskan hari ini.
Setelah puas dengan makanannya, Sofia pun memilih mandi dan beristirhat. Ia terbangun saat sore hari dan teringat untuk memasak makanan untuk suaminya.
Selesai memasak ia pun menonton televisi untuk menyaksikan lanjutan drama yg ia tonton kemarin. Ia begitu serius menonton, hingga tak sadar Alfi datang.
Alfi pun tersenyum dan melewatinya begitu saja, ia memilih untuk langsung mandi agar bisa menemui istrinya dalam keadaan bersih. Selesai mandi ia langsung menghampiri Sofia.
"Sayang.. sedang apa?" tanya Alfi.
"Kapan kau datang? sudah mandi pula, hayo mandi dimana??" tanya Sofia curiga.
"Aku sudah datang daritadi, kau saja yg terlalu serius nonton. Aku bahkan sudah mandi di kamar mandi kita.." jawab Alfi.
"Benarkah?" tanya Sofia.
"Iya sayang.. kau sudah makan?" tanya Alfi.
"Ya.. aku tadi menghabiskan semua ayam goreng ini.." ucap Sofia menunjukkan kotak ayam goreng.
"Ya ampun kau lapar sekali, atau baby kita yg lapar?" ucap Alfi tersenyum.
"Kau begitu yakin kalau aku hamil?" tanya Sofia.
"Ya sayang, aku kan juga dokter walaupun bukan dokter kandungan.." ucap Alfi.
"Baiklah sayang kalau begitu, besok kau harus jadwalkan aku dan pastikan aku tak bertemu dengan wanita itu.." ucap Sofia.
"Ya.. aku sudah menjawdwalkanmu dengan dokter kandungan terbaik disana.." ucap Alfi.
"Oke.. kalau begitu sekarang kau makan.. aku sudah memasaknya.." ucap Sofia.
"Oke.. " balas Alfi tersenyum.
__ADS_1
Sofia pun menemani Alfi makan di meja makan dan menyiapkan keperluan Alfi.