Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.12


__ADS_3

Siang itu Rose dipersilahkan untuk beristirahat selama 1jam. Ia pun berkeliling kantor melihat-lihat agar tidak tersesat nantinya. Kemudian ia memilih untuk bersantai di taman yg ada di perusahaan tersebut. Ia menggunakan topi hitam dan membawa minuman dingin untuk dinikmati di taman. "Rasanya nikmat sekali bisa bersantai disini.." gumamnya saat menemukam kursi taman. Ia pun sangat menikmati waktu istirahatnya.


Namun, saat itu Chris hendak pergi keluar dan melihat seorang wanita di taman. Ia memerhatikan wanita tersebut dengan seksama. "Mungkinkah ia bodyguard Vall..? tapi rasanya tidak mungkin wanita secantik itu menjadi seorang bodyguard.." gumamnya dalam hati.


Semakin dilihat semakin membuat Chris penasaran dan ingin mengajak wanita tersebut berbicara. Saat ia mendekat, wanita itu bangkit dari duduknya dan menerima telepon sembari menjauh dari taman. "Sial.. mungkin ini bukan waktu yg tepat.." gumam Chris.


Rose yg diperhatikan pun tahu dan langsung pergi dengan pura-pura menelpon. "Selalu ada saja yg mengganggu kesenanganku.." gumam Rose. Akhirnya ia memutuskan kembali bekerja karena waktu istirahatnya hanya tersisa 5 menit lagi.


Setelah Rose kembali ia pun langsung berjaga di depan pintu tuan Valentino. Ia berdiri di depan pintu dan sesekali bergantian dengan yg lain. Akhirnya jam kantor pun telah habis, semua staff tampak sedang bersiap-siap untuk pulang begitu juga dengan tuan Valentino. Ketika keluar ruangan ia melihat Rose dan yg lainnya masih berjaga di depan ruangannya.


"Kalian bekerja bagus hari ini, terutama Rose aku berhutang nyawa padamu.. kuharap besok tak terjadi insiden lagi.. aku permisi.." ucap tuan Valentino lalu pergi diikuti beberapa orang yg bertugas menjaganya. Dan Rose pun harus mengikuti tuannya sampai ke rumah karena dia adalah anak baru. "Sial sekali kalau sampai bertemu tuan Chris." umpat Rose dalam hati.


Mereka pun mengiringi mobil tuannya dari depan dan belakang, lalu masuklah ke dalam istana megah di kediaman keluarga Felix. Salah satu dari pengawal pun membukakan pintu untuk tuannya dan Valentino pun turun dari mobil kemudian masuk ke dalam rumahnya. Semua bodyguard pun diperintahkan untuk berjaga di sekeliling.


"Rose.. sebelum jam 8 kau belum boleh pulang.. kau berjaga dititik ini.." ucap Toni kepala pengawal yg berjaga di rumah.


"Siap pak.." balas Rose.


Kemudian semua ke posisi masing-masing dan berjaga. Tak lama kemudian tuan Chris tiba di rumahnya dan Rose pun berjaga di pintu belakang dekat taman sehingga tuan Chris tidak dapat melihatnya. Rose pun sangat bersyukur akan hal itu. "Untung saja Pak Toni menempatkanku disini.. mungkin karena aku wanita jadi aku tidak di posisi depan.." gumamnya dalam hati.


Chris pun sama sekali tidak tahu kalau Rose berada di rumahnya. Dan Valentino malam itu berada di balkon kamarnya mengamati sekitar. Ia mencari sosok Rose dari balkom berharap bisa melihatnya dari atas. "Dimana Rose? apa dia berjaga di sekitar kamar kakak?" gumamnya dalam hati.


Lalu tak berselang lama, seorang rekan Rose datang dan memberinya segelas kopi. "Rose.. minumlah kopi ini agar kau tidak mengantuk.."


"Iya. terimakasih.." ucap Rose.


"Tetap siaga sampai pergantian.."


"Oke.." balas Rose.

__ADS_1


Dan tuan Valentino pun menyadari kalau Rose ternyata berjaga dibawah kamarnya. Ia pun tersenyum melihat Rose menikmati kopinya. "Untunglah kau berada disini.. bisa bahaya kalau kakak tahu.." gumam Valentino dalam hati.


Kemudian Valentino pun masuk ke kamarnya untuk mengecek pekerjaannya. Sekitar 2 jam ia berada di depan laptopnya, setelah selesai ia kembali menuju balkon dan berharap Rose masih ada disana. Namun yg dicari pun telah pulang. "Yah ternya kau sudah pulang.." gumamnya setelah melihat bodyguard lain yg telah menggantikannya.


Malam itu Rose pun kembali ke apartemennya. Rose pun langsung membersihkan tubuhnya dan mencari makanan yg bisa dimasak. Dilihatnya hanya ada mie instan dan roti yg ia beli. "Harusnya aku belajar memasak ya biar tidak makan mie instan setiap hari.." gumamnya melihat isi lemarinya. Tanpa basa-basi ia pun memasak mie instan dengan telur yg tersedia di kulkas. Ia pun makan dengan tenang sembari menunggu adiknya membalas pesannya.


Saat ia sedang makan, Kenan pun menelponnya.


"Hallo kak.." ucap Kenan melakukan panggilan video melalui laptopnya.


"Oh.. hai Ken.. " balas Sofia senang.


"Kak kau sedang makan? " tanya Kenan.


"Iya aku sedang makan, padahal tadi aku sudah makan malam tapi lapar lagi hehe.." balas Sofia tak ingin adiknya khawatir.


"Tidak usah, nanti biar aku lanjutkan lagi setelah menelponmu.." balas Sofia.


"Baiklah kalau begitu.." balas Kenan.


"Jadi hari ini cukup banyak drama yg terjadi, dan ternyata tuan Valentino adalah adik tiri dari tuan Chris. Tapi aku cukup beruntung, karena menjaga tuan Valentino bukan tuan Chris.." ucap Sofia.


"Lalu kak ada insiden apa lagi?" tanya Kenan penasaran.


"Siang itu aku sedang mengawal tuan Valentino di Resto, tiba-tiba ada seseorang menodongkan pistol dari belakang.. dan aku segera menyelamatkan tuan Valentino dengan menariknya hingga berguling di lantai. Tentu saja semua sudah kubereskan dengan mudah.." ucap Sofia.


"Setelah itu semua kembali ke kantor hingga sore dan tak ada kejadian apapun.. yah aku pun kini tahu dimana kediaman keluarga Felix.. aku berjaga hingga pukul 20.00. Lalu aku kembali ke apartemen.." terang Sofia.


"Baiklah kak.. Kau memakai bros yg kuberikan kan hari ini?" tanya Kenan.

__ADS_1


"Tentu, aku belum sempat mengunduhnya dan mengirimnya padamu.." jawab Sofia.


"Baiklah kak, kau bisa mengunduhnya nanti.. aku dan tim akan mengamati video tersebut, pastikan untuk menghilangkan jejak.." ucap Kenan.


"Pasti Ken.. setelah ini besok aku akan mulai mencari tahu.." balas Sofia.


"Baiklah kak, beristirahatlah sudah malam.. maaf mengganggumu makan .." ucap Kenan.


"Iya tak masalah.." balas Sofia. Lalu panggilan video pun berakhir.


Lalu sofia kini melihat mangkuk mie instannya kini sudah tak berbentuk lagi. "Duh baru juga separuh kumakan.." gumamnya. Hingga akhirnya Sofia memesan makanan.


Selesai makan ia mengunduh file dari brosnya dan mengirimkannya pada Kenan. Setelah itu ia tidur karena sangat lelah. "Waktunya tidur.. aku cukup lelah hari ini.." ucap Sofia merebahkan tubuhnya.


☘☘☘☘


Esok harinya Sofia kembali bekerja. Ia kembali berjaga seperti kemarin di depan ruangan tuan Valentino. Tuan Valentino yg hadir pun tersenyum melihat Rose masih bekerja dengannya. Tapi hari ini Rose sedang sial karena harus bertemu tuan Chris.


Dari kejauhan tampak seorang lelaki bertubuh tinggi datang dan Rose sudah mengenali wajahnya. "Sial.." gumamnya dalam hati.


Chris pun langsung berjalan menuju ruangan adik tirinya. Ia pun melihat bodyguard yg berjaga adalah wanita yg kemarin ia temui di taman. "Ini tidak mungkin kan? masa wanita cantik itu benar-benar bodyguard nya Vall.." gumamnya dalam hati.


Ia pun langsung menatap pada Rose, dan Rose pun tampak tenang dan memberi salam.


"Selamat pagi tuan.. ada yg bisa dibantu?" tanya Rose yg ditatap dari kejauhan.


"Iya selamat pagi.. aku hanya terkejut kalau ada bodyguard wanita disini.." ucap Chris.


Rose pun hanya mengangguk dan tersenyum. Kemudian Chris segera masuk ke ruangan adiknya. Dalam hatinya ia merasa ingin sekali Rose bekerja untuknya. "Sayang sekali ia bekerja pada Vall.. aku ingin ia bekerja denganku bagaimanapun caranya.." gumamnya dalam hati.

__ADS_1


__ADS_2