Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.68


__ADS_3

"Siapa yg melakukannya?? BlackStar??" tanya Satria.


Sofia hanya mengangguk dan tersenyum pada ayahnya karena tak ingin orang tuanya khawatir.


"Iya ayah, tapi lukanya sekarang sudah sembuh.. ada Alfi yg membantuku waktu itu.." ucap Sofia.


"Alfi? anaknya Bima? bukannya ia sedang di Italia?" tanya Satria.


"Yah ceritanya cukup panjang, ada beberapa insiden hingga Alfi kembali ke Indonesia. Kejadiannya terjadi saat ulang tahun S group. Aku mencoba menyelamatkan Kenan yg sedang berpidato.." ucap Sofia.


"Sofia..! memangnya tidak ada bodyguard yg berjaga?" tanya Satria serius.


"A-ayah tenang sedikit.. Jadi waktu itu ada penyusup di bagian VVIP.. dan aku sedang menyelidikinya bersama yg lain. Ada seorang wanita dari BlackStar yg sedang menyamar dan aku tahu ia akan menembak Kenan, jadi aku segera bergerak. Jika tidak Kenan yg akan mati.." ucap Sofia.


"Apaa?? seserius itu BlackStar mengincar keluargaku.. tidak bisa dibiarkan..!" teriak Satria membuat anak buahnya terkejut dan memasang telinga mereka.


"Sayang kau itu tenang sedikit kenapa? Sofia hanya bercerita. Kau mau orang-orang mengira kita sedang bertengkar.." ucap Reina.


"Kita berada jauh dari rumah yg lain.. " balas Satria.


"Tapi diluar ada anak buahmu tahu..? Sudah ingat? mereka bisa berpikir kita bertengkar.." ucap Reina.


"Maaf sayang aku lupa, aku emosi mendengar BlackStar berulah dengan keluargaku.." ucap Satria.


"Ayah tenanglah.. kini semua orang menganggap kalian telah mati.." ucap Sofia.


"Benarkah? siapa yg menyebarkan beritanya?" tanya Satria begitu juga dengan Reina yg masih antusias.


"Iya, ada sebuah media asing yg membuat beritanya. Beruntung Kenan sudah mengatasi semuanya dan media asing tersebut kini sudah menghilang. Tapi yg semua orang tahu kalian sudah meninggal.." ucap Sofia.


"Jadi BlackStar berfikir kalau aku dan ibumu meninggal, jadi target selanjutnya adalah kalian? begitu Sofia?" tanya Satria.


"Ya, dugaan ayah benar.." ucap Sofia.


"Oh Tuhan.. kenapa harus anak-anakku.." ucap Reina lirih, tak lama ia menitihkan air mata.


"Ibu, sudahlah.. ibu tahu bagaimana aku dan Kenan.. kami tidak akan mati semudah itu begitu juga dengan kalian bukan? Lihat kita masih hidup sampai sekarang.." ucap Sofia.


"Sofia benar sayang, kita harus bersyukur dan tetap optimis bisa menghadapi ini semua. Lagipula mereka sudah terlatih dalam menghadapi berbagai insiden bukan?" ucap Satria menenangkan Reina.


"Iya kalian benar, aku hanya terlalu emosional.." ucap Reina.


"Sudah-sudah.. sebentar lagi keluarga kita akan berkumpul kembali.." ucap Satria memeluk istri dan juga putrinya.


Kemudian mereka memilih untuk beristirahat. Dan saat Sofia keluar dari kamar orangtuanya, ia dikejutkan dengan rekan-rekannya yg berada di depan pintu.


"Aaakkhh.. kalian ini sedang apa? menguping??" tanya Sofia terkejut.


"Sofia ada apa? " tanya Satria langsung menghampiri.


"Maaf nona, kami mendengar teriakan BlackStar jadi kami berjaga-jaga jika mereka menyusup.." ucap kapt.


"Yasudah bubar.. kalian ini heboh sekali, aku hitung sampai 3 ya.. 1..3.. kena kalian pokoknya kalian harus dihukum malam ini karena sudah menguping.." ucap Satria.


"Ayah ini ada-ada saja.. terserah deh aku ngantuk seharian kesana kemari.." ucap Sofia meninggalkan anak buahnya.


"Ampuun tuan.." ucap mereka.

__ADS_1


"Sebelum tidur kalian push up 50x.. ayo mulai..!" ucap Satria.


"Ayah jangan kelewatan, mereka hari ini hampir mati lho.." ucap Sofia.


"Baiklah, karena putriku berkata demikian ada diskon 50%.. jadi push up 25x.. ayo cepat..!" perintah Satria.


"Siap tuann..! " ucap mereka semua.


"Push up aja pake diskon, sayang kau ini ada-ada saja.." ucap Reina.


"Ayo mulai berhitung.. " ucap Satria.


1..2..3..4...5...6.............25..


"Selesai.. kalian boleh beristirahat.. ingat ya jangan menguping orang lain.." ucap Satria lalu masuk ke kamarnya.


"Baik tuan.." jawab mereka ngos-ngosan.


"Hah..haah.. aku kapok.. "


"Iya aku juga..".


"Makanya kalian itu jangan konyol, baru dengar ayahku teriak BlackStar langsung menguping.." ucap Sofia.


"Maaf nona.." ucap mereka.


"Yasudah toh kalian jadi dihukum.. nih minum lalu tidur jika sudah lebih baik.." ucap Sofia memberikan anak buahnya air.


"Terimakasih nona.." ucap mereka.


"Iya.. ingat jangan lakukan hal konyol lagi.." ucap Sofia lalu pergi ke kamarnya.


Keesokan harinya mereka semua telah bangun. Satria yg melihat anak buahnya pun kini bersemangat sekali ingin mengajak mereka olahraga.


"Kalian semua, ayo kita olahraga pagi seperti di markas.." ucap Satria.


"Baik tuan.." ucap mereka.


"Tunggu, jangan lupakan aku.." balas Sofia ikut serta.


"Kau ini, sudah cepat.." balas Satria.


Kini mereka tengah berolahraga dengan lari pagi disekitar hutan dipandu oleh Satria yg sudah tahu seluk beluk tempat ini. Beberapa warga pun nampak melihat melihat mereka dan menegur Satria dengan ramah. Mereka pun lari pagi seperti mereka sedang latihan di markas.


Setelah selesai Satria menyuruh mereka beristirahat.


"Bagaimana lebih segar bukan udara disini.. tidak ada yg namanya polusi disini.. " ucap Satria.


"Benar tuan, aku bisa merasakan tubuhku sangat segar pagi ini.."


"Iya aku juga.. "


"Tempat ini benar-benar luar biasa.." ucap Sofia.


"Iya tapi kita tak bisa selamanya ada disini.. jadi nikmatilah.." ucap Satria.


Kemudian Sofia teringat pada Red, ia pun penasaran dengan nasib pria itu.

__ADS_1


"Ayah bagaimana dengan hukuman Red apakah berjalan dengan baik?" tanya Sofia.


"Kenapa kau suka padanya atau merindukannya?" goda Satria.


"Memangnya ayah mau punya menentu seperti itu?" tanya Sofia.


"Tentu saja tidak, masa laki-laki lemah begitu.." ucap Satria.


"Nah itu ayah sudah tahu jawabannya.. aku hanya ingin melihatnya agar aku merasa puas melihatnya merasakan yg kurasakan kemarin.." ucap Sofia.


"Baiklah, ayo ikut aku.." ajak Satria.


"Kalian mau ikut juga?" tanya Satria pada anak buahnya.


"Iya tuan.."


"Ayo kita lihat bocah itu.." ajak Satria.


Mereka pun mengunjungi Red. Sesampainya disana, Red sudah tidak ada.


"Kemana Red? bukankah ia harusnya sedang dihukum?" tanya Satria pada penjaga.


"Maaf tuan, tuan Red sakit sekarang."


"Hhhh.. baru segitu aja sudah sakit.. sudahlah ayah biarkan saja.. aku malas kalau meladeni mereka." ucap Sofia.


"Tapi Sofia, kau yakin tak ingin menghukumnya?"tanya Satria.


"Biar alam yg menghukumnya.. " ucap Sofia kesal lalu pulang kerumahnya.


"Yasudah ayo kita pulang.." ajak Satria.


"Ckk.. padahal kukira bocah itu akan benar-benar dihukum.." gumam Satria.


☘☘☘


Sementara di suatu tempat, nampak Vall sedang menerima laporan dari anak buahnya.


"Jadi Sofia tidak ada di Singapura? lalu dia ada dimana?" tanya Vall antusias.


"Di-dia orang yg sudah menyusup di cabang US dan menghancurkan plan S tuan"


"Apa?? Bisa-bisa kalian dikalahkan oleh seorang wanita?" ucapnya tak percaya.


"Tapi tuan, kami berhasil mengejar mereka melalui tim khusus yg kita kirimkan kemarin."


"Lalu dimana wanita itu sekarang?" tanya Vall.


"Dia dan beberapa rekannya hilang tuan, pesawat mereka jatuh tertembak. Tapi peswat kita juga jatuh tertembak. Kini kita tak tahu dimana wanita itu berada.."


"Hhhhh.. kenapa wanita itu sangat sulit didapatkan.." ucap Vall.


"Didapatkan?"


"Eeh.. maksudku ditangkap kau jangan salah sangka.. dia itu musuhku" ucap Vall. "Hampir saja mulut ini keceplosan, kenapa aku semkin menyukai gadis itu.. dasar Vall bodoh.." gumamnya dalam hati.


"Baik tuan, kami sedang menyelidikinya.. nanti mereka akan mengirimkan laporan.."

__ADS_1


"Baiklah.. aku menunggu laporannya segera.." ucap Vall sementara asistennya langsung pamit pergi mengerjakan tugasnya.


__ADS_2