Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.83


__ADS_3

Akhirnya Sofia bisa bebas dari pimpinan gila BlackStar. Kini ia tengah berkumpul bersama keluarganya di hotel.


"Sofia apa kau baik-baik saja?" tanya Satria.


"Aku baik-baik saja ayah, Si brengsek itu memang memperlakukanku dengan baik walaupun dia suka kurang ajar.. " ucap Sofia.


"Kurang ajar?? apa yg dia lakukan?" tanya Satria mulai kesal.


"Dia beberapa kali memelukku, bahkan hampir menyentuhku.." ucap Sofia mengepal geram.


"Apa kau tak bisa melawannya?" tanya Satria.


"Ada kondisi dimana aku sangat tak bisa berkutik.. tapi jika ada kesempatan aku pasti melawannya.." ucap Sofia.


"Syukurlah kau baik-baik saja.. " ucap Satria.


"Lalu dimana ibu?" tanya Sofia karena ibunya tak ada.


"Ibumu ayah kirim ke tempat yg aman.." ucap Satria.


"Rumah maksudnya?" ucap Sofia.


"Tidak kak, kami mengirim ibu ke Singapura.. " ucap Kenan.


"Apa tidak berbahaya?" tanya Sofia.


"Kalau dia ada di rumah BlackStar pasti mampu melacaknya.." ucap Satria.


"Baiklah kalau begitu, lalu apa rencana selanjutnya?" tanya Sofia.


"Kita harus menghancurkan BlackStar.." ucap Satria.


"Ayah benar, percuma kita menghabisi anak buahnya jika pemimpinnya masih ada.. " balas Kenan.


"Itu juga yg aku pikirkan.. dia sedang menuju ke Italia.. D'Textile.." ucap Sofia.


"Pasti sulit menangkapnya jika ia berada disana.. " ucap Satria.


"Tapi dia akan segera mencariku karena dia sangat terobsesi padaku.. dia bahkan mengancam keluarga kita jika aku tak menikah dengannya.." ucap Sofia.


Brakk..! Tiba-tiba Alfi kemarahan meledak membuat semua menengok ke arahnya.


"Alfi kau baik-baik saja?" tanya Satria.


"Maaf paman aku hanya kesal melihat tingkahnya.." ucap Alfi.


"Al kalau kau kesal, kau bisa membantu kami.." ucap Kenan.


"Aku akan membantu kalian, agar bedebah itu dihukum berat.." ucap Alfi kesal.


"Al kau sangat kesal sepertinya.." ucap Satria menangkap sesuatu.


"Kau memang sahabatku Al, aku berhutang banyak padamu.." ucap Sofia.


"Tentu saja, kau harus membayarnya nanti.." ucap Alfi.


"Jadi bisa kita mulai lagi rapat ini?" tanya Satria.

__ADS_1


Dan semua orang pun mengangguk. Mereka mendengarkan pendapat Satria dan juga Sofia karena mereka berdua paling tahu tentang BlackStar.


"Baiklah ayah, kita akan jalankan rencana kita.." ucap Sofia.


"Ya, aku akan mencaritahu akses D'Textile.. dan membuat Vall brengsek itu pusing.." ucap Kenan.


"Bagus, dan Alfi kini mereka tahu wajahmu.. jadi hati-hati mulai sekarang karena lawan kita adalah mafia berbahaya.. " ucap Satria.


Dan mereka semua pun mengangguk tanda mengerti.


"Kalau begitu aku akan mengambil kamar di hotel ini agar tak jauh dari kalian.." ucap Alfi.


"Ide bagus anak muda.." ucap Satria.


"Yah pilihan bijak Al, aku akan meminta anak buahku untuk memesan kamar untukmu.. anggap saja ucapan terimakasihku atas bantuanmu.." ucap Kenan.


"Baiklah kawan, terimakasih perhatiannya.. " ucap Alfi.


Dan mereka pun menginap di hotel malam ini dan juga besok mereka akan terbang dengan pesawat pribadi milik Kenan.


☘☘☘


Sementara itu, Vall nampak sangat geram akan tindakan Satria dan Kenan.


"Sial...! kenapa pak tua itu masih hidup.." ucap Vall.


"Maaf tuan, tapi bukankah ia adalah calon mertua anda?" ucap salah satu asistennya.


"Iya kau benar juga sih, artinya Sofia mungkin bisa memaafkanku.. dan bagaimana dengan keluarganya?" tanya Vall.


"Maaf tuan, segala akses ditutup oleh tuan Kenan.. nampaknya ia begitu melindungi keluarganya.."


"Dan juga cari tahu dimana tunanganku berada.." perintah Vall.


"Baik tuan.."


Tapi tiba-tiba seorang wanita paruh baya masuk dan menyela Vall dan asistennya.


"Keluar kau..!" ucap nyonya Felix pada anak buah Vall.


Setelah anak buahnya keluar nyonya Felix pun marah besar pada Vall.


Plaakkk..


Nyonya Felix pun menampar putranya agar sadar akan kebodohannya mencintainya musuhnya sendiri.


"Ibu.. ada apa ini?" tanya Vall.


"Kau bilang ada apa?? kau itu sadar tidak wanita gila itu musuhmu, dan kau harusnya menghabisinya bukan bertunangan dengannya.. " ucap ibunya.


"Ibu aku mencintainya, dan ia berbeda dengan wanita lainnya.. " ucap Vall.


"Vall aku mendidikmu dan membangun organisasi ini memangnya untuk apa?? tentu untuk membalas dendam dan meneruskan organisasi ayahmu.. ingat ayahmu meninggal dibunuh oleh siapa.." ucap ibunya kesal.


"Aku tahu ibu, tapi apakah aku tak boleh jatuh cinta.. aku tak bisa menyukai wanita manapun kecuali Sofia.." ucap Vall.


"Cinta kau bilang? kalau cinta kenapa ia kabur dari mansionmu? bisa kau jelaskan kenapa keluarganya menjemputnya dengan menumbangkan seluruh anak buahmu bahkan William.." ucap ibunya.

__ADS_1


"Tapi bu, aku ingin menikah dengan Sofia.. titik.." ucap Vall.


"Oh ibu jadi punya ide.. bagaimana kalau.." namun ucapan ibunya terhenti karena Vall menyelanya.


"Ibu..! cukup.. aku ingin membuat Sofia mencintaiku dan menikah denganku.." ucap Vall.


"Kau tahu kematian ayahmu harus dibayar mahal.." ucap Ibunya.


"Lalu ibu mau apa?" tanya Vall.


"Kau tangkap ibu dari gadis itu, karena kudengar ibu dan ayahnya selamat.. " ucap ibunya.


"Aku mengerti bu, ibu memang pintar.." ucap Vall.


"Lalu kau harus menikahi putrinya dan mendapat bagian saham keluarga mereka. Kau tahu bukan seberapa besar S Group? belum lagi SHIELD group.." ucap ibunya.


"Baiklah ibu.. aku akan memanfaatkannya untukmu.." ucap Vall.


"Baguslah, anggap saja itu bentuk balas dendam kita.. " ucap ibunya.


"Baiklah ibu.." balas Vall.


Vall pun mengerti betapa materialistisnya ibunya. Tapi itu sepadan daripada harus melenyapkan Sofia. Belum lagi kekayaan keluarga Sofia cukup fantastis, pastinya ibunya sangat ingin membuat mereka jatuh miskin dan merasakan apa yg dahulu ibunya rasakan ketika ayahnya Vall meninggal.


"Tunggulah, setelah Sofia jadi milikku aku akan mengendalikan kalian semua termasuk kekayaan kalian.." gumam Vall dalam hati.


☘☘☘


Di tempat lain, tepatnya di Singapura Reina sedang menikmati liburannya. Ia berada di apartemen mewah miliknya dan bersantai disana karena semua kebutuhannya disediakan oleh Kenan.


"Kenan memang pintar.. aku bangga padanya.." ucap Reina.


Kini ia sedang mengecek semua pekerjaan Kenan dan bangga akan kesuksesan putranya dalam mengelola perusahaan keluarganya. Setiap pekerjaan mereka mampu diselesaikan Kenan dengan sempurna. Bahkan Reina bingung, berapa jam Kenan tidur dalam sehari karena pekerjaannya selalu selesai sebelum tenggat waktunya.


"Bocah ini benar-benar.. apakah ia bisa bersenang-senang jika bekerja seperti ini?" gumam Reina memeriksa seluruh pekerjaan Kenan.


Namun, ada mata-mata yg mengintai di area apartemen tersebut. Dan itupun berhasil dibaca oleh pengawal yg ditugaskan untuk menjaga nyonya besar mereka.


"Maaf nyonya.. bersiap-siaplah.." ucap pengawal wanita yg ditugaskan berada di sekitarnya.


"Ada apa?" tanya Reina.


"Ada mata-mata disini.." ucap wanita tersebut.


"Baiklah.." ucap Reina.


"Jika keadaan memburuk kita akan pindah nyonya.. "


"Oke.. kabari aku saat kalian siap.." ucap Reina.


"Ya nyonya.."


Dan benar saja, mata-mata Vall sudah berhasil mengetahui keberadaan wanita yg dicurigai sebagai nyonya besar dari S Group.


"Kerja bagus.." ucap Vall di telepon.


"Terus pantau dan pastikan itu nyonya Reina jangan sampai salah .." tambah Vall.

__ADS_1


"Baik tuan.."


__ADS_2