
Diana pun menuruti permintaan momnya untuk bertemu dengan pria yg dijodohkan olehnya dengan satu catatan kalau Diana takkan mau menerima perjodohan tersebut apapun yg terjadi. Momnya pun menyanggupinya karena ia sudah terlanjur berjanji pada rekan bisnisnya.
Diana pun hanya diberikan alamat tempat mereka akan bertemu di sebuah cafe. Diana yg sangat malas ia hanya menggukan pakaian seadanya. Hanya memakai Skinny Jeans dan juga atasan blouse yg sopan. Sofia pun hanya bisa terdiam melihat penampilan putrinya yg sangat apa adanya, berbeda jika hendak kencan dengan para kekasihnya yg tampil all out.
"Mom.. aku pergi.." ucap Diana berpamitan.
"Ya.. apapun yg dia lakukan tahan emosimu jangan buat anak orang masuk rumah sakit.." ucap Sofia tersenyum.
"Ya.." balas Diana datar.
"Sayang, maaf dad tidak bisa mencegah mom mu.." ucap Alfi.
"Oke dad, aku akan menghadapi ini.." ucap Diana.
"Hati-hati sayang, langsung laporkan jika terjadi sesuatu.." ucap Alfi.
"Oke dad.." balas Diana.
Diana pun pergi dengan mengendarai mobilnya. Ia sungguh benar-benar malas bertemu dengan pria pilihan momnya hari ini. Jika bisa kabur, ia akan melakukannya tapi sayang pasti akan ketahuan dan membuat malu orangtuanya.
"Ck.. menyusahkan sekali perjodohan ini.. keinginanku saja belum tercapai jangan harap aku bisa menikah.." gumam Diana di dalam mobilnya.
Tak lama Diana pun sampai di cafe tersebut. Ia mencari meja no.5 yg menjadi tempat mereka bertemu. Ternyata pria itu belum datang, membuat Diana kembali berdecak kesal.
Tak lama pria itu pun tiba dan menyapa Diana.
"Hai, kau pasti Diana.." ucap pria tersebut.
"Ya.. kau.." ucap Diana kesal melihat wajah Derrick, pria menyebalkan yg sudah menghinanya.
"Kau benar-benar Diana dari smp Xx..?" tanya Derrick.
"Ya kau benar, dan kau si bre***ek Derrick yg telah menghinaku gendut, jelek dan memalukan.." ucap Diana dengan sorot mata tajam, membuat Derrick tak bisa berkata-kata.
"Maaf Diana atas kejadian waktu itu.. aku hanya.." ucap Derrick.
"Akh tak perduli, dan asal kau tahu saja aku tak berniat menyatakan perasaanku aku hanya sedang ditekan oleh Cindy.." ucap Diana.
"Aku juga sama.." ucap Derrick.
"Ya terserah kau saja.. aku tak tertarik dengan cerita masa lalu.." ucap Diana.
"Baiklah mari kita bahas perjodohan kita.." ucap Derrick.
"Apa rencanamu?" tanya Diana.
"Awalnya aku ingin menolak tapi saat melihatmu aku jadi mulai memikirkannya.." balas Derrick.
"Aku bahkan sudah menolakmu pada ibuku.. aku menemuimu hanya untuk melindungi harga diri keluargaku.." ucap Diana.
"Kau yakin? secepat itu tanpa mau mengenalku?" tanya Derrick.
"Aku tak punya waktu untuk menikah dalam waktu dekat. Jadi untuk apa memikirkan hal itu.." ucap Diana.
"Memangnya kenapa jika menikah?" tanya Derrick.
"Itu hubungan dalam jangka panjang, yg setiap hari dalam hidupku hanya akan melihat dan mencintai pria itu.. Kurasa tidak bijak jika aku tak memperkirakan pernikahanku.." balas Diana.
"Kau benar, tapi aku tak setuju dan akan melanjutkan perjodohan ini.." ucap Derrick.
"Silahkan kalau kau mampu melawanku.." balas Diana.
"Kau menantangku?" tanya Derrick.
"Bukan menantang, tapi lebih ingin menyadarkanmu.." ucap Diana.
__ADS_1
"Tentang?" tanya Derrick.
"Sebuah pernikahan yg suci bukan karena terpaksa .." ucap Diana.
"Kalau begitu aku yg akan membuatmu menerimaku.." ucap Derrick.
"Terserah kau saja, kurasa cukup untuk hari ini.. dan kuharap ini yg terakhir.." balas Diana.
"Baiklah, kita lihat saja nanti.." ucap Derrick.
Diana pun meninggalkan Derrick tanpa rasa bersalah. Ia justru langsung pulang ke rumah dan berolahraga karena emosi di hatinya.
"Apa tak ada orang lain lagi di dunia ini sampai mom menjodohkanku dengannya?" gumam Diana dalam hati.
Diana pun tak tinggal diam dan mencari tahu tentang Derrick lewat mata-mata rahasianya. Keesokan harinya didapatlah informasi dari Brian yg menjadi salah satu mata-mata rahasianya. Dan juga beberapa orang kepercayaannya. Diana pun tersenyum melihat data-data tersebut.
"Kaya, tampan, seorang pengusaha yg cerdik, tapi sayang kau tidak setia.." gumam Diana dalam hati.
Ya, Diana mendapat laporan kalau Derrick punya 2 kekasih. Dan anehnya masih mau menerima perjodohan kedua orang tuanya. Diana pun akan menjadikannya alasan untuk menolaknya dengan keras pada momnya.
Diana pun nampak santai saat momnya bilang untuk menemui Derrick beberapa kali lagi. Dan Diana tetap dalam pendiriannya untuk tak mau dijodohkan. Dan menurut mata-mata kepercayaan Diana, Beberapa hari lagi Derrick akan berkencan dengan salah satu wanitanya.
Kebetulan, Diana dan juga tim alfa akan berkumpul untuk membahas mereka yg sedang dibebaskan dari semua tugas. Mereka dipanggil oleh Kenneth untuk ke Indonesia sembari berlibur di masa tenang mereka. Diana pun memanfaatkan momen itu dengan sangat baik.
Diana mengatur semuanya untuk bertemu di sebuah resto, dan Diana juga yg membayar semuanya. Kenneth pun curiga pada sikap Diana dan akan bertanya langsung jika bertemu.
Tibalah saat mereka hendak makan bersama, Diana pun berdandan rapi untuk bertemu rekan-rekannya. Mereka pun sedikit bingung karena Diana meminta bantuan mereka semua termasuk Kenneth. Hingga mereka tiba di resto dan Diana langsung membahasnya.
"Teman-teman tolong bantu aku.." ucap Diana.
"Ya katakanlah Diana ada apa?" tanya Kenneth.
"Jadi, ibuku menjodohkanku dengan seorang pria yg ternyata dia pria bre***sek.. Malam ini dia berkencan dengan salah satu wanitanya.. kalian bantu aku untuk memergokinya sebagai saksi agar perjodohan ini dibatalkan. Kumohon bantu aku.." ucap Diana.
"Kurang sajar sekali pria itu.."
"Baiklah Diana, aku juga membenci pria seperti itu.." ucap Kenneth.
"Kumohon bantuannya.. dan sebagai bayarannya kalian pesanlah makanan sepuasnya.." ucap Diana.
"Wah, kau memang yg terbaik.." ucap mereka.
Dan setelah membicarakan rencana Diana, tim alfa pun memulai rapat mereka. Mereka yg merasa curiga karena tak mendapat misi sama sekali. Sedangkan tim lainnya tetap mendapat misi. Walaupun Sofia menjamin gaji mereka tapi tetap saja rasanya tak adil.
"Baiklah, aku akan mencaritahu hal itu.." ucap Diana.
"Aku juga sedang mencaritahu dari para senior.." ucap Kenneth.
"Aku akan memberi info jika ada dari rekan-rekan lain.." ucap rekan yg lain.
Dan setelah membahas mengenai nasib tim alfa, mereka pun menikmati makanan mereka. Tak lama, Derrick pun datang dengan kekasihnya. Ia masih tak tahu kalau Diana ada di kumpulan pria-pria berbadan besar tersebut.
"Mereka datang .." ucap Diana.
"Kamera siap.." ucap rekan Diana yg merekam.
"Bagus rekam.. dan perhatikan jika mereka mulai mesra." ucap Diana.
"Siap.."
Dan benar, mereka mulai tampak romantis membuat Diana ingin muntah. Rekan Diana pun merekam semua adegan tersebut dengan sangat baik sebagai bukti ke orang tua Diana.
"Bagus.. waktunya aku beraksi.." ucap Diana saat Derrick dan kekasihnya hendak pergi.
"Hai calon tunanganku.. bagaimana kencanmu?" tanya Diana tiba-tiba menghampiri.
__ADS_1
"Di-Diaana.." ucap Derrick kaku.
"Kenapa terkejut? aku dari sebelum kalian datang sudah disini.." ucap Diana tersenyuum.
"A-apa ini? mengapa wanita ini mengaku sebagai calon tunanganmu?.." ucap kekasih Derrick.
"Dia adalah wanita yg akan dijodohkan denganku.." balas Derrick.
"Ya kekasihmu benar, dan kehadiranmu menjadi bukti valid untukku menghentikan perjodohan ini." ucap Diana.
"Kau takkan bisa melakukannya.." ucap Derrick.
"Apa maksudmu? kau menerima perjodohan ini?" tanya kekasih Derrick.
"Lagipula kita hanya bersama untuk bersenang-senang." ucap Derrick.
Plakkk...
"Dasar pria bre***sek..!" ucap Diana.
"Kau takkan bisa melakukannya.. aku akan tetap pada perjodohan kita.." ucap Derrick.
Plakkkk.. pipi sebelah kiri Derrick pun ditampar oleh kekasihnya setelah tadi sebelah kanan ditampar Diana.
"Kita selesai.." ucap kekasihnya.
"Ya pergilah.." ucap Derrick.
"Wow.. sepertinya instingku untuk menolakmu adalah tepat.. dan bagaimana teman-teman kalian merekamnya bukan?" tanya Diana para rekannya.
"Kalian...! Berani sekali.." ucap Derrick.
"Ya.. berani kau menyakiti rekan kami kau akan menyesal..!" ucap Kenneth.
"Diana siapa mereka? kau tidak takut?" tanya Derrick.
"Mereka temanku, pasukan elit khusus.. bagaimana? masih berani melawan..?" ucap Diana tersenyum.
"Ck.. Aku akan menghentikanmu.." ucap Derrick.
"Ya kita lihat bagaimana ibuku menolaknya.." ucap Diana saat melihat Derrick pergi, apalagi melihat rekan-rekan Diana yg berbadan besar dan berjumlah banyak bisa mati ia jika melawan.
"Haha.. kita berhasil, lihat pria itu ketakutan.." ucap rekan Diana.
"Ya.. tolong kirim rekaman kalian, ibuku harus tahu hal ini.." ucap Diana tersenyum.
"Dan terimakasih teman-temanku.." ucap Diana bahagia.
Sementara Sofia menerima video dari Diana pun marah besar, ia sampai mendatangi kantor ayahnya Derrick dengan membawa pasukannya, membuat karyawan yg sedang lembur ketakutan.
Brakkk.. Sofia pun membuka pintu ruangan tuan Petter dengan kasar.
"Ada apa ini?" tanya Petter terkejut.
"Lihat kelakuan putramu hari ini.." ucap Sofia melemparkan ponselnya agar Petter melihat rekaman video tersebut.
"Akh.. bagaimana bisa si bodoh itu..!" umpatnya.
"Aku ingin perjodohannya dengan putriku dibatalkan.." ucap Sofia kesal. Ia ingin sekali menghancurkan kantor Petter jika tak ditahan asistennya.
"Ba-baiklah ampuni aku.." ucap Petter ketakutan melihat kemarahan Sofia dan tahu siapa Sofia.
"Nyonya, cukup tuan Petter sudah setuju membatalkan perjodohannya.." ucapnya.
"Bagus, berani putramu mendekati putriku, jangan salahkan aku jika ia bisa tewas ditanganku..!" ancam Sofia membuat Petter ketakutan dan langsung menghubungi putranya.
__ADS_1
Sofia pun keluar dari kantor tersebut, ia menyesali perbuatannya pada Diana. Sementara Diana berpesta dengan rekan-rekannya karena keberhasilannya menggagalkan perjodohannya. Kenneth pun ikut tersenyum bahagia mendengar dibatalkannya perjodohan Diana.