
Diana dan Kenneth pun diadili oleh keluarga Diana. Kenneth diminta bertanggungjawab atas apa yg telah ia lakukan. Sekeras apapun Diana dan Kenneth membela diri keluarga mereka tetap ingin mereka menikah secepatnya. Padahal tak ada yg terjadi karena keduanya sama-sama tak sadar dan terlalu lelah.
Kenneth dengan wajah babak belur pun keluar dari kamar Diana dan menuju kemarnya untuk mandi dan keluar dari hotel. Sementara Diana sedang menghadapi kemarahan mom dan dadnya.
"Bagaimana hal ini bisa terjadi?" tanya Alfi.
"Dad.. kami tidak melakukan apapun. Aku hanya tertidur begitu juga dengan Kenneth." balas Diana.
"Kau tidak lihat dia tidak memakai baju.." ucap Sofia.
"Tapi dia pakai celana.. kami tak melakukan apapun.." ucap Diana.
"Pokoknya kalian harus menikah secepatnya jika tidak akan ada gosip dan berita yg keluar.. " ucap Sofia.
"Pokoknya dad akan meminta tanggungjawabnya jika tidak dad akan menghajarnya hingga ia mau bertanggungjawab. " ucap Alfi.
"Haruskah aku melakukan visum agar kalian percaya?" tanya Diana.
"Semua sudah terbukti, pokoknya kau harus menikah.." ucap Sofia.
"Benar, melakukannya atau tidak, tindakan kalian dengan tidur satu ranjang itu tidak baik.." balas Alfi.
Mau tak mau Diana menuruti kedua orang tuanya. Sementara Kenneth antara bahagia atau malu ia peroleh. Bahagia karena Diana pasti menikah dengannya tapi juga malu karena ia dituduh yg bukan-bukan. Ia bahkan dimarahi oleh kakeknya, walaupun ia takkan mendengarkan ocehan pak tua itu.
Dalam waktu singkat acara pertunangan pun digelar. Baik Diana maupun Kenneth tak bisa menolak dan semua sudah diatur. Semakin Diana melawan maka Alfi akan menghajar Kenneth tanpa ampun membuatnya tak bisa berkata-kata.
Diana pun didandani dengan cantik dan anggun. Walaupun ia tak tahu harus bahagia atau sedih. Ia mungkin menyukai Kenneth karena pria itu sosok sempurna dimatanya, baik, tampan, bertanggungjawab, dan juga mapan. Tapi sedih karena harus dengan cara seperti ini.
Dion pun berkali-kali memastikan keputusan saudarinya tersebut.
"Kau yakin Diana?" tanya Dion.
"Ya.. tak ada jalan lain. Dad sudah sangat marah, aku tak mau dia memukul Kenneth.." ucap Diana.
"Baiklah, katakan saja jika kau butuh bantuanku.. aku akan mengusahakan segalanya.." ucap Dion.
"Baik aku mengerti.. " ucap Diana.
"Kau harus kuat, menghadapi ini.. aku yakin Kenneth bukan orang yg buruk.." ucap Dion.
"Aku tahu itu.." ucap Diana.
Sementara Kenneth, sedang ditata rambutnya oleh Isabella.
"Aku tak menyangka tuan akan bertunangan.. haruskah isa merasa sedih?" ucapnya.
"Kau harusnya bahagia, karena aku menyukai gadis itu.." ucap Kenneth.
"Tuan Kenn benar, kalau begitu selamat yeyy.. " ucap Isabella.
"Terimakasih.." ucap Kenneth.
__ADS_1
"Sekarang tuan Kenn terlihat semakin tampan, gadis itu sangat beruntung." ucap Isabella.
"Terimakasih atas bantuanmu.." ucap Kenneth lalu memberinya tips dan pergi bersama Jack.
☘☘☘
"Jack semua sudah siap?" tanya Kenneth saat sudah di mobil.
"Sudah tuan, semua sudah aman.." ucap Jack.
"Bagus.." ucap Kenneth.
"Selamat tuan.. akhirnya anda bertunangan juga.." ucap Jack.
"Terimakasih Jack.. kau harus lihat bagaimana rupa calon istriku.." ucap Kenneth.
Mereka pun tiba di hotel tempat diadakan acara pertunangan tersebut. Setelah menunggu beberapa saat, acara pun dimulai. Hingga tibalah acara inti dimana Kenneth memasang cincin di jari manis Diana. Begitu juga Diana memasang cincin pada Kenneth.
Prokk..prokk.
prokk..prokk.
Semua orang pun bertepuk tangan seraya bersorak gembira. Tak ketinggalan semua anggota tim alfa pun hadir untuk melihat rekan dan kapten mereka bertunangan. Sudah dapat dipastikan Kenneth akan menjadi bahan ejekan mereka karena berhasil dirayu oleh Diana.
Setelah acara, Kenneth bergabung dengan tim alfa untuk mengobrol.
"Ehmm..Ehmm.. akhirnya ada yg luluh juga.." ucap salah seorang.
"Memangnya kenapa?" tanya Kenneth bingung.
"Aku hampir mengira kau belok.. karena selalu dingin pada wanita.." ucapnya lalu mereka semua tertawa.
"Kau selamat karena sekarang sedang ada disini.." ucap Kenneth.
"Jadi siapa diantara kalian yg menyatakan perasaan?"
"Apa Diana duluan?? "
"Tentu aku lebih dahulu.." balas Kenneth.
"Benarkah? entah mengapa aku tak yakin.."
"Tentu saja Kenneth, kan selama ini aku hanya bercanda tapi dia benar-benar tergoda.." balas Diana.
"Diana??? benarkah??" tanya mereka antusias.
"Sudah..sudah.. kalian ini mau tahu saja.." ucap Kenneth.
"Untung saja dia tampan, kalau tidak pasti sudah kupukul karena selalu berkata pedas.. " ucap Diana.
"Mulai sekarang kau dilarang menggoda pria manapun.. " ucap Kenneth.
__ADS_1
"Uuuuuu..." sorak tim alfa.
"Kalian lihat kan, belum menikah dia sudah sangat posesif.." ucap Diana.
"Ciee.. kapten diam-diam langsung melamar Diana.."
"Tentu saja, kalian pikir aku akan memberikan kesempatan padanya untuk memiliki kekasih lain? jangan harap.." ucap Kenneth menatap Diana.
"Ya.. aku juga sudah tobat.." balas Diana.
"Kalian sangat serasi sekali, bagaimana ya rupa anak kalian nanti.."
"Pasti akan jadi sangat hebat.."
"Tentu saja.." ucap Kenneth merangkul pinggang Diana.
"Ehmm.." Alfi pun berdehem membuat Kenneth langsung melepaskan tangannya.
Sementara tim alfa menahan tawa melihat Kenneth begitu takut pada ayah mertuanya. Karena biasanya kapten mereka itu tak takut apapun.
"Sebaiknya kalian kembali ke posisi kalian, mereka sudah menatap.." ucap salah seorang anggota tim alfa.
"Baiklah.. nanti kita berkumpul lagi.." ucap Kenneth menggandeng tangan Diana.
Mereka pun kembali ke tempat mereka hingga acara selesai. Lalu mereka berpisah dan pulang ke rumah masing-masing. Alfi masih memperhatikan Kenneth kalau-kalau ia mencuri-curi kesempatan pada putrinya.
"Dad, sudahlah.. " ucap Diana.
"Aku hanya akan mengawasinya bukan memukulnya." ucap Alfi.
Dan mereka pun pulang ke rumah setelah semua acara telah selesai. Diana memilih untuk istirahat dikamarnya sembari merenungkan arti pernikahan baginya. Karena secepat ini dia akan menikah dengan Kenneth.
Semua persiapan pun diurus oleh nenek dan orangtuanya. Sementara Diana bersantai dan menikmati perawatan. Diana pun dikeluarkan dari anggota tim alfa karena ia harus training menggantikan momnya nanti setelah menikah.
Hari demi hari pun berlalu begitu cepat. Sesuai permintaan keluarga Diana, mereka menikah secepatnya. Dan dalam waktu 1 bulan setelah pertunangan, pernikahan mereka diadakan.
Sebuah gaun indah nan cantik sudah disiapkan. Serta semua persiapan telah selesai. Semua anggota tim alfa ditugaskan untuk mengawal acara pernikahan kapten dan rekan mereka. Mereka pasti senang karena dapat hadir walaupun sembari bekerja.
Semua jalanan dan gedung sudah disterilkan. Dan acara diadakan secara privat hanya orang-orang tertentu yg dapat hadir. Pihak reporter tv atau siapapun dilarang mendekat apalagi merekam. Semua demi keamanan keluarga besar dan para tamu yg hadir.
Diana pun kini sedang dirias di sebuah kamar hotel. Ia merasa gugup dan tidak percaya diri. Tapi Sofia menemaninya dan meyakinkannya. Dion pun memberi dukungan pada Diana hingga Diana merasa memiliki keberanian untuk menghadapi situasi sekarang.
"Diana kau yakin kan akan keputusanmu?" tanya Dion.
"Ya aku yakin.." ucap Diana.
"Baiklah, jika kau berubah pikiran aku akan membantumu." ucap Dion.
"Jangan, nanti kasihan mom dan dad.." ucap Diana.
Dan Diana pun menunggu di dalam kamar setelah dirias dan memakai gaunnya.
__ADS_1