Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
EP.175


__ADS_3

Sofia dan Alfi pun diantarkan ke apartemen Alfi. Disana mereka merapikan pakaian mereka kemudian membersihkan diri. Setelah semuanya selesai, Sofia pun pergi ke dapur untuk memasak mie instan.


"Masak apa sayang?" tanya Alfi.


"Masak In****mie.." balas Sofia.


"Sepertinya nikmat, sudah lama aku tak memakannya.." ucap Alfi.


"Ya dan aku tambahkan sedikit sosis yg ada di kulkas.. minus sayur.. " ucap Sofia.


"Ya.. tidak apa sesekali makan tanpa sayur.." ucap Alfi.


Setelah selesai masak, Sofia pun menyajikannya di meja. Kemudian mereka menikmati semangkuk mie instan dengan nikmat. Kuah gurih dan hangat membuat rasa lelah sedikit berkurang.


Keesokan harinya Alfi pun masuk kerja kembali ke rumah sakit. Sementara Sofia bekerja di kantor SHIELD yg ada di negara tersebut. Mobil pun sudah disiapkan oleh orang-orang SHIELD untuk Sofia. Sofia pun turun bersama Alfi, dan mereka berpisah di parkiran menuju ke tempat kerja masing-masing.


Sesampainya di rumah sakit, Alfi kembali disibukkan dengan pekerjaannya. Sementara Sofia ia mengerjakan tugas yg diberikan ayahnya. Dan ada juga perintah untuk kembali ke Indonesia karena urusan pekerjaan.


Mau tak mau Sofia harus berpisah dengan Alfi nanti saat ia harus kembali dengan pekerjaannya. Sofia pun dengan tenang mengerjakan pekerjaannya yg menumpuk akibat liburan. Karena tidak ada Eva Sofia harus mengerjakan semuanya sendiri.


Tibalah saat pulang kerja, Sofia melajukan mobilnya menuju ke swalayan untuk membeli bahan makanan. Setelah selesai ia kembali ke apartemen untuk memasak.


Setelah memasak makanan, Sofia pun mandi sembari menunggu Alfi. Alfi pun pulang ke apartemennya tepat waktu, tapi tidak menemukan istrinya. Kemudian ia menuju ke ruang makan dan melihat sudah ada makanan dimeja. Lalu ia pergi ke kamar dan mendengar suara air mengalir tanda Sofia sedang mendi. Alfi pun menaruh tasnya membereskan barang-barangnya. Tak lama Sofia keluar dari kamar mandi dan terkejut melihat Alfi sudah pulang.


"Kau sudah pulang dari tadi?" tanya Sofia.


"Baru 5 menit.." ucap Alfi.


"Kalau begitu mandilah, nanti kita makan bersama.." ucap Sofia.


"Oke.. tunggu aku ya.." balas Alfi.


"Ya tentu.." balas Sofia.


Beberapa menit kemudian mereka berdua pun sudah ada di meja makan. Mereka menikmati makanan sederhana buatan Sofia. Makanan yg lebih sehat dan higienis daripada selalu membeli makanan diluar.


Sofia memulai pembicaraannya mengenai kepulangannya karena urusan pekerjaan.


"Sayang, aku harus kembali minggu depan.." ucap Sofia.


"Baiklah, kembalilah.. aku tahu ayahmu membutuhkanmu.." ucap Alfi.


"Ya kau benar, ayah membutuhkanku.." ucap Sofia.


"Kenapa? aku tak masalah dan tak melarangmu.." ucap Alfi.

__ADS_1


"Ya.. tapi kau takkan melirik wanita lain kan?" tanya Sofia.


"Pfffffttt.. Sayang kau bisa tugaskan anak buahmu di rumah sakit untuk mengawasiku .." ucap Alfi.


"Benarkah??" tanya Sofia.


"Ya.. kau bisa menugaskannya agar mereka tahu apa yg kulakukan dimanapun.." ucap Alfi.


"Oke.. aku jadi lega.. " balas Sofia.


"Kita tak boleh stress.. dan harus berfikir jernih seperti perkataanmu kemarin.." ucap Alfi memegang tangan Sofia.


"Ya.. aku akan mempercayaimu.." ucap Sofia.


Hari-hari pun berlalu, hingga Sofia harus pergi meninggalkan Alfi menuju Indonesia. Mereka berpamitan di bandara, dan Sofia sudah dijemput oleh pesawat pribadi milik SHIELD.


"Aku akan kembali.." ucap Sofia.


"Ya.. atau aku yg akan mengunjungimu.." ucap Alfi.


"Aku pasti merindukanmu, kau harus terus mengabariku.." ucap Sofia.


"Kau juga, kita bisa melakukan video call di malam hari.." ucap Alfi.


"Ya kau benar.." ucap Sofia.


"*Sudahlah, mereka sudah menikah.. "


"Ya tapi itu agak.."


"Nanti juga kau paham saat sudah menikah.."


"Aku hanya sedikit iri, rasanya aku ingin menikah juga.."


"Hahaha.. makanya cari pasangannya dan ajak menikah.." ucap para anak buah Sofia berbisik-bisik*.


Sofia pun masuk ke dalam pesawat, semua barang bawaannya pun sudah ada di dalam sana. Perpisahan yg cukup haru bagi Sofia karena ini pertama kalinya mereka berpisah setelah menikah. Kedepannya mungkin ini akan sering terjadi.


Beberapa jam kemudian, Sofia pun tiba di Indonesia. Ayah dan Kakeknya pun menyambutnya di bandara.


"Kakek.. ayah.." ucap Sofia menghampiri kedua pria tersebut.


"Cucuku.. " ucap Doni yg terlihat begitu merindukannya.


"Sofia putriku.." balas Satria.

__ADS_1


Mereka pun berpelukan dan langsung menuju ke kantor SHIELD.


"Maaf Sofia ini sungguh mendesak jadi kau tak bisa pulang untuk istirahat.." ucap Satria.


"Ya ayah tak masalah.." ucap Sofia.


Sesampainya mereka di kantor SHIELD, para anak buah Sofia pun memberikan hormat serta selamat pada atasannya. Sofia pun mengucapkan terimakasih pada mereka. Lalu mereka lanjut berjalan menuju ke ruangan rapat tertutup. Satria pun mengunci pintu begitu mereka tiba di ruangan tersebut.


"Maaf Sofia, aku harus melakukan ini.. tapi lihatlah di layar.." ucap Satria membuka file di komputernya.


"Ayah.. apa-apaan ini??" tanya Sofia.


"Ya BlackStar memang sudah musnah, tapi masalahnya jika Vall bebas maka organisasi itu akan muncul lagi ke permukaan.." ucap Satria.


"Oh tidak, apa belum ada kabar dari orang kepercayaan kita disana?" tanya Sofia.


"Sementara William orang baru yg kau rekrut mulai bergerak.." ucap Satria.


"Jadi haruskah aku kesana?" tanya Sofia.


"Sepertinya begitu, karena kondisi kakekmu sudah tak memungkinkan mengurus perusahaan sebesar SHIELD. " ucap Satria.


"Ya. kakek memang sudah waktunya untuk ustirahat menikmati masa tuanya." ucap Sofia.


"Kau bisa meminta ijin pada Alfi, Atau aku akan meminta tim Alfa untuk menyusup ke sana.." ucap Satria.


"Ya aku akan meminta ijin dari Alfi, dan sepertinya aku bisa kesana.." ucap Sofia.


"Kau yakin?" tanya Satria.


"Ya ayah, Alfi percaya padaku dan sudah menjadi konsekuensinya menikahi ku.." ucap Sofia.


"Sofia maafkan ayah, padahal kau baru menikah tapi sudah harus kesana kemari.." ucap Satria.


"Ya ayah tak apa.." ucap Sofia.


Mereka pun merencanakan rencana rahasia mereka berdua untuk mencari tahu siapa dalang yg membantu Vall untuk keluar dari penjara. Dan tak terasa waktu sudah sore, Sofia pun pulang diantarkan oleh anak buahnya. Tak lupa ia menyapa Bima yg sudah menjadi ayah mertuanya. Bima pun menyambut Sofia seperti putrinya sendiri dan berterimakasih atas oleh-oleh yg mereka berdua kirimkan.


Kemudian Sofia pulang ke rumahnya. Disana ia disambut oleh keluarga besarnya yg tahu kepulangannya. Sofia pun tersenyum melihat kakek dan neneknya datang. Tak ketinggalan Kenan dan Alice, membuat Sofia ingin menggoda pasangan baru tersebut.


"Wah selamat ya, nampaknya ada yg akan menyusulku.." ucap Sofia pada Alice dan Kenan.


"Ya tapi mungkin tahun depan kak, karena jadwalku cukup padat tahun ini.." balas Kenan.


"Ya doakan saja kak.." balas Alice.

__ADS_1


"Ya.. aku berharap yg terbaik untuk kalian berdua.." ucap Sofia.


Dan mereka pun berkumpul dan berbincang menyambut kepulangan Sofia meskipun tanpa Alfi. Mereka makan bersama dan menikmati kebersamaanya kembali. Sementara Alfi menerima foto-foto kebersamaan Sofia dan keluarga di Indonesia sembari tersenyum. "Maaf aku tak menemanimu disana.." gumam Alfi.


__ADS_2