
Diana yg sudah tahu kapan pengiriman selanjutnya pun menjelaskannya pada semua rekannya. Kenneth dan semua rekannya pun mendengarkan dengan seksama. Kini musuh mereka sedang melemah karena sebagian besar kekuatannya sudah dilumpuhkan satu persatu oleh tim alfa.
Diana pun meminta pendapat Kenneth tentang semua ini. Kenneth pun menyampaikan rencannya. Dan Diana memberikan tambahan ide, hingga mereka semua sepakat untuk menjalankan rencana mereka.
"Kalian semua siap?" tanya Kenneth.
"Siap kapt.."
"Bagus, Diana kau harus menutupi wajahmu sampai akhir. " ucap Kenneth.
"Baik kapt, aku akan menyusup karena aku yg paling tahu seluk beluk kapal mereka.." ucap Diana.
"Bagus, kami akan menunggu di dalam air dan keluar saat kau memberi tanda.." ucap Kenneth.
"Baik kapt.." ucap Diana.
Mereka pun mulai bergerak dan menyiapkan segalanya. Kapal selam mereka pun mulai melaju saat kapal pengiriman Fujisama sudah berlayar. Mereka mengikuti radar yg menjadi petunjuk arah mereka dan juga beberapa pelacak yg ditinggalkan Diana.
"Mereka mulai bergerak.." ucap Kenneth.
"Bagus.." ucap Diana.
Setelah itu, kapal selam mereka pun mengikuti jejak kapal Fujisama. Mereka mengikuti hingga ke tengah laut, disanalah Diana dan Kenneth keluar dari dalam kapal selam menuju ke kapal milik Fujisama. Kondisi malam yg sunyi membuat mereka bersantai di dalam dan sedikit melonggarkan penjagaan.
Diana pun naik ke atas kapal bersama Kenneth, disana mereka perlahan menjatuhkan anak buah Fujisama satu persatu dengan tembakan obat bius. Satu persatu dari mereka yg tumbang pun dibawa ke gudang dan diikat. Baju mereka dibuka dan diambil untuk dipakai Diana dan Kenneth menyamar.
Setelah berhasil mereka berpura-pura menjadi penjaga dan menyusup ke dalam dapur. Mereka berdua mencampur obat tidur ke dalam makanan dan minuman mereka. Hingga tak ada yg curiga dan menikmati makanan dan minuman yg telah dicampur dengan obat tidur tersebut.
Setelah menikmatinya, mereka pun mulai merasa mengantuk dan tertidur. Disaat itulah Diana dan Kenneth memanggil rekan mereka untuk naik dan membantu meringkus Fujisama.
Setelah melihat rekan mereka naik, Diana dan Kenneth pun bergerak mencari Fujisama. Dan rekan mereka mengamankan para anak buah Fujisama yg tertidur setelah mamakan makanan dan minuman yg telah dicampur obat tidur.
Tak disangka, Fujisama sudah tahu kalau kapalnya ada penyusup. Ia pun memanggil anak buahnya yg lain untuk datang dan membantu. Ia pun sudah menunggu kedua orang yg telah mencari dirinya.
"Kalian pasti mencariku.." ucapnya memunculkan diri.
"Kau benar, menyerahlah karena kami sudah mengepungmu.." ucap Kenneth.
"Ck.. cuma orang bodoh yg meremehkanku.." ucap Fujisama yg kemudian mengeluarkan senjata api miliknya.
Dorr..Dor..
Diana dan Kenneth pun bersembunyi di balik tumpukan barang. Lalu mereka pun menyerang balik.
__ADS_1
Dorr..Dorr..
"Ck.. jangan remehkan aku.. kalian majulah bunuh mereka berdua.." perintah Fujisama setelah melihat anak buahnya mendekat.
Perkelahian pun tak bisa dihindari, baik Diana dan Kenneth ataupun rekan lainnya mereka pun ikut diserang oleh pasukan bantuan dari Fujisama. Mereka tak takut dan terus melawan hingga pasukan tersebut pun bisa diatasi.
Buggh..bughh..bughh..
Duakkhh.. Brakkk..
Dorr..Dorr..
"Ck.. si**l mereka semua tak berguna.. " ucap Fujisama lalu memilih kabur.
Diana yg melihat hal itu pun tak membiarkannya begitu saja. Ia mengejarnya dengan berlari sekuat tenaga.
Dorr..Dorr..
Diana pun menembak Fujisama yg kabur tapi sayang dia tak berhasil mengenainya karena Fujisama terus mengelak. Diana pun terus mengejar, hingga ke sebuah kapal yg akan dipakai Fujisama untuk kabur. Diana pun melompat dan berhasil sampai di kapal tersebut.
"Gigih juga usahamu.. tapi jika 1 lawan 1 kau tidak bisa meremehkanku.." ucap Fujisama.
Fujisama pun mengeluarkan samurainya dan menyerang Diana. Dengan sangat hati-hati Diana melawannya. Dengan modal tiang besi kecil Diana melawan Fujisama dengan samurainya.
Takk..Takk..
"Ck.. kau lemah sekali.." ucap Fujisama mendorong Diana sampai ke pinggir kapal.
Diana pun akan didorong hingga jatuh ke dalam laut dan Fujisama bisa menyelamatkan diri. Karena bukan tidak mungkin pihak berwajib akan tiba dengan cepat.
Tapi sebelum itu Fujisama membuka penutup wajah Diana, dan sudah dipastikan Fujisama terkejut melihat Anna yg harusnya sudah mati adalah musuhnya yg sesungguhnya.
"Firasatku tentangmu ternyata benar .. Harusnya aku membunuhmu saat itu.. " ucap Fujisama.
Saat terpojok Diana pun hendak ditebas dengan samurai Fujisama karena ia mulai kesal atas Diana yg menjadi duri dalam organisasinya. Diana lah penyebab kehancuran semua bisnisnya selama ini.
"Matilah kau pengkhianat..!" ucap Fujisama yg hendak menebas Diana.
Dorr..Dorr...
Saat akan ditebas, Kenneth pun menembakkan pistolnya ke arah Fujisama tepat disaat Diana hendak dihabisi. Diana pun bernafas lega saat melihat Kenneth menembak Fujisama tepat waktu. Fujisama pun berhasil diamankan dan petugas kepolisian pun datang tepat waktu untuk meringkus mereka semua.
"Kapt.. tadi itu hampir saja.." ucap Diana.
__ADS_1
"Kau harusnya berhati-hati.. bagaimana jika aku tidak datang..?" ucap Kenneth.
"Aku harus menahannya untuk kabur agar kita bisa segera pulang.." ucap Diana.
"Kau itu seperti anak kecil saja, buru-buru karena ingin cepat pulang.." ucap Kenneth tersenyum.
"Tumben kau tersenyum, haruskah aku hampir mati dahulu baru kau tersenyum..?" tanya Diana sebal.
"Boleh juga.." ucap Kenneth semakin menyebalkan.
"Ck.. " ucap Diana semakin kesal.
Mereka pun kembali ke markas dengan membawa keberhasilan. Setelah 1 bulan lebih mereka berada di negara tersebut akhirnya besok mereka bisa pulang dan istirahat.
"Akhirnya pulang juga.." ucap Diana saat akan naik ke pesawat.
"Ya Diana aku juga merindukan keluargaku.." ucap rekannya.
"Aku rindu hidupku yg sesungguhnya karena terlalu lama menjadi orang lain.." ucap Diana.
"Sabar yah.. tapi hanya kau yg bisa melakukannya.." balas rekannya tersenyum.
"Aku tahu itu, kalian sangat membutuhkan kemampuanku .." ucap Diana.
"Harusnya kau itu jadi aktris saja bukan prajurit .. " ucap Kenneth.
"Kapt lagi lagi kau berkata hal yg menyebalkan.." ucap Diana.
"Aku memujimu.." ucap Kenneth.
"Ya ya terserahlah bagiku kau sama seperti menghinaku juga.." ucap Diana.
Rekan mereka pun tertawa melihat Diana dan Kenneth yg selalu berdebat. Hingga akhirnya pesawat pun lepas landas menuju ke Singapura. Perjalanan selama berjam-jam di pesawat pun tak terasa karena mereka semua sebagian besar memilih untuk tidur karena lelah.
Hingga akhirnya mereka sampai di Singapura. Pesawat pun mendarat dengan mulus, dan mereka bisa pulang ke rumah masing-masing. Diana pun merasa lelah hingga langsung tertidur begitu tiba di apartemennya.
Keesokannya ia pun terbangun dengan perut kelaparan karena terakhir hanya makan di dalam pesawat. Ia pun buru-buru mandi dan pergi ke resto atau tempat makan yg sudah buka karena sangat lapar. Disana ia kembali bertemu Kenneth yg mengalami hal serupa.
"Ck.. kau lagi kau lagi.." ucap Kenneth padahal ia senang bisa melihat Diana.
"Ya aku kesini hanya mau makan kapt, bukan bertemu denganmu.." balas Diana tak mau kalah.
Tapi karena meja yg penuh mereka pun makan di meja yg sama. Tanpa banyak berkata-kata keduanya pun menikmati sarapannya.
__ADS_1