
Diana yg tengah mabuk pun ketahuan oleh kedua orang tuanya saat pulang. Dan Alfi pun berusaha meredam emosinya saat melihat Diana tak mungkin mendengarkannya dalam posisi mabuk berat. Dion pun memberi isyarat kalau Diana sudah tak sadar saat ia datang kesana.
"Sayang, tenang beri dia waktu untuk tidur, besok baru kita bahas.." ucap Alfi.
"Sayang dia itu wanita, dan dalam kepercayaan kita mabuk-mabukan itu tidak baik.. bahkan diharamkan.." ucap Sofia.
"Iya aku tahu, aku bahkan tidak pernah menyentuh minuman itu. Tapi kita bisa memberikan hukuman pada Diana besok.." ucap Alfi.
"Benar mom, percuma juga mom berteriak karena Diana pasti takkan mendengarnya, kalaupun mendengar ia tak bisa mengerti yg mom katakan.." ucap Dion.
"Oke aku akan mendengarkan kalian, besok kita bahas hal ini.." ucap Sofia dengan kesal.
Bagaimana tidak kesal, putri semata wayangnya yg harusnya menjauhi minuman itu justru malah meminumnya. Sofia jadi menyesal mengajak Diana lama tinggal di luar negeri. Belum lagi ia banyak bergaul dengan pria di SHIELD. Apa yg akan terjadi jika Diana berakhir bersama seorang pria di kamar hotel?? Mungkin Sofia akan menggunduli rambut Diana sampai habis jika hal itu terjadi.
Setelah berfikir keras bahkan sampai tak bisa tidur, Sofia pun sepakat untuk memberi pelajaran untuk Diana. Ia pun menghubungi Reina dan mereka merencanakan sesuatu dibelakang Diana, yg bahkan Alfi pun tak tahu rencana istrinya.
Keesokannya Diana bangun dengan kepala yg sangat sakit dan ia mulai merasa mual dan memuntahkan isi perutnya. Ia merasa badannya tidak enak dan bingung bagaimana ia bisa sampai rumah karena seingatnya ia sedang berbicara dengan Kenneth.
"Apa yg terjadi semalam?? apa aku benar-benar mabuk dan tak ingat apapun?? apa saja yg kulakukan dan kukatakan? apakah Kenneth berani mengantarkanku pulang dalam kondisi mabuk??" gumam Diana dalam hati.
Ada begitu banyak pertanyaan di kepalanya, belum lagi rasa sakit di kepalanya membuatnya hanya mamou berada di tempat tidurnya. Suara ketukan dan panggilan dari Dion pun terdengar.
"Diana.. kau sudah bangun?? boleh aku masuk??" tanya Diom dari luar kamar.
"Iya sebentar.." ucap Diana membuka kunci kamarnya.
"Kau sudah baikan?" tanya Dion.
"Tidak, rasanya tubuhku meriang dan pusing bahkan mual.." ucap Diana.
"Itu gejala karena kau mabuk semalam.. sudah minum ini dulu, cuma air madu hangat tapi bisa sedikit meredakan.." ucap Dion.
"Terimakasih.." balas Diana lalu menenggak minuman yg dibuat Dion.
"Dion, apa kau tahu bagaimana aku bisa pulang??" tanya Diana.
"Tentu, karena aku yg membawamu pulang.." ucap Dion.
"Oh tidak, siapa yg menghubungimu?" tanya Diana.
"Brian menghubungiku karena Kenneth tak tahu nomor ponselku.." ucap Dion.
"Syukurlah, mom pasti marah besar.." ucap Diana takut.
"Kau juga ngapain sih minum alkohol?? hanya karena mereka mengejekmu??" tanya Dion.
"Aku tak suka diejek.. aku dulu terlalu sering diejek jadi aku selalu berusaha untuk membuktikan diri kalau aku tidak lemah.." ucap Diana.
"Diana aku tak tahu masalalumu seperti apa karena kita belum lama bertemu, tapi minum alkohol itu tidak baik, dan lagi untungnya mereka semua anak buah mom jadi pasti mereka tak berani macam-macam.." ucap Dion panjang lebar.
"Dan juga kau tak perlu menunjukkan dirimu seperti apa karena sebaik apapun usahamu selalu ada saja yg akan berkomentar.." ucap Dion.
"Maaf.. aku memang bodoh.." ucap Diana.
"Sekarang minta maaf pada mom, dia sangat marah.." ucap Dion.
"Dad pasti kecewa padaku.." ucap Diana.
__ADS_1
"Sudahlah, sekarang yg terpenting kau baik-baik saja dan Kenneth langsung menghubungi Brian hingga kau bisa pulang dengan selamat." ucap Dion.
"Dion aku harus bagaimana menghadapi kemarahan mom dan dad??" tanya Diana menangis.
"Kau sudah berbuat sesuatu maka kau juga harus mempu mempertanggungjawabkan perbuatanmu, walaupun yg kau lakukan tidak baik tapi kau masih baik-baik saja.." ucap Dion.
"Hadapi dengan berani dan tanggungjawab.. kau bukan anak dibawah umur.." ucap Dion.
"Baiklah.." ucap Diana menghapus air matanya.
"Sudah sarapan dan bersihkan dirimu, setidaknya mom dan dad melihatmu baik-baik saja.." ucap Dion.
"Terimakasih Dion.." ucap Diana memeluk Dion.
"Ya sama-sama.. tapi ukh baumu sangat tidak enak karena semalam kau berada di tempat seperti itu.." ucap Dion.
"Ya aku akan segera mandi.." ucap Diana.
Dion pun keluar dari kamarnya dan langsung dihampiri dadnya.
"Bagaimana kondisi Diana?" tanya Alfi.
"Dia mengalami gejala seperti habis mabuk, pusing dan badan tak enak serta sedikit mual." ucap Dion.
"Hhh.. aku tak tahu lagi harus bagaimana Dion, baru kali ini Diana seberani itu.. " ucap Alfi.
"Dad, jangan terlalu keras padanya karena aku takut Diana akan semakin memberontak.." ucap Dion.
"Baiklah Dion, aku harap mom mu juga berfikir begitu.." ucap Alfi.
Setelah selesai mandi dan sarapan, Diana menemui mom dan dadnya diruang keluarga.
"Siapa yg menyuruhmu duduk, cepat berlutut dan minta ampunan dari kami.." ucap Sofia.
"Gawat..! mom marah besar.." gumam Diana dalam hati.
Diana pun menurutinya dan berlutut serta memohon pengampunan orangtuanya.
"Aku minta maaf mom, dad.. aku hanya terpancing karena ejekan.. aku sangat sensitif pada ejekan seperti meremehkan.." ucap Diana tertunduk.
"Diana kau sudah sadar apa kesalahanmu?" tanya Alfi.
"Sudah dad.." ucap Diana.
"Bagus, jangan ulangi lagi nak atau Dad akan menggunduli rambutmu.." ucap Alfi.
"Aku bersumpah takkan melakukannya dad.. " gumam Diana dalam hati.
"Aku berjanji Dad.." ucap Diana.
"Tapi tidak untuk mom, mom rasa kau harus dididik dengan baik selayaknya wanita berkelas.." ucap Sofia.
"Apa yg harus kulakukan mom, kumohon ampuni aku.." ucap Diana.
"Mulai sekarang kau dilarang pergi ke area club atau semacamnya, kecuali kau sedang menjalankan misi.." ucap Sofia.
"Baik mom, aku takkan pernah kesana jika bukan karena sebuah misi.." ucap Diana.
__ADS_1
"Kedua, berhentilah jadi seorang model.." ucap Sofia.
"Baik mom, aku juga berencana untuk berhenti dan belum mengambil pekerjaan itu sejak 2 bulan lalu.." ucap Diana.
"Bagus, ketiga.. tahun depan gantikan posisiku di SHIELD.." ucap Sofia.
"Maaf mom aku belum bisa.." ucap Diana.
"Tidak ada penolakan.. dan masih ada lagi.." ucap Sofia.
"Ada lagi?" tanya Diana bingung karena banyak sekali imbas dari perbuatannya semalam.
"Ya.. menikahlah dalam waktu dekat.." ucap Sofia.
"Mom, mencari suami itu bukan semudah membeli permen.." ucap Diana.
"Mom akan mencarikan yg terbaik jika kau tak menemukannya.." ucap Sofia.
"Mom, menikah itu tak semudah itu.. resikonya kalau kami tak cocok hanya akan ada luka dan perceraian.." ucap Diana.
"Sayang, kurasa untuk menikah kau tidak bisa memaksanya, kau tahu kan resiko yg disebut Diana barusan?" tanya Alfi.
"Ya.. tapi harus ada yg mengontrol Diana, tujuanku adalah agar Diana menjadi wanita yg lebih baik.." ucap Sofia.
"Tapi tidak selalu dengan pernikahan.." ucap Alfi.
"Aku tahu, makanya aku memberinya kesempatan mencari yg terbaik versinya.. Diana butuh imam dalam hidupnya agar ia melupakan untuk berprilaku seenaknya.." ucao Sofia.
"Mom, jika ini karena para kekasihku. Aku bahkan sudah ditinggalkan mereka dan tak ada 1 orangpun lagi kini.." ucap Diana.
"Kau pikir mom akan percaya?? tidak Diana, carilah jodohmu dengan bijak.." ucap Sofia.
"Tapi mom..?" ucap Diana.
"Mom kan tidak memberi tenggat waktu, kenapa kau sepanik itu.. carilah dengan sebaik-baiknya.." ucap Sofia.
"Baiklah mom, tapi jangan jodohkan aku lagi.." ucap Diana.
"Mom hanya mencarikan refrensi saja, jika kau tidak cocok kau berhak menghentikannya.." ucap Sofia.
"Mom kumohon.. jangan lagi.." ucap Diana.
"Diana mom sudah memberikan banyak keringanan, dengan membiarkanmu memiliki banyak kekasih, menjadi model dan sekarang kau malah semakin tak terkontrol.." ucap Sofia.
"Baiklah akan kubuktikan kalau aku bisa mengontrol diriku.. Dan masalah jodoh kuharap mom tidak memaksa, dan akan dihentikan jika aku menolak.." ucap Diana.
"Bagus, pertanggungjawabkan ucapanmu.." ucap Sofia.
"Ya mom.." ucap Diana, lalu Sofia pergi diikuti oleh Alfi.
"Kau baik-baik saja?" tanya Dion.
"Tentu, aku baik-baik saja.." ucap Diana.
"Mom akan menjodohkanmu lagi.. tapi aku berjanji akan membantumu mencaritahu siapa saja pria-pria itu.." ucap Dion.
"Terimakasih Dion.. aku memang salah sejak awal.." ucap Diana.
__ADS_1
"Sudah, kau istirahat saja nanti kita pikirkan bersama saat kondisimu stabil.." ucap Dion.