
Keesokannya Diana pergi ke studio yg telah ditentukan oleh pihak brand. Diana pun kembali bertemu dengan Victor. Victor pun langsung menyapa Diana.
"Hai Diana, kau hari ini sangat cantik.." pujinya.
"Terimakasih, aku hanya berusaha maksimal." balas Diana.
"Sepertinya mereka menyukaimu.." ucap Victor.
"Mungkin saja, " balas Diana.
"Jadi kemana saja kau sebulan ini?" tanya Victor.
"Aku ada urusan pekerjaan di luar negeri .." balas Diana.
"Wow.. kau pebisnis atau karyawan di sebuah perusahaan?" tanya Victor penasaran.
"Hanya sebuah karyawan, sesekali memang harus pergi keluar negeri untuk perjalanan bisnis." ucap Diana.
"Diana.. silahkan bersiap.." ucap sang fotografer.
"Oke.." ucap Diana. "Akhirnya aku harus pergi juga meninggalkan pria kepo ini.." gumam Diana dalam hati.
"Aku kesana ya untuk bersiap.." ucap Diana.
"Ya.." balas Victor.
Diana pun melakukan pemotretannya, cukup lama karena ada beberapa gambar yg harus diambil. Setelah itu, Victor kembali mendekatinya.
"Ini kau pasti haus.." ucap Victor memberikan sebotol air.
"Ya terimakasih.." balas Diana.
"Kau sungguh hebat bisa memiliki 2 pekerjaan sekaligus.." ucap Victor.
"Terimakasih kau banyak memujiku hari ini, lalu bagaimana kinerja temanku Sarah?" tanya Diana.
"Dia cukup baik.. tak ada masalah.." balas Victor.
"Ya.. kuharap kau menjaganya dengan baik, karena dia teman baikku. Kau boleh menghukumnya jika dia bersalah tapi jangan berlebihan.." ucap Diana.
"Kau sedang mengancamku?" balas Victor tersenyum.
"Apa aku mampu mengancammu?" balas Diana.
"Oh tidak, gadis sepertimu takkan bisa mengancamku apalagi mencelakaiku.." balas Victor.
"Tentu saja.." balas Diana. "Kau salah besar! aku bahkan mampu membuatmu masuk rumah sakit.." gumam Diana dalam hati.
"Bagaimana jika kita makan malam hari ini?" tanya Victor.
"Oke.." balas Diana.
"Mau kujemput?" tanya Victor.
"Tidak aku akan bawa kendaraan karena ada keperluan.." ucap Diana.
"Baiklah.. Nanti aku hubungi tentang lokasinya." balas Victor.
"Ya.. tentu.." balas Diana.
Kemudian, Diana pun pulang ke apartemennya. Ia akan beristirahat sebelum nanti malam bertemu dengan Victor. "Jika bukan karena Sarah aku takkan mau menemuinya.." gumam Diana dalam hati.
Sore pun tiba, Diana bersiap untuk pergi ke rumah sakit untuk melihat hasil pengecekan kesehatannya. Diana pun pergi dengan berpakaian santai karena hanya akan menemui Victor. Dirumah sakit ia bertemu dengan Kenneth dan juga rekan-rekannya.
"Hai Diana, kau sudah mengecek kesehatanmu?" tanya rekannya.
"Sudah kemarin, kalian?" tanya Diana.
"Kami baru akan melakukannya hari ini.."
"Baguslah.. semoga hasilnya baik.." ucap Diana.
"Bagaimana dengan milikmu?" tanya mereka.
"Masih belum keluar, mungkin beberapa menit lagi.." ucap Diana.
Tak lama nama Diana pun dipanggil dan ia memasuki ruangan untuk berbicara dengan dokter. Setelah itu ia keluar dan melihat hasilnya ternyata baik.
__ADS_1
"Bagaimana hasilnya?" tanya Kenneth.
"Tentu saja baik kapt.. ini.." ucap Diana.
"Baguslah, biar aku pegang.." ucap Kenneth.
"Sebentar biar aku mengirim gambar ini ke kedua orangtuaku dulu.." ucap Diana mengambil kembali hasil labnya.
"Sudah.. ini terimalah.." ucap Diana.
"Good.. ayo kita makam malam bersama tim.. Untuk merayakan keberhasilan kita.." ucap Kenneth.
"Ya.. ayo kapt.." ucap rekan mereka.
"Ya itu benar.. Diana kau harus ikut juga.." ucap mereka.
"Baiklah.. "balas Diana.
Mereka pun senang bisa berkumpul dan makan bersama. Dan Diana juga senang karena ada alasan untuk membatalkan janjinya bersama Victor. Diana pun bertemu Victor sebentar untuk meminta maaf lalu ia bisa bergabung dengan rekan-rekannya.
"Aku ada urusan sebentar, nanti aku menyusul kalian.." ucap Diana.
"Baiklah Diana jangan sampai kau tidak datang ya.."
"Ya aku pasti datang.." balas Diana.
"Aku pergi dulu kapt.. " ucap Diana.
"Iya.." balas Kenneth.
Diana pun dengan senang hati menemui Victor sebentar. Kemungkinan Victor sudah tiba di resto, dan Diana bisa langsung datang dan meminta maaf.
"Hai.." ucap Diana.
"Hai.. Silahkan duduk.." ucap Victor.
"Kau sudah baca pesanku?" tanya Diana.
"Ya.. ada apa?" tanya Victor.
"Aku ada makan malam bersama atasan dan rekan-rekanku.. ini mengenai keberhasilan proyek kami kemarin.." ucap Diana.
"Terimakasih atas pengertianmu.." ucap Diana.
"Ya.. aku tahu.." balas Victor.
Kemudian Diana pun meninggalkan Victor setelah meminta maaf dan menuju ke acara rekan-rekannya. Ia bahagia karena tak harus mendengar gombalan Victor. "Teman-teman aku datang.." gumam Diana.
Namun, saat Diana datang justru rekan-rekannya belum ada yg hadir. Diana pun menghela nafas dan menghubungi Kenneth.
"Hallo kapt, kalian dimana?" tanya Diana.
"Kami baru berangkat dari rumah sakit.." ucap Kenneth.
"Aku sudah tiba disini.. resto Xx di jalan Ff kan?" tanya Diana.
"Ya benar, kau pesan saja meja untuk semua orang." pinta Kenneth.
"Baiklah.." ucap Diana.
Diana pun akhirnya memesan meja untuk rekan-rekannya. Ia kemudian menunggu sembari menikmati dessert disana. Tak berapa lama rekannya pun hadir.
"Hallo Diana kau cepat sekali.." ucap mereka.
"Ya.. kalian duduklah, karena aku sudah menunggu daritadi .." balas Diana.
Namun, kejadian yg terjadi adalah Kenneth berebut kursi dengan rekannya karena ingin duduk berhadapan dengan Diana.
"Ck.. kau itu kan masih banyak kursi.." ucap Kenenth.
"Ayolah kapt mengalah saja padaku.."
"Kau itu cuma mau modus ke Diana, aku tahu itu.." balas Kenneth.
"Baiklah kapt.." ucapnya lalu duduk di sebelah Kenneth.
"Ayo kita pesan makanan.." ucap Diana memanggil pelayan dan mulai memesan.
__ADS_1
Mereka pun bercengkrama dan tertawa bahagia malam itu. Bagaimanapun kemarin nyawa mereka hampir hilang, jadi tiada salahnya kalau mereka sedikit merayakan dengan makan bersama.
"Ayo kita pesan anggur.." ucap salah seorang rekan mereka.
"Baiklah, ayo pesan malam ini aku sedang baik.." ucap Kenneth.
"Yeayy.. kapten hebat .." ucap mereka.
"Diana kau tak mau mencicipinya?" tanya rekannya menawari anggur.
"Tidak.. aku tidak bisa minum itu.." balas Diana.
"Sudah biarkan saja Diana.." balas Kenenth.
"Biar aku yg minum.." ucap Kenneth menenggak gelas yg mereka siapkan untuk Diana.
Mereka pun mulai mabuk, hingga harus meninggalkan resto.
"Sebaiknya kita pulang saja.." ucap mereka.
"Ya.. aku tak mau berbuat kesalahan yg membuatku dihukum"
"Baiklah semuanya bubar..! istirahat dan persiapkan diri untuk misi berikutnya.." ucap Kenneth.
Ya mereka tak hanya minum anggur tapi beberapa dari mereka juga memesan bir. Hingga mereka mulai mabuk dan langsung pulang sebelum dimarahi Kenneth atau berbuat kekacauan.
Kenneth pun ke kasir untuk membayar, Diana yg melihatnya pun kelihatan bingung.
"Ada apa kapt?" tanya Diana.
"Dimana kartu biru milikku.." ucap Kenneth.
"Ini disini.." tunjuk Diana.
"Kau benar.." ucap Kenneth lalu membayar.
"Kau baik-baik saja kapt..?" tanya Diana.
"Tentu saja, aku hanya sedikit mabuk.." balas Kenneth.
"Oke.." ucap Diana sembari memperhatikannya.
Namun, tiba-tiba Kenneth jatuh membuat Diana dan rekannya harus membawanya ke mobil.
"Bawa ke mobilku saja, kalian tak mungkin menyetir.." ucap Diana.
"Ide bagus Diana.." balas mereka. Sementara rekan yg lain akan pulang naik taksi atau memanggil supir.
Diana pun membawa Kenneth yg mabuk.
"Kapt, dimana rumahmu?" tanya Diana.
"Bandung.." balas Kenneth.
"Bukan rumah orang tuamu tapi tempat tinggalmu disini.." balas Diana.
"Apartemen H.." balas Kenneth.
"Oke.." ucap Diana.
Diana pun mengantarnya menuju ke apartemennya, namun Kenneth tak mau diantar sampai kamar dan memilih untuk masuk sendiri meskipun ia merasa pusing.
"Kapt, jalanmu sudah begini.. sini biar ku antar .." ucap Diana.
"Tidak aku bisa sendiri.." ucapnya dengan berjalan gontai.
"Ck.. menyusahkan saja.." balas Diana.
"Itu kalimatku.." balas Kenneth.
"Sudah tunjukkan dimana kamarmu.." ucap Diana.
Kenneth pun menunjukkan jalan menuju ke kamar dan memasukkan sandi kamarnya untuk membuka pintu. Nampaklah apartemen mewah hunian milik Kenneth.
"Sudah ya.. istirahat dan kunci pintu aku langsung pulang.." ucap Diana.
"Terimakasih gadis gila.." balas Kenneth.
__ADS_1
"Mabuk masih saja mengejek.." ucap Diana pergi meninggalkan Kenneth.