Gadis Tangguh

Gadis Tangguh
S2.EP231


__ADS_3

Diana pun melancarkan aksinya begitu ia mendapatkan momennya. Seperti saat ini ia berusaha membakar club yg menjadi sarang obat-obatan. Dengan datang dan menyusup ke area dalam lalu membuat asap yg membuat para pengunjung berlarian keluar. Saat itulah Diana membantai para agen pengedar dan beberapa orang lainnya. Setelah itu, seperti biasa Diana mengikat dan menelpon polisi.


Tak lupa juga Diana menaruh kartu andalannya "Crazy Girl" atau lebih dikenal dengan si penghancur. Ya penghancur bisnis haram yg mereka jalankan, karena selalu berakhir dengan ditangkapnya mereka beserta barang bukti.


Diana pun tak berhenti sampai disitu, tepatnya sudah 10 bar dan club yg ia hancurkan bisnis tersebut. Tak terhitung dendam mereka pada gadis penghancur tersebut. Mungkin jika ketahuan Diana akan langsung mati ditangan mereka. Tapi, itu tak mungkin karena Diana cukup cerdik dan memiliki anak buah yg tersembunyi.


Setelah pembantaiannya di beberapa bar, Diana mendengar kalau Fabio mulai terusik dengan aksinya. Hingga ia tiba di negara tersebut. Rencananya Diana akan bersembunyi selama pria itu datang kemari dan memantau gerak-geriknya saja.


Namun, Diana begitu tidak sabar dan ingin membalas dendam atas prilaku pria tersebut pada dirinya dan juga keluarganya. Ia mengatur siasat untuk menghabisi pria tersebut. Ia memulainya dengan memata-matai kedatangan Fabio lewat anak buahnya.


Setelah itu, ia mengatur strategi atau cara yg tepat untuk menghabisi pria tersebut bersama barang buktinya. Setelah mereka tiba, Diana menangkap anak buah Fabio untuk dijadikan petunjuk arah.


Anak buah Fabio pun menurut dan menunjukkan Diana jalan menuju ke Fabio. Tanpa curiga Diana mengikutinya. Hingga ke sebuah gedung terbengkalai dan membuat Diana curiga.


"Kau mau membohongiku?" tanya Diana kesal.


"Hahahaha.. kau tertipu.."


Bughh..


"Dasar tidak berguna.." ucap Diana dan langsung kabur dari tempat itu bersama beberapa orangnya.


Diana dan mereka pun langsung melarikan diri, mereka berusaha untuk menghilangkan jejak karena ini adalah jebakan. Diana tak mau kehilangan orang-orangnya yg membantunya selama ini. Hingga Diana pun mengatasi mereka sendiri sementara yg lain melarikan diri. Beberapa orang Fabio pun mengejar mereka setelah teman mereka yg disandera memberikan petunjuk.


"Ck.. maju kalian.." ucap Diana saat mereka datang.


Bughh..Bughh..Bughh.


Semua orang suruhan Fabio pun tergeletak dan terdengar suara tepuk tangan. Plok..plokk.plok..plok..


"Luar biasa Crazy girl kita ini atau lebih dikenal dengan si penghancur.." ucap Fabio keluar dari persembunyian.


"Jadi ini rencanamu.." balas Diana.


"Ya.. kau terpojok lagi.." ucap Fabio.


"Ya begitulah, aku tak tahu harus bagaimana sekarang.." balas Diana.


"Tak ingin melawanku?" tanya Fabio.


"Aku tak berminat, karena kini lawanku tak seimbang.." ucap Diana.


"Jadi kau takut? tapi kau menghancurkan bisnisku tanpa rasa takut sekalipun.." ucap Fabio.


"Ya.. karena itu berbahaya jadi aku harus bertindak." ucap Diana.


Dorr..Dorr..Dorr..Dorr..


Diana pun kabur setelah melepaskan tembakan. Dan Fabio menghindar, lalu menyuruh anak buahnya untuk mengejar Diana. Fabio pun menembak Diana agar ia tak berlari terlalu jauh.


Dorrr..Dorr.. tembakan pun mengenai bahu Diana.


"Cepat kejar dia.. dia sudah tertembak.." ucap Fabio.


"Baik tuan.."


Diana pun berlari sekuat tenaga dan melihat kalau anak buahnya sudah menjauh dari lokasi. Diana pun segera mengendarai mobilnya kabur dari lokasi tersebut. Ia tak tahu akan kemana, tapi yg pasti ia harus kabur sejauh mungkin.

__ADS_1


"Si***l..! harusnya aku bersabar.." gerutunya.


Diana pun memarkirkan mobilnya asal dan meninggalkannya agar dibawa polisi untuk diamankan karena mengganggu jalan. Sementara Diana menuju ke toilet untuk mengobati lukanya yg terus berdarah. Ia sadar betul kalau terus berdarah tubuhnya bisa lemas dan akan habis jika bertemu Fabio. Maka dari itu Diana memberikan pertolongan pertama agar darahnya berhenti.


Saat sedang mengobati lukanya Diana mendengar langkah kaki, ia pun memilih untuk kabur dari dalam toilet umum tersebut melalui pintu belakang. Diana pun berhasil kabur tapi jejak darah di toilet barusan membuat mereka curiga.


"Kemana gadis itu pergi?"


"Tidak tahu, yg jelas ia sudah tak ada disini.."


"Baiklah, ayo kita cari lagi.."


Dan mereka pun terus mencari kemana-mana, sementara Diana ia menyusup ke dalam apartemen mewah. Diana berharap bisa kabur dan menghilang agar Fabio meninggalkan negara ini.Saat menyusup Diana bersembunyi di atap gedung tersebut sembari ia melihat situasinya.


Namun, lagi-lagi mereka tahu dimana ia berada dan memasuki apartemen tersebut. Mau tak mau Diana kabur lagi, tapi tak mungkin lewat tangga darurat yg dilewati orang-orang Fabio. Diana pun turun dengan menggunakan tali dan turun perlahan-lahan seperti prajurit yg tengah berlatih.


Ketika tali Diana sudah mencapai batasnya mau tak mau Diana turun di balkon terdekat. Ia berharap penghuninya baik hati dan membiarkannya keluar. Ia pun mencoba untuk menerobos pintu yg mengarah pada balkon tersebut.


Dengan mudahnya ia masuk dan bersembunyi di sebuah kamar. Diana berharap ia tak dianggap pencuri dan menimbulkan keributan yg memancing orang-orang Fabio.Ia berdiam diri hingga ia yakin orang-orang Fabio meninggalkan tempat tersebut.


Mereka memang meninggalkan apartemen tersebut setelah mendapar teguran dari pihak keamanan. Tapi nasib Diana tak langsung selamat, karena sang pemilik apartemen sudah pulang. Diana pun mendengar suara pintu terbuka.


Ceklekk..


..."Mati aku kalau dianggap pencuri. " gumam Diana dalam hati....


Penghuni tersebut pun seorang laki-laki yg memakai kemeja putih, yg kemungkinan adalah seorang dokter. Ia pun curiga saat memasuki kamarnya yg ada bercak noda darah di lantainya. Pria itupun bersiaga jika ada pencuri yg menyelinap di kamar apartemennya.


"Aku tahu kau di dalam.. keluarlah..!" teriak pria tersebut.


"Kau.." ucap pria yg tak lain adalah Claude.


"Dr. Claude.." ucap Diana terkejut.


"Apa yg kau lakukan disini?" tanya Claude.


"Aku hanya bersembunyi dari orang-orang jahat.." ucap Diana.


"Atau kau yg penjahatnya?" ucap Claude.


"Periksa saja rumahmu, apa ada barang berharga yg hilang?" tanya Diana.


"Kau sendiri, dengan tubuh berlumur darah dan menerobos masuk tanpa ijin. Aku bisa melaporkanmu.." ancam Claude.


"Tapi aku hanya menumpang untuk bersembunyi sejenak." ucap Diana.


"Siapa orang-orang itu?" tanya Claude sekali lagi.


"Mafia berbahaya.." balas Diana.


"Darimana kau tahu?" tanya Claude.


"Karena aku sudah menyelidikinya.." ucap Diana.


"Apa pekerjaanmu?" tanya Claude.


"Aku sekarang pengangguran.. " balas Diana.

__ADS_1


"Sebelumnya?" balas Claude curiga karena tak mungkin seorang wanita mampu membobol masuk rumah orang tanpa keahlian khusus.


"Model.. dan anggota pasukan khusus.." ucap Diana.


"Anggota pasukan khusus? kau bekerja pada siapa?" tanya Claude.


"Kurasa hanya itu yg bisa kuberitahu, sekarang biarkan aku pergi." ucap Diana.


"Semudah itu setelah membobol rumahku? tidak mungkin nona.. Jawab atau aku akan melapor ke polisi dan pihak keamanan apartemen." balas Claude.


"Kumohon tolong aku, aku terjebak dan kalau tak bersembunyi aku bisa mati ditangan para mafia tersebut.." pinta Diana.


"Memang apa yg sudah kau lakukan?" tanya Claude.


"Aku menghancurkan bisnis mereka dengan menangkap pengedar obat-obatan tersebut. Sudah 10 orang yg tertangkap makanya mereka begitu dendam terhadapku.." ucap Diana.


"Kau pikir aku percaya? katakan kepada siapa kau bekerja?" tanya Claude.


"Aku bekerja sendiri, aku sudah berhenti jadi anggota pasukan khusus tersebut." ucap Diana.


Teng..Teng.. Bel apartemen Claude pun berbunyi.


"Sstt.. tolong sembunyikan aku.." ucap Diana.


"Baiklah tapi kau harus menurutiku.." ucap Claude.


"Baik tapi apa yg harus kulakukan?" tanya Diana.


"Masuklah ke dalam lemari ini.." ucap Claude.


Diana pun menurut dan Claude melihat ayahnya dan orang-orangnya datang. Mereka hanya menyapa Claude dan memintanya berhati-hati jika ada wanita yg menyelinap masuk. Claude pun paham wanita itu adalah Diana. Setelah memberitahukan hal tersebut, Fabio pun pergi karena ada urusan lain.


Setelah memastikan ayahnya pergi, Calude menghampiri Diana yg pingsan di dalam lemarinya.


"Ya Tuhan gadis ini terluka parah.." ucapnya mengeluarkan Diana dan mengobati lukanya.


Tak berapa lama Diana pun tersadar dan merasakan bahunya yg sakit.


"Akh.." ucapnya lalu melihat pakaian luarnya sudah berganti.


"Kau sudah sadar.." ucap Claude.


"Kemana pakaianku? apa yg kau lakukan..?" tanya Diana.


"Pakaianmu sudah kucuci.. itu sudah penuh dengan darah.. dan maaf aku mengganti bajumu tanpa ijin karena aku harus mengobatinya.." ucap Claude.


"Jadi begitu, Terimakasih.." balas Diana.


"Kau mau kemana?" tanya Claude melihat Diana bangkit.


"Pulang.." balasnya.


"Tidak semudah itu nona. Kau harus memberikan ku penjelasan dan juga balasan atas kebaikanku.." ucap Claude.


"Katakanlah.." ucap Diana.


"Baiklah, jadi bagaimana kalau kau bercerita apa yg terjadi sebenarnya.." ucap Claude.

__ADS_1


__ADS_2