
Setelah itu Kenneth ingin menginap disini menemani Diana. Tapi Diana menghentikannya.
"Kau yakin tak mau ditemani pria tampan?" tanya Kenneth.
"Ck.. sekarang dia percaya diri sekali.." ucap Diana.
"Jadi bagaimana tidak mau?" tanya Kenneth.
"Ya kalau kita berdua yg satunya setan.." ucap Diana.
"Ck.. kata siapa.?" tanya Kenneth.
"sstt.. kata nenekku begitu.." balas Diana.
"Lalu dengan kakasihmu bagaimana?" tanya Kenneth.
"Biasanya kami hanya ke tempat umum, seperti makan dan berbelanja. Dan juga biasanya ada pengawal disekitarnya." ucap Diana.
"Aku tak percya kata-katamu.. " ucap Kenneth.
"Dan ini pasti para kekasihmu yg memberikannya.." ucap Kenneth menatap pada cake dan buah yg penuh di atas meja.
"Benar, si nomor 1 yg memberikannya.." balas Diana.
"Hanya memberi makanan tapi tidak menemanimu? payah sekali.." ucap Kenneth.
"Dia sibuk kapt, tapi kalau kau bersikeras kau boleh tinggal " balas Diana.
"Ya.. kau itu tidak ada keluarga disini pasti kau akan kesulitan.. aku melakukannya karena misi kemarin sukses berkatmu.." balas Kenneth.
"Ya terserah kau saja kapt.." ucap Diana.
Mereka pun akhirnya diam dan Diana memutuskan untuk menonton televisi. Hingga akhirnya Diana tertidur pulas. Kenneth memerhatikannya dengan seksama wajah cantik yg polos saat tertidur.
"Apa aku salah dengan menginap disini?" gumam Kenneth dalam hati.
Hingga Kenneth pun tertidur di atas sofa ruangan Diana. Pagi harinya Diana membereskan barang-barangnya di rumah sakit. Kenneth pun terbangun dan melihat Diana sedang merapikan barangnya.
"Sedang apa?" tanya Kenneth.
"Membereskan barang, kapt tidur saja kalau masih ngantuk.." ucap Diana.
Kemudian pintu diketuk, suster dan seorang dokter pun masuk ke ruangan tersebut.
"Maaf nona ini adalah pemeriksaan terakhir.." ucap sang perawat.
"Oke.." balas Diana.
Jarum infua pun dilepaskan, dan Dr.Claude pun memeriksa Diana. Tak ada yg aneh dan semuanya baik-baik saja membuat Diana semakin lega meninggalkan rumah sakit.
"Nona tubuh anda sangat cepat menyembuhkan diri.." ucap Claude.
"Ini adalah hasil latihanku selama beberapa tahun.." ucap Diana.
"Bagus, pertahankan.. kalau begitu saya permisi.." ucap Claude.
"Ya.. Terimakasih dok.." ucap Diana.
"Sama-sama.. kuharap kau tidak dirawat lagi dan selalu sehat .." ucap Claude.
"Ya Dok.. semoga.." balas Diana.
__ADS_1
Saat Claude keluar, Kenneth pun mulai menaburkan kata-kata pedas.
"Ck.. sepertinya dokter itu tertarik padamu.." ucap Kenneth.
"Bicara sekali lagi, aku akan membungkam mulutmu.." ucap Diana.
"Memangnya kau bisa..?" balas Kenneth.
"Dasar orang ini selalu berkata-kata pedas,.." ucap Diana sementara Kenneth masih memasang wajah cool.
Diana pun benar-benar membungkam mulut Kenneth dengan tangannya. Hingga ia ketika Kenneth melawan tubuh Diana jatuh ke atas tubuh Kenneth. Yg parahnya lagi beberapa tim alfa datang untuk menjenguk.
jeglekkk..
Mereka pun terkejut dengan apa yg mereka lihat. Dan mereka merasa datang di waktu yg tidak tepat.
"Diana kami datang.. "
"Akhh.. maaf sepertinya kami datang di waktu yg tidak tepat."
"Tidak ini bukan seperti yg kalian pikirkan.." ucap Diana.
"Ya.. dan wanita gila ini sedang mengajakku bergulat.." ucap Kenneth.
"Hmm tapi kalau bergulat sebaiknya di ring kapt bukan di sofa.." balas mereka tersenyum.
"Dengar kami tak melakukan apapun, kalian juga tahu pria ini selalu memanggilku gila.." ucap Diana membela diri.
"Iya baiklah, kami akan keluar dulu.."
"Berani kalian keluar kalian akan mendapat hukuman..!" ancam Kenneth.
"Baiklah kapt.." balas mereka menyerah.
"Ck.. tak tahu terimakasih.." balas Kenneth.
"Terimakasih.." balas Diana sembari membereskan barang-barangnya.
☘☘☘
Diana pun pulang dari rumah sakit diantar oleh Kenneth dan teman-temannya. Mereka langsung rapat di markas untuk membahas strategi selanjutnya. Diana pun mendengarkan mereka dengan seksama.
Hingga rencananya dan juga Kenneth adalah pilihan yg terbaik. Mereka pun setuju dan akan melakukannya 1 minggu lagi.
"Baiklah, Terimakasih atas kerja keras kalian selama ini.. minggu depan adalah waktu yg tepat, karenanya jangan sampai gagal.." ucap Kenneth.
"Baik kapt.."
"Lalu, kabarkan jika ada informasi baru.." ucap Kenneth pada tim pengintai.
"Siap kapt.."
"Oke.. kita akan bekerja sesuai jadwal.. jangan terlalu memaksakan diri.. termasuk Diana. Dia akan kuberi waktu hingga besok baru boleh bekerja.." ucap Kenneth.
"Baik kapt.. terimakasih.." balas Diana.
"Oke.. semuanya lanjutkan pekerjaan masing-masing.." ucap Kenneth.
Diana pun kembali ke hotel untuk beristirahat. Namun, saat ia tiba di hotel ia melihat seseorang tampak mencurigakan. Ia memakai baju serba hitam dan terlihat membawa tas sedang menunggu seseorang. Akhirnya Diana pun mengikutinya dan duduk di sebuah cafe.
Diana datang seperti pengunjung cafe lainnya. Ia juga memesan minuman agar tidak dicurigai. Saat sedang menunggu, rekan pria tersebut pun datang yg tak lain adalah seorang wanita muda.
__ADS_1
Mereka terlihat sedang bertransaksi. Sofia pun memotret mereka dan mengirimkannya pada Kenneth. Saat wanita itu selesai melakukan transaksi, ia pergi begitu saja dengan membawa tasnya.
Diana pun berencana mencaritahu transaksi apa yg sedang berlangsung. Ia berencana untuk menabrak wanita tersebut dan jika bisa melihat isi dalam tas tersebut.
Brakk..!
"Maaf.." ucap Diana.
"Kau harusnya hati-hati. " ucap wanita tersebut.
"Iya.." balas Diana tersenyum.
Diana pun menyayat tas wanita tersebut saat menabrak hingga isinya berceceran. Dan Diana berhasil melihat isi tasnya yg tak lain adalah obat-obatan. "Kena kau.." gumam Diana dalam hati.
"Jangan sentuh..!" ucap wanita tersebut.
"Kenapa karena itu obat terlarang..?" ucap Diana.
"Dasar kau menjebakku.." ucap wanita tersebut.
"Kalian tangkap wanita ini.." ucap Wanita tersebut sembari mencoba melarikan diri.
Diana pun menahan tangan wanita tersebut, dan para pengawal wanita itu pun menodong.
"Oke.. aku lepaskan .." balas Diana.
Lalu Diana menendang wanita tersebut hingga terjatuh saat ia hendak kabur. Dan ia menendang tangan bodyguard tersebut yg sedang memegang pistol.
Duakkh..
"Diam atau kami tembak?" ucap para bodyguard.
"Aww.. kalian curang sekali.." ucap Diana.
Diana pun ditodong oleh beberapa bodyguard wanita tersebut. Hingga sebuah tembakan pun terdengar.
Dorr..Dorr..
Kenneth dan tim alfa pun tiba dan menembak bodyguard tersebut. Diana pun tak tinggal diam dan menghajar sisanya.
Bughh..Bughh..
"Kalian urus mereka .. aku akan mengejar wanita itu.." ucap Diana mengejar wanita itu.
"Diana tunggu.." ucap Kenneth berusaha mengejar.
Sementara para bodyguard pun sedang diringkus dengan barang bukti wanita itu yg tercecer. Sementara Diana berlari mengejar wanita tersebut. Kenneth pun dihadang oleh pria yg bertransaksi dengan wanita tadi. Hingga Kenneth pun baku hantam dengan pria tersebut.
Sementara Diana mengejar wanita itu dan berhenti di atas atap. Kedua wanita itu bertarung hingga salah satu pun tumbang.
Bughh..bughh..bughh..
"Akhirnya kau menyerah juga.." ucap wanita tersebut saat Diana jatuh.
Lalu tiba-tiba Diana bangkit dan kembali bergulat dengan wanita tersebut. Diana pun berhasil mengubah keadaan dan berhasil menangkap wanita tersebut. Begitu juga dengan Kenneth yg berhasil meringkus mereka yg ada di bawah.
Kedua orang tersebut pun dibawa ke markas untuk diintrogasi. Akhirnya muncullah sebuah petunjuk dari kedua orang tersebut.
"Akhirnya ada petunjuk baru.." ucap Diana.
"Ya.. kau bekerja dengan baik.." ucap Kenneth.
__ADS_1
"Kuanggap itu pujian kapt .." ucap Diana tersenyum.