Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
147. Arini Tenggelam


__ADS_3

Happy Reading....


Senyum terpancar dengan sangat jelas dari Arini juga Raisa, keduanya terus melangkah dengan membawa kado mereka masing-masing yang akan mereka berikan kepada Arya.



Mereka berdua juga sangat menikmati keindahan tempat yang di mana akan di laksanakan acara ulang tahun Arya, bos mereka berdua. Mata Arini begitu mengagumi keindahan tempat itu semua terlihat sempurna dengan hiasan yang sangat sesuai dengan temanya, semua terlihat sangat mewah juga sangat meriah.



Langkah mereka berdua terpaksa terhenti karena ulah dari orang yang menghadang mereka berdua. Orang laki-laki yang memakai sweter hitam dan menutupi kepalanya juga menggunakan masker yang menutupi wajahnya jadi mereka berdua sama sekali tidak melihat siapa orang itu.



Tanpa mengatakan apapun orang itu merebut kotak kado yang Arini bawa.



Arini berusaha untuk mempertahankannya hingga mereka berdua saling berebut kotak kecil. Raisa yang melihat langsung membantu Arini untuk bisa mempertahankan apa yang menjadi milik Arini.



‘’Lepasin!’’ Arini terus menarik untuk mempertahankan tapi orang itu terlalu kuat untuk menjadi lawannya. Arini tak ada kuasa untuk itu, tenaganya sangat kecil untuk melawan seorang laki-laki yang tak akan mungkin bisa sebanding dengannya.



‘’Lepasin!’’ Raisa turut membantu. Dia juga kerja keras mengeluarkan tenaganya tapi tetap saja dia juga kalah.



‘’Hahahaha!!’’ tawa laki-laki itu dengan sangat keras.



‘’Berikan! Itu punya Arini!’’ Arini berusaha untuk merebutnya lagi tapi tetap tidak bisa.



‘’Ambil!! Hahahaha..!’’ tawanya. Kotak kado milik Arini sudah berada di kolam setelah orang itu melemparkannya.



Arini yang sangat menginginkan kado itu ingin mengambilnya tapi dia sadar kalau dia tidak bisa berenang dan itu menjadikannya bingung. Arini hanya terus berdiri di samping kolam dengan wajah sedih.



‘’Arini biar aku saja yang am... Arini!!’’ teriak Raisa setelah melihat Arini sudah tercebur ke dalam kolam karena di dorong oleh orang itu.



Raisa menoleh melihat orang tadi namun ternyata dia sudah pergi entah ke arah mana. Raisa kembali fokus ke arah Arini yang terus berusaha untuk menyembulkan kepalanya ke dasar tapi selalu saja gagal, hanya tangannya saja yang terus naik ke atas.



Kejadian itu kini menjadi tontonan semua orang mereka kini terus melihat arah kolam tanpa ada yang berani membantu Arini. Sementara Raisa terlihat sangat panik dia terus berteriak histeris. Raisa hendak lompat ke kolam tapi dia urung karena melihat Arya yang datang dengan berteriak.



‘’Arini !!’’ cepat Arya melepaskan jasnya melemparkan ke sembarang arah. Dengan gerak cepat dia juga langsung lompat masuk ke kolam untuk menolong Arini.



Byurr....



Dengan terus berenang Arya berusaha untuk menyelamatkan Arini yang terlihat tidak bisa berenang itu. Berkali-kali Arini terus berusaha untuk keluar dari air tapi dia tak pernah berhasil.

__ADS_1



Arya langsung merengkuh tubuh Arini yang sudah sangat lemah, pergerakan Arini juga sudah tidak banyak seperti tadi kini perlahan-lahan Arini tak lagi bergerak bahkan matanya juga mulai tertutup.



Arya yang berhasil mengeluarkan Arini dari dalam air langsung panik saat melihat Arini yang tak lagi sadar, dan lagi-lagi Arini pingsan seperti hari kemarin.



‘’Arini bangun, Arini!!’’ teriak Arya bersamaan dengan pergerakan tangan yang menepuk-nepuk wajah Arini.



Berkali-kali Arya mencoba untuk membangunkan Arini tapi tetap saja tak berhasil sepertinya Arini sudah menelan air yang begitu banyak hingga mengakibatkan dia tak sadar.



Arya membawa Arini ke pinggiran setelah sampai sana sudah ada Raisa yang siap untuk membantu Arya begitu juga ada Toni yang baru datang dengan berlari.



Mereka berdua langsung membantu Arya menaikkan Arini gadis yang sudah tak sadarkan diri itu harus secepatnya mendapatkan pertolongan, kalau tidak entah apa yang akan terjadi padanya, karena segala kemungkinan bisa saja terjadi.



‘’Cungkring, bangun. Kamu tidak boleh membuat aku sedih seperti ini. Kamu harus bangun kamu harus baik-baik saja. Kalau kamu sampai kenapa-napa siapa lagi yang harus aku ledekin, bangun Kring! Bangun!’’ Raisa sangat ketakutan melihat Arini yang tetap menutup matanya.



Bukan hanya Raisa yang sangat ketakutan tapi yang paling ketakutan adalah Arya yang kini sudah ikutan naik dan kini berada di sebelah Arini yang tergeletak di atas lantai dengan tak sadarkan diri dengan baju yang basah kuyup.



Raisa yang ingin menolong Arini untuk mengeluarkan air dari dalam tubuhnya langsung didorong oleh Arya hingga Raisa berhasil terjengkang.




Arya terus berusaha, dia terus menekan dada Arini untuk bisa mengeluarkan air di dalam tubuhnya tapi setelah berusaha tetap saja tak bisa membuat Arini bangun membuat Arya semakin takut.



“Hanya ada satu cara,” gumam Arya.



Kedua tangan mulai menyentuh bibir Arini, ya! Arya berniat memberikan nafas buatan untuk Arini. Sejauh yang Arya tau dengan cara itu bisa membuat orang berhasil sadar kembali dan bisa mengeluarkan air di dalam tubuh orang yang baru tenggelam.



“Tuan mau ngapain, jangan macam-macam ya!” mata Raisa melotot tak terima.



Mata Arya lebih melotot ke arah Raisa, dia tidak bisa di kendalikan oleh siapa pun apa yang akan dia lakukan harus sesuai dengan apa yang dia inginkan.



“Diam! Dan jangan pernah bicara lagi sebelum saya mengizinkannya!” suara Arya meninggi, dia sangat marah mendengar perkataan Raisa barusan yang ingin mencegahnya untuk menyelamatkan Arini.



Raisa langsung kicep, dia tak berani berkomentar lagi apalagi mendekat dan menghalangi Arya, Raisa benar-benar takut dengan kemarahan Arya yang sudah lama tak terlihat dan kali ini kembali lagi dapat dia lihat.


__ADS_1


Rasa ketakutan juga kekhawatiran yang berlebih mendorong Arya benar-benar membuka mulut Arini, Arya membungkuk memberikan nafas buatan hingga kedua bibir merah berdua saling bersentuhan. Dengan cara seperti inikah cara Tuhan mengabulkan keinginan Arya untuk bisa mencium bibir Arini? Tapi kenapa harus dengan cara yang harus mempertaruhkan sebuah nyawa.



“Arini, bangun. Kamu harus bangun, Arini. Bangun!” Tak cukup satu kali Arya melakukan itu, tak peduli dengan tatapan-tatapan tak percaya dari semua karyawannya juga akan tamu undangan.



Hingga terulang tiga kali Arini berhasil mengeluarkan air yang ada di dalam tubuhnya. Arini terbatuk dan semua air keluar.



Perlahan Arini membuka mata dan melihat wajah Arya tepat di atas wajahnya, “Pak Tuan...” suara Arini terdengar sangat lemah tapi masih tetap didengar oleh Arya juga yang lainnya.



Arya mengangguk cepat, dia sangat bahagia karena usahanya telah berhasil.



“Tuan,” Toni menyodorkan jasnya dengan cepat Arya mengambilnya dan dia gunakan untuk menyelimuti tubuh Arini yang basah.



Arya menarik Arini, memeluknya dengan hangat yang masih di selimuti akan ketakutan yang dalam.



“Jangan pernah seperti ini lagi. Aku tidak akan bisa melihat kamu tak berdaya seperti ini.” Ucap Arya.



“Pak Tuan,” Arini merasa tak enak hati, mereka berdua menjadi tontonan untuk semua orang tapi tidak dengan Arya yang tetap saja acuh tak peduli.



Pelukan Arya lepaskan, tapi Arya tetap tidak diam kini dia beralih mengangkat Arini dan membawanya pergi dari tempat itu.



Dimas juga Nisa juga tidak melewatkan kejadian itu, meski tidak melihat bagaimana Arya menyelamatkan Arini dari dalam kolam tapi Dimas melihat dengan nyata bagaimana Arya memberikan nafas buatan untuk Arini.



Hati Dimas begitu campur aduk, antara marah, kesal tapi juga lega. Entah apa sebenarnya yang terjadi padanya.



“Cinta yang tiada batas untuk istrinya. Cinta Tuan Arya begitu besar dengan Arini. Benar-benar suami-istri yang sejati,” celetuk Nisa.



“Suami istri?” Dimas mengernyit seraya menoleh cepat ke arah Nisa yang tersenyum dengan menatap kepergian Arya juga Arini.



Nisa pun juga menoleh hingga kedua mata mereka berdua saling bertemu.



“Iya, suami istri. Mereka berdua adalah pasangan yang sempat singgah di rumah Nisa karena tersesat di hutan.” Jawab Nisa.



Dimas diam mencerna perkataan yang Nisa jelaskan yang sama sekali belum bisa dia tau apa kebenarannya.


__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2