Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
278.Jebakan


__ADS_3

Happy Reading...


**********


Langkah Arya terasa sangat berat saat dia keluar dari tempat meeting, dia juga langsung menyadari apa yang telah terjadi kepadanya. Apalagi di tambah dengan tubuhnya yang perlahan mulai memanas.


"Sial, ini pengaruh dari obat perangsang." Gumamnya. Suaranya juga sudah mulai gemetar. Rasa yang datang dan dia tahan membuatnya merasa sangat lemah, kini keringat pun mulai bercucuran keluar dari semua pori-pori yang ada.


"Siapa yang berani melakukan ini. Aku yakin, orang itu pasti akan mengejar-ku setelah aku keluar. Ini bagaimana, apakah aku harus membiarkan orang itu menangkap-ku dan mengetahui siapa dalang di balik semua ini, atau aku kembali ke kamar saja menemui Arini. Aku hanya takut pengaruhnya sangat besar dan aku tak bisa menahannya." Arya terlihat berpikir dengan sangat keras.


Mengingat reaksinya begitu cepat pastilah pengaruh obatnya sangat besar.


"Cara murahan, hanya untuk menjebak orang saja harus dengan cara seperti ini."


Arya berjalan semakin sempoyongan, dia benar-benar sudah mulai di kuasai oleh pengaruh oleh obat. Matanya sudah memerah, kepalanya pusing juga tubuhnya yang semakin panas.


"Siapapun orangnya, aku pastikan akan menemukannya. Dia pikir bisa melawan seorang Arya? Hem, dia akan menyesal karena telah mengusik harimau yang sedang tertidur." Gumamnya.


Arya kembali melangkah, dia masih mempertimbangkan apa yang akan dia lakukan. Benarkah dia akan mengikuti permainan yang sudah di mulai dari entah siapa orangnya, atau mungkin dia akan kembali ke kamar untuk menemui Arini.


"Tidak, aku tidak mau mengambil resiko. Aku akan kembali ke kamar saja. Di sana akan ada Arini yang bisa membantuku. Aku tidak mau sampai niat dari orang itu akan terjadi." Arya bergegas untuk kembali ke kamar.


Jika dia kembali ke kamar, dia bisa meminta Arini untuk membantunya dalam mengatasi dari pengaruh obat itu dengan melakukan hubungan suami istri dengan nya. Tetapi kalau sampai Arya tertangkap, dia takut dia gak bisa mengendalikannya dan menyentuh wanita yang telah berusaha untuk menjebaknya.


Semakin jauh, Arya melangkah dia benar-benar sudah tidak kuat lagi. Dia benar-benar hampir kehilangan kesadaran. Akal sehatnya mungkin akan hilang setelah ini.

__ADS_1


Sampailah Arya di depan pintu lift, dia hendak menekan tombol tapi belum juga tangannya sampai ada tangan lain yang menariknya.


"Siapa kamu, lepaskan!" Arya menoleh dengan mata yang sudah merah, wajahnya terlihat penuh amarah, berarti dia masih bisa menahan akan pengaruh obat.


"Tuan, Tuan ada apa? Tuan mau kemana, biar kami bantu," Youmes yang telah berhasil menarik tangannya, tentunya ada asistennya juga yang berusaha untuk memegangi Arya.


"Tidak, saya tidak butuh bantuan dari siapapun. Termasuk kalian. Kalian kan yang telah menaruh obat kedalam minuman ku!" Suaranya masih sangat marah.


"Obat apa, Tuan. Saya tidak mengerti." Youmes pura-pura berbicara manis. Seolah dia benar-benar gak mengetahui apapun padahal semua yang terjadi dia sangat mengetahuinya jelas.


"Lepaskan, saya tidak butuh bantuan kalian. Saya bisa kembali sendiri." Ucapan Arya sudah semakin lirih, sepertinya sebentar lagi dia benar-benar akan dalam pengaruh obat.


Arya melepaskan tangan Youmes dengan kasar dan setelah itu dia bergegas untuk menekan tombol lift, dia ingin secepatnya kabur dari dua orang itu. Meski belum tau kebenarannya tetapi Arya sudah yakin ada yang tidak beres pada dua orang ini.


"Mari ikut kami, Tuan. Kami akan mengantarkan tuan ke tempat istirahat tuan." Youmes mulai melangkah, memapah Arya, begitu juga dengan asistennya yang juga melakukan hal yang sama di sisi satunya.


"Lepaskan!" Arya berusaha berontak meski tenaganya sudah sangat lemah, dia terus berusaha untuk bisa terlepas dari dua orang asing ini.


Kekuatan Arya benar-benar telah kalah, dia hanya bisa pasrah sembari terus berpikir bagaimana dia bisa meloloskan diri dari dua orang ini. Lebih baik menyimpan tenaga untuk mempertahankan kesadaran daripada dia terus berontak dah akan kehilangan kesadaran.


Youmes juga asistennya benar-benar tersenyum sinis setelah Arya tak lagi berkutik. Dia yakin Arya sudah tidak sadarkan diri karena Arya terus diam juga memejamkan mata.


"Bonus kita akan besar, Bos," Ucap Asistennya, wajahnya terlihat sumringah melihat bos yang kini juga tersenyum sama.


"Kamu benar, kita akan mendapatkan bonus berkali-kali lipat karena usaha kita telah berhasil. Youmes mau di lawan. Nikmati saja malam indah-mu, Tuan Arya. Tenang saja, Nona kami sudah menunggu, dia akan memberikan servis terbaik untuk, Tuan." Ucapnya.

__ADS_1


Arya masih terus diam, apalagi setelah mendengar kata, Nona? Arya sangat penasaran dengan siapa yang di maksud oleh mereka berdua.


Kamar hotel yang sangat indah, di hias selayaknya kamar pengantin sudah di siapkan untuk Arya. Pencahayaan hanya remang-remang dengan lilin yang berjajar rapi dan terlihat sangat indah.


Bruk...


Arya berhasil terjatuh di kasur yang begitu banyak kelopak mawar merah setelah Youmes juga asistennya itu melepaskan nya. Arya masih sadar meski dia terus menutup mata. Semua itu dia lakukan semata-mata untuk ngelabuhi kedua orang yang telah membawanya.


"Bagus, ini upah kalian. Sekarang bersenang-senanglah." Perempuan cantik yang hanya memakai bathrob muncul dan langsung memberikan amplop cokelat kepada Youmes, tentu dia akan langsung senang.


"Terima kasih, Nona. Jangan lupakan kami kalau sudah sukses, Nona. Kalau ada kerjaan lagi bolehlah panggil kita lagi," Ucap Youmes.


"Tentu, saya suka. Kerjaan kalian bagus." Puji wanita itu dan membuat Youmes juga satunya begitu bangga dengan kerjaannya.


"Kami pergi dulu, Nona. Selamat bersenang-senang." Youmes langsung menarik asistennya untuk keluar dari kamar itu.


Sepertinya, Youmes juga asistennya juga hanya pengusaha gad*ngan yang di minta oleh gadis itu untuk menjebak Arya.


Wanita itu tersenyum sinis, dia melangkah membuntuti Youmes untuk menutup pintu. Kemudian dia mendekati Arya, duduk di sampingnya menikmati laki-laki tampan itu dengan matanya.


"Kamu pikir bisa pergi dari ku, Arya? Bukankah aku selalu bilang. Kamu hanya milikku, milikku." Ucapnya menekankan.


◦•●◉✿✿◉●•◦


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2