
Happy Reading...
...****************...
"Aww!" keluh Fara saat dia hendak melepaskan ikatan rambutnya dari riasannya dan malah ada sesuatu yang mengenai kepalanya.
Sedikit meringis meski sebenarnya tidak terlalu sakit. Tapi ya karena terkejut karena tiba-tiba jadi gitu kan?
"Fara, ada apa?" Risman yang baru saja masuk kamar langsung menghampiri karena melihat Fara yang masih meringis di depan kaca rias. Namun Fara tetap menoleh karena kedatangan suaminya itu.
"Tidak apa-apa. Hanya kena ini," tangannya menunjukkan aksesoris yang memang sedikit runcing.
"Coba aku lihat," Risman langsung panik juga khawatir, dia berdiri di belakang Fara sembari tangan melihat kepala Fara dan membuka-buka rambutnya.
"Tidak apa-apa, hanya sedikit tergores saja. Nanti juga sembuh," memang tidak terlalu parah jadi Risman mengatakan itu.
Sedikit gugup Fara coba hilangkan, ini adalah malam pertama bagi mereka bersama di satu kamar. Biasanya pernah sih tapi kan statusnya tidak sama seperti sekarang. Masih masa-masa pendekatan tapi sekarang sudah beda.
"Adek sudah tidur, Kak?" tanya Fara.
Ya! anak Fara tidak ada di kamar itu, jelas karena ini adalah malam yang indah untuk mereka berdua. Bagaimana mungkin akan ada bayi di tengah-tengah mereka pasti akan sangat mengganggu kan?
"Alhamdulillah sudah. Tadi Kakak lihat sudah tidur sama ayah," jawab Risman.
Keduanya memang masih berada di rumah Marta dan akan di sana sampai beberapa hari. Tak mungkin juga langsung kembali ke rumah Risman karena Marta masih sangat merindukan Fara tentu juga dengan cucunya yang dulu tidak dia harapkan.
"Tapi mbak nya akan selalu siap kan kalau adek bangun?" Fara terlihat takut kalau sampai anaknya bangun dan aku mengganggu istirahat ayahnya. Tapi ada orang khusus sih yang akan mengatasinya jika itu terjadi.
__ADS_1
"Iya, mbak akan selalu siap. Jadi kamu tidak usah terlalu khawatir. Lebih baik kamu lebih serius padaku sekarang."
"Maksudnya?" entah benar-benar tak mengerti atau mungkin memang tak ingin mengerti. Tapi pasti sudah tau lah si Fara. Dulu saja semasa pacaran sering melakukan itu pada kekasihnya jelas sekarang paham kan jika suaminya menginginkannya.
"Kenapa, Sayang. Apa kamu mendadak amnesia sekarang? kamu pasti tau lah apa yang kakak maksud," kini Risman berbisik di telinga sebelah kanan Fara bahkan juga meniupnya.
Langsung Fara merasa merinding karena perlakuan Risman barusan. Dulu memang pernah tapi itu sudah sangat lama.
Tapi, ada sensasi berbeda sekarang. Jelas akan sangat berbeda karena dulu melakukannya dengan buru-buru juga dengan rasa takut. Tapi sekarang? dia bisa melakukannya sesuka hati dan tanpa rasa takut.
Itulah perbedaan besar yang di dalam dari hubungan sebelum pernikahan dan Samasetelah pernikahan. -sama melakukannya tapi sangat berbeda.
Sekarang lebih tenang, lebih rileks dan lebih bebas. Mau kapan pun juga oke. Tidak takut kena grebek atau takut kena omelan dari orang tua.
Dulu jika melakukannya adalah dosa besar dari dosa berzina. Tapi sekarang jika melakukannya akan terlimpahkan begitu banyak pahala yang akan selalu mengalir.
Kini kedua tangannya memegangi kedua bahu Fara dan menuntunnya untuk berdiri. Fara ikut begitu saja.
Fara memejamkan mata saat sentuhan dari Risman mulai dia rasakan dari belakang. Benar-benar perasaan yang sangat aneh.
Tubuhnya gemetar, dengan jantung yang berdetak kuat juga dengan desiran panas dari darahnya.
Ini benar-benar sensasi yang luar biasa. Sangat nikmat dan pasti juga akan menjadi candu untuk keduanya.
"Rileks, Sayang." bisik Risman lalu membopong Fara dengan gerakan cepat lalu membawa ke atas kasur.
"Kita mulai?" tanya nya dan Fara hanya diam.
__ADS_1
"Diam tandanya setuju," ucap Risman lagi dan langsung memulai melancarkan aksinya.
...****************...
Pluk..
Baru juga beberapa saat Arya terpejam kini wajahnya sudah mendapatkan hadiah dari tangan Arini. Tapi bukan karena tidak sengaja, melainkan sangat di sengaja.
Arini tidak bisa tidur karena lapar jadi dia langsung membangun Arya.
"Ada apa sih, Sayang," rasa kantuk yang begitu besar membuat Arya sangat enggan untuk membuka mata. Rasanya sangat berat.
"Mas, aku nggak bisa tidur," jawab Arini.
Kini Arya benar-benar membuka matanya. Dia tidak mau egois, masak istrinya tidak bisa tidur karena beberapa alasan yang di sebabkan karena tengah mengandung anaknya tapi dia malah tidur begitu saja, kan itu tidak benar.
"Kenapa?" kini Arya menghadapi kesulitan arah Arini.
"Laper," suaranya terdengar begitu manja.
"Emang mau makan apa?" Arya langsung bangun, dia sudah siap.
"Pengen roti saja sama susu." semakin manja Arini. Bukan hanya kelakuan tapi juga kata-katanya juga.
"Baiklah, sekarang kamu tunggu sebentar. Biar mas buatin dulu." benar-benar menjelma menjadi Suami siaga si Arya. Bagaimana mungkin Arini tidak semakin manja?
...****************...
__ADS_1
Bersambung...