Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
318. Tak ada kesempatan


__ADS_3

Happy Reading...


********


"Arya!"


Seketika langkah Arya terhenti kala namanya di panggil, dia seketika menoleh dan melihat gadis cantik yang dulu pernah menjadi pujaan hatinya. Dia adalah Anggi.


Melihat Arya yang sudah berhenti Anggi yang memakai pakaian ketat atas namun bawah mengembang itu berlari kearahnya. Anggi begitu tak sabar ingin secepatnya sampai.


Tangannya seketika merenggang ketika dia semakin dekat, sepertinya dia ingin memeluk Arya.


"Stop," tangan Arya seketika menghadang, dia tidak akan menerima Anggi lagi.


Cukup sekali dia mencintai Anggi dan berharap. Dia sudah di tinggalkan dan di khianati tak akan lagi dia mau berurusan padanya lagi. Apalagi sekarang dia mempunyai istri yang sangat dia cinta lebih dari apapun di rumah.


Istri yang telah mengubah hidupnya menjadi lebih baik, istri yang telah menunjukkan dia jalan ke jalan yang benar setelah dia tersesat, istri yang selalu setia mendukung dan juga memberikan doa-doa terbaiknya untuk semua kelancaran apapun yang dia lakukan.


"Kenapa, Arya. Aku hanya mau memelukmu, aku sangat merindukanmu. Aku tau, kamu masih cinta kan sama aku?" ucap Anggi begitu percaya diri.


Dia dengan kesal berdiri di hadapan Arya, dia sangat ingin memeluknya tapi Arya menolak.

__ADS_1


"Maaf, Anggi. Kamu salah, aku tak lagi mencintai mu lagi. Aku tak ada perasaan apapun lagi padamu, perasaanku sudah mati karena kamu sendiri."


Arya begitu menegaskan. Dia tidak akan pernah mau lagi.


"Ayolah, Arya. Jangan munafik, aku tau kamu masih mencintaiku. Aku tidak apa-apa jadi kedua untukmu, aku akan melakukan apapun untukmu yang tidak bisa di lakukan oleh istri jelek mu itu."


"Aku lebih cantik dari dia, aku lebih segalanya dan aku yakin aku lebih bisa memuaskan kamu daripada dia." imbuh Anggi.


Arya hanya tersenyum sinis karena perkataan Anggi.


"Ya, secara rupa jamu memang kebutuhan cantik dari istriku. Aku sadar itu." ucap Arab.


Anggi tersenyum bangga, Arya masih mengakui kalau dirinya yang lebih cantik.


"Dan ya! Kamu bisa melakukan apapun untukku? aku rasa tidak. Kamu tidak akan bisa melakukan apa yang sudah istriku lakukan untukku."


"Dia setia, dia selalu mendukungku dan menjadikan aku menjadi lebih baik, tapi bersamamu? aku menjadi orang yang salah. Aku pernah tersesat dan itu karena kamu. Aku tidak ingin tersesat lagi, jadi aku mohon padamu. Cari orang yang bisa kamu ajak dan bisa kamu atur kehidupannya sesuai keinginanmu."


Arya begitu menegaskan.


"Maaf, saya banyak pekerjaan. Saya harus bekerja keras untuk anak dan istriku."

__ADS_1


Senyum sinis Arya tinggalkan untuk Anggi, yang mana hal itu membuat Anggi menjadi semakin panas hatinya.


Rasanya sangat tidak percaya kalau Arya lebih memilih istrinya yang jelas tidak sepadan dengan Anggi yang lebih cantik.


Menyesal, mungkin Anggi sangat menyesal. Kenapa dia meninggalkan Arya dulu ketika dia jatuh. Dan sekarang dia kembali lagi ketika Arya bangkit dan menjadi lebih baik.


Anggi sadar dia salah, tapi dia sangat ingin menebusnya dan juga ingin menjalin hubungan yang lebih baik.


"Arya!" Anggi tidak tinggal diam, dia kembali mengejar Arya yang sudah berlalu.


Anggi tidak mau menyerah begitu saja. Ketika dia sampai di belakang Arya Anggi langsung menarik lengan Arya dan membuatnya berhenti.


"Aku mohon, Ar. Beri aku satu kesempatan."


"Maaf, Anggi. Aku tidak bisa. Aku tidak ingin mengkhianati istriku, aku harap kamu bisa menerimanya."


"Mungkin kita masih bisa menjadi teman, tapi tidak jika lebih dari itu. Buka hatimu untuk orang lain, dan ya! jangan lihat seseorang dari materi dan tampangnya, karena kamu tidak akan mendapatkan yang tulus jika dengan seperti itu."


Arya kembali berjalan pergi dan Anggi, dia hanya tercengang dan tak sanggup untuk mengejar lagi.


...****************...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2