Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
281.Kau milikku


__ADS_3

Happy Reading...


Maaf, kawasan terlarang untuk bocil, para Bocil harap menyingkir. Harap bijak dalam membaca.


...****************...


Mulai Nadia lancarkan aksinya, dia siap untuk membuka sempurna gesper Arya. Tapi...


Plakk... Plakk... Plakk....


Mata yang biasanya penuh kelembutan kini melotot tajam penuh dengan amarah. Tangan yang tak pernah memukul orang kini dengan cepat melayangkan pukulan tiga kali sekaligus di dua sisi pipi Nadia.


Nadia tersentak, dia sangat terkejut karena kedatangan perempuan yang dia anggap sangat lemah dan tak berani melakukan apa-apa. Perempuan yang dia pikir hanya bisa berlindung di belakang Arya saja tanpa berani melawannya, dan sekarang? sekarang dia berdiri di hadapannya dengan tegak dan penuh keberanian.


"Kau!" mata Nadia nyalang penuh dengan amarah. Melotot tajam ke arah Arini yang juga tak menciut sama sekali.


"Arini, dia datang. Alhamdulillah, terimakasih ya Allah. Engkau menyelamatkanku melalui istri ku sendiri. Terima kasih Ya Allah, terimakasih." batin Arya begitu lega sekarang.


Arya terus memandangi Arini, dia berharap akan secepatnya di bawah pergi dari kamar itu. Arya benar-benar sudah tidak tahan lagi, bisa-bisa Arya mati karena menahan hasrat yang membara dalam dirinya akibat obat yang dia minum.


"Dasar wanita nggak tau malu. Wanita rendahan yang berani menjebak suami orang karena obsesi." Arini langsung bicara, dia benar-benar sangat marah saat melihat ada wanita yang menyentuh suaminya. Bahkan hampir menikmatinya.


"Kamu yang wanita rendahan. Kamu yang telah merebutnya diriku. Kalau kamu tidak ada pastilah Arya menjadi milikku!"


Mata keduanya saling mengibarkan bendera perang, penuh amarah juga penuh kebencian.


"Oh, benarkah apa yang kamu katakan? sepertinya tidak?" Arini menyungging sinis. Arini begitu malu melihat apa yang Nadia pakai saat ini, lingerie transparan yang sudah terbuka dan memperlihatkan lekuk tubuhnya. Sungguh miris.


Semakin lama Nadia semakin kepanasan. Pengaruh obatnya sudah mulai dia rasakan. Gelora semakin besar, apalagi saat dia menoleh dan melihat Arya yang terbaring pasrah.


Dengan tak tau malunya, Nadia hendak mendekati Arya lagi, dia ingin menikmati bibir Arya yang terlihat sangat menggiurkan. Benar-benar obat telah bekerja sekarang.


"Kamu pikir bisa mendekati suamiku!" Arini sangat marah melihat itu. Dia langsung menarik tangan Nadia dan menjauhkan dari Arya.


"Lepas! aku sudah tidak tahan!" ucapnya. Nadia berontak, dia ingin segera mendapatkan sentuhan kali ini. Kalau tidak? entah apa yang akan terjadi kepadanya.


Sementara Arya, perlahan tangan dan kakinya sudah mulai di gerakkan, tetapi tetap saja gairahnya juga semakin membesar. Gairahnya tidak akan hilang sebelum dia menuntaskannya.


"Arini, tolong, Mas. Mas nggak kuat. Rasanya Mas mau gila, Arini." Arya begitu memohon.


Arini menoleh ke arah Arya, terlihat sangat jelas kalau suaminya sangat tersiksa. Arini tetap tidak tau, apa yang membuat suaminya menjadi seperti itu. Arini belum pernah dengar akan hal-hal yang terjadi kepada Arya juga Nadia sekarang.


"Mas, Arini akan menolong, Mas."


Arini menyingkirkan Nadia, dia mendekati Arya dan hendak membawanya pergi dari sana. Tapi Nadia tak tinggal diam, dia yang sudah di kuasai obat juga tak akan biarkan Arini membawa mangsanya.


"Jangan kau bawa Arya pergi, dia milikku," Nadia hendak merebut Arya tapi Arini cepat melangkah pergi dari sana.


Sebenarnya Arini masih ingin menghajar Nadia, tapi dia sadar dia tak bisa melakukan kekerasan. Dia juga sudah tak tega melihat Arya yang benar-benar tersiksa, padahal Arini sendiri tidak tau apa yang akan Arya lakukan nantinya.


"Hey, jangan bawa Arya pergi, dia milikku!" Nadia berlari mengejar Arini. ingin merebut Arya darinya. Tetapi dengan cepat Arini mendorong Nadia hingga terjatuh di lantai.


"Arya, jangan pergi Arya! panas, panas!" Nadia berteriak frustasi.

__ADS_1


Obat yang berbeda yang Arya juga Nadia minum. Pengaruh milik Arya bisa memunculkan gairah tapi dia juga tak bisa bergerak. Sementara yang di minum Nadia, hanya memunculkan gairah tapi dia sadar sepenuhnya dan bisa bergerak sepuasnya.


"Arya!" keringat sudah keluar dari tubuh Nadia, dia benar-benar sudah tidak tahan. Dia harus tetap mendapatkan sentuhan.


"Cantik, kamu di mana? tadi aku lihat kamu masuk ke sini dengan buru-buru. Aku hanya mau bilang, uangmu kurang."


Suara orang mabuk masuk ke indera pendengaran Nadia. Nadia mengangkat wajahnya dan dia bisa melihat di tengah-tengah pintu ada Youmes yang sudah mabuk.


Meskipun mabuk Youmes tetap bisa melihat tubuh indah yang terpampang nyata di depan matanya. Youmes tersenyum, dia langsung masuk dan menutup pintu.


"Kamu sudah siap, Cantik?" Youmes mengunci pintu mencabut kuncinya dan melemparkan jauh hingga berhasil mendarat di atas lemari. Youmes melangkah semakin mendekati Nadia yang masih terbengong tak percaya.


Nadia masih sangat sadar, tapi gairahnya sudah sangat besar.


"Ka_kamu! apa yang kamu lakukan di sini!" Nadia ketakutan, dia melangkah mundur karena Youmes semakin mendekat.


Nadia begitu ketakutan meski dia harus menahan gairah yang ingin menyentuh Youmes. Pengaruh obat benar-benar tak memandang siapapun, asalkan yang ada di hadapannya lawan jenis pasti gairahnya akan semakin membesar.


"Kenapa aku datang? aku datang untuk memanjakan kamu sayang," Youmes menyeringai.


"Jangan mendekat," Nadia sudah terpojok, punggungnya sudah membentur meja rias yang berbahan kayu jati yang di cat berwarna cokelat tua.


Mata Youmes begitu menikmati pemandangan indah di hadapannya. Sangat menggiurkan. Semua terpampang indah dan sudah sangat jelas tanpa tertutup sedikitpun. Kedua bukit kembar juga sudah menonjol menantang membuat Youmes tak sabar ingin menikmatinya. tentu apa yang dia lihat membangkitkan keperkasaan yang ada di bawah sana.


Youmes langsung menyambar pinggang Nadia, menariknya hingga keduanya menempel. Youmes langsung melahap bibir ceri milik Nadia yang ingin berteriak.


Begitu brutal Youmes melakukannya, menjelajahi mulut Nadia hingga sang empu susah untuk bernafas.


Youmes tak mau melewatkan apapun, dia mengangkat Nadia dan dia dudukan di meja rias. Kedua kaki Nadia di buka lebar dan dia berdiri di tengah-tengahnya.


Keduanya benar-benar menikmatinya sekarang. Suara-suara indah saling bersahutan-sahutan saat Youmes menjelajah si kembar dan menyapu dengan lidahnya.


"Da_dasar breng_s*k," ucap Nadia. Mulutnya memaki Youmes namun tubuhnya meliuk-liuk penuh kenikmatan saat mendapatkan sentuhannya.


Niat hati ingin mendapatkan kenikmatan dari Arya tapi kini Nadia tak mendapatkan dari orang yang dia tuju, tapi dia tetap mendapatkannya dari orang yang dia bayar untuk membantunya menjebak Arya.


Nasibnya benar-benar buruk.


Kenikmatan benar-benar keduanya dapatkan hingga tak terasa keduanya sudah tak lagi tertutup sehelai benangpun.


"Ka_u ku_rang a_jar You_mes," ucapan Nadia sudah terbata-bata. Dia benar-benar sudah tak mampu untuk melawan Youmes yang terus menjamah semua lekuk tubuhnya yang masih duduk di meja rias.


Senyum Youmes mengembang melihat wanitanya sudah lemas karena sudah mengeluarkan laharnya dua kali karena pemanasan nya. Youmes memang sangat pintar membuat para wanita menjerit-jerit di bawah kendalinya, dan sekarang termasuk Nadia.


"Giliran aku, Sayang." meskipun mabuk Youmes tetap bisa menyadari apa yang dia lakukan, mabuknya membuat dia semakin bersemangat dan penuh dengan gelora.


Senjata yang sudah kokoh di arahkan ke liang surgawi yang masih sangat sempit. Ya, Youmes semakin semangat melakukannya ketika mengetahui wanita di hadapannya masih perawan.


Usaha yang tak mudah untuk bisa menjebol gawang milik Nadia, benar-benar sangat sempit untuk kepunyaannya yang di atas rata-rata.


Nadia meringis menahan rasa sakit di bagian bawah saat Youmes berusaha untuk menjebolnya. Nadia berkali-kali mencengkram pundak Youmes bahkan mencakar punggungnya.


Nadia benar-benar sudah kehilangan kesadarannya, pengaruh obat juga rasa nikmat yang tak mau di hentikan di tengah jalan membuat Nadia hanya pasrah menyerahkan mahkotanya kepada Youmes. Entah apa yang akan terjadi besok saat dia sadar sepenuhnya.

__ADS_1


Youmes kembali tersenyum melihat Nadia yang meringis, tapi dia tetap tak mau berhenti hingga akhirnya jebolah gawang Nadia oleh bola miliknya.


"Youmes berhenti sejenak, memberi nafas untuk Nadia menetralkan detak jantung yang bekerja keras. Setelah cukup Youmes melingkarkan kaki Nadia di pinggangnya, membopong Nadia dengan posisi bolanya masih berada di dalam gawang.


Aroma mawar membuat Youmes juga Nadia semakin terbawa kenikmatan setelah berada di atas ranjang besar yang sudah Nadia siapkan untuk dirinya dan Arya.


Di kasur besar itulah Youmes memompa terus menerus hingga Nadia mencapai kenikmatan berkali-kali.


Satu setengah jam Youmes terus memompa, hingga akhirnya dia mendapatkan kenikmatannya dan menyemburkan laharnya di dalam rahim Nadia.


Sementara Nadia? dia sudah tak berdaya, dia sudah lemas meskipun dia masih merasakan nikmat yang sangat luar biasa. Bahkan tubuhnya masih terasa panas. Apakah selama itu pengaruh obatnya?


Bruk...


Youmes ambruk dan langsung terlentang di sebelah Nadia yang dadanya terus kembang kempis mengatur pernafasan.


Keduanya menatap langit-langit dengan sisa-sisa peluh yang masih terus keluar.


"Kamu sangat nikmat, Nona. Punyamu juga sangat sempit. Sangat enak untuk di nikmati lagi." ucap Youmes yang sadar sepenuhnya.


"Dasar brengs*k, kau telah mengambil mahkotaku yang seharusnya menjadi milik Arya. Kau benar-benar bi*dab," Nadia sangat marah. Ingin sekali dia mengamuk tapi semua tak akan bisa mengubah apa yang sudah terjadi. Youmes lah orang pertama yang telah melakukan kepadanya.


"Buat apa kau masih mengharapkan orang yang sudah menolak-mu. Kalau kamu hanya ingin mendapatkan kenikmatan, aku bisa senang hati untuk melakukannya."


"Jangan harap kau bisa menyentuh ku lagi. Kau tidak akan bisa melakukannya. Aku tak akan sudi di sentuh oleh laki-laki kotor seperti mu, " Nadia benar-benar sangat marah.


"Oh, jadi kamu meragukan-ku, iya? akan aku perlihatkan apa yang bisa aku lakukan. Jangankan kamu, Wanita seperti apapun bisa aku dapatkan. Sekarang lihatlah apa yang bisa aku lakukan. Akan aku buat kamu menjerit-jerit semalaman dan tak akan bisa bangun besok pagi."


Youmes langsung mendekat lagi, beranjak dan langsung menindih Nadia yang meragukannya.


"Apa yang mau kamu lakukan, dasar breng..."


ucapan Nadia sudah tak lagi terdengar karena perbuatan Youmes. Seorang Youmes yang hipers*ks tak akan keberatan untuk mengulang-ulang lagi meski sampai semalam. Dia tidak akan pernah puas.


Benar-benar Nadia memanen apa yang sudah dia tanam. Dia benar-benar menjadi bulan-bulanan Youmes yang seperti orang kesurupan. Nadia tak bisa berbuat apapun, dia hanya bisa pasrah setelah dia tak bisa berontak lagi. Membiarkan Youmes menjamah semua yang dia punya. Bahkan membiarkan Youmes terus membolak-balikan tubuhnya dan melakukan seperti apapun sesuai keinginannya.


Mata yang tak mampu untuk terbuka membuat Nadia tidur, tapi bukan berarti Youmes menghentikan kegiatannya, dia tetap melakukan hingga berkali-kali meski dalam keadaan Nadia tidur sekaligus. Sungguh mengerikan Si Youmes. Atau mungkin karena dia yang terus ketagihan dengan mulusnya tubuh Nadia dan sempitnya akan lubang surganya.


"Youmes, kau brengs*k," Nadia sampai mengigau.


Kata-kata yang keluar dari bibir Nadia membuat Youmes semakin menggila. Dia akan memberikan hukuman kepada Nadia dengan caranya sendiri. Dengan cara tuntasnya hasrat yang besar yang terus menerus menginginkan lagi dan lagi.


Tubuh Nadia sungguh menjadi pemuas yang gratis untuk malam ini. Dia mendapatkan secara cuma-cuma tanpa membayar satu sen pun.


Sudah yang keberapa kalinya Youmes melakukan itu pada Nadia, hingga akhirnya dia benar-benar puas dan ambruk di sebelah Nadia setelah pukul tiga pagi.


"Cukup untuk hari ini, Nona. Jangan harap Nona bisa lepas diriku, Nona sudah di ciptakan untuk menjadi pemuas ku. Sekarang dan selamanya." Youmes langsung memejamkan matanya di sebelah Nadia.


Tak ada rasa takut kalau Nadia akan kabur darinya, toh dia telah membuang kuncinya ke atas lemari. Dengan keadaan Nadia sekarang tak akan mungkin dia memanjat dan mengambil kuncinya.


...****************...


Bersambung....

__ADS_1


__ADS_2