Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
57.Jagalah Dari Dosa


__ADS_3

...______...


...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...


Sudah beberapa hari Arya tidak datang ke tempat dimana di akan mendapatkan kenikmatan surga dunia, dan kali ini di malam pukul 20:00 mobilnya sudah terparkir manis di depan 𝘤𝘭𝘶𝘱 malam yang selalu dia datangi.


Perlahan-lahan Arya turun, matanya langsung membulat terang saat bisa kembali melihat hinar-binar tempat itu yang sudah di penuhi dengan lampu-lampu warna-warni yang begitu bergemarlap.


Ujung bibirnya terangkat, di hatinya begitu berbunga-bunga saat melihat gadis-gadis yang begitu ayu dengan tubuh yang bergemulai juga dandanan yang begitu manis.


Bayangan akan kenikmatan sudah ada di dalam otaknya, dia sudah tidak sabar ingin kembali bergelut dengan gadis yang sudah di siapkan untuknya, karena seperti biasa sebelum dia datang dan sampai sana dia sudah memesan seorang gadis yang baru yang pasti kali ini dia meminta gadis yang masih tersegel rapat dan belum pernah tersentuh.


Arya masuk dan langsung di sambut dengan gadis-gadis cantik yang sangat merindukannya. Tangan-tangan liar langsung meraba-raba wajah tampan juga tubuh kekar milik Arya tapi dia tak peduli karena dia terus melangkah ke tempat yang sudah dia pesan sebelumnya, ruang VIP.


Kedatangan Arya benar-benar di nantikan di tempat itu, karena setiap kedatangannya bukan hanya gadis yang menjadi kencannya saja yang mendapat uang yang banyak darinya tapi tempat itu juga akan mendapatkan persenan yang tak kecil jumlahnya.


"Selamat datang kembali Tuan," seorang wanita kira-kira umum dua puluh enam tahun datang untuk menyambutnya, dia adalah pemilik asli tempat itu. Dan yang jelas, malam ini dia lah yang akan berkencan buta dengan Arya.


Namanya Angelica, perempuan yang mendirikan tempat itu, namun belum juga pernah di sentuh oleh pria lain karena dia begitu penasaran dengan Arya. Siapa yang tak mengenal seorang Arya di tempat itu, hanya Angelica saja yang belum mengenal lebih dalam.


Pakaiannya begitu ketat, gaun berwarna merah marun tinggi di atas lutut dan terdapat belahan di sebelah kanan kirinya, bagian atasnya begitu terbuka dan hampir memperlihatkan si kembar identiknya.


Arya yang baru melihat pun di buat terpana, kecantikannya tidak bisa di ragukan lagi, lekuk tubuhnya juga sangat menggoda, apalagi sentuhannya, Arya langsung terbuai meskipun baru sedikit sentuhan dari tangannya.


Tangan Angelica langsung melingkar di leher Arya dia tersenyum penuh godaan pada laki-laki yang benar-benar sudah terbuai itu, pintu ruang VIP sudah tertutup rapat dan setelah itu tak akan ada yang berani masuk tanpa persetujuannya.


Tubuh sudah saling bersentuhan Angelica terus melingkarkan tangannya pada leher Arya sementara tangan Arya juga sudah langsung melingkar di pinggangnya.


"Ternyata kau benar-benar sangat tampan, Tuan. Kau juga sangat menggoda, aku sudah tak sabar ingin memberikan semua yang aku punya pada Anda," ucap Angelica dengan suara yang begitu menggoda.

__ADS_1


"Hem..," jawab Arya dengan singkat. Arya tak mau banyak bicara yang jelas Arya juga sudah tidak sabar ingin cepat menikmati santapan sedap yang ada di depan matanya.


Tanpa menunggu lagi Arya langsung menyatukan bibirnya, memainkannya hingga Angelica juga tak bisa menolaknya. Mulut keduanya saling terbuka, berperang lidah dalam posisi yang masih berdiri.


Perlahan-lahan Arya menuntun Angelica untuk duduk di sofa panjang juga besar, Arya sudah tak sabar lagi. Dia seperti harimau yang kelaparan dan siap menerkam mangsanya. Arya benar-benar sudah terbuai sekarang.


Tubuh Angelica sungguh membuatnya tergila-gila hingga dia tak dapat lagi menahan tangan nakalnya untuk meraba-raba tempat yang masih tertutup dengan helai merah marun yang Angelica pakai.


Tangan keduanya mulai beraksi, Arya mulai melucuti apa yang Angelica pakai, menikmati si kembar identik hingga berhasil membuat Angelica mengeluarkan irama yang begitu merdu di telinganya.


Kenyal, besar dan sangat menonjol, membuat Arya terus mencecapinya selayaknya bayi yang kehausan.


Berkali-kali tangan Angelica ingin membuka dan meraba milik Arya tapi tangan Arya selalu menampiknya dan tak memperbolehkannya. Arya ingin menjadi pengendali sepenuhnya tanpa di ganggu oleh tangan Angelica.


Angelica hanya bisa pasrah, menyerahkan semua pada Arya. Dia hanya bisa menikmatinya saja bahkan sudah berkali-kali Angelica mengeluarkan lenguhan yang membuat Arya semakin semangat.


Junior Arya juga sudah menegang di dalam sana, tapi Arya masih belum mau mengeluarkannya. Arya melanjutkan melucuti Angelica di bagian bawahnya hingga terlihat hutan yang begitu lebat.


"𝘛𝘦𝘳𝘯𝘺𝘢𝘵𝘢 𝘥𝘪𝘢 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘣𝘦𝘳𝘣𝘰𝘩𝘰𝘯𝘨, " Batinnya.


Satu persatu Arya juga membuka penghalang yang masih ada padanya, ingin secepatnya menjebol, dan melebarkan lembah yang masih begitu sempit. Arya sudah sangat tidak sabar, juniornya sudah terus meronta mencari lembahnya.


Hal yang tak biasa terjadi, baru saja Arya ingin membobol lembah milik Angelica terdengar teriakan yang begitu memenuhi otaknya.


"𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵, 𝘗𝘢𝘬 𝘛𝘶𝘢𝘯! 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘪 𝘈𝘳𝘪𝘯𝘪!"


"𝘬𝘦𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘬𝘶, 𝘥𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘬𝘦𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘶 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘳𝘦𝘯𝘨𝘨𝘶𝘵!"


"𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯! 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘵𝘶𝘩 𝘈𝘳𝘪𝘯𝘪! "

__ADS_1


"𝘔𝘢𝘩𝘬𝘰𝘵𝘢 𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘬𝘶!! "


"𝘈𝘬𝘶 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘮𝘢𝘵𝘪 𝘥𝘦𝘮𝘪 𝘬𝘦𝘩𝘰𝘳𝘮𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘶! "


"𝘔𝘢𝘩𝘬𝘰𝘵𝘢 𝘬𝘶 𝘢𝘥𝘢𝘭𝘢𝘩 𝘬𝘦𝘩𝘪𝘥𝘶𝘱𝘢𝘯 𝘬𝘶!! "


"𝘑𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵, 𝘗𝘢𝘬 𝘛𝘶𝘢𝘯! 𝘫𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘥𝘦𝘬𝘢𝘵𝘪 𝘈𝘳𝘪𝘯𝘪!"


Suara Arini terus berputar berulang-ulang di otak Arya hingga akhirnya Arya mendorong Angelica dan berjalan pergi ke kamar mandi dengan wajah frustasi.


"Arrrggghhh...!! Aku bisa mendapatkan wanita yang seperti apapun! tapi kenapa aku tak bisa mendapatkan Arini gadis lemah itu, arghhhh...!" Arya begitu frustasi di dalam kamar mandi.


///////


"𝘕𝘢𝘬, 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘴𝘢𝘳. 𝘋𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘶𝘴𝘪𝘢𝘮𝘶 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘯𝘶𝘵𝘶𝘱 𝘬𝘦𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘥𝘢 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘶𝘬𝘢𝘪𝘮𝘶. 𝘕𝘦𝘯𝘦𝘬 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘱𝘦𝘴𝘢𝘯, 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘴𝘶𝘢𝘵𝘶 𝘴𝘢𝘢𝘵 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘬𝘢𝘩 𝘤𝘢𝘳𝘪𝘭𝘢𝘩 𝘴𝘦𝘰𝘳𝘢𝘯𝘨 𝘱𝘳𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳-𝘣𝘦𝘯𝘢𝘳 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘪𝘮𝘢𝘮 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘮𝘶."


"𝘗𝘳𝘪𝘢 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘭𝘦𝘣𝘪𝘩 𝘣𝘢𝘪𝘬 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢𝘮𝘶 𝘢𝘱𝘢 𝘢𝘥𝘢𝘯𝘺𝘢," 𝘶𝘤𝘢𝘱 𝘕𝘦𝘬 𝘔𝘶𝘳𝘯𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘱𝘦𝘴𝘢𝘯𝘯𝘺𝘢.


Arini tengah berada di dalam mushola rumah sakit, baru saja selesai shalat isya. Arini berdiam diri dan ingatannya memutar ulang pesan yang di ucapkan oleh Neneknya.


"Benarkah aku sudah besar. Ya, umurku memang sudah delapan belas tahun, banyak juga di usiaku yang yang sudah menikah. Tapi sepertinya akan susah untuk ku mengingat keadaanku yang seperti ini," ucapnya.


"Ya Allah, siapapun jodohku nantinya berikan untuk ku jodoh yang baik yang bisa menjadi imam yang baik. Semua orang memiliki kekurangan dan aku tak akan memperdulikannya aku akan menerimanya dengan baik jika dia juga bisa menerimaku dengan baik juga."


"Ya Allah, jagalah calon imam ku di manapun dia berada. Jagalah kehormatannya, jagalah nama baiknya, dan jagalah dirinya dari dosa," ucap Arini yang benar-benar berharap.


/////


Bersambung..

__ADS_1


_________


__ADS_2