
Happy Reading
FLASHBACK....
Tak ada keraguan dari Arya setelah menerima teh hangat dari pelayan yang sama sekali tidak dia kenal. Dia hanya ingin berpikir positif kepada orang lain.
Setelah sudah komplit memakai pakaiannya Arya duduk sebentar di sofa, menikmati teh hangat yang benar-benar bisa menghangatkan tubuhnya yang sempat kedinginan setelah menolong Arini masuk ke dalam kolam.
Tangannya menaikan cangkir, perlahan mulai menyeruputnya. Sementara satu tangannya membuka ponsel dan melihat fotonya dengan Arini kala itu. Arya tersenyum, dia sangat senang hatinya berbunga-bunga dengan ingatan bagaimana kata yang Arini ucapkan.
Belum juga teh itu habis rasa kantuk benar-benar menyerangnya, berkali-kali Arya menggelengkan kepalanya untuk menghilangkan kantuk tapi tetap saja tak bisa hilang.
"Mungkin aku terlalu kelelahan," gumamnya.
Arya meletakkan kembali gelas, dia berjalan menuju kasur itupun juga dengan sempoyongan.
Brukk....
Arya ambruk begitu saja di atas kasurnya dia sudah tak sadar lagi.
Sepuluh menitan Arya tertidur Melisa masuk dengan wajah yang berbinar. Dia sangat senang karena kali ini semua yang dia rencanakan telah berhasil.
Tidak dengan tangan kosong Melisa masuk, tetapi dia juga membawa satu botol minuman keras juga gelasnya.
"Kamu masuk ke perangkap ku, Tuan Arya. Tak akan ada yang bisa menjadi milikmu selain Melisa," ucapnya.
Melisa benar-benar pintar dia merekayasa seolah-olah Arya minum minuman keras itu hingga mabuk, dengan seperti itu orang lain akan berpikir Melisa adalah korban dari Arya.
Melisa membuang minuman yang ada, menyisakan sedikit saja dan juga menuangkan sedikit di dalam gelas khusus. Dia terus tersenyum melakukan itu bahkan dia juga terus melirik kearah Arya yang sudah tertidur karena pengaruh obat tidur yang dia berikan.
__ADS_1
Selesai dengan semua Melisa mendekati kasur Arya, naik ke sana dan langsung membenarkan tidur Arya bahkan dengan sengaja Melisa juga melepaskan baju rumahan yang Arya pakai.
"Tidak akan ada yang bisa terlepas dari genggaman Melisa, Tuan. Tidak akan ada yang bisa memilikimu selain aku saja," ucapnya.
Melisa melemparkan baju Arya lalu dia sendiri juga melepaskan baju yang dia pakai, juga membuangnya kearah yang sama dengan baju Arya.
Rekayasa yang sangat rapi Melisa lakukan dia sudah seperti penjahat profesional yang menjebak orang-orang kaya demi keuntungannya.
Semua Melisa lakukan, semua yang akan terjadi esok harus terlihat nyata dia tidak mau kehilangan kesempatan lagi. Tak masalah Arya tidak menyukainya, tetapi dia akan tetap harus menjadi Nyonya Arya.
Flashback End...
Langkah yang disertai oleh tangis dari Arini terlihat jelas oleh Eyang Wati juga Raisa yang sudah ada di meja makan. Mereka berdua langsung terkejut, mereka sangat penasaran karena Arini terus berlari dan masuk ke kamar.
"Eyang, Arini kenapa? Aku rasa ada yang tidak beres," Raisa berdiri dia langsung mengejar Arini.
"Arini, sebenarnya apa yang terjadi. Apa yang kamu lihat? Apa Tuan Arya memarahi mu? Atau dia memukulmu?" Raisa menghampiri Arini.
Arini masih diam tak menjawab tapi dia terus menangis.
"Baiklah, aku akan membalaskan untukmu. Tuan Arya memukulmu? Biar aku yang memukulnya."
Raisa hendak kembali tapi Arini menarik pergelangan tangannya. Arini langsung menubruk Raisa dia memeluk Raisa dan menumpahkan tangis di atas bahunya.
"Mbak, Arini mau pulang. Arini tidak mau di sini lagi." ucapnya yang terdengar parau.
Raisa tau, ini pasti ada masalah. Tidak mungkin tidak dan Arini menjadi seperti sekarang. Tadi dia begitu semangat tapi sekarang? Dia ingin secepatnya pergi dari sana.
"Baiklah, kita pamit dulu dengan Tuan Arya," ucapnya memancing.
"Tidak, Arini tidak mau bertemu pak Tuan lagi. Arini ingin pulang, Mbak," rengeknya.
Sementara Eyang Wati yang sangat penasaran dia pergi ke kamar Arya. Dia ingin memastikan apa yang Arini lihat.
Tak dapat di percaya, Arya tidur dengan perempuan lain sekarang.
"Arya, Ar...! Astaga... Arya...!" Pekik Eyang Wati setelah mengetahui apa yang terjadi. Pantas saja Arini menangis dan lari tanpa menyapa siapapun dan inilah alasannya. Arya tidur dengan seorang wanita.
Eyang Wati begitu geram dia berjalan mendekati Arya membangunkan dengan paksa sampai Arya benar-benar terbangun.
"Arya, bangun! Arya!!" Eyang Wati terus menepuk-nepuk pipi Arya bergantian. Dan dengan itu Arya benar-benar membuka mata.
"Eyang, ada apa sih. Arya masih ngantuk," Arya beralih duduk tapi dia masih enggan untuk membuka matanya.
__ADS_1
Plakkk...
"Masih ngantuk! Ini jam berapa. Begitu lelahnya kamu berbuat hal yang tidak senonoh dengan wanita itu dan sekarang kamu...! Eyang sangat kecewa padamu, Ar!" Eyang Wati begitu geram, dia sangat marah bahkan tangannya juga menunjuk wanita yang ada di sebelah Arya.
Tak mengerti kenapa Eyang Wati sampai semarah itu dan Arya kini mengikuti tangan Eyang Wati.
Arya terperanjat, dia sangat terkejut bagaimana bisa dia tidur dengan Melisa, bahkan mereka berdua sama-sama tidak memakai baju.
"Kenapa dia bisa ada di sini?" Arya terlihat sangat bingung.
"Eyang..., ini tidak seperti yang Eyang pikirkan. Arya tidak melakukan ini, Arya berani bersumpah!"
Arya panik, dia berusaha untuk meyakinkan Eyang Wati tetapi sepertinya akan susah karena Eyang kadung geram, apalagi kenyataan sudah di lihat sendiri dengan mata tuanya.
Melisa perlahan membuka mata karena suara bising yang dia dengar, suara dari Arya juga Eyang begitu mengganggu tidurnya yang nyenyak dan penuh bahagia.
"Ke-kenapa Tuan melakukan ini pada Melisa," Melisa menangis, tangannya cepat menarik selimut dan menutupi tubuhnya.
"Apa yang kamu katakan! Aku tidak melakukan apapun!" Arya mengelak karena dia memang merasa tidak melakukan apapun, bahkan dia juga tidak mengingat apapun yang terjadi semalam.
"Sebenarnya apa yang terjadi?" Eyang Wati begitu penasaran, dia ingin mengetahui jawaban yang sebenarnya. Kini dia bertanya pada Melisa yang sudah menangis seolah dia yang menjadi korbannya.
"Eyang, tidak ada yang terjadi. Arya tidak melakukan apapun padanya! Dan kau, jangan berbohong! Katakan pada Eyang kalau kita tidak melakukan apapun!"
"Diam, Arya. Diam!" bentak Eyang.
"Katakan, apa yang terjadi sebenarnya," Eyang kembali bertanya.
"Se-semalam..., Melisa hendak pergi ke kamar Arini untuk menjenguknya, melihat bagaimana keadaannya. Tetapi saat saya melewati depan kamar ini tiba-tiba Tuan menarik saya, dia dalam keadaan mabuk, dan... dan, Tuan Arya memaksaku untuk... hiks... hiks... hiks..."
"Tidak Eyang, itu tidak benar. Arya sudah tidak pernah minum lagi. Arya sudah menjauhi semuanya Eyang. Dia bohong, dia telah menjebak Arya, Eyang." Arya terus meyakinkan Eyang.
"Tidak minum! Lalu botol apa yang ada di sana itu! Tidak mungkin kan itu punya orang lain!" botol juga gelas tak terlepas dari mata Eyang, terlihat sangat jelas kalau itu adalah minuman keras yang memiliki kadar Alkohol yang tinggi.
Arya terperangah, bagaimana mungkin bisa ada botol itu di sana padahal dia sudah menjauhi dan sudah lama tidak lagi mengonsumsinya tapi kenapa bisa ada begitu saja?"
Arya menoleh ke arah Melisa yang terus menangis lalu beralih lagi kearah Eyang yang begitu marah.
"Tidak, Eyang. Arya tidak melakukan ini, Arya dijebak, Arya yakin ini hanya jebakan dari perempuan ini. Percaya dengan Arya, Eyang." Arya terus berusaha untuk meyakinkan Eyang tetapi sepertinya tidak akan bisa.
"Eyang, Nyonya Arini! Arini memaksa untuk pergi," Mila berkata dengan ngos-ngosan.
"Kamu telah mengecewakan Eyang, Ar. Dan kamu juga telah menyakiti Arini. Puas kamu sekarang!" Eyang berlalu.
"Tidak Eyang! Arya tidak melakukannya!" Arya hendak turun dan mengejar Eyang juga Arini. Dia tidak mau kehilangan gadis kecilnya itu.
"Tuan, pokoknya Tuan harus bertanggung jawab," ucap Melisa tangannya langsung meraih lengan Arya untuk menghentikan kepergiannya.
"Jangan harap saya akan melakukan apapun yang kamu minta. Kamu hanya wanita rendahan yang tergila-gila dengan hartaku, dan aku tau itu semua. Berdoa saja semoga kamu beruntung dengan masalah yang kamu buat sendiri," Arya begitu geram dia melepaskan tangan melisa dengan sangat kuat.
"Tuan! Anda harus tetap bertanggung jawab! Kalau tidak aku pastikan nama anda akan hancur!" Ancam Melisa tetapi Arya tak peduli.
"Hem... akhirnya, aku berhasil juga sekarang."
Bersambung....
__ADS_1