
Happy Reading...
Langkah kaki terlihat sangat pasti, menapaki setiap trotoar hanya untuk mencari sesuatu yang menjadi pesanan dari sang istri tercinta. Lebih tepatnya bukan pesanan tapi memang hal yang dia minta karena ngidamnya.
Matanya terus melihat dengan wajah yang terus menerus menoleh ke arah penjual di semua tempat yang dia lewati. Seharusnya dia bisa meminta tolong pada asistennya tapi tidak, karena sang istri hanya mau menerima kalau itu dia sendiri yang bekerja keras untuk mencarinya.
Hanya sebuah gado-gado yang di minta tetapi masalahnya ini sudah sangat malam dan sudah beberapa tempat yang dia datangi sudah tutup. Harus mencari kemana lagi coba, kalau tidak dapat entah apa yang akan dia dapatkan sebagai hukumannya.
"Astaghfirullah hal azim, aku harus mencari kemana lagi?" kakinya berhenti melangkah sudah jauh dia berjalan meninggalkan mobilnya di tepi jalan karena mobil tak bisa masuk di daerah itulah.
Bukannya semakin ramai suasana di sana tapi malah semakin sepi. Bukannya Arya takut tapi dia hanya merasa kalau semakin masuk pun juga tidak akan mungkin dia mendapatkan apa yang dia cari.
Arya bergegas untuk kembali, tetapi dia tetap berjuang untuk mendapatkan apa yang di minta oleh Arini dia juga tidak mau kalau sampai ngidamnya tidak terpenuhi anaknya akan jadi ileran.
Sampailah Arya di tempat mobilnya yang terparkir, tentu dia akan pergi dari sana dan mencari tempa lain. Tapi belum juga dia berhasil membuka pintu tiba-tiba ada orang yang memeluknya dari belakang.
__ADS_1
Terkejut, jelas Arya sangat terkejut dia juga langsung berusaha untuk mendorong orang itu tetapi dia malah semakin mengeratkan pelukannya.
"Aku sangat merindukan mu, maafkan aku yang telah pergi. Tetapi, itu semua bukan kemauan ku. Aku di paksa," ucapnya.
Suara itu? jelas sangat Arya kenal, suara yang sangat tidak asing dan sang pemilik suara itu adalah wanita yang dulu benar-benar di idamkan oleh Arya. Bahkan demi dia Arya bisa melakukan apapun dan mengorbankan segalanya.
Tapi apa tadi katanya? kepergiannya karena di paksa?
Bahkan kepergiannya tak meninggalkan penjelasan apapun dan malah sebaliknya, meninggalkan luka yang teramat besar dan mengubah jati diri Arya menjadi orang yang sangat tidak bermoral.
Suka minum-minuman keras, suka pergi ke tempat haram hanya untuk mendapatkan kepuasan. Itu adalah cara dia melampiaskan segalanya.
"Maaf, saya tidak mengenal anda," ucap Arya. Menjauh dari wanita yang tak punya hati dan juga gila harta itu adalah pilihan terbaik bukan?
Meski sudah berubah atau belum dia tapi Arya tidak akan peduli, Arya sudah mendapatkan wanita yang benar-benar tulus padanya dan tak hanya memandang hartanya saja.
__ADS_1
"Aku Anggi, Arya. Anggi!" wanita itu terlihat berusaha menjelaskan kalau dia adalah wanita yang pernah ada di kehidupan Arya dulu.
"Maaf, saya tidak mengenal anda," Arya juga terlihat sangat kekeuh, tak mau mengakui kalau mereka pernah saling kenal, saling bermadu kasih, juga saling berjuang untuk merajut mimpi yang indah hingga akhirnya mimpi itu musnah karena Anggi memilih pergi karena pria lain yang lebih kaya dari Arya.
"Aku Anggi, Arya. Anggi! tidak mungkin kamu tidak mengenal ku, kamu pasti hanya berbohong iya kan?" kekeuhnya.
"Maaf, saya tidak punya urus dengan Anda," Arya benar-benar menghindar dari Anggi dia masuk ke dalam mobilnya dan bergegas menjalankan mobilnya.
"Arya! aku Anggi, Arya!" teriak Anggi.
Hanya rasa kecewa yang Anggi dapat dia tak bisa membuat Arya tunduk lagi kepadanya seperti dulu lagi. Ini tak akan mudah untuknya.
"Buktikan saja, Arya. Jamu yang akan datang kepadaku dan akan memohon kembali kepadaku," mata Anggi melotot melihat mobil Arya yang sudah sangat jauh.
Entah apa yang akan dia perbuat untuk Arya semoga apapun itu tidak akan sampai merusak hubungan Arya juga Arini.
__ADS_1
...****************...
Bersambung....