
Happy Reading....
Bahagia bisa dengan cara-cara yang sederhana, tak butuh modal banyak demi mengais bahagia tapi dengan cara-cara sederhana bisa membuat orang bahagia.
Begitulah sekiranya yang di gambarkan untuk pasangan satu ini. Arya dan Arini.
Keduanya tengah menjalani kebahagiaan dengan cara yang sangat sederhana, hanya dengan duduk bersama, bercengkerama dan memikirkan sebuah nama yang pantas untuk anaknya kelak.
Masih ada beberapa bulan lagi sih, tapi tidak dalam kan jika mulai di pikirkan mulai sekarang.
"Ak," roti Arya suapi ke dalam mulut Arini saat dia berbicara panjang kali lebar dan tak ad hentinya.
Dengan cara itu pastilah Arini langsung diam dan cara itu memang cukup manjur sih.
Bukan hanya dulu saja Arini cerewet bahkan sampai sekarang juga masih berlanjut, bahkan semakin parah.
"Ih, kok di kasih roti sih," Arini terlihat kesal.
Baru saja tadi merasa bahagia karena mendapatkan nama-nama yang bagus dengan awalan A biar sama seperti orang tuanya dan kini Arya malah melakukan itu.
"Habisnya kamu ngomong terus sih, Yang. Aku pikir kamu lapar," jawab Arya dengan begitu enteng.
"Ya, tapi nggak gitu juga dong, Mas. Bisa setelah selesai bicara kan?" nada Arini sudah semakin jengkel saja karena ulah Arya yang hari-hari ini selalu saja jail.
__ADS_1
Itu semua Arya lakukan karena dia begitu gemas dengan Arini. Bumil itu semakin hati semakin imut di hadapan Arya. Bagaimana mungkin Arya akan tahan, dia pasti akan selalu ada kesempatan untuk menggoda istrinya.
"Hehe, iya maaf. Habisnya kamu sangat menggemaskan sih, Sayang ku," ucap Arya terus terang. Kini tangannya juga terangkat untuk mencubit pipinya dengan sangat gemas.
"Ah, jangan lagi, Mas." Arini menghindar tapi malah membuat Arya semakin semangat supaya berhasil. Kalau belum bisa mencubit pipi Arini rasanya kayak gimana gitu. Masih ada yang kurang.
"Mas!" Arini semakin giat menghindar tapi Arya juga tak mau kalah.
"Ayo, Sayang. Nih tangan gatel, hehehe," semakin Arya terkekeh semakin kesal Arini.
"Ya kalau gatal ya di garuk dong, Mas. Kenapa malah cubit Arini? Mas!" teriak Arini.
"Mas! hahaha!" kini Arini tertawa karena Arya malah berganti menggelitikinya. Bagaimana mungkin akan tahan untuk tidak tertawa.
"Sudah ya!" mata Arini melotot terang benderang dengan jari telunjuk terangkat memberikan peringatan pada Arya.
Tak akan lagi Arini memberikan pipinya untuk Arya bisa-bisa tambah gembul saja pipinya atau mungkin itu memang yang Arya mau? mungkin.
"Sekarang tentukan pilihan. Siapa namanya kalau Cewek dan siapa kalau cowok?" tanya Arya.
Memang jaman sekarang sudah sangat canggih mereka bisa saja mengetahui identitas anaknya entah perempuan atau laki-laki tapi mereka berdua memang tidak mau mengetahuinya, membiarkan semua menjadi kejutan.
"Hem...? rahasia!" Arini beranjak dia pergi meninggalkan Arya.
__ADS_1
Tentunya Arya terperangah melihat kepergian Arini. Dia sudah sangat serius bertanya tapi istrinya malah beranjak dan melenggang pergi begitu saja.
"Lah, kenapa malah pergi begitu saja? Yang!" Arya ikutan beranjak, mengejar Arini yang sudah jauh menuju dapur, entah apa yang ingin dia lakukan di sana.
Sampailah Arya di dapur dan melihat Arini yang tengah sibuk untuk membuat susu untuk dirinya sendiri.
"Astaghfirullah, Sayang ku. Kenapa tidak minta tolong sama mas sih. Sekarang kamu duduk dan biarkan mas yang mengerjakannya."
Arya menggeser Arini menuntunnya dan duduk di kursi yang memang selalu ada di sana.
"Kamu duduk di sini. Tunggu mas selesai," Arya kembali setelah Arini berhasil duduk atas perintahnya.
Arini menurut, dia diam namun memperhatikan Arya yang serius membuat susu untuknya.
"Dulu mas Arya adalah orang yang sangat angkuh dan keras kepala. Tak pernah terbayangkan akan menjadi seperti ini. Terimakasih ya Allah. Telah Engkau beri hidayah untuk mas Arya. Alhamdulillah," batin Arini.
Begitu bersyukur Arini atas perubahan Arya yang sangat kontras. Dulu bagaimana dan sekarang bagaimana.
"Hem, kenapa? apakah suami mu begitu tampan, Nyonya?" Arya datang dengan membawa segelas susu dan dia berikan pada Arini.
"Percaya sekali kamu, Tuan." jawab Arini mengelak.
...****************...
__ADS_1
Bersambung....