Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
298. Tetaplah Bahagia


__ADS_3

Happy Reading...


********************


Operasi Fara telah berhasil, keduanya selamat meski dalam keadaan sangat lemah. Berkali-kali Risman bersyukur kepada Sang Pencipta karena telah menyelamatkan dua orang yang di cintai, dan kini bisa melihat keduanya.


Sadari awal masuk ke ruang operasi Risman terus menemani Fara, dia harus terus membuat Fara selalu sadar. Meski semua itu sangat berat tapi akhirnya dia berhasil melakukannya hingga akhirnya Fara melahirkan anaknya dengan cara operasi.


Bukan hanya Risman saja yang sangat bahagia, tetapi Arini juga sama. Dia sangat bahagia bisa melihat Fara selamat.


Arini mengunjungi Fara di ruang rawat, meski terlihat sangat lemah tetapi Fara sadar. Dia terlihat begitu senang karena bisa melihat anaknya selamat dan dia juga bahagia karena Arini datang menemuinya.


"Kak, selamat ya. Anak kakak sehat dan sangat tampan," Ucap Arini memuji anak Fara yang sebenarnya kini tidak ada di ruangan yang sama dengannya.


Anaknya berada di tempat yang khusus karena dia lahir juga belum waktunya jadi ada di ruang yang berbeda dengan Fara, tentunya juga harus berada di inkubator.


"Terima kasih ya, Arini. Terima kasih sudah selalu ada untuk ku. Selalu mendukung ku," Di genggam tangan Arini dengan sangat erat.

__ADS_1


"Sama-sama, Kak. Ini juga sudah menjadi kewajiban Arini. Kita kan keluarga," Rasa hati tertampar dengan sangat keras karena perkataan Arini. Arini selalu menganggapnya keluarga tetapi dia sendiri dulu tak pernah mengakuinya.


Jika mengingat itu Fara menjadi sangat malu, dia yang menghina dan terus mengatakan hal buruk pada Arini kini di balas dengan hal yang penuh dengan kebaikan.


"Kenapa kakak diam?" Tanya Arini. Wajah Fara begitu berbeda mungkin karena menyadari atau mengingat lagi akan semua kesalahannya yang terdahulu.


"Apakah aku masih pantas di panggil kakak, Arini? Setelah semua yang sudah aku lakukan kepadamu. Apakah kamu tidak marah kepada ku?"


Arini tersenyum, tak akan ada amarah juga kebencian dari hati Arini. Tak ada meski hanya kecil saja. Di hati Arini hanya selalu ada ikhlas untuk memaafkan siapapun orang yang membuatnya sedih. Itulah hati Arini dulu hingga sekarang.


"Untuk selamanya kak Fara adalah kakaknya Arini. Selamanya kita adalah keluarga, Kak," Jawab Arini yang begitu tulus membuat Fara begitu terpaku dalam rasa tak percaya juga penuh rasa malu dan bersalah.


************


Di dalam kamarnya dia terus saja mengelus perutnya sendiri saat duduk di sofa. Tersenyum bahkan dia berbicara sendiri tapi menurutnya dia tengah berbicara dengan anaknya.


"Sayang, Mama sudah sangat tidak sabar untuk bisa melihat mu. Melihat kamu tersenyum, kamu bicara, bermain dengan mu, juga menggendong mu kemana-mana tentunya. Cepat besar ya, dan cepatlah keluar dari perut Mama supaya kita bisa bermain bersama, oke sayang." Katanya.

__ADS_1


Arya tersenyum seraya menutup pintu. Arya baru saja selesai dari kamar mandi dan melihat istrinya yang tengah seperti itu pastilah dia merasa sangat bahagia. Arya juga sama tak sabar ingin bisa melihat anaknya, tapi semua kan membutuhkan waktu.


Arya berjalan mendekat, duduk di sampingnya dan seketika mengelus perut Arini yang semakin membuncit.


"Dengerin kata-kata Mama ya, Sayang. Cepat besar dan cepatlah keluar dengan keadaan sehat. Dan kita bisa bermain bersama-sama, bertiga," Arya menoleh ke arah Arini, tersenyum dengan berjuta-juta kebahagiaan yang tak bisa di ungkapkan dengan kata-kata dan di gantikan dengan apapun juga.


Arini seketika bersandar di dada bidang Arya sembari terus mengelus perutnya sendiri.


Sementara Arya? Dia merengkuh Arini dan terus mengelus pundak Arini dengan satu tangannya sementara tangan yang lain juga terus berada di atas perut istrinya. Bukan itu saja, tetapi Arya juga terus memberikan kecupan mesra di kening Arini, beralih di puncak kepalanya yang kini tidak tertutup oleh apapun.


Aroma wangi dari sampo di rambut Arini membuat Arya selalu betah, dia sangat menyukai posisi itu. Sungguh sangat nyaman untuk mereka berdua.


"Teruslah sehat dan bahagia, Sayang." Kata Arya.


"Hem. Tentu, Mas." Jawab Arini cepat dan jelas.


"""""""""

__ADS_1


Bersambung.....


__ADS_2