
Happy Reading...
Keadaan Fara yang setiap hari terlihat sangat aneh membuat Ratna begitu penasaran. Bagaimana tidak? Anaknya itu terus saja mual juga muntah terus setiap pagi bukan itu saja, tetapi dia makan cara makannya juga terlihat aneh.
Bukan itu saja, tetapi juga perubahan tubuh Fara yang terlihat sangat jelas.
"Fara, sebenarnya kamu itu kenapa sih! Kamu itu beneran hanya asam lambung? Atau jangan bilang kamu hamil lagi?" Ratna duduk di kasur Fara, duduk di sebelah Fara yang masih setia berbaring dengan malas-malasan.
"Hem.., apa sih Bu. Jangan berpikir yang aneh-aneh deh. Mana mungkin Fara hamil, Fara kan belum nikah," Suaranya terdengar sangat malas, mungkin karena Fara memang baru bangun tidur siang jadi dia sangat malas.
"Hey..., jaman sekarang banyak perempuan yang hamil sebelum menikah! Semoga saja kamu tidak berbohong pada Ibu. Karena Ibu tidak mau anak-anak Ibu menjadi anak yang tidak bener. Kayak Arini tuh! Dia sudah sangat mempermalukan Ibu juga Bapak, semoga kamu tidak lebih buruk daripada dia," ucap Ratna.
"Tidak, Bu. Fara hanya tidak enak badan saja. Bukannya saya sudah katakan ini hanya masalah asam lambung saja. Jadi Ibu jangan berpikir aneh-aneh deh." Jawab Fara tak mengakui.
"Syukurlah kalau itu memang benar. Awas saja kalau kamu berbohong pada Ibu, nasib kamu akan sama seperti Arini, kamu harus angkat kaki dari rumah ini," tandas Ratna dengan penekanan.
"Tidak lah, Bu. Fara tidak mungkin akan hamil," Fara kembali menarik selimutnya menyembunyikan tubuh yang perlahan sudah mulai terlihat menonjol.
"Nya.. Nya! Lihat ini!" Baru saja Ratna ingin beranjak untuk meninggalkan Fara tiba-tiba Bi Ani datang dengan tergesa-gesa entah apa yang dia bawa.
"Apa sih, Bi! Jangan berisik deh, Fara lagi nggak enak badan, kasian dia." Ratna cepat menghadang Bi Ani menghentikan ucapannya yang terdengar sangat berisik.
"Ini, Nya. Saya hanya mau kasih lihat ini. Ini ada hasil testpack juga hasil pemeriksaan dari dokter. Emang di rumah ini ada yang hamil ya? Karena ini saya dapatkan dari tempat sampah di...?" mata Bi Ani melihat Fara yang sudah melotot dengan tubuhnya yang sudah kembali duduk.
Fara terlihat terkejut dia sangat takut kalau itu adalah hasil testnya yang hilang dari genggamannya. Dan kenapa sekarang bisa ada di tangan Bi Ani?
"Bi Ani jangan ngacok deh, mana ada di rumah ini yang hamil. Di sini yang punya suami hanya aku saja. Memang Bi Ani dapat dari tempat sampah mana?" Ratna juga terkejut, dia sudah langsung menarik semua hasil itu yang menyatakan memang adanya kehamilan di dalam seseorang tetapi siapa?
"Di..., di depan kamar ini, Nya." ucapan Bi Ani begitu lirih seiring matanya berpindah memandangi Ratna yang tercengang.
Ratna sangat tercengang, dia juga langsung membalikkan badannya melihat bagaimana ekspresi Fara saat ini yang sudah sangat takut, Fara terlihat sangat gugup.
__ADS_1
"Fara..., kamu tidak berbohong kan pada Ibu? Ini bukan milikmu kan!?" Ratna kembali mendekati Fara.
"A-apa sih, Bu. Fa-Fara tidak mungkin hamil," Fara begitu gugup dalam berbicara wajahnya juga menunduk tak berani melihat Ibunya yang terlihat sangat marah.
"Kenapa kamu gugup seperti itu! Apakah kamu benar-benar berbohong pada Ibu, iya!" Ratna semakin mendesak Fara untuk mengatakan apa yang sebenarnya terjadi meski Fara tak akan mungkin mengatakan itu. Fara sangat takut kalau dia akan di usir dari rumah dan bernasib sama seperti Arini yang mungkin luntang-lantung tidak jelas.
"Ti-tidak, Bu. Itu bukan punya Fara," Fara tetap tak berani menatap mata Ratna yang sudah tajam.
Tak percaya begitu saja kini Ratna sudah membungkuk di hadapan Fara mengapit dagunya dan membuat wajah Fara terangkat. Ratna melihat dengan jelas apa yanga mata Fara katakan, dan ternyata jawabannya sangat berbeda dengan apa yang di ucapkan oleh mulutnya.
"Siapa yang melakukan itu, siapa!" seru Ratna.
"Tidak, Bu. Fara tidak ha... "
"Jangan berbohong pada ibu, Fara. Ibu yang melahirkan mu, ibu yang merawat mu! Dan ibu tidak akan mungkin bisa salah. Bilang sama ibu, siapa yang melakukannya, siapa!"
"Lihat anakmu ini, Mas! Dia membohongi kita. Dia hamil!" Tak membuang waktu lagi untuk Ratna mengatakan itu kepada Marta suaminya.
Ratna sudah sangat marah, dia sangat kecewa dengan apa yang di lakukan oleh Fara yang membuatnya harus hamil di luar nikah.
Mata Marta langsung terbelalak, langkahnya juga langsung cepat menghampiri Fara yang sudah menangis juga terus menggeleng.
"Fara, apakah benar yang Ibumu katakan? Bilang sama Ayah, apakah itu benar!" seru Marta yang juga sudah kehilangan kesabaran.
"Ti-tidak, Yah," Fara masih kekeuh dia tak mau mengakuinya.
"Jangan berbohong Fara! Kalau tidak kamu, tidak mungkin hasil test ini ada di depan kamarmu!" Saut Ratna.
Plakk....
__ADS_1
"Ayah kecewa kepadamu, Fara. Kamu benar-benar buruk! Kamu.. Kamu..." Marta begitu geram, dia ingin memukul Fara lagi tetapi dia urung.
Tangannya masih berdiri di udara.
"Pergi dari rumah ini, Fara. Pergi! Ayah tidak mau melihat kamu lagi, pergi!" Dan yang Fara takutkan benar-benar terjadi, dia di usir karena kesalahannya.
Fara cepat beranjak dari kasur, dia bersimpuh dengan di temani tangis di hadapan Marta. Fara tidak mau di usir, dia tidak mempunyai siapapun laku bagaimana dia akan hidup di luar saja.
"Jangan usir Fara, Yah. Fara ngaku salah, Fara khilaf, Yah. Fara khilaf," Tangis Fara pecah dia tidak sanggup jika harus di usir dari rumah.
"Khilaf kamu bilang! Tidak mungkin kamu khilaf sampai kamu hamil seperti ini! Kamu benar-benar telah mempermalukan orang tuamu, Fara. Kamu tidak pantas di sini lagi, pergi!" Marta begitu terbawa amarah, dia sangat kecewa dengan Fara.
"Tidak, Yah. Jangan usir Fara. Fara harus kemana? Maafkan Fara, Yah." Fara terus memeluk kaki Marta berharap dia tidak di usir dan bisa mendapatkan maaf dari Marta.
Emosi Marta benar-benar meledak saat ini, padahal sudah lama dia tak marah-marah dan sekarang amarahnya kembali lagi karena anaknya sendiri.
Masalah seakan terus datang kepadanya, mulai dari Melisa yang dia ketahui mendapatkan pelecehan dan sekarang Fara hamil di luar nikah. Tetapi bukan itu saja, tanaman tehnya juga banyak yang kering dan tiba-tiba layu, entah kenapa masalahnya.
Apakah karma untuknya sudah di mulai sekarang, apakah ini terjadi karena mereka terus memperlakukan buruk kepada Arini dulu.
"Oke, Ayah akan memaafkan mu. Cari laki-laki yang telah menghamili mu, suruh dia untuk bertanggung jawab setelah itu Ayah akan memaafkan mu. Kalau kamu tidak berhasil maka jangan pernah bermimpi untuk bisa menginjak kakimu di sini lagi."
Marta melepaskan kakinya dengan paksa hingga membuat Fara terjengkang. Marta cepat pergi membawa amarahnya.
Sementara Ratna memang tidak seperti seorang ibu selayaknya, dia tidak peduli dengan Fara yang sudah menangis dalam sesalnya, Ratna juga pergi meninggalkan Fara seorang diri di kamarnya sendiri.
"Bu... Ayah..., maafkan Fara!" Fara sangat menyesal, dia juga bingung harus mencari Nando kemana lagi. Dia sudah terus mencarinya tetapi dia tidak menemukannya.
"Aku harus bagaimana, kemana aku harus mencarinya."
~~~~÷÷°÷÷~~~~
Bersambung....
__ADS_1