Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
61.Rencana Ulang Tahun Perusahaan


__ADS_3

..._____...


...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...


"Astaga, Fara! ini sudah jam berapa? bukankah kamu harus bekerja, kamu bisa terlambat! cepat bangun! " seru Ratna membangunkan Fara yang masih meringkuk di bawah selimut tebalnya.


Fara masih tak bergeming dia tetap anteng dalam tidurnya membuat Ratna kesal dan langsung menarik selimutnya yang menutupi tubuh anaknya.


"Astaga, Fara..! " Ratna begitu terkejut memang Fara tidur di kamarnya sendiri dia juga tidur sendiri, tapi sebelumnya tak pernah Ratna melihat Fara tidur memakai lingerie yang memperlihatkan kulitnya, bahkan Fara sudah seperti tak memakai baju.


Ratna sangat bingung, darimana Fara mengenal dan mendapatkan baju yang begitu berbuka seperti itu.


"Fara, bangun! " bentak Ratna yang sudah sangat marah. Ratna maupun Marta memang tak membatasi kedua anaknya untuk memilih baju seperti apa yang akan mereka kenakan tapi juga tak baju yang seperti itu juga.


"Fara, bangun! " Ratna terus mendorong-dorong bahu Fara untuk membangunkannya tapi gadis itu begitu susah untuk di bangunkan.


"Apa sih, Bu! Fara masih ngantuk! " Fara bangun namun bukan benar-benar bangun dia hanya mengambil selimut dan menariknya lagi untuk menutupi tubuhnya.


"Fara! " Ratna lagi-lagi menarik selimut itu dan juga membentaknya.


Kali ini Fara benar-benar bangun tapi dia begitu malas, "kenapa sih, Bu! Fara libur kerja. Fara hanya akan bangun nanti jam sebelas, karena Nando akan menjemput Fara untuk jalan-jalan," jawab Fara.


Fara ingin menjatuhkan tubuhnya lagi untuk kembali tidur namun sudah lebih dulu di tarik oleh Ratna.


"Jelaskan pada ibu! darimana kamu dapatkan baju yang seperti itu! dan, kenapa kamu sering pulang malam sekarang, hah!! nggak mungkin kamu lembur, kamu pergi ke mana, hah! " Ratna begitu terbawa emosi.


"Sudah deh, Bu! jangan ikut campur dengan kehidupan Fara. Fara sudah besar! Fara bisa menentukan sendiri hidup yang seperti apa. Dan untuk baju ini, Ibu tidak usah kepo! kalau Ibu ingin beli saja sendiri, masih banyak di toko-toko bahkan warna juga modelnya berbeda-beda, ibu tunggal pilih sesuai keinginan Ibu! " jawab Fara panjang lebar.


Ratna sangat marah, dia bukan menginginkan baju yang seperti itu, dia juga sudah tak lagi muda dia mengingat umur juga jika ingin memilih baju. Tapi anak satunya itu benar-benar bikin amarahnya mencapai ubun-ubunnya.


Tanpa memperdulikan Ratna, Fara langsung melenggang ke kamar mandi dia tak mau menanggapi omelan Ratna di pagi hari yang akan menghancurkan moodnya.

__ADS_1


"Fara! Ibu belum selesai bicara, Fara! " teriak Ratna namun tetap saja tak mendapatkan jawaban dari Fara.


"Dasar anak itu. Lama-lama bikin aku darah tinggi, Fara!" teriaknya namun tetap saja tak mendapatkan jawaban seperti awal.


Sementara di dalam kamar mandi Fara malah terus tersenyum melihat pantulan dirinya di cermin besar, baju itu adalah pemberian dari Nando dia sendiri yang memulihkannya untuk Fara.


Lingerie berwarna biru tua terlihat begitu pas pada tubuhnya. Fara sangat menyukainya, apalagi Nando memintanya untuk dia memakainya nanti malam saat mereka akan kembali berkencan dan berpesta.


"Nando pasti suka aku memakai ini. Seandainya kamu di sini sekarang, pasti aku akan melihat senyummu, Yang," gumamnya. Pikirannya membayangkan wajah Nando yang tengah tersenyum di hadapannya dan mengagumi apa yang dia miliki.


///////


Tidak seperti Fara yang masih bersantai di rumah, Melisa sudah ada di tempat kerjanya bahkan dia tengah mengikuti meeting dadakan yang Arya minta.


Semua tampak fokus begitu juga dengan Melisa mereka semua menunggu kedatangan sang penguasa yang membuat acara dadakan itu. Entah ada masalah apa sampai-sampai mereka di kumpulkan di ruang meeting.


Arya masuk dengan begitu gagahnya, langkahnya begitu berwibawa meskipun kelakuannya berbelok jauh dengan sewajarnya tapi itu tak menutupi semua kelebihannya.


Semuanya berdiri, lalu menunduk saat kedatangan Arya. Semua begitu tertunduk takut pada penguasa yang satu ini hanya satu orang saja yang berani padanya, siapa lagi kalau bukan si Arini, gadis kecil yang begitu bodoh namun sangat pemberani dan sangat susah untuk di taklukan.


Semua duduk setelah Arya sudah duduk di tempatnya. Semua tampak serius, menunggu apa yang akan Arya bicarakan.


"Satu bulan lagi adalah acara ulang tahun perusahaan yang juga bersamaan dengan ulang tahun saya. Sebelum hari itu tiba saya ingin kalian menyelesaikan semua projects di bulan ini."


"Jika bisa selesai maka kalian akan ikut serta ke acara ulang tahun itu yang akan di laksanakan di puncak, jika tidak bisa selesai maka kalian tidak akan bisa ikut andil dalam semua acara," ucap Arya dengan penuh ketegasan dan juga penekanan.


Ulang tahun yang biasa di lakukan di puncak, setiap tahun memang akan ada acara libur untuk semua karyawan dan salah satunya di acara ulang tahun perusahaan juga ulang tahunnya yang hanya selisih satu malam saja.


Biasanya semua staf akan ikut jika mereka bisa menyelesaikan tugas mereka dengan baik, jika tidak maka mereka akan di tinggal dan tak ada libur, mereka harus tetap mengerjakan semua yang belum mereka selesaikan.


"𝘞𝘢𝘩, 𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘶𝘴𝘢𝘩𝘢𝘢𝘯 𝘫𝘶𝘨𝘢 𝘶𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘵𝘢𝘩𝘶𝘯 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘺𝘢! 𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘦𝘭𝘦𝘴𝘢𝘪𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘢𝘯 𝘬𝘶, 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘪𝘬𝘶𝘵, 𝘥𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘨𝘢𝘮𝘣𝘪𝘭 𝘩𝘢𝘵𝘪 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘺𝘢. ".

__ADS_1


Sudut bibir Melisa terangkat, dia sudah merencanakan hal buruk untuk bisa mendapatkan Arya. Dan Melisa yakin kali ini tak akan ada Arini yang ikut karena dia kan hanya seorang OB, tak mungkin OB juga akan ikut di acara yang sangat besar itu.


"Apa kalian paham!? " ucapan Arya semakin tegas.


"Paham, Tuan," jawab mereka bersamaan.


"Bagus, dan sampaikan pada karyawan yang lain, " Arya langsung beranjak lagi, dia sudah selesai dengan tujuannya.


Semua bernafas lega setelah kepergian Arya, mereka kira Arya akan marah karena ada kesalahan ternyata Arya hanya menyampaikan pengumuman saja.


"𝘈𝘬𝘶 𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴 𝘮𝘦𝘯𝘺𝘪𝘢𝘱𝘬𝘢𝘯 𝘩𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘴𝘱𝘦𝘴𝘪𝘢𝘭 𝘶𝘯𝘵𝘶𝘬 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘈𝘳𝘺𝘢. 𝘏𝘢𝘥𝘪𝘢𝘩 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘢𝘵 𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘳𝘬𝘦𝘴𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢𝘬𝘶, " senyum Melisa begitu berbinar dia terus berfikir hadiah apa yang akan dia berikan pada Arya nantinya.


/////


Arya kembali ke ruangannya, dia merasa sangat penat, dia ingin menghilangkan rasa itu dengan minuman yang akan membuatnya melupakan semua masalahnya.


Sebelum Arya masuk dia merasa ada orang yang melihatnya di balik dinding tapi saat Arya menoleh tak ada siapapun, "mungkin aku hanya salah lihat," gumamnya. Kepalanya menggeleng sebelum dia benar-benar masuk ke dalam ruangannya.


Dengan cepat Arya membuka laci senyumnya merekah saat tangannya berhasil mengambil dua botol dari laci.


Arya mengernyit, tak biasanya segelnya sudah terbuka tapi dia yang sudah sangat menginginkan minuman itu langsung membukanya dan meminumnya.


Belum juga Arya berhasil meneguknya dia kembali menyemburkan minuman itu dengan cepat.


"Minuman apa ini!" Arya mengendusnya aromanya tidak seperti biasanya, Arya menuangkan begitu saja di lantai, dan warnanya juga berbeda.


"Toni....!! " teriaknya dengan sangat keras.


//////


Bersambung....

__ADS_1


________


__ADS_2