Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
227. Kesalahan Berujung penyesalan


__ADS_3

Happy Reading....


***""***


Kekhawatiran Risman begitu besar tatkala dia mendapati Fara yang tak sadarkan diri di tempat kontrakannya saat pagi hari.


Risman begitu takut, berkali-kali dia membangunkan Fara tetapi tak ada hasil sama sekali. Di tepuknya pipi Fara berkali-kali tetapi tatap tak bisa membuat dia sadar.


Betapa menyesalnya Risman sekarang. Dia meninggalkan Fara sendiri di kontrakan saat dia semalam mengatakan tidak enak badan. Risman hanya tak mau sampai ada omongan miring dari keduanya karena belum resmi menikah.


Seharusnya Risman tetap bertahan dari semalam meski tak bisa masuk ke rumah dan menunggu di luar jadi dia akan tau apa yang terjadi pada Fara, tetapi penyesalan akan menjadi akhir sebuah kesalahan.


"Fara, bangun. Jangan buat kakak takut seperti ini." Risman terus berusaha tetapi belum juga bisa membuatnya terbangun.


Rasa takut yang semakin besar membuat Risman cepat mengangkat tubuh Fara dan hendak mengajaknya ke rumah sakit.


Dengan mobilnya Risman mengantarkan Fara ke rumah sakit.


Sesampainya di rumah sakit Risman berpapasan dengan Arya juga Arini yang tengah keluar dari rumah sakit. Melihat Fara yang tak sadarkan diri seketika Arini menjadi khawatir.


"Kak Risman! Apa yang terjadi pada Kak Fara!?" Tanya Arini begitu panik.


"Saya juga belum tau apa yang terjadi. Saat saya ke kontrakannya Fara sudah tak sadarkan diri." Risman terus berlari meskipun dengan menggendong Fara.

__ADS_1


"Sayang, jangan lari-lari dong!" Tegur Arya tetapi Arini seperti tak dengar. Ketakutannya menutupi segalanya, "sayang!"


Arini begitu takut dia mengikuti Risman membawa Fara. Hingga akhirnya mereka bertiga berhenti di depan UGD saat Fara sudah di bawa masuk ke sana untuk mendapatkan pemeriksaan.


Risman begitu tak tenang, dia terus mondar-mandir dengan gelisah. Sementara Arini juga sama tetapi dia duduk saja di samping Arya.


Sesekali Arini juga Risman melihat arah pintu, menunggu dokter atau petugas lain keluar dan menjelaskan apa yang terjadi kepada Fara.


Hingga akhirnya pintu terbuka dan terlihat dokter yang keluar dengan wajah yang sangat serius. Risman langsung berlari mendekat sementara Arini juga langsung berdiri dan menghampiri dokter.


"Bagaimana, Dok." Tanya Risman tak sabar.


"Apakah anda suaminya?" Tanya dokter.


Risman menoleh ke arah Arini dan Arya dan keduanya juga terdiam.


"Ya, saya suaminya!" Jawab Risman dengan sangat jelas. Tentu itu membuat Arya juga Arini terperangah tak percaya dengan pengakuan Risman.


"Begini, Pak. Istri Anda mengalami masalah pada kehamilannya. Istri Anda harus secepatnya mendapatkan tindakan kalau tidak Itu akan sangat membahayakan ibu juga anaknya."


"Maksudnya mendapatkan tindakan?" Risman begitu bingung, dia tak mengerti dengan urusan yang seperti ini.


"Bayinya harus di angkat secepatnya. Istri Anda harus melakukan operasi darurat."

__ADS_1


Lemas. Itulah yang Risman rasakan saat ini. Kenapa bisa seperti ini. Rasa sedih Risman berhasil membuat Risman menangis, dia benar-benar tak peduli dengan keberadaan Arini juga Arya. Dia hanya mengkhawatirkan Fara juga anaknya.


"Tapi, Dok. Usai kandungan Fara baru depapan bulan." Ucap Risman.


"Tidak masalah, Pak. Ini harus segera di lakukan karena detak jantung sang anak sudah mulai melemah." Semakin takut Risman sekarang. Apa yang harus dia lakukan?


"Kak Risman!" Panggil Arini. Seketika Risman menoleh dan saat itu Arini mengangguk dengan pelan. Arini memang sangat takut tetapi ini adalah yang terbaik yang harus di lakukan. Keselamatan keduanya lebih penting.


"Baik, lakukan saja, Dok." Keputusan berat akhirnya di ambil oleh Risman. Dia tidak akan setuju, dia akan sangat bingung jika tidak ada Arini. Risman sangat percaya kepada Arini.


"Baik, kalau begitu urus administrasinya lebih dulu. Dan anda juga harus bisa memastikan kalau istri Anda bisa tersadar. Kalau tidak maka operasi tidak bisa kami lakukan."


"Lakukan semua sekarang, Dok. Dia adalah kakak ipar saya. Lakukan yang terbaik dan pastikan keduanya selamat." Ucap Arya.


Siapa yang tidak kenal dengan Arya, semua dokter juga para suster mengenalnya bahwa Arya adalah pemilik rumah sakit itu.


"Baik, Tuan," Dokter mengangguk. Semua harus sesuai yang Arya ingin. Jika itu harus di lakukan maka harus di lakukan saat itu juga.


Dokter mengajak Risman masuk. Dia percaya kalau Risman adalah suami dari Fara. Sementara Arini begitu tak tenang, sebentar lagi Fara harus melakukan operasi. Semoga saja ibu dan anaknya selamat dan dalam keadaan baik-baik saja.


"Sudah, jangan terlalu khawatir. Mereka akan baik-baik saja." Arya merangkul Arini, membuatnya sedikit tenang dan mengajaknya duduk di kursi.


◦•●◉✿"✿◉●•◦

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2