
Happy Reading...
...****************...
Begitu bahagia Arini saat ini. Bisa di temani Arya dalam melakukan senam hamilnya. Meski melelahkan tapi itu tak membuat dia loyo, dia malah begitu antusias meski sudah sampai selesai.
Arini masih begitu semangat hingga dia masih semangat untuk jalan-jalan sebentar, mencari makan siang juga setelah itu masih ada rencana untuk pergi ke tempat Nisa untuk menjenguknya yang katanya sedang sakit.
Sementara Arya hanya bisa terus mengalah juga menurut apa yang istrinya itu inginkan. Apa sih yang tidak bisa dia lakukan dan dia berikan untuk Arini. Semua pun akan dia berikan selama dia mampu.
"Mas, setelah makan kita ke tempat mbak Nisa ya," Arini bergelayut manja di lengan Arya. Berjalan di sebelahnya keluar dari tempat senam.
"Hem," Arya hanya mengangguk dan terus menggandeng tangan Arini dan keduanya berjalan bersamaan.
Tak peduli dengan tatapan mata semua orang, tak peduli dengan senyum mengejek dari semua bagi keduanya mereka nyaman dan tak merugikan orang lain.
Baju juga nyaman dan mereka beli sendiri, bermesraan juga dengan pasangan sendiri bukan dengan orang lain.
Pintu mobil Arya buka, menyuruh Arini masuk lalu dia menutupnya. Bukan hanya Arini saja yang lapar tapi Arya juga sama. Ini udah waktunya makan siang jadi perut mereka berdua jelas sudah keroncongan.
...****************...
Begitu bahagia Nisa juga Toni, kabar gembira telah mereka dapatkan. Nisa tengah berbadan dua, dia di nyatakan positif tadi saat periksa di rumah sakit.
Toni menjadi super posesif sekarang. Nisa tak boleh ini itu bahkan Toni langsung membuat surat pengunduran diri Nisa di rumah sakit setelah sampai rumah.
Kesepakatan yang sudah menjadi janji tak bisa di ingkari lagi oleh Nisa, meski sebenarnya dia masih ingin bekerja tapi dia tak bisa lagi mengabaikan perintah suaminya. Ini juga sudah menjadi kesempatan.
__ADS_1
Toni yang selesai membuat surat pengunduran diri Nisa langsung menghampirinya, tapi dia kembali menggeleng karena melihat Nisa yang tengah memasak.
"Apa yang sedang kamu lakukan, Nisa. Bukannya aku minta kamu untuk istirahat, aku nggak mau kamu sampai kenapa-napa loh," Toni semakin mendekat.
"Apa sih, Mas. Kan hanya memasak saja. Ini juga udah mau selesai," jawab Nisa.
Khawatir boleh tapi jangan berlebihan juga kan? Selama apa yang di lakukan tidak membuatnya kelelahan sebenarnya masih tak apa. Selama masih wajar.
"Sekarang kamu duduk saja, biar aku yang selesai_in," Toni langsung mengambil alih apa yang ada di hadapan Nisa. Meski benar hanya menunggu matang saja tapi Toni tetap tidak memperbolehkan.
Tak mau berdebat Nisa langsung berpindah duduk. Mengamati Toni yang terlihat sibuk mengaduk-aduk masakannya.
Begitu bahagia juga merasa sangat beruntung Nisa sekarang. Hidupnya sungguh sempurna dengan memiliki suami yang begitu pengertian juga sebentar lagi rumah tangganya akan sempurna dengan kehadiran buah hati mereka berdua.
"Kenapa senyum-senyum, apakah ada yang aneh?" tanya Toni merasa sangat penasaran karena Nisa memandangnya dengan tatapan penuh rona bahagia. Bahkan dia juga terus tersenyum.
"Tidak apa-apa," elak Nisa.
"Ih, percaya diri sekali kamu, Mas," mulut Nisa mengerucut tapi itu malah membuat Toni menjadi terkekeh.
"Assalamu'alaikum!" senyum keduanya pudar setelah mendengar suara salam yang begitu menggema dari luar pintu.
Padahal mereka berdua tidak ada janji dengan siapapun. Tak ada yang mengatakan ingin datang berkunjung, lalu?
"Biar aku saja yang buka, Mas," Nisa perlahan berdiri, melangkah untuk keluar setelah mendapatkan anggukan dari Toni.
"Siapa yang bertamu di jam gini?" gumam Toni cukup bingung.
__ADS_1
Sementara Nisa sudah sampai di pintu dia langsung membukanya.
"Wa'alaikumsalam!" jawabnya dengan tangan yang bergerak menarik handel pintu.
Terkejut tapi juga sangat bahagia akan kedatangan tamu yang tidak di undang, siapa lagi kalau bukan atasan suaminya tuan Arya dan istrinya Arini.
"Mbak Nisa udah sembuh?" Arini langsung mendekati Nisa.
Sementara Nisa masih termangu dengan apa yang dia lihat. Arya Arini yang memakai kaus couple_an bahkan berwarna pink.
"Mbak, mbak sudah sembuh?" ulang Arini dan berhasil mengejutkan Nisa.
"Heh?" Nisa masih melongo.
"Astaghfirullah, Mbak. Arini tuh hanya bertanya, mbak sudah sembuh?" tiga kali Arini bertanya dan sepertinya sekarang Nisa sudah mendengar dengan benar akan yang Arini tanyakan.
"Alhamdulillah, aku sudah baik-baik saja," jawab Nisa.
"Siapa, Nis...?" ucapan Toni terhenti setelah melihat siapa yang datang.
"Tu_tuan, Bu Arini, silahkan masuk," pinta Toni.
"Masuk masuk," imbuh Nisa.
Mereka pun masuk, duduk di ruang tengah. Berbincang-bincang hingga akhirnya Arini juga Arya ikut berbahagia setiap di beri tau kabar tentang kehamilan Nisa.
"Alhamdulillah!" seru Arini.
__ADS_1
...****************...
Bersambung....