Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
243.Hidangan Akhir


__ADS_3

Happy Reading...



Sebenarnya Arya tidak pergi kemanapun setelah dia pamit kepada Arini ingin pergi karena ada urusan, Arya hanya turun ke lantai satu dan duduk di sana dengan memesan minuman hangat sembari menunggu beberapa saat sembari memainkan ponselnya.



Setelah dirasa cukup lama dan minuman yang dia pesan juga sudah habis dia bergegas kembali, dia sudah sangat penasaran dan tidak sabar bagaimana ekspresi wajah Arini sekarang.



Mungkinkah dia bahagia setelah menerima semua hadiah yang dia berikan atau malah sebaliknya? dia akan menangis karena merasa terharu, entahlah tapi Arya sangat ingin mengetahuinya dengan cepat.



Senyumnya mengembang saat melihat pintu sudah ada di depan mata, bayangan akan wajah wanitanya sudah terngiang di dalam benaknya.



"Semoga saja Arini bahagia dengan semua yang aku berikan," gumamnya seraya melangkah semakin cepat.



Tangannya merogoh saku celana setelah berhenti tepat di depan pintu, mengambil kunci yang hanya berbentuk kartu berwarna putih.



Perlahan pintu mulai dia dorong perlahan langkahnya juga memasuki kamar dengan mata yang memandang langsung ke segala arah ruangan, ruangan itu sangat berbeda dari yang tadi saat dia pergi bersama Arini tampilannya sesuai dengan ekspektasi yang dia inginkan sangat indah dan terdapat kesan romantis di dalamnya.



Dalam tubuh yang memunggungi pintu tangannya tetap menutup pintu dengan perlahan, pandangannya memang tidak jelas karena penerangan juga terlihat remang-remang karena lampu utama juga tidak dinyalakan.



Sepi senyap, itulah yang terjadi saat ini di kamar itu tak ada bunyi apapun bahkan hembusan angin pun tampak tidak ada membuat Arya mengernyit, mungkinkah wanitanya sudah tertidur pulas dan tidak menunggunya? cepat Arya melangkah menuju ranjang namun ternyata kosong.



Ranjang itu masih dipenuhi dengan kelopak bunga mawar merah dan juga tatanan yang masih rapi. lalu di mana Arini? Arya mengedarkan pandangannya namun sama sekali tidak ada tanda-tanda kehidupan yang ada di sana.



Arya berjalan menuju kamar mandi Mungkinkah istrinya ada di sana? namun ternyata nihil Arini tidak ada di sana.



"Arini Sayang!" panggilnya dengan suara keras tetapi sepatah kata pun tidak dia dengar sebagai jawabannya.



"Arini di mana? tidak mungkin kan dia pergi keluar sendiri? aku juga tidak lama meninggalkannya, jadi?" Arya begitu bingung karena tidak melihat istrinya ada di sana.



Segala sudut ruangan sudah terjangkau oleh mata tapi tidak ada tanda-tanda Arini ada, langkahnya juga semakin dekat ke arah yang ada di balik ruang lain mungkin Arini sembunyi di sana tapi belum juga dia ditemukan.


__ADS_1


Arini benar-benar ingin mengajaknya main petak umpet saja. "sayang! Aku tahu kamu ada di sini jika dalam hitungan ketiga kamu tidak keluar, jika nanti aku menemukanmu maka hukumannya akan menjadi semakin berat. Satu, dua, ti...?"



Arini nongol dari bawah meja rias di saat hitungan ketiga belum selesai terucap. Dia menunduk menaruh kedua tangannya di depan perutnya dan saling bertautan dan terlihat begitu gelisah.



Arya terperangah melihat penampilan dari istrinya saat ini, sangat jauh berbeda dari Arini yang seperti biasanya.



Terlihat jelas bahwa Arini bergetar mungkin dia benar-benar sangat gugup karena Arya memandangnya dengan tidak berkedip bahkan seolah ingin cepat memangsanya saat itu juga.



Arini semakin gugup saat Arya mulai mendekat, Arya berhenti tepat di hadapannya, memandangnya dari atas ke bawah dan naik lagi hingga ke atas.



Penampilannya saat ini begitu mempesona dan bagaikan menyihir mata Arya. Arya berjalan memutari Arini dilihatnya semua bagian membuat Arini ingin sekali berlari dan menjauh dari Arya saking gugupnya.



Rambut Arini diletakkan hanya di sebelah saja oleh Arya membuatnya bisa melihat dengan jelas tengkuk jenjangnya yang sangat menggoda.



"Terima kasih sayang, kamu sudah mau memberikan apa yang aku inginkan" ucapan Arya sudah sangat berbeda seolah dia sudah terbawa gairah yang sangat besar.



"M\_mas," Arini menggelinjang saat tiba-tiba Arya mengecap tengkuknya cukup lama bahkan mungkin tanda kepemilikannya sudah tertempel dengan jelas di sana.




Arini memejamkan mata saat jari jemari milik Arya merambat lengan kanan juga kirinya secara bersamaan, membuat dia merasakan sensasi panas dingin yang sangat luar biasa.



Arini semakin menutup mata erat saat tiba-tiba Arya mulai menyerangnya dan mulai menikmati leher jenjangnya dari belakang. Rasa nikmat rasa panas rasa yang menuntut berharap lebih membuat Arini mengeluarkan suara lenguhan yang terdengar sangat s\*ksi di telinga Arya.



Mendengar suara itu membuat Arya semakin menggila dan semakin bersemangat kedua tangannya menggenggam erat kedua lengan Arini dan perlahan membalikan tubuhnya hingga mereka berdua saling berhadapan.



"Kamu sangat cantik hari ini sayang," Puji Arya dengan suara yang sudah serak-serak basah.



Namun Arini tidak berani membuka matanya dan terus menutupnya dan hanya merasakan sensasi yang luar biasa yang diberikan oleh Arya.



Satu tangan Arya terangkat memegangi dagu Arini dan perlahan mengangkat wajahnya. Melihat wajah cantik dari polesan make up oleh tangannya sendiri membuat Arya begitu terkesima, apalagi melihat bibir ranum milik Arini membuat Arya langsung menyambarnya dengan perlahan.

__ADS_1



Keduanya terus bermain-main di sana namun itu tidak cukup bagi Arya dia terus menggilai semua yang ada pada istrinya. Ciuman yang awalnya hanya di bibir kini perlahan mulai turun mulai menuntut lebih hingga Arya perlahan berganti tempat ke leher bagian depan dan sesekali membuat tanda kepemilikan di sana, membuat Arini kembali mengeluarkan suara anehnya.



Arini tidak bisa menolak dia hanya bisa pasrah karena dia juga sudah bertekad untuk memberikan yang terbaik untuk suaminya. "M\_mas," Arini kembali menggelinjang saat kedua tangan Arya begitu nakal dan memegangi kedua Bukit kembar miliknya dan bermain-main di sana.



Suara itu membuat Arya bertambah semakin menggila bahkan bibirnya semakin turun dan mulai mencari apa yang tersentuh oleh tangannya yang masih tertutup rapat dengan kain satin berwarna merah marun yang khusus dia berikan untuk istrinya.



Bethrobe yang sangat mudah terbuka juga akan sangat mudah bagi Arya mengeluarkan isi yang ada di dalamnya. Tidak butuh melepaskan talinya dengan sekali menyibaknya maka keluarlah kedua gundukan yang masih tertutup dengan satu penghalang lagi.



"Boleh?" Arya tetap meminta persetujuan Arini sebelum dia benar-benar menikmati kedua gundukan kenyal yang menjadi candu untuknya.



Arini diam tidak menjawab karena dia sudah malu bahkan kini wajahnya benar-benar sudah memerah karena semua sentuhan yang Arya berikan.



Arya kembali bermain-main di atasnya sembari perlahan menggiring Arini hingga sampai di sebelah ranjang, kedua tangannya memegangi kedua bahu Arini dan memintanya untuk duduk dan perlahan merebahkan tubuhnya di ranjang tanpa menghilangkan semua kelopak mawar yang ada di atasnya.



Arya juga ikut naik di sana perlahan melepaskan ikatan bethrobe yang membuatnya kesusahan untuk melihat semuanya, disingkapnya perlahan hingga akhirnya mata Arya melihat pemandangan yang sangat luar biasa.



"Mas, malu," satu tangan Arini menutupi bagian bukit kembarnya dan satunya lagi menutupi bagian bawahnya keduanya hanya tertutup satu kain lagi yang tersisa sedangkan yang lain sudah terpampang jelas.



"Tidak usah malu sayang aku sudah melihat semuanya, bahkan aku juga halal melihatnya seberapapun lamanya," jawab Arya.



Cepat Arya juga melepaskan satu persatu pakaian yang masih ada padanya sepertinya dia sudah tidak sabar ingin menikmati hidangan akhir di malam ini.



Sebelum keduanya benar-benar polos tanpa sehelai benang pun Arya langsung menarik selimut untuk menutupi mereka berdua hingga akhirnya nyamuk pun tidak akan melihat apa yang mereka lakukan di bawah selimut.



Bersambung...


````````````


Panas panas...


🔥🔥🔥🔥🔥🔥


Air air.....

__ADS_1


💦💦💦💦💦


🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️🏃‍♀️


__ADS_2