Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
308. Pernikahan Fara


__ADS_3

Happy Reading...


...****************...


Acara telah di mulai, satu persatu di mulai hingga akhirnya acara ijab qobul Fara juga Risman akan segera di laksanakan.


Benar-benar akan lengkap kehidupan Fara, dia punya anak dan juga sebentar lagi akan mempunyai suami. Lengkap kan?


Ternyata benar, di balik masalah pasti akan ada hikmahnya. Meski Fara masih saja menyesalkan apa yang pernah terjadi padanya tapi itu tidak membuatnya menyerah dan akhirnya dia akan segera mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya.


Semoga setelah ini tak ada duri-duri lagi yang akan mengancam kebahagiaannya, kebahagiaan rumah tangganya dengan Risman yang sangat tulus dan cinta padanya.


Fara juga sangat senang, di acara pernikahannya dia bisa menjadikan ayahnya sebagai walinya. Padahal, dia sangat ragu beberapa waktu lalu.


Fara juga sangat senang. Akhirnya, bukan hanya Ayahnya yang memaafkannya tapi juga Arini yang sekarang juga hadir menjadi salah satu saksi di hari bahagianya.


Ternyata, tak harus ada hubungan darah yang bisa membuat kita mengerti. Kadang yang kita pandang sebelah mata dan tak pernah kita hiraukan ternyata dialah yang menuntun kita pada kebenaran. Dan itulah yang Fara dapat dari Arini yang hanya saudara angkat.

__ADS_1


"Terima kasih, Arini. Semua ini tidak akan pernah terjadi jika tanpa dirimu," batin Fara seraya tersenyum melihat Arini yang juga tersenyum padanya.


Arini mengangguk kecil wajahnya begitu berbinar penuh bahagia melihat saudaranya akan segera menikah.


"Mas," Arin menoleh ke arah Arya menyelipkan tangannya di lengan sang suami juga langsung menyandarkan kepalanya di bahu sang suami.


"Kamu baik-baik saja kan, Yang?" Arya menoleh dan memastikan kalau istrinya dalam keadaan baik. Takut saja kalau tiba-tiba errornya kumat, bahaya kan?


"Hem, Arini baik-baik saja," jawabnya dan semakin erat bergelayut manja di lengan Arya.


Tangan Arya yang satu terangkat untuk mengelus pipi Arini, sementara yang satu dia gunakan untuk menggenggam tangan Arini dengan erat.


Ratna tidak hadir saat ini, karena tak ada yang tau dimana dia tinggal sekarang. Untuk nenek dan kakek? dia juga sudah datang dari tadi, mereka juga terlihat sangat bahagia dan kini ada di tempat duduk yang berbeda dengan Arini.


Sementara Mama juga Papa Arini dia datang. Semua berusaha untuk memiliki hubungan baik dengan Marta.


"Saya terima nikah dan kawinnya Fara Shakira binti Marta dengan seperangkat alat shalat dan mawar tersebut di bayar, Tunai!"

__ADS_1


Suara ikrar suci yang di ucapkan oleh Risman begitu menggema di semua rasa ruangan itu. Semua tamu jelas bisa mendengarnya dengan sangat jelas bahkan dengan satu tarikan nafas saja. Risman benar-benar luar biasa.


"Bagaimana para saksi, sah?" tanya pak penghulu.


"Sah!!" para saksi bahkan semua yang hadir juga menyerukan kata sah untuk ikrar yang Risman ucap.


Doa untuk kebaikan untuk kedua mempelai di lantunkan dari Pak penghulu semua orang pun juga mengaminkan.


Acara yang begitu hikmat dan sangat sakral. Begitu banyak tangis haru, tangis bahagia terutama pada Fara sendiri.


Pertama kali menjabat tangan Risman dan mengecup punggung tangannya membuat jantungnya seakan ingin mencuat keluar. Tapi rasa bahagia juga kelegaan lebih mendominasi.


Rasa syukur terus Fara panjatkan, akhirnya dia mendapatkan laki-laki yang benar-benar tulus padanya, bukan laki-laki yang hanya menggilai tubuh indahnya.


"Terima kasih Ya Allah, nikmat mu sungguh besar untuk ku. Alhamdulilah," batin Fara.


...****************...

__ADS_1


Bersambung....


__ADS_2