Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
183.Aku ingin kamu bahagia


__ADS_3

Happy Reading...


***********


Arya terus mengikuti langkah Arini saat mereka berdua ada di pusat perbelanjaan. Pusat perlengkapan rumah yang sangat lengkap.


Sebenarnya Arini tidak mau ke sana karena dia sama sekali tidak berminat tetapi Arya yang terus membujuknya hingga akhirnya Arini ikut.


Sebenarnya bukan tentang belanjanya yang menjadi tujuan Arya, melainkan kebersamaan mereka yang sangat Arya inginkan. Arya hanya ingin terus menikmati hari-harinya bersama Arini saja bahkan dia juga melupakan meeting yang seharusnya di laksanakan di kantor.


Arya benar-benar ingin mengenalkan Arini kepada dunia kalau dia lah gadisnya, Arini lah gadis yang akan menjadi pengisi hatinya dan yang akan selalu menemani sampai seumur hidupnya.


Tak peduli dengan pandangan orang-orang yang menatap sinis Arya terus berjalan tanpa rasa malu. Sementara Arini lah yang merasa sangat minder saat berjalan dengan Arya.


Arya tampan, putih, tinggi juga sangat sempurna, sementara Arini? Dia sangat tak pantas tetapi kenapa Arya lebih memilihnya bahkan dia begitu percaya diri dan tak ada rasa malu sama sekali.


Arini berjalan begitu pelan menundukkan wajahnya karena merasa tak enak dengan semua tatapan orang-orang ke arahnya.


"Kamu kenapa?" tanya Arya yang kini berjalan di belakang Arini.

__ADS_1


Arini menghentikan langkah, dia tak enak hati saja. Arini merasa kalau dia akan membuat Arya malu.


"Pak Tuan tidak malu jalan dengan Arini?" bukannya menjawab pertanyaan Arya, Arini malah melontarkan pertanyaan. Arini juga menoleh, mengangkat wajahnya memandangi Arya yang kian mengernyit dalam kebingungan.


"Malu untuk apa?" Arya juga langsung memandangi Arini dengan menunduk sedikit.


"Apa pak Tuan tidak melihat bagaimana mata mereka semua memandangi kita? Arini merasa kalau Arini akan membuat Pak Tuan malu," Arini kembali menunduk.


Arya mengedarkan pandangannya, sekejap memang terlihat semuanya memandangi dengan tatapan aneh kepada mereka berdua, tetapi itu tidak berlangsung lama karena mata tajam dari Arya seolah ingin menguliti semua orang.


Semua menunduk takut, tak berani menatap ke arah Arini maupun Arya lagi dengan sinis.


"Tidak ada yang aneh, semuanya baik-baik saja," ucap Arya kepada Arini setelah dia berhasil membuat semua orang ketakutan.


Pikiran-pikiran negatif pastilah hadir dalam hati mereka semua, meski tak berani mengatakan langsung tetapi mereka merasa sangat iba dengan nasib Arya.


Mungkin bagi mereka mendapat Arini adalah sebuah kesalahan tetapi tidak untuk Arya, mengenal juga bisa mendapatkan hati Arini adalah hal yang paling spesial dan paling membahagiakan. Arini sangat berharga, dia sangat berbeda dari apapun atau dari siapapun.


"Tapi tadi...?" Arini ikut mengedarkan matanya dan ternyata benar, tak ada satupun orang yang terlihat aneh semua terlihat baik-baik saja dengan aktivitas mereka juga kesibukannya.

__ADS_1


"Apakah aku salah lihat? tapi tidak mungkin, aku benar-benar melihatnya tadi," Arini masih tak percaya, matanya masih baik-baik saja belum bermasalah tapi kenapa sekarang sudah berbeda dari sebelumnya.


"Apakah aku harus mengubah warna kulitku juga biar kita sama? Apakah aku juga harus sesederhana sepertimu juga? kalau itu yang kamu mau aku akan lakukan. Apapun akan aku lakukan asalkan kamu tidak merasa minder saat bersamaku."


Begitu banyak Arya mengatakan, dia bisa menjadi seperti apapun yang Arini mau. Dia menjadi buruk pun akan dia lakukan. Atau Arini ingin tampil cantik seperti semua gadis-gadis lainnya Arya juga akan mengusahakannya.


Arya juga tak mempermasalahkan semuanya, Arya menyukai Arini apa adanya, bukan karena ada apa-apanya.


"Sttss..., Pak Tuan jangan mengatakan seperti itu, Pak Tuan juga tidak perlu melakukan apapun. Kalau Pak Tuan melakukan itu Arini akan marah," ucap Arini.


"Aku tidak ingin kamu sedih hanya karena perbedaan kita, Arini. Aku ingin kamu selalu bahagia saat bersamaku."


Arini tersipu mendengar perkataan Arya, akhirnya Arini bisa melihat dan mendapatkan orang yang benar-benar tulus padanya dan tidak mempermasalahkan semua keadaan Arini.


****


Yuk siapa yang mau ngomel, Author lagi malas ngetik jadi dikit aja lah ya..


Wkwkwk.....

__ADS_1



Bersambung....


__ADS_2