Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
21.Sedikit Keraguan


__ADS_3

...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...


...____...


Arini kembali ke rumah dengan angkutan lagi seperti saat dia pergi. Seharusnya dia senang karena mendapatkan pekerjaan tapi kenapa Arini malah terlihat sedih sekarang.


Setelah turun dari angkutan Arini bergegas kembali ke rumah, langkahnya sangat begitu pelan dan penuh keraguan, pikirannya masih terus melayang di tempat yang jauh, perusahaan Gautama.


"Seharusnya aku bahagia kan karena telah mendapatkan pekerjaan, tapi kenapa aku sangat sedih juga takut seperti ini? apa keputusan ku salah menerima pekerjaan di sana? " gumamnya.


"Ya Allah, hapus lah kesedihan dan juga rasa takut ini. Aku ingin bisa bekerja dan mendapatkan uang untuk bisa membantu Nenek juga Kakek, Arini tidak mau menjadi beban untuk mereka, " ucapnya yang sangat berharap.


Ketakutan Arini memiliki alasan yang sangat jelas, perlakuan Arya padanya tadi lah yang menjadi ketakutan Arini. Bagaimana jadinya jika Arini benar-benar bekerja di sana, bagaimana jika Arya akan melakukan hal yang tidak di inginkan.


"Tapi aku harus tetap kuat. Kamu pasti bisa Arini, kamu pasti bisa. Kamu harus menjadi wanita yang tegar yang tak mudah menyerah, jangan takut, Allah selalu bersama mu Arini," ucapnya lagi.


Dengan tekat yang kuat Arini pasti bisa menghadapi semua masalah yang akan terjadi padanya, semua yang terjadi nantinya juga sudah sesuai dengan takdir nya. Namun bukan berarti dia harus menerima jika Arya melakukan hal buruk kan? Arini harus bisa mencegah nya.


Arini masuk dengan bahagia kali ini, karena tak ingin dia menampakkan wajah sedihnya di depan kedua orang yang sangat dia sayang dan dia miliki sekarang.


"Assalamu'alaikum...!" serunya.


"Wa'alaikumsalam...! " jawab Murni juga Susanto bersamaan.


Keduanya langsung keluar dari tempat persembunyian mereka, menyambut kedatangan Arini yang terlihat sangat bahagia.


"Nenek!" Arini berlari menghampiri Murni setelah dia melihatnya, Arini langsung memeluk neneknya dengan hati yang sangat bahagia tentunya.

__ADS_1


"Eh," Murni begitu terkejut karena Arini langsung memeluknya namun dia tetap membalas pelukan hangat pada cucunya, "ada apa, Nak? " tanya nya.


Susanto masih diam mengamati Arini yang terlihat sangat bahagia, Susanto juga ikutan tersenyum saat melihat itu, "𝘴𝘦𝘱𝘦𝘳𝘵𝘪 𝘯𝘺𝘢 𝘈𝘳𝘪𝘯𝘪 𝘴𝘢𝘯𝘨𝘢𝘵 𝘣𝘢𝘩𝘢𝘨𝘪𝘢, 𝘮𝘶𝘯𝘨𝘬𝘪𝘯 𝘥𝘪𝘢 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘢𝘱𝘢𝘵𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘬𝘦𝘳𝘫𝘢𝘢𝘯, " 𝘣𝘢𝘵𝘪𝘯 𝘚𝘶𝘴𝘢𝘯𝘵𝘰.


"Nek, Kek! Arini mendapatkan pekerjaan, Arini bisa bekerja besok! " Arini begitu girang bahkan dia lompat-lompat dengan memegangi kedua tangan Murni.


Ternyata apa yang di pikirkan oleh Susanto benar, Arini mendapatkan pekerjaan, "kamu bekerja di mana? dan, jadi apa? " tanya Susanto.


Arini menoleh ke arah Susanto dengan wajah yang terus berbinar. Meskipun sempat ragu namun dia mencoba untuk bisa mengendalikannya.


"Arini mendapatkan pekerjaan, Kek. Besok Arini akan bekerja jadi OB di perusahaan... apa tadi ya? hem.... Oh ingat! di perusahaan Gautama! ya perusahaan Gautama! " ucap Arini menjelaskan.


Senyum Susanto pudar setelah mendengar di mana Arini akan bekerja besok. Perusahaan itu sudah sangat terkenal jadi semuanya juga sudah tau dengan semua ketentuan dan kebiasaan dari pemimpinnya.


"Arini, apa kamu yakin akan bekerja di sana?" tanya Susanto yang langsung terlihat khawatir. Susanto begitu was-was, bagaimana jika terjadi sesuatu dengan cucunya ini, dia masih sangat polos dia juga tidak tau semua desas-desus negatif yang ada di perusahaan itu.


"Kakek senang Arini, hanya saja? Kakek takut akan terjadi sesuatu padamu di sana," jawab Susanto.


"Kenapa? apa ada hal yang Kakek sembunyikan? " tanya Arini yang sangat penasaran.


Susanto ingin menjelaskan semuanya namun dia tidak ingin membuat Arini kecewa setelah itu. Arini baru terlihat begitu bahagia semenjak datang dia tak ingin kebahagiaan itu akan hilang karena kabar yang tak enak jika dia menjelaskannya.


"Apakah kamu benar-benar yakin akan bekerja di sana?" tanya Susanto dan Arini mengangguk cepat, "kalau begitu kamu harus menjadi wanita yang kuat, kamu tidak boleh lemah dan tak boleh selalu mengalah. Jika ada orang yang berbuat buruk padamu, kamu harus berani melawannya, kamu mengerti?" pinta Susanto.


"Arini akan menjadi wanita kuat dan tangguh, tapi kenapa, Kek? Kenapa kakek terlihat sangat khawatir! " Arini masih sangat penasaran sih. Tak mungkin Susanto melakukan itu tanpa ada alasan apapun.


Susanto masih diam dia sangat enggan untuk menyatakannya. Mungkin hanya dengan sedikit kata-kata petuah untuk Arini bisa membuatnya lebih berhati-hati di sana.

__ADS_1


"Bukan apa-apa, pokoknya kamu berhati-hati saja saat bekerja. Jangan membuat masalah," ucap Susanto memperingatkan.


"Itu pasti, Kek. Arini akan hati-hati," jawab Arini. Arini menghargai apa yang di sembunyikan oleh Susanto padanya, mungkin dia memang belum saatnya mengetahuinya.


"Sekarang mandi dan istirahatlah, kamu pasti sangat lelah," pinta Murni.


"Iya, Nek. Arini permisi," jawabnya dan langsung berlalu meninggalkan mereka berdua di sana.


Susanto berjalan menuju kursi, dia duduk termenung di sana memikirkan sesuatu tentang Arini yang akan bekerja di Gautama Grup.


Murni yang melihat kekhawatiran dari suaminya langsung mendekati, duduk di sebelahnya lalu menyentuh bahu dan mengejutkannya, "ada apa, Kek?" tanyanya.


"Aku hanya khawatir pada Arini, Nek. Tempat itu bukan tempat yang baik untuknya, tapi aku juga tidak mau membuatnya sedih jika aku melarangnya untuk keluar dari sana. Dia terlihat sangat bahagia sekarang, Kakek tidak mau menghapus kebahagiaan itu," ucap Susanto menjelaskan.


"Nenek juga sangat khawatir, tapi kita bisa apa. Biarlah dia sendiri yang menilai tempat itu jika dia tidak cocok aku yakin dia akan keluar dari sana secepatnya," jawab Murni.


"Nenek, benar,"


"Kita berdoa saja, Kek. Semoga tidak ada hal buruk yang akan Arini dapat di sana,"


"Hemm... " Susanto mengangguk, hanya doa lah yang menjadi bekal terbaik untuk Arini dari mereka berdua. Menyerahkan sepenuhnya dengan sang Pencipta untuk menjaga Arini dari semua mala petaka.


__


Bersambung..


____

__ADS_1


__ADS_2