
..._______...
...◦•●◉✿Happy Reading✿◉●•◦...
Baru saja Arini ingin membuka mulut untuk menjawab Raisa ponselnya berdering dengan sangat keras. Arini cepat-cepat mengangkatnya karena dia tau itu dari Pak Tuannya. Ya, karena hanya nomor Arya saja yang tidur pulas di ponselnya.
"Assalamu'alaikum, Pak Tuan.. "
Arini terjingkat, baru saja menyapa Arini langsung menjauhkan ponselnya, "dasar pak Tuan! Apa dia tidak bisa bicara dengan pelan! apa harus bicara seperti toa?! " omel Arini.
"𝘈𝘳𝘪𝘯𝘪! 𝘏𝘦𝘺... 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘮𝘦𝘯𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘳 𝘬𝘶 𝘬𝘢𝘯? 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘵𝘪𝘥𝘶𝘳 𝘬𝘢𝘯! " ucap Arya dari ruangan yang berbeda.
"Tidak pak Tuan. Apa pak Tuan butuh sesuatu?" tanya Arini dengan begitu sabar.
"𝘈𝘬𝘶 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶! 𝘌𝘩..., 𝘮𝘢𝘬𝘴𝘶𝘥𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘣𝘶𝘵𝘶𝘩 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘬𝘦𝘴𝘪𝘯𝘪 𝘣𝘢𝘸𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘢𝘬𝘶 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘫𝘢𝘯𝘫𝘪𝘬𝘢𝘯, 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵! "
"Baik, Pak Tuan," jawab Arini pasrah.
"𝘐𝘯𝘨𝘢𝘵! 𝘸𝘢𝘬𝘵𝘶 𝘮𝘶 𝘩𝘢𝘯𝘺𝘢 𝘭𝘪𝘮𝘢 𝘮𝘦𝘯𝘪𝘵, 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘬𝘦𝘭𝘦𝘸𝘢𝘵 𝘮𝘢𝘬𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮 𝘮𝘪𝘯𝘶𝘮𝘢𝘯 𝘺𝘢𝘯𝘨 𝘬𝘢𝘮𝘶 𝘣𝘪𝘭𝘢𝘯𝘨 𝘩𝘢𝘳𝘢𝘮 𝘪𝘯𝘪, 𝘤𝘦𝘱𝘢𝘵. "
"Iya, pak Tuan, 𝘵𝘶𝘵... 𝘵𝘶𝘵... 𝘵𝘶𝘵... " dengan begitu berani Arini memutuskan telfonnya tak mau berlama-lama mendengar ocehan dari bos nya itu. Arini terpingkal sendiri entah seperti apa wajah Arya sekarang karena perbuatannya ini.
"Kenapa? " tanya Raisa heran.
"Pak Tuan minta jus lemon," jawab Arini, namun tawanya tak bisa berhenti.
"Apakah dunia sudah berhenti berputar? sejak kapan Tuan Arya menyukai jus lemon? Benar-benar aneh tuh orang." heran juga kan Raisa. Sungguh membawa perubahan yang seknifikan dengan kedatangan Arini di perusahaan itu.
///-////
Arya benar-benar kesal rasanya ingin membanting ponselnya segera saat ponsel tiba-tiba di matikan oleh Arini. Dia juga ingin sekali datang ke tempat Arini dan memakainya atau mungkin menyeretnya dan membawa ke ruangannya.
Hati Arya benar-benar dongkol, anak itu sungguh membuatnya naik pitam. Dia sungguh berani sekarang memutuskan telfon saat dia belum selesai bicara.
"Bukankah aku bos nya di sini? Kenapa dia seenak jidatnya sendiri memutuskan telfon dariku. Di sini semuanya harus mengikuti aturan ku! "
Mata Arya kian tajam ke arah pintu, sesekali juga berpindah di pergelangan tangan melihat jamnya. Kira-kira sudah berapa banyak waktu yang di lewatkan oleh Arini untuk datang ke sana.
__ADS_1
Arya sungguh tidak sabaran, kini dia berdiri dan berjalan mondar-mandir dengan tak jelas.
"Sudah lima menit dia terlambat, benar minta di hukum nih anak! " Arya begitu geram. Dia tak terbiasa menunggu siapapun, kliennya saja selalu yang menunggunya dan sekarang? Arya hanya menunggu seorang OB saja. Sungguh memalukan.
Perlahan pintu mulai terbuka, yang di tunggu oleh Arya telah datang.
"Assalamu'alaikum... " Arini masuk dengan tangan membawa gelas panjang yang berisi jus lemon yang dia janjikan pada Arya. Entah apa komentar Arya setelah merasakannya.
"Apakah kamu buatnya di Amazon! hanya segelas jus saja sampai setahun lamanya," Jelas Arya marah kan? Buatnya saja di Amazon, wkwkwk.
Arya langsung menyambar gelas itu dari tangan Arini, dan meneguk cepat.
𝘉𝘺𝘶𝘳𝘳....
"Minuman apa ini, rasanya sungguh buruk! nggak ada manis-manisnya rasanya asam begini, apa kamu mau meracuni ku, hah!! " tangan Arya seketika mengelap pinggiran mulutnya yang basah. Seperti biasa matanya akan selalu melotot kepada Arini.
"Itu bukan racun, Pak Tuan. Itu jus lemon! minuman yang seperti saya katakan tadi. Lemon si kaya manfaat," Arini mulai mengoceh.
"Buah yang mengandung berbagai kandungan di dalamnya di antara, Karbohidrat, Protein, Gula, Serat, Kalium, Kalsium, Berbagai vitamin seperti vitamin A, vitamin B6, dan vitamin C."
"Juga banyak manfaatnya contohnya..."
Tapi tidak dengan Arini, dia sangat kesal dengan Arya yang kembali seperti ini lagi. Mulutnya tidak bisa di jaga dengan baik selalu saja mengatakan yang tidak seharusnya, keinginannya juga selalu tidak wajar.
"Minta saja dengan wanita kencannya Pak Tuan, mereka pasti lebih membuat pak Tuan ketagihan. Lagian kalau pak Tuan masuk neraka Arini tidak akan ikut," Arini membalikkan badan, dia ingin pergi dari sana.
"Hey..., saya belum selesai bicara! Kembali! " Arya berjalan cepat untuk menghadang Arini. Ada yang aneh tingkah Arini di mata Arya, Arini sepertinya menjauh darinya, lebih menjaga jarak darinya tidak seperti biasa.
"Apa sih pak Tuan! Arini mau kembali bekerja, Arini mau keluar! " Protes Arini.
Arya sudah berdiri di belakang pintu untuk menghadang Arini. Dia tak mau membiarkan Arini pergi dari sana, dia belum puas dengan mainannya itu.
𝘗𝘳𝘢𝘯𝘬𝘴...
Dengan sengaja Arya menjatuhkan gelas yang tadi Arini bawa, membuat jus lemon yang masih setengah itu juga tumpah lagi.
"Kamu mau kerja kan! tuh kerjakan! Harus bersih tak ada sisa lemon ya, apalagi pecahan gelasnya,"'Memang sengaja Arya melakukan itu. Dia ingin Arini bisa selalu dia lihat.
__ADS_1
Memang sangat menjengkelkan pak Tuannya itu. Dia susah-susah membuatkan jus lemon untuk pak tuannya tapi malah di buang begitu saja, apalagi di depan matanya sendiri lagi.
Niatnya ingin menjauh dari Arya malah harus di tahan seperti ini, sungguh membuat Arini bingung. Dia harus melakukan apa? kalau sampai Melisa tau dia masih selalu dekat dengan Arya entah apa yang ingin dia lakukan padanya atau pada nenek juga kakeknya.
Bukan itu saja, tapi Arini ingin lebih membatasi saja berhubungan dengan para laki-laki, dia tak mau sampai-sampai ada fitnah lagi. Tidak ada yang dia lakukan saja Ratna sudah mengatakan dia seorang Pel*cur bagaimana kalau dia sampai melihat lagi dengan Arya, pasti kata-kata yang dia dapat akan lebih parah lagi.
Arini tetap ingin keluar namun Arya menghalanginya, "mau kemana? Bukannya aku memintamu untuk membersihkan lantai itu,"'Ucap Arya.
"Bukankah Arini harus mengambil alat-alatnya dulu pak Tuan, tidak mungkin kan Arini membersihkan dengan tangan kosong," jawab Arini dengan berani.
Benar juga kan, tidak mungkin Arini mengerjakan itu dengan tangan kosong saja bisa-bisa pecahan kaca mengenai jari-jarinya.
"Saya tidak mau tau, sekarang juga kamu harus membersihkannya."
Arini pasrah, dia juga tak bisa keluar dari ruangan itu. Arini mulai berjongkok mengambil satu persatu pecahan gelas itu yang ada di lantai.
Arya menyeringai dia senang karena Arini menurut padanya meski dia terlihat aneh hari ini.
"Awww...! "
Arya langsung ikutan berjongkok menarik tangan Arini yang terkena pecahan gelas dan berhasil mengeluarkan darah.
"Dasar ceroboh! bisa hati-hati nggak sih kalau sedang bekerja! " seru Arya.
Arini ingin menarik tangannya tapi Arya begitu kuat memeganginya. Satu perlakuan yang Arya lakukan yang membuat Arini mematung dan tak percaya. Arya meniup jari Arini lalu memasukannya ke dalam mulutnya.
"Pak Tuan, lepasin! " Arini ingin melepaskannya, ini tidak pantas.
Arini bergeming, dia tetap melakukan apa yang dia kehendaki. Dia kembali mengeluarkan jari Arini setelah darahnya tak lagi keluar.
"Untung hanya luka kecil, kalau sampai lukanya besar aku bisa di sangka ingin membunuhmu," Ucapan Arya masih saja terdengar sangat angkuh.
Meski dia sangat peduli tapi dia terus saja berkata dengan kesombongan juga keangkuhannya. Seharusnya Arya juga tak harus melakukan itu, karena itu tidak akan baik, bagaimana kalau dalam darah itu ad bakterinya pasti Arya kan yang akan terkena.
/////
Bersambung...
__ADS_1
________