
Happy Reading...
Sebenarnya Arini tidak mau berangkat bekerja hari ini karena dia sangat malas, tetapi kedatangan Arya tadi pagi membuatnya harus berangkat karena kalau tidak hutangnya akan bertambah semakin banyak lagi.
Entah sudah berapa hutang Arini sekarang pada Arya, yang pasti sangat banyak kan?
Arini juga sangat kesal saat ini, semua orang sudah pulang karena memang sudah waktunya untuk pulang tetapi Arya sama sekali tidak mengizinkan dan terus menahan untuk menunggunya.
Arya mengatakan kalau dia ingin mengajak Arini ke suatu tempat entah mau kemana, Arini tidak tau dan sebenarnya juga tidak minat.
Arini yang hanya duduk nganggur saja di sofa ruangan Arya membuat bos nya yang sangat bucin itu terus tersenyum. Ya, meskipun hanya sesekali menoleh saja karena dia juga masih disibukkan dengan pekerjaan yang belum juga selesai.
"Arini mau pulang," ucapnya. Bibirnya begitu monyong ke depan dan jika berniat untuk di kuncir itu akan sangat mudah. Wajahnya juga terlihat sangat malas dengan mata yang sama sekali tidak melihat Arya yang kini memandangi dan menghentikan pekerjaannya.
Sebenarnya Arini juga kepengen sekali memainkan ponselnya tetapi pemahaman yang kurang genap membuat dia takut. Takut kalau dia mainkan dan hpnya akan rusak pasti nambah lagi kan hutangnya.
Arini malah melamun sekarang, tetapi itu tidak lama karena dia seperti mendapatkan ide, terlihat dia yang tersenyum manis sekali.
Arya sangat penasaran, sebenarnya ide apa yang muncul di kepala gadisnya itu sampai dia tersenyum sendiri dan membuat Arya semakin tergoda saja.
Arini berdiri dia berlari ke kamar mandi, setelah beberapa saat dia kembali keluar dengan wajah yang sudah basah dan Arini juga berjalan sembari membenarkan hijabnya.
"Kalau gerah lepas saja ngapa sih! Kan nggak ada orang juga?" ucapan Arya begitu lembut tapi tetap saja penuh maksud. Kalau Arini beneran membuka hijabnya kan Arya bisa melihat bagaimana sebenarnya Arini, rambutnya seperti apa, juga bentuk wajahnya juga seperti apa. Arya sangat penasaran dengan itu.
Arini menoleh, dia mengerutkan dahinya hingga terdapat barisan-barisan yang berjajar dengan sangat rapi.
"Memangnya Pak Tuan bukan manusia?" celetuknya, "terus apa, tikus?"
__ADS_1
Arya tersentak, tetapi dia juga langsung terpingkal. Seharusnya dia marah kan karena di katain tikus tetapi Arya tidak akan bisa marah jika Arini yang mengatakannya.
Arini kembali melangkah, dia kembali duduk di sofa seperti tadi itupun juga tidak terlepas dari jangkauan mata Arya.
Terlihat Arini mengambil buku kotak kecil tetapi tebal, Arya mengernyit karena tidak tau itu buku apaan.
Perlahan Arini membukanya dan mulutnya langsung berkecamuk dan membunyikan sesuatu yang tidak jelas. Ya, ternyata Arini tengah membaca Al-Quran. Daripada waktu luangnya hanya duduk nganggur dan hanya mengantuk tak berfaedah lebih baik dia membaca Al-Qur'an dan itu akan menjadi pahala untuknya kan?
Penasaran Arya berdiri, dia melangkah untuk mendekati Arini.
"Apa yang kamu baca?" tanya Arya. Kini Arya mulai duduk anteng di depan Arini matanya juga terus memandangi Arini yang masih fokus.
"Ini namanya Al-Qur'an, Pak Tuan. Apa Pak Tuan tau? Dengan membaca ini kita akan mendapatkan pahala besar, dan kita akan di sayang oleh Allah."
"Aku tidak lihat pahala yang kamu dapatkan," Arya benar-benar belum mengerti.
Berarti dari kemarin Arya shalat itu juga belum tau apa tujuan sebenarnya. Dan mungkin Arya melakukan itu karena Arini juga melakukannya. Berarti Arya menjalankan shalat belum karena Allah tetapi karena Arini.
"Kalau pahala langsung Allah perlihatkan di dunia maka semua orang akan berlomba-lomba mencari pahala dan bukan uang," jawab Arini enteng.
Arya semakin bingung dia tak mengerti apa yang Arini katakan.
"Kalau begitu kenapa kamu seneng banget cari pahala, bukankah kamu tidak tau seberapa besar Allah memberikannya padamu. Iya kalau di beri, kalau tidak?"
"Setiap manusia yang melakukan kebaikan pasti akan mendapatkan pahala, Pak Tuan. Asal semuanya di niatkan untuk Allah, bukan untuk mencari perhatian dari manusia."
__ADS_1
Hati Arya memekik sangat keras, itu artinya apa yang dia lakukan dari kemarin tidak mendapat apapun kan?
"Jika seseorang melakukan kebaikan karena Allah maka dia akan mendapatkan dua keberkahan. Dia mendapatkan pahala dan apa yang menjadi tujuannya. Tetapi jika dia melakukan kebaikan hanya demi tujuannya saja maka hanya tujuan itu yang dia dapat dan diabaikan akan mendapatkan pahala." Arini termenung setelah mengatakan.
"Lalu, kamu lakukan semua kebaikan itu untuk siapa, untuk Allah atau untuk manusia?"
"Arini masih belajar untuk melakukannya karena Allah, Pak Tuan. Karena dengan itu Allah pasti akan memberikan Arini keberkahan yang lainnya juga. Arini ingin selalu mendapatkan kasih sayang Allah, karena dengan itu Allah pasti akan memberi apapun yang kita minta. Bisa di bilang doa kita akan selalu di kabulkan."
Begitu banyak Arini menerangkan, memberi sedikit pelajaran untuk Arya tetapi dia sendiri tidak tau apakah Arya bisa mencerna perkataannya atau tidak.
"Apa Pak Tuan tau? Hanya dengan mendengarkan orang mengaji saja Allah juga akan memberikan pahala yang sama dari orang yang mengaji itu sendiri. Apa Pak Tuan mau mendapatkan pahala itu juga?" Arini menatap Arya begitu fokus.
"Kenapa tidak," jawab Arya.
Arini tersenyum dia langsung membaca ayat suci Al-Qur'an dan Arya yang mendengarkan.
Hati Arya begitu tenang mendengarkan suara Arini. Ada rasa yang berbeda meski hanya mendengarkan saja, apalagi kalau bisa membacanya sendiri.
Kegiatan mereka berdua tentu membuat seseorang yang ada di luar pintu tersenyum bahagia. Dia juga ikut senang dan begitu adem melihat kegiatan mereka berdua yang begitu positif.
"Semoga kalian akan saling mengisi seperti ini. Semoga Allah akan menyatukan kalian di dunia hingga Jannah-Nya."
Eyang Wati yang hendak masuk dia urung karena tidak mau menggangu kegiatan mereka berdua. Eyang Wati begitu bahagia dengan penuh harapan kalau mereka berdua akan bisa di satukan dengan ikatan halal.
"Aminnnn...."
__ADS_1
Bersambung...