Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)

Muhasabah Cinta (Arya Dan Arini)
307. Permintaan maaf Marta


__ADS_3

Happy Reading....


...****************...


Terlihat sangat cantik Arini saat ini. Dia sudah sangat rapi dengan pakaiannya untuk pergi ke acara pernikahan Fara juga Risman beberapa saat lagi.


Dengan segala pertimbangan Fara kembali ke rumah Marta setelah dia minta maaf dan Marta juga memaafkan. Secara khusus Marta sendiri yang menginginkan acara pernikahan Fara juga Risman di lakukan di sana.


Hanya Fara yang bisa di harapkan oleh Marta, apalagi Fara juga sudah minta maaf berkali-kali.


Tempat acara yang sangat sakral sudah di siapkan oleh Marta di depan rumahnya. Semua tamu juga sudah mulai berdatangan. Begitu juga dengan Arya dan Arini.


Tak ada keraguan untuk Arini datang ke rumah Marta. Biar bagaimanapun dia pernah hidup di sana. Juga pernah mendapatkan kasih sayang yang membuat Arini menjadi wanita yang sangat kuat.


Meski sebenarnya adalah sebuah penyiksaan tapi bagi Arini itu adalah langkah menuju kedewasaannya. Dan sekarang Arini sudah memetik semua hasilnya.


Mata Marta langsung memerah, berkaca-kaca saat melihat Arini yang datang bersama Arya. Senyum yang dia perlihatkan benar-benar tulus seperti tak punya rasa dendam untuk Marta.

__ADS_1


Jika hati Arini buruk maka dia tidak akan datang meskipun Fara yang mengundangnya. Tapi Arini tidak seperti itu dan kini dia datang bersama suaminya.


"Assalamu'alaikum, Yah," sapa Arini.


Tangannya langsung meraih tangan Marta. Membuatnya semakin berada dalam penyesalan yang semakin besar. Seharusnya dia tak terpengaruh kepada siapapun dan lebih mendengarkan Arini tapi tidak, dia di butakan kasih sayang pada kedua anaknya sendiri saat itu.


Hingga akhirnya Marta tau semua yang terjadi adalah rencana dari Melisa yang di dukung oleh Fara. Ingin Marta marah, tapi kebencian karena Arini hanya anak angkat saat itu begitu besar di hatinya. Hingga dia menutup hatinya.


Tapi sekarang hanya tinggal sebuah penyesalan meski Arini sudah memaafkan.


"Wa'alaikumsalam, Nak," semakin deras air matanya meluncur. Marta tak kuasa menatap mata Arini apalagi jika mengingat-ingat lagi semua yang telah dia lakukan.


"Maafkan ayah, Nak. Ayah banyak bersalah padamu, dosa ayah begitu besar," menyesal memang akan selalu datang di akhir dan itu yang Marta rasakan saat ini.


"Ayah, jangan seperti itu. Arini sudah memaafkan ayah kok," jawab Arini yang seketika memisah kedua tangan Marta yang menyatu.


Rasanya sangat tak pantas di panggil ayah dari wanita sebaik Arini. Marta juga merasa tak pantas untuk itu.

__ADS_1


Bagaimana mungkin ada seorang ayah yang terus menyiksa dan tak pernah memberikan kebahagiaan untuk anaknya.


"Maafkan ayah," begitu tak kuasa Marta di hadapan Arini. Dia menangis dan tak peduli lagi dengan kehormatannya.


Tak ada yang bisa di pedulikan lagi bahkan kehormatannya sudah dia rusak sendiri sebelumnya.


Tak tega melihat Marta Arini langsung memeluknya. Meski hanya ayah angkat tapi Marta lah yang pertama mengajarkan bagaimana Arini berjalan, mengajarkan dia berbicara dan juga masih banyak lainnya.


Posisi Marta sejajar dengan posisi Hendra di hati Arini. Sama-sama ayah yang harus di hormati.


"Sudah, Yah. Jangan lagi. Ini adalah hari bahagia untuk Ayah. Jadi jangan seperti ini," Arini melepaskan pelukan lalu mengusap air matanya.


Semakin bangga Arya kepada Arini. Hatinya benar-benar sangat baik dan tak pernah ada dendam untuk semua orang yang sudah menyakitinya.


Jika Arini orang yang pendendam maka Arya pun tak bisa bersanding dengan Arini karena kejahatan yang juga pertama dia lakukan.


'Tetap istiqomah seperti ini, Arini. Kamu adalah kebanggaan ku.' batin Arya.

__ADS_1


...****************...


Bersambung....


__ADS_2