Author: Mr Sad
147.9K
7.3K
5
Pendahuluan
|
Episodes
Updated: 10/13/2023, 9:35:33 AM
1
Chapter 1 : Awal kisah
2
Chapter 2 : Hari ke dua
3
Chapter 3 : Hari yang sama
4
Chapter 4 : Senyuman baru
Chapter 5 : Bahagia bersamamu
6
Chapter 6 : Mencintaimu
7
Chapter 7 : Mendampingimu
8
Chapter 8 : Salam untukmu
9
Chapter 9 : Melangkah maju
10
Chapter 10 : Sebuah harapan
11
Chapter 11 : Janji yang melekat
12
Chapter 12 : Doa untukmu
13
Chapter 13 : Semua untukmu
14
Chapter 14 : Pendirianku
15
Chapter 15 : Mengungkap rindu
16
Chapter 16 : Kembali rindu
17
Chapter 17 : Kebahagiaanku
18
Chapter 18 : Suasana cinta
19
Chapter 19 : Cinta yang tulus
20
Chapter 20 : Menatapmu
21
Chapter 21 : Menjagamu
22
Chapter 22 : Kecemasan hati
23
Chapter 23 : Sebuah tugas
24
Chapter 24 : Sebuah permainan
25
Chapter 25 : Tak lelah memandangmu
26
Chapter 26 : Jagalah ucapanmu
27
Chapter 27 : Solidaritas
28
Chapter 28 : Malam kelabu
29
Chapter 29 : Arti sebuah kebersamaan
30
Chapter 30 : Bumi Perkemahan
31
Chapter 31 : Tersenyumlah
32
Chapter 32 : Bidadariku
33
Chapter 33 : Kata-kata indah
34
Chapter 34 : Mengingat Rindu
35
Chapter 35 : Saling mencintai
36
Chapter 36 : Perjalanan hidup
37
Chapter 37 : Temani meski rindu hadir kembali
38
Chapter 38 : Rasa khawatir
39
Chapter 39 : Hujan kerinduan
40
Chapter 40 : Memulai kembali perbincangan
41
Chapter 41 : Album foto sang kekasih hati
42
Chapter 42 : Kebersamaan hidup
43
Chapter 43 : Mengingat kata-kata dulu
44
Chapter 44 : Cinta yang dibatasi oleh jarak pisah
45
Chapter 45 : Jangan pernah lelah mencintaiku
46
Chapter 46 : Tertawa kembali
47
Chapter 47 : Sikap asli seorang kekasih
48
Chapter 48 : Kehangatan rasa
49
Chapter 49 : Antara rindu dan lupa
50
Chapter 50 : Rahasia cinta
51
Chapter 51 : Kebaikan hati
52
Chapter 52 : Kuatnya hati milik bersama
53
Chapter 53 : Tamparan Rere
54
Chapter 54 : Jangan bersedih
55
Chapter 55 : Kata indah hanya ada pada dirimu
56
Chapter 56 : Melindungimu selalu
57
Chapter 57 : Mencintaimu dalam diam dalam doa
58
Chapter 58 : Tuhan adalah tempat curhatmu
59
Chapter 59 : Senyumanmu lebih indah dari apapun
60
Chapter 60 : Kecupan Rere
61
Chapter 61 : Mimpi buruk
62
Chapter 62 : Terpanah kembali
63
Chapter 63 : Lambaian tangan kerinduan
64
Chapter 64 : Perbincangan seorang laki-laki
65
Chapter 65 : Kekasih pujaan hati
66
Chapter 66 : Insomnia
67
Chapter 67 : Rumah keduamu
68
Chapter 68 : Alasanmu saja
69
Chapter 69 : Rasa sayang Rere
70
Chapter 70 : Album foto Sultan
71
Chapter 71 : Apa pun itu untukmu
72
Chapter 72 : Bahagianya melebihi hari lalu
73
Chapter 73 : Candaan yang tiada habisnya
74
Chapter 74 : Keberuntungan Rere
75
Chapter 75 : Tangisan kharu Rere
76
Chapter 76 : Menemani Rere
77
Chapter 77 : Ke anehan sikap Sultan
78
Chapter 78 : Tertawa lepas bersama ibu
79
Chapter 79 : Antara Rere dan sahabat
80
Chapter 80 : Jangan tinggalkan sahabatmu
81
Chapter 81 : Sikap perhatian sang kekasih
82
Chapter 82 : Sifat asli Sultan
83
Chapter 83 : Manisnya sikap Rere
84
Chapter 84 : Lupa akan waktu
85
Chapter 85 : Waktu terbaik
86
Chapter 86 : kesembuhan Rere
87
Chapter 87 : Sebuah pertemuan
88
Chapter 88 : Air mata Rere
89
Chapter 89 : Keluarga yang hilang
90
Chapter 90 : Kedua hati saling mencintai
91
Chapter 91 : Sikapnya yang membuat iri
92
Chapter 92 : Kebaikan seorang Sultan
93
Chapter 93 : Baik buruknya sikap dia
94
Chapter 94 : Senja telah terlihat
95
Chapter 95 : Ucapnnya
96
Chapter 96 : Rasa sayang yang tumbuh
97
Chapter 97 : Gaya hidup klasik
98
Chapter 98 : 10 menit berkelahi
99
Chapter 99 : Ketomboian seorang kak Mawar
100
Chapter 100 : Kemanisan sikap Sultan
101
Chapter 101 : Keindahan Curug Ciberem
102
Chapter 102 : Teman dikala susah dan senang
103
Chapter 103 : Suara lembut Teh Mawar
104
Chapter 104 : Hari terakhir
105
Chapter 105 : Wajah cantik Rere
106
Chapter 106 : Mengukir kisah bersama
107
Chapter 107 : Kebaikan hati Rere
108
Chapter 108 : Cinta pertama
109
Chapter 109 : Angin kebahagiaan
110
Chapter 110 : Rasa sayang yang sama
111
Chapter 111 : Api unggun di malam hari
112
Chapter 112 : Perpisahan terakhir
113
Chapter 113 : Air mata perpisahan
114
Chapter 114 : Lambaian tangan terakhir
115
Chapter 115 : Di kala sunyi di kala sepi
116
Chapter 116 : Tertawa dengan lantangnya
117
Chapter 117 : Tamparan keras Rere
118
Chapter 118 : Mengukir kembali kisah
119
Chapter 119 : Menikmati indahnya lautan biru
120
Chapter 120 : Tertawa dan tersenyum
121
Chapter 121 : Waktu takan lama lagi hilang
122
Chapter 122 : Meninggalkanmu
123
Chapter 123 : Ketegasan sikap seorang guru
124
Chapter 124 : Tempat terbaik untuk singgah
125
Chapter 125 : Hari esok akan segera tiba
126
Chapter 126 : Sunyinya rindu
127
Chapter 127 : Boneka kecil
128
Chapter 128 : Surat untuk Rere
129
Chapter 129 : Doa
130
Chapter 130 : Rasa cemburu
131
Chapter 131 : Nostalgia pertama
132
Chapter 132 : Nostalgia kedua
133
Chapter 133 : Bidadariku
134
Chapter 134 : Semangatnya
135
Chapter 135 : Rasa takut
136
Chapter 136 : Mengagumi
137
Chapter 137 : Hari pertama
138
Chapter 138 : Mengenal dekat
139
Chapter 139 : Rasa malu
140
Chapter 140 : Hangatnya rasa cinta
141
Chapter 141 : Semboyan kerinduan
142
Chapter 142 : Sikap lucu Sultan
143
Chapter 143 : Kata hati Sultan
144
Chapter 144 : Sebuah ucapan
145
Chapter 145 : Bukan Visi Misi
146
Chapter 146 : Bangkit
147
Chapter 147 : Kekuatan cinta
148
Chapter 148 : Tampil kuat
149
Chapter 149 : Sisi kepribadian
150
Chapter 150 : Membalikan kata
151
Chapter 151: Menyesal
152
Chapter 152 : Dua pilihan
153
Chapter 153 : Pilihan lain
154
Chapter 154 : Perkenalan
155
Chapter 155 : Bidadari ciptaan Tuhan
156
Chapter 156 : Sosok guru
157
Chapter 157 : Kebersamaan
158
Chapter 158 : Tanggung jawab
159
Chapter 159 : Rasa sayang
160
Chapter 160 : Melebihi rindu itu
161
Chapter 161 : Tawa dan senyuman
162
Chapter 162 : Suara Rere
163
Chapter 163 : Nostalagia
164
Chapter 164 : Kota Sukabumi
165
Chapter 165 : Suara manis
166
Chapter 166 : Kebahagiaan
167
Chapter 167 : Rindu itu
168
Chapter 168 : Mod baik
169
Chapter 169 : Kenangan semasa kecil
170
Chapter 170 : Bidadari surga
171
Chapter 171 : Menatap indahnya alam
172
Chapter 172 : Rangkulan
173
Chapter 173 : Foto Sultan
174
Chapter 174 : Senyuman
175
Chapter 175 : Kemiripan
176
Chapter 176 : Kebahagiaan
177
Chapter 177 : Masuk ke dalam masalah
178
Chapter 178 : Tawa yang tak lama
179
Chapter 179 : Rendah hati
180
Chapter 180 : Air cabe
181
Chapter 181 : Jeweran guru
182
Chapter 182 : Mimpi buruk
183
Chapter 183 : Kegelisahan
184
Chapter 184 : Kekonyolan Sultan
185
Chapter 185 : Kata hati
186
Chapter 186 : Kegelisahan
187
Chapter 187 : Perjalanan
188
Chapter 188 : Perjalanan panjang
189
Chapter 189 : Keusilan Azmi dan Sultan
190
Chapter 190 : Diambang kebingungan
191
Chapter 191 : Saling percaya
192
Chapter 192 : Sikap tegas
193
Chapter 193 : Candaan
194
Chapter 194 : Menunggu panggilan
195
Chapter 195 : Lemah karena rindu
196
Chapter 196 : Preman terminal
197
Chapter 197 : Taktik licik
198
Chapter 198 : Unit Gawat Darurat
199
Chapter 199 : Perhatian Sultan
200
Chapter 200 : Tercengang kagum
201
Chapter 201 : Pertemuan
202
Chapter 202 : Sirna begitu saja
203
Chapter 203 : Gigitan Rere
204
Chapter 204 : Alasan
205
Chapter 205 : Jantung yang lemah
206
Chapter 206 : Kata-kata Sultan
207
Chapter 207 : Cinta karena Allah
208
Chapter 208 : Sikap baiknya
209
Chapter 209 : Dilanda kebingungan
210
Chapter 210 : Bangkit dan rasa sakit
211
Chapter 211 : Candaan Rere
212
Chapter 212 : Pukulan keras Rere
213
Chapter 213 : Cepat berlalu
214
Chapter 214 : Pergi kembali
215
Chapter 215 : Tangerang
216
Chapter 216 : Kenangan masa muda
217
Chapter 217 : Contoh yang baik
218
Chapter 218 : Keraguan yang hilang
219
Chapter 219 : Menghargai
220
Chapter 220 : Menatap wajahnya
221
Chapter 221 : Pengingat yang baik
222
Chapter 222 : Suatu kebetulan
223
Chapter 223 : Pelajaran
224
Chapter 224 : Sepi
225
Chapter 225 : Sikap dingin Rere
226
Chapter 226 : Kesamaan
227
Chapter 227 : Kedatangan Rere
228
Chapter 228 : Sebuah alasan
229
Chapter 229 : Sebuah kata-kata
230
Chapter 230 : Kenangan masalalu
231
Chapter 231 : Arti kata kuat
232
Chapter 232 : Tolong dan ingatkan
233
Chapter 233 : Rasa hormat
234
Chapter 234 : Suguhan tiada henti
235
Chapter 235 : Konsekuensi
236
Chapter 236 : Rasa sakit yang tak seberapa
237
Chapter 237 : Pria sederhana
238
Chapter 238 : Menjaga ucapan
239
Chapter 239 : Arti kata sadar
240
Chapter 240 : Dua sisi yang sama
241
Chapter 241 : Kedewasaan
242
Chapter 242 : Sebuah candaan
243
Chapter 243 : Jangan pernah melupakannya
244
Chapter 244 : Arti mengambil dan mengenal
245
Chapter 245 : Perkenalan yang tak diduga
246
Chapter 246 : Tercengang
247
Chapter 247 : Kota Bogor
248
Chapter 248 : Pria cerdik
249
Chapter 249 : Nasib yang sama
250
Chapter 250 : Tangerang
251
chapter 251 : Posisi yang baik
252
Chapter 252 : Menjaga perasaan bersalah
253
Chapter 253 : Alasan Sultan
254
Chapter 254 : Dua hati yang berbeda
255
Chapter 255 : Lebih dari datar
256
Chapter 256 : Insting yang baik
257
Chapter 257 : Takan pernah meninggalkan
258
Chapter 258 : Perkelahian kedua
259
Chapter 259 : Mengajaknya berkelahi
260
Chapter 260 : Tantangan Aisyah
261
Chapter 261 : Pertarungan terakhir
262
Chapter 262 : Sosok hati kecil
263
Chapter 263 : Ucapan Sultan
264
Chapter 264 : Sosok ceria yang sekarang lemah
265
Chapter 265 : Berbincang dengan angin
266
Chapter 266 : Memilih waktu
267
Chapter 267 : Suara yang membuat risih
268
Chapter 268 : Persoalan yang belum tuntas
269
Chapter 269 : Hilangnya rasa percaya diri
270
Chapter 270 : Sosok angin dan Sultan
271
Chapter 271 : Bukan sebuah keseriusan
272
Chapter 272 : Masalah sepele
273
Chapter 273 : Surat ancaman
274
Chapter 274 : Rencana seorang serigala
275
Chapter 275 : Masalah yang masih berlanjut
276
Chapter 276 : Bangkit
277
Chapter 277 : Sesuatu hal
278
Chapter 278 : Air mata yang terjatuh
279
Chapter 279 : Lepaskan semua yang lara
280
Chapter 280 : Rekan-rekan yang akan datang
281
Chapter 281 : Hati yang harus dijaga
282
Chapter 282 : Terbaring lemas
283
Chapter 283 : Sikap yang harus dipertahankan
284
Chapter 284 : Jaga agar tak roboh
285
Chapter 285 : Sosok putih pelindung
286
Chapter 286 : Kelemahan seorang Sultan
287
Chapter 287 : Sebuah rencana
288
Chapter 288 : Menceritakan sosok putih
289
Chapter 289 : Two out off ten missing brothers
290
Chapter 290 : Membalikan sebuah ledekan
291
Chapter 291 : Kejujuran
292
Chapter 292 : Sisi baik dan buruk
293
Chapter 293 : Saling memahami
294
Chapter 294 : Ucapan yang membuat hati terdiam
295
Chapter 295 : Mengungkit sebuah hal
296
Chapter 296 : Sorakan kegembiraan
297
Chapter 297 : Mengapresiasi rencana Sultan
298
Chapter 298 : Suhu panas dan suara nyamuk
299
Chapter 299 : Suasana malam yang ramai
300
Chapter 300 : Kata dalam hatinya
301
Chapter 301 : Malam yang begitu berarti
302
Chapter 302 : Foto di zaman dulu
303
Chapter 303 : Mengingat waktu di Tahun lalu
304
Chapter 304 : Senyuman dalam kediaman
305
Chapter 305 : Mencintai karena sebuah kesamaan
306
Chapter 306 : Membahas sebuah rencana
307
Chapter 307 : Saling memuji
308
Chapter 308 : Kebaikan mereka
309
Chapter 309 : Menelusuri titik yang pertama
310
Chapter 310 : Menelusuri titik kedua dan ketiga
311
Chapter 311 : Membantu adik kecil
312
Chapter 312 : Mengantarkan adik kecil pulang
313
Chapter 313 : Menunggu waktunya tiba
314
Chapter 314 : Perubahan rencana penyergapan
315
Chapter 315 : Antara ego dan sabar
316
Chapter 316 : Penyamaran
317
Chapter 317 : Menghampiri anggota brandalan gila
318
Chapter 318 : Berkelahi berdua
319
Chapter 319 : Kelemahan Sultan
320
Chapter 320 : Tak bisa dipungkiri
321
Chapter 321 : Tersenyumlah meski engkau jauh dariku
322
Chapter 322 : Tidak pernah takut
323
Chapter 323 : Pertemuan yang sudah dijanjikan
324
Chapter 324 : Foto kecil Rere
325
Chapter 325 : Kecupan Rere
326
Chapter 326 : Foto kecil Sultan
327
Chapter 327 : Kebahagiaan di hari lalu
328
Chapter 328 : Kenangan saat di Buper
329
Chapter 329 : Boneka kecil
330
Chapter 330 : Manisnya sikap kekasih
331
Chapter 331 : Foto kecil Rere
332
Chapter 332 : Kecupan dikening
333
Chapter 333 : Foto kecil Sultan
334
Chapter 334 : Bahagia melalui hari lalu
335
Chapter 335 : Candaan di hari lalu
336
Chapter 336 : Menemani rindu dulu
337
Chapter 337 : Bahagia bersamanya
338
Chapter 338 : Sultan kedua
339
Chapter 339 : Hujan kata-kata
340
Chapter 340 : Suasana cinta dulu
341
Chapter 341 : Semboyan dari rindu
342
Chapter 342 : Mengingat pertama kali Meninggalkan Rere
343
Chapter 343 : Kebahagiaan yang lalu
344
Chapter 344 : Pendirianku kepadamu dulu
345
Chapter 345 : Bumi Perkemahan
346
Chapter 436 : Kemanisan sikap seorang Rere
347
Chapter 347 : Fotonya
348
Chapter 348 : Pertama kalinya
349
Chapter 349 : Dibanjiri oleh kata-kata
350
Chapter 350 : Dia yang paling manis
351
Chapter 351 : Dia yang suka bercanda
352
Chapter 352 : Boneka dan Sultan
353
Chapter 353 : Ia dan dia
354
Chapter 354 : Bahagia bersama mu
355
Chapter 355 : Mirip sejak dini
356
Chapter 356 : Iya dia
357
Chapter 357 : Rindu
358
Chapter 358 : Surat dari Sultan untuk Rere
359
Chapter 359 : Betapa perhatiannya Sultan
360
Chapter 360 : Dia yang maha segalanya
361
Chapter 361 : Waktu terbaik ku dulu
362
Chapter 362 : Seperti apa kebahagiaan di hari lalu
363
Chapter 363 : Aku menyukai kemanisannya
364
Chapter 364 : Suaranya yang teramat manis
365
Chapter 365 : Dia yang begitu perhatian
366
Chapter 366 : Mengukir kisah di masa lalu
367
Chapter 367 : Mencintai dia karena Allah
368
Chapter 368 : Perasaan baik Rere
369
Chapter 369 : Doa ku dan Doa dia
370
Chapter 370 : Untukmu kekasihku
371
Chapter 371 : Merindukan sebuah pertemuan
372
Chapter 372 : Dibuat terkharu
373
Chapter 373 : Bidadari
374
Chapter 374 : Bercanda melewati batas lalu
375
Chapter 375 : Menatap alam ciptaannya
376
Chapter 376 : Mod baik yang pernah dia rasakan dulu
377
Chapter 377 : Memandangmu meski lelah
378
Chapter 378 : Seberapa bisa dia membuat orang bersedih
379
Chapter 379 : Dia adalah bidadariku
380
Chapter 380 : Tak ada kata lelah tuk memandangmu
381
Chapter 381 : Tawa dan senyuman itu
382
Chapter 382 : Lucunya sikap Sultan
383
Chapter 383 : Gigit saja
384
Chapter 384 : Melupakan waktu
385
Chapter 385 : Kata-katamu dan juga kata-kataku
386
Chapter 386 : Boneka itu semanis dia
387
Chapter 387 : Antara manis dan baik
388
Chapter 388 : Aku selalu mendoakan mu
389
Chapter 389 : Canda tawa tiada habisnya
390
Chapter 390 : Akan ada saatnya aku mengecupmu
391
Chapter 391 : Sebenarnya aku lebih manis darimu
392
Chapter 392 : Kamu tetap kekasihku
393
Chapter 393 : Tak ada kata lain selain rindu
394
Chapter 394 : Kata indah ini untukmu
395
Chapter 395 : Dia pernah menangis karena terkharu
396
Chapter 396 : Seperti apa menemani rindu itu
397
Chapter 397 : Dua hati yang menjadi satu
398
Chapter 398 : Aku tak pernah mengenal kata ragu
399
Chapter 399 : Aku lebih suka melihat senyum mu
400
Chapter 400 : Berartikan malam kelabu
401
Chapter 401 : Kebersamaan adalah segalanya
402
Chapter 402 : Segalanya tentang lelah
403
Chapter 403 : menceritakan kisah di waktu itu
404
Chapter 404 : Menjagamu adalah simbol cintaku
405
Chapter 405 : Sebenarnya aku hanya ingin menemani kamu
406
Chapter 406 : Sulit untuk tertidur
407
Chapter 407 : Waktu ku
408
Chapter 408 : Hujan pengingat rindu
409
Chapter 409 : Hobbyku adalah menemanimu
410
Chapter 410 : Ada sebuah kesamaan yang tertanam
411
Chapter 411 : Rahasia cintaku padamu
412
Chapter 412 : Senja adalah sang pengingat yang baik
413
Chapter 413 : Di kala air mata terjatuh
414
Chapter 414 : Tak kenal rasa sakit
415
Chapter 415 : Melawan kesunyian malam
416
Chapter 416 : Surat kecil untuk Rere
417
Chapter 417 : Dalam diam ku mendoakanmu
418
Chapter 418 : Kecemasan yang sering melanda hati
419
Chater 419 : Tak ada batasan
420
Chapter 420 : Semangatmu semangatku juga
421
Chapter 421 : Aku hanya menyukai senyumanmu
422
Chapter 422 : Kisah perjalanan cinta
423
Chapter 423 : Aku akan selalu mencintaimu
424
Chapter 424 : Imut
425
Chapter 425 : Waktu ku untukmu
426
Chapter 426 : Melindungimu adalah tugasku
427
Chapter 427 : Perasaan yang baik
428
Chapter 428 : Dia yang paling baik
429
Chapter 429 : Tempat singgahku
430
Chapter 430 : Rahasia cintaku
431
Chapter 431 : Menikmati api unggun di bulan lalu
432
Chapter 432 : Kamu dan alam sama indahnya
433
Chapter 433 : Pergi dan lekas kembali
434
Chapter 434 : Bercanda itu asik
435
Chapter 435 : Hati yang harus kuat
436
Chapter 436 : Beriringan dengan sang angin
437
Chapter 437 : Kamu bisa
438
Chapter 438 : Arti tawa
439
Chapter 439 : Letak perhatianku
440
Chapter 440 : Dia wanita pemberani
Aplikasi baca novel terlengkap dan gratis ~ lebih dari 250.000+ novel untuk anda.
©2018 ~ 2026
Bidadari Novel
About | Disclaimer | Privacy