
Malam itu Sultan sempat tertawa tipis ketika dia tak sengaja menguping pembicaraan Rere dan ibunya di sana. Lantas pada saat itu juga dengan perasaan penuh percaya diri, Sultan bergumam hingga Rere dan juga ibunya terkejut.
Sultan pun lalu menjelaskan sedikit demi sedikit apa maksud dari ucapan beliau tadi, bila Sultan dipaksa mengingat sebuah hal yang telah terlewati di waktu itu, di mana bisa dibilang sosok Rere itu merupakan sosok wanita yang tak cukup pandai dalam segi memahami serta menyimpulkan arti dari sebuah kata-kata cinta.
Maka tak heran kenapa saat ini Sultan ingin sekali bergabung bersama dengan mereka, tidak lain dikarenakan dia ingin memberitahukan semua maksud dan juga arti dari ucapan beliau itu seperti apa kepada Rere.
"Sebenarnya mamah kamu itu lagi menguji kesadaran kamu di sana sudah sejauh mana Re, dan sebenarnya apa yang ibumu itu bicarakan tadi semuanya hanya mengarah kepada dirimu, di mana ucapanmu mencirikan bahwa seorang Rere yang sekarang ini ternyata masih sama seperti Rere yang dulu-dulu, yakni seseorang yang tidak bisa berteman dengan dirinya sendiri."
"Ucapan ibumu itu adalah arti singkat, dan tentunya orang-orang seperti kamu akan sulit untuk memahaminya dikarenakan marangkai kata serta mengartikan kata tersebut bukan keahlianmu."
"Pada dasarnya ibumu memang sengaja ingin membuatmu bingung Re, karena wanita cantik ini akan menyuruhmu untuk menanyakan arti dari ucapannya kepada pacar kamu sendiri, dan orangnya adalah aku Re, benarkan Mah?".
Setelah mereka dibuat terkejut oleh Sultan, mereka berdua pun dibuat tercengang olehnya. Dan tak lama kemudian di sana beliau tersenyum ternyata Sultan dapat menyimpulkan semua ucapannya dengan sangat baik, sementara Rere hanya bisa terdiam dan terbingung-bingung seorang diri.
"Ini adalah penjelasan yang cukup singkat, semoga kamu dapat memahaminya dengan jelas ya."
"Jadi begini Re, maksud dari kata salah itu tidak lain adalah sebuah perintah yang harus dirimu jalani, di mana rasa percaya diri harus lebih kamu tingkatkan lagi soalnya aku engga pernah tuh mengharapkan kamu merubah sikap burukmu itu dikarenakan melihat Rere seperti sekarang ini sebenarnya itu udah cukup Re."
"Intinya kamu salah dalam memahami pertanyaamu itu Re, bila memang kamu sudah mengetahuinya kalau aku engga pernah mempermasalahkan sikapmu itu, lantas kenapa dan untuk apa kamu menanyakan masalah itu lagi kepada ibumu."
__ADS_1
"Sebenarnya yang harus kamu pahami adalah bagaimana caranya agar kamu dapat menanami sikap percaya dirimu itu lagi."
Rere memang selalu takut bila sikap keras kepalanya itu akan mempengaruhi rasa cinta Sultan kepadanya, walaupun pada dasarnya Sultan memang tak pernah memperdebatkan semua hal tersebut itu, namun akan tetapi tetap saja wanitanya tak pernah bisa bersikap lebih percaya diri lagi bilamana Sultan berada jauh di dekatnya.
Berbeda hal nya dengan Sultan berada di dekat Rere, yang di mana sikap percaya dirinya itu selalu menemaninya beriringan dengan senyumannya serta suara tawa lepasnya.
Sultan hanya ingin melihat Rere menanami penuh sikap tersebut ketika Sultan berada jauh di sisinya untuk sementara waktu ini, tidak lain dikarenakan Sultan hanya ingin melihat Rere tumbuh menjadi wanita yang tangguh bahkan bila perlu ketangguhan yang Rere miliki itu harus bisa mengalahkan ataupun menyamakan ketangguhan milik seorang Sultan di sana.
....
"Kiarin mamah kamu lagi galau Re, ternyata kamu lagi teleponan sama pacarmu, yaudah kalau begitu mamah mau tidur lagi aja, maaf ya, mamah udah ganggu kalian berdua, tapi awas loh ya, Sultan jangan ngajakin Rere bergadang, pokoknya Sultan harus bisa ingetin Rere agar dia sehat terus di sini."
"Andai saja mamah aku tahu kondisi kamu yang sekarang ini di sana seperti apa Tan, mungkin dia bakalan menyuruhmu untuk menjauhi aku," ucapan Rere tak membuat Sultan terlihat takut sedikit pun, yang ada Sultan malah menyuruh Rere untuk menceritakan semua masalahnya kepada beliau.
"Aku engga takut Re, meskipun mamah menyuruhku untuk pergi menjauh dari dirimu, aku akan selalu siap menghadapi semua resikonya, tapi kesiapanku hanya mengarah kesuatu arah yang lain, yakni siap dimarahin sama mamahmu Re, bukan melainkan siap meninggalkanmu."
Sultan terlihat begitu santai sekali, bahkan sekarang semua rasa sakitnya tiba-tiba menghilang pada saat dia berbincang bersama dengan mereka.
Rere pun baru sadar, di mana suara samar-samar Sultan dengan seketika hilang setelah dia berbincang bersama ibunya di sana.
__ADS_1
Rere pun tersenyum jahat sambil sesekali melihat raut wajah ibunya yang begitu penasaran dengan kondisi Sultan yang sekarang ini seperti apa.
"Jadi begini Mah, sekarang ini Sultan itu lagi menahan rasa sakitnya dikarenakan cowok yang sering mamah belain itu habis dipukulin sama orang lain, bisa dibilang orang tersebut adalah brandalan jalanan."
Ibu Rere telihat mengernyitkan dahinya, beliau pun merasa semua hal yang tengah Sultan alami ini memang sering terjadi dikehidupannya, maka dari itu beliau tak merasa heran dikarenakan Sultan melakukan semua itu pasti ada alasannya.
"Mamah engga mau terlihat khawatir ah, karena pacarmu ini adalah lelaki yang tangguh, lagipula hal ini memang sering kali terjadi dikehidupan pacarmu itukan, jadi mamah engga terlalu mengherankannya, tapi Sultan jangan beranggapan hal yang buruk tentang mamah ya."
"Mamah bukannya engga perduli sama kamu, tapi mamah tahu sebab ini pastinya ada alasannyakan? dan mamah harap kamu bisa menyelesaikannya tanpa melibatkan kontak fisik lagi ya, jika perlu kamu menjauh dikarenakan mamah takut Rere sedih."
Ucapan ibu Rere begitu menyentuh hati Sultan, dan alasan beliau memang tepat, bahwa semua problem yang sekarang tengah Sultan hadapi itu terjadi bukan semata-mata disebabkan oleh karena ulahnya sendiri.
"Sepertinya mamah kamu lebih paham deh Re, dan tentunya di sisi lain kamu juga udah sama seperti ibumu juga kok, yang di mana sekarang kamu sudah berusaha menjadi dirimu sendiri agar pacarnya tak terlalu berat menahan semua rasa sakit ini."
"Tolong berusahalah untuk tetap tampil seperti ini, dikarenakan ibumu mengharapkan anaknya selalu tersenyum seperti ini, jangan pernah merubahnya, jika senyuman ini berubah menjadi kesedihan, maka ibumu akan membenciku selamanya Re."
"Dan untuk mamah, Sultan mau minta maaf karena Sultan sering merepotkan mamah bilamana Sultan berkunjung ke rumah di sana, pokoknya mamah engga usah khawatir dengan masalah Sultan ini, dikarenakan masalah ini engga ada sangkutannya dengan Rere."
Ketika ibu Rere mendengarkan ucapan tulus dari Sultan, lalu beliau pun merasa lega dikarenakan Sultan berkelahi bukan karena Rere, melainkan karena masalah yang lain.
__ADS_1
Beliau hanya takut Sultan berkelahi dikarenakan ulah Rere, dikarenakan dia ingin melindungi anak wanitanya, dan bilamana hal itu terjadi, maka hati beliau akan sangat terpukul melihat Sultan terluka karena Rere.