Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 77 : Ke anehan sikap Sultan


__ADS_3

Aneh? ya, dia adalah pria yang sangat aneh, menyebalkan? ya, dia memang pria yang sangat menyebalkan, romantis? ya, dia adalah itu, dia adalah sosok pria yang sangat romantis, dan bahkan kata-kata sangat itu juga kurang tepat untuk Rere berikan kepadanya, dikarenakan dia itu melebihi dari kata romantis apa pun itu.


Yang di mana kita bisa melihatnya, kenapa pria itu bisa dibilang aneh? dikarenakan waktu itu Rere pun mengajaknya untuk pergi berobat bersamanya, dan lantas siapa sangka! Sultan akan melakukan hal itu terhadap Rere.


Dan tentunya Sultan pun ikut mengantri panggilan selanjutnya, yang di mana waktu itu Sultan dipanggil oleh dokternya setelah mana Rere ke luar dari dalam ruangan pemeriksaan itu.


"Kakak Sultan Baehakki, silahkan masuk," ucap dokter yang berada di dalam ruangan pemeriksaan itu.


Mata Rere berubah dengan seketika, dan dia pun kembali menatap tajam wajahnya ketika mana Sultan melintas di hadapannya itu langsung.


"Ihh, ini si Sultan bolot! kenapa dia juga ikutan masuk? padahalkan gue cuma bercanda aja, tapi kenapa dia juga mau ya, nurutin apa kata gue?" ucap Rere dalam hati sembari menatap Sultan yang sudah melintas di hadapannya itu.


Sultan pun lalu masuk dan duduk di kursi yang telah di sediakan di dalam ruangan itu di sana, dan lalu Sultan pun disuruh untuk berbaring terlebih dahulu, dikarenakan dokter itu ingin memeriksa detak jantung Sultan itu normal ataupun tidak.


Namun, tentu saja Sultan menolak untuk berbaring di atas kasur medis itu, dan Sultan pun merasa bahwa dokter wanita itu benar-benar mengira kalau dia itu memang sakit.


"Berbaring di atas kasur medis dulu ya, Kak, saya mau periksa detak jantung kakak dulu," ucap dokter itu.


"Dokternya cantik beut dah Re, dan terlebih siapa yang bisa menolak ajakannya ini, namun gue kagak tega melihat elu melamun di luar sana sendirian, dan jadi setelah ini, gue bakalan lari aja nyusul elu di sana," ucap Sultan dalam hati sembari menatap wajah dokter cantik itu dengan sesaat, yang di mana dokter itu pun telah siap untuk memeriksa keadaan Sultan.


"Engga usah dok, saya cuma sakit rindu aja, bukan melainkan sakit apa-apa lagi, dan sebelumnya saya masuk ke dalam ruangan ini itu karena perintah dari sang kekasih," ucap Sultan asal.

__ADS_1


Dokter cantik itu lalu tersenyum di hadapan Sultan, dan kemudian dia pun lalu duduk kembali di kursinya itu sembari memegang tangan Sultan, dikarenakan dokter itu akan memeriksa suhu tubuh, serta tekanan darahnya terlebih dahulu di dalam sana.


"Parah itu Kak! sakit rindu itu cepat menular loh? jangan didiemin begitu aja ah! engga baik," ucap dokter itu kembali sembari memasangkan alat untuk mengecek tekanan darahnya itu.


"Astaghfirullah, maksud saya bukan gitu Dok, maksud saya, kenapa saya suka pusing tiba-tiba setelah saya berdiri dari jongkok," ucap Sultan yang seketika itu terlihat gugup.


"Darahnya minus sepuluh ni Kak, dan setelah ini kakak jangan lupa minum air putih secara teratur ya, biar darah kakak bisa normal kembali."


"Kenapa bisa darah saya rendah ya, Dok? padahalkan bahagia udah, bersyukur udah, memilikinya udah, dan terus yang belum itu apa ya?" ucap Sultan kembali asal kepada dokter cantik itu.


....


Setelah pemeriksaan itu selesai, Sultan pun lalu pergi ke luar dari dalam ruangan itu di sana, dan lantas ia pun lalu menghampiri Rere kembali, yang di mana pada saat itu Rere tengah duduk seorang diri tanpa ada yang menemaninya di dalam pukesmas itu di sana.


Rere pun melihat Sultan melangkah, serta duduk di belakangnya, dan di sana Rere pun tersenyum karena Sultan telah datang untuk menemaninya kembali, yang di mana Rere tak perlu merasa takut lagi, dikarenakan kedatangan Sultan itu bukan hanya untuk sekedar menemaninya saja, melainkan juga untuk melindunginya.


Sultan tertawa di belakangnya, dan Sultan sempat memfoto mereka berdua di sana, yang di mana waktu itu Sultan mengirimkan foto itu untuk ia jadikan story di aplikasi Whatsappnya itu.


"Aihh, ternyata di belakang gue elu kayak gini ya, Re! awas aja nanti kalau gue ketemu sama elu Re! gue makan elu sampai habis nanti!" dan itu adalah caption yang Sultan buat di aplikasi Whatsappnya itu, yang di mana Rere pun langsung melihatnya, dan di sana Rere pun sempat tertawa tipis, dan kemudian itu Rere pun lalu menyuruh Sultan untuk menghapus foto tersebut itu, dikarenakan dia takut bahwa kakak Rere, serta pacar dari kakak Rere itu melihatnya juga.


Dan di sana, Sultan pun menyimpan kembali handphonenya itu ke dalam saku celana putih yang tengah ia kenakan itu di sana, dan tentunya ia menyimpan hendphonenya itu, dikarenakan Rere terus-menerus mengirimkan pesan chat kepada Sultan, yang di mana pesan chat itu sungguh sangat mengganggu permandangan Sultan sekarang.

__ADS_1


Pada saat itu, Sultan mengira bahwa pria itu hanya sekedar ingin duduk saja di samping Rere, namun tentunya itu membuat Sultan semakin tertawa geli melihatnya, dikarenakan pada waktu itu Sultan melihat pria itu tengah memberanikan dirinya untuk memulai berbincang dengan Rere.


"Teh, sendiri aja? kemana orang tuanya? apa saya boleh ikut duduk di sini juga?" ucap siswa itu.


"... ," Rere hanya terdiam tanpa kata, dan yang di mana itu Rere pun sempat menatap Sultan ke arah belakangnya, dan tentu saja Rere hanya ingin meledek Sultan saja di sana.


Sultan pun lalu tertawa sembari menutup mulutnya itu di sana, dikarenakan ia takut akan menyinggung perasaan pria yang tengah berbicara kepada Rere itu.


Namun, alangkah terkejutnya Sultan, ketika mana pria itu mengetahuinya, bahwa Sultan sedang menertawakannya di belakang sana.


"Ada apa Kang? kenapa ketawa?" ucap pria itu.


"Ya, terus kalau saya ketawa kenapa Bro? emang itu masalah bagi elu Bro?" ucap Sultan terlihat santai saja dalam menanggapi hal tersebut.


"Ya, saya ngerasa tersinggung Kang, kenapa akang tertawa kayak gitu."


"Lagian saya tertawa itu karena pacar saya bilang kepada saya, bahwa dia di sana sedang didekati oleh seorang siswa di sekolahannya itu, dan lagian tetehnya ini juga engga tersinggung kan kalau saya tertawa?" ucap Sultan sembari menatap Rere.


"Engga kok, Kang," ucap Rere.


"Kok, elu bisa-bisanya ngetawain pacar elu ya, Kang! kalau misalnya dia kenapa-kenapa di sana gimana coba! itu kan anak orang Kang!" ucap pria itu kembali.

__ADS_1


"Ini saya lagi jagain dia Kang, dan lagian pacar gue itu adalah dia, yang lagi elu ajakin ngobrol itu," ucap Sultan yang membuat pria itu pergi meninggalkan mereka berdua di sana.


Rere dan Sultan tertawa lepas, dan kemudian itu, pria itu pun lalu meminta maaf kepada Sultan, dan setelah itu, pria itu pun lalu pergi meninggalkan mereka dengan memasang wajah, yang di mana wajah itu terlihat sangat malu.


__ADS_2