
Tak lama kemudian makan malam bersama telah usai dilaksanakan, dan lalu setelah itu Sultan bersama dengan temannya Dimas pergi ke depan teras kontrakan hanya untuk mencari angin segar di luar ruangan.
Sementara di dalam sana semua temannya lebih memilih untuk bermain game online saja dengan alasan yang sangat sederhana, yakni semua temannya hanya ingin menaikan rank disalah satu game dalam bentuk moba.
Dan Seperti biasa Dimas pun akan selalu menuntun Sultan berjalan hingga mana dia duduk di depan sana, berhubung sekarang ini kondisi Sultan belum sepenuhnya pulih, maka dari itu Dimas lebih memilih untuk menemani Sultan saja.
Pada saat itu ketika mana Sultan melihat begitu banyak sekali panggilan telepon suara dari Rere yang belum sempat dia jawab, dan dengan seketika Sultan merasa khawatir, sebenarnya bukan khawatir, namun akan tetapi dia hanya takut wanitanya itu akan mengetahui kondisinya yang sekarang ini seburuk apa di sana.
Dan terlebih nada suara samar-samar yang sekarang tengah Sultan bunyikan itu dengan seketika menyadarkan ingatannya bahwa malam ini bukan waktu yang tepat untuknya bila harus berbincang bersama dengan Rere, apalagi sampai wanitanya menelepon Sultan lewat panggilan telepon video, maka tamatlah riwayat hidupnya.
Waktu itu Dimas juga sempat melihat betapa gelisahnya seorang Sultan saat ini, lantas dia pun bertanya kepada Sultan hal apa yang sudah membuatnya gelisah seperti itu.
Sebenarnya Dimas tak ingin melihat raut wajah Sultan yang sekarang ini dikarenakan kegelisahannya dapat mempersulit diri Sultan sendiri dalam menyembuhkan semua bekas lukanya yang sekarang ini.
"Woii, kenapa lu Tan? perasaan itu muka kusut amat dah, dibawa santai ajalah Tan, emangnya elu lagi mikirin apa sih bego! atau jangan-jangan penyeban kegelisahaan elu ini ada pada Rere."
"Kalau menurut gue nih ya, Tan, mendingan elu bilang jujur aja sama dia tentang kondisi elu yang sekarang ini, tapi ingat, elu jangan bilang penyebabnya dikarenakan apa, elu hanya perlu membuat alasan yang lain aja misalkan jatuh dari motor mungkin agar pacar agresif elu itu engga terlalu khawatir," ucap Dimas sambil menyeruput kopi hangatnya dengan begitu nikmatnya.
Sultan berpikir usul dari Dimas itu merupakan satu usul yang paling baik untuk dia lakukan, namun masalahnya apakah Rere akan mempercayai ucapannya itu, sementara separah-parahnya Sultan jatuh dari motor, Sultan akan selalu memperlihatkan lukanya itu kepada Rere.
__ADS_1
Mengingat kondisi Sultan yang sekarang dipenuhi oleh luka-luka memar, apakah Rere masih akan mempercayai ucapannya setelah dia melihat luka yang sebenarnya seperti apa.
Sultan tak mempunyai pilihan yang lain selain mengikuti usul dari Dimas, dan alhasil Sultan pun memberanikan dirinya untuk melepon Rere mekipun nada suara sama-samarnya masih belum pulih.
"Hadeuh, engga aktif handphonenya Dim, kayaknya dia kesel dah sama gue karena panggilan telepon suaranya kagak gue jawab-jawab, emang kebiasaan ini anak, selalu saja begini endingnya," ucap Sultan yang langsung menaruh handphonenya di samping tubuhnya kembali.
"Mampus elu Tan! lagian elu ini punya pacar cantik malah disia-siain, jadinya dia marahkan sama lu, awas loh Tan, jangan nyesel bilamana nanti pacar imut elu itu diambil sama orang lain," ledek Dimas sembari tertawa lepas di depan teras sana, hingga pada akhirnya semua temannya pun dibuat keluar oleh suara tawanya itu.
....
Sultan baru ingat, bilamana Rere tak mendengarkan suara darinya disaat waktu telah menunjukan pukul 9 malam, di sana Rere akan selalu mematikan data telepon selulernya dikarenakan waktu tersebut adalah jam-jam kesibukan wanitanya di sana.
Sultan tersenyum, lantas dia pun membalikan ledekan dari temannya itu dengan cara melakukan hal yang sama juga seperti Dimas, yakni menyuruh Dimas untuk menelepon pacarnya juga di sana.
"Hadeuh ... elu ngeledek orang yang salah Tan, pacar gue itu pasti lagi nungguin gue di sana, dan sekarang elu tinggal perhatiin baik-baik aja kontak Whastsapp pacar gue yang masih online ini nih ya, bego."
"Pokoknya elu jangan tercengang bilamana pacar gue ini bakalan menjawab panggilan telepon suara dari gue secepat elu mengedipkan mata elu itu Tan," ucap Dimas, yang di mana dia pun dengan sengaja menghampiri Sultan agar Sultan dapat melihatnya sendiri bahwa nanti pacarnya itu akan menjawab panggilan suara darinya secepat yang dia bicarakan tadi.
Tutt, tutt, tutt ....
__ADS_1
Suara panggilan Whastsapp masih terhubung, namun pacar temannya itu masih belum menjawab panggilan telepon suara darinya.
Tuitt ....
Dan ya ... panggilan dari Dimas ditolak mentah-mentah oleh pacarnya sendiri, tapi di sana Dimas masih saja beralasan bahwa pacarnya saat ini pasti hanya ingin menjawab panggilan video darinya saja.
Dimas pun melakukan cara tersebut, namun semua usahanya tetap saja nihil, pacarnya sama sekali tak mau menjawab panggilan apa pun darinya.
"Ehemm, sabar ya, Dim, gue tahu pacar elu lagi selingkuh di sana, namun tentunya itu berbeda dengan Rere, di mana alasan pacar gue off dikarenakan sekarang dia lagi sibuk dengan urusannya sendiri di sana."
"Asalkan elu tahu aja ya, Dim, Rere itu adalah wanita yang sangat rajin, makanya bila gue engga meneleponnya pada saat waktu telah menunjukan pukul sembilan malam, berarti itu tandanya dia lagi sibuk, tapi setelah itu dia pasti akan kembali menghubungi gue disaat waktu telah berubah dan menunjukan pukul sepuluh tengah malam, elu tahu engga alasannya kenapa? ya, dikarenakan dia hanya ingin mengucapkan kata selamat malam kepada gue, dan setelah itu dia pun tertidur pulas di sana sembari dibayang-bayangi oleh perasaan damainya."
Sultan merasa puas ketika pacar Dimas itu menolak dua panggilan telepon darinya sekaligus tanpa alasan yang jelas. Padahal Dimas dan keluarga pacarnya itu sudah saling mengenal satu sama dengan yang lainya, namun entah kenapa pacarnya itu masih saja tak mau menjawab panggilan dari Dimas meskipun harus berada di dekat orang tuanya.
Berbeda hal nya dengan Rere, bilamana Sultan menelepon wanitanya itu di sana walaupun di sana dia tengah berada di dekat ibunya, Rere akan tetap menjawab panggilan telepon darinya meskipun ibunya sering mengusilinya.
Cara Sultan menertawakan Dimas sangat berbeda, di mana dia lebih memilih untuk menahan tawanya, namun Sultan tetap mempertahankan ledekannya dengan cara halus yang dia buat itu.
Cara yang dia lakukan sama seperti hal nya dengan salah satu orang yang tanpa sengaja melihat teman-temannya ataupun orang lain terjatuh di muka umum, namun akan tetapi rasa ingin tertawa itu sangatlah berat untuk dibunyikan selepas mungkin dikarenakan mereka takut bilamana hal tersebut akan terjadi kepada orang-orang yang menertawakannya, maka dari itu mereka lebih memilih untuk tetap menahannya meskipun berat untuk dilakukan.
__ADS_1