
Iman pun lalu ke luar dari dalam toilet sambil membawa ember yang entah untuk apa ember itu. Tak lama kemudian Iman menggunakan ember tersebut untuk menutupi kepalanya di sana, ternyata ember itu adalah benda yang akan dia gunakan untuk menutupi rasa malunya.
Semua orang yang berada di dalam kosan tertawa, namun tawa itu tak berlangsung lama, hingga pada akhirnya orang-orang yang mengejar Iman mengetahui tempat persembunyiannya.
Mereka mengubrak abrik kosan itu sampai motor tua Sultan terjatuh. Ternyata mereka membawa salah satu preman, dan sepertinya Sultan mengenal dekat preman itu.
Mereka terdiam, dikarenakan orang-orang yang mengejar Iman membawa teman-temannya lagi, tapi mereka sama sekali tak terlihat menakuti hal tersebut sebab mereka pun memiliki salah satu pegulat handal, yakni kedua satpam penjaga sekolah.
"Woii, motor gue itu, maksud kalian apa bodoh! mau gulat hah? sini maju kalian semua!" teriak Sultan yang nampak kesal karena motor tua kesayangannya mereka tendang hingga terjatuh.
"Udah lama gue engga olah raga, haha, serang teman-teman! kita habisi mereka semua di sini," ucap Bang Azis dengan tawa jahatnya.
Sultan melemparkan helmnya hingga salah satu dari mereka terjatuh, mungkin orang itu tak dapat bangun dari rasa pusingnya karena dia menerima lemparan keras dari helm Sultan.
Iman tertawa jahat, tapi itu bukan hanya dia saja, melainkan semua teman-temannya pun sama seperti Iman sekarang.
Lemparan batu hampir saja mengenai wajah salah satu dari satpam sekolah, namun Sultan sempat menangkap batu tersebut sampai tangannya merasa pegal-pegal.
Sultan mengoyang-goyangkan kedua tangannya sembari meledek lawan. semua lawan mulai terbawa emosi, tapi tidak dengan teman-teman Sultan, mereka semua tetap merespon perkelahian itu sebagai cabang olah raga saja.
"Kayak bocah kalian semua! cewe direbutin, emangnya engga ada cewe cantik lagi apa di Kota Sukabumi ini," ucap Dimas, salah satu dari adik kelas Sultan yang mengikuti organisasi yang sama di Pramuka.
Dimas memukul punggung lawan, dikarenakan lawannya sedang lengah. Sultan mengunci kedua tangan preman itu hingga Bang Rizab serta Bang Aziz memukul keras perutnya hingga terjatuh kesakitan.
"Wiss, kagak kena haha, sini pukul lagi! aduh sakit! tapi bohong," ucap Sultan dengan lincahnya menghindari pukulan preman itu, sampai-sampai ia mendapatkan momen yang tepat untuk mengunci kedua tangan dari preman tersebut.
__ADS_1
"Pukul Zis! jangan sampai dia berdiri lagi," ucap Bang Rizab menyuruh Bang Aziz memukul perut preman tersebut bersamaan.
"Pegangin Tan! jangan sampai lepas," ucap Bang Aziz yang langsung memukul perut preman itu.
Suara kesakitan terdengar jelas ditelinga Sultan, Bang Azis, serta Bang Rizab. Mereka merasa puas untuk hari ini, dan mungkin mereka pun akan mengucapkan kata terima kasih kepada Iman karena dia telah membawa mereka hingga ke kosan ini.
"Woii, mau ke mana lu bodoh! nih rasain ember wasiat dari kosan ini," ucap Iman sembari melemparkan ember yang sempat dia bawa itu hingga tepat mengenai kepala lawan.
Iman pun tak segan-segan menendang tubuh dari lawannya itu hingga lawannya terjatuh dan masuk ke dalam kolam ikan. Kebetulan kolam tersebut memang sengaja tidak dibersihkan sampai airnya berubah menjadi warna hijau.
Kalau tidak salah ikan yang berada di dalam kolam tersebut hanya ada ikan sapu-sapu dan ikan lele saja, maka dari itu kenapa pemilik kosan tidak membersihkannya, dikarenakan kedua ikan tersebut dapat hidup di dalam air keruh sekalipun.
....
Sekiranya ada 40 musuh tanpa senjata dikalahkan oleh 25 orang lebih yang berada di dalam sana. Teman-teman Sultan masih belum merasa puas, dan pihak musuh pun masih ada yang berdiri.
"Men, Men, sini lihat tuh si Maul, elu pilih mana? si Maul apa si lawan yang berbadan mungil itu," ucap Sultan meminta Iman memilih siapakah yang akan memenangi pertarungan antara Maulana, dan musuh yang berbadan mungil itu.
"Gue pilih Maul ajalah Tan, dia badannya agak besar, mungkin pertarungan ini akan dimenangi oleh Maulana, teman kita," ucap Iman sembari memberikan tepukan tangan untuk menyemangati Maulana.
Sultan bersorak memanggil-manggil nama Maulana, mereka hanya jongkong sembari menyaksikan pertarungan mereka di dalam sana.
Tak lama kemudian, disaat Sultan dan Iman tengah asik menyaksikan pertarungan Maulana, tiba-tiba ada musuh yang menendang punggung Iman, dan ternyata orang itu adalah pria yang berebutan wanita bersama dengan Iman.
"Aduhh ... jangan gangguin gue lah!" ucap Iman yang tersungkur karena tertendang oleh musuhnya.
__ADS_1
"Haha, sakit kagak Men? mau gue bantuin kagak?" tanya Sultan sembari tertawa dengan lepasnya melihat Iman jatuh tersungkur seperti itu.
"Engga ada yang lucu bego! sini lawan gue" ucap musuh di belakang Sultan yang hampir saja menendang pungungnya, namun Sultan sempat menoleh dan memegang serta menarik kaki musuhnya sampai terjatuh.
Sultan merangkul kepalanya sampai si musuh tak dapat bergerak sama sekali. Bukan itu saja, Sultan pun menjitak kepala musuhnya juga, dikarenakan sebab dia tak dapat diam sebentar saja sampai Maulana memenangi pertarungannya.
"Lu yang rebutan cewe sama gue kan? kayak bocah lu mah Bro! emangnya engga ada cewe lain selain dia, sebenarnya gue temenan sama dia dari SMP, gue engga berniat mengambil dia dari lu," ucap Iman yang sama menjitak kepala musuhnya dengan keras melebihi kerasnya jitakan dari Sultan.
Iman berusaha membuat musuhnya merasa malu dengannya, dikarenakan pada dasarnya Iman hanya menyapa teman wanitanya itu saja, bukan berniat untuk mengambilnya.
Padahal musuhnya sama sekali belum berpacaran dengan teman Iman itu, tapi ya, karena musuhnya lebih mementingkan egonya saja tanpa berpikir lebih dalam seperti Iman yang cerdas.
Pukulan terakhir dari Maulana tepat mengenai titik rapuh dari kelemahan musuhnya. Dagu musuhnya adalah salah satu incaran dari Maulana untuk menumbangkan tubuh musuhnya.
"Maul menang Men, haha, samperin dia cepat," sorak Sultan dengan girangnya melihat Maulana memenangkan pertarungan ini.
"Dia gimana Tan?" tanya Iman.
"Kelitikin sampai dia ngompol Men, lagipula pembawa rusuh seperti dia harus diberi pelajaran."
"Udah itu kita ceburin ya, Tan ke kolam ikan yang wangi ini haha."
Ucapan Iman membuat Sultan sadar, sebelumnya Sultan adalah orang yang pernah merasakan dinginnya serta baunya kolam ikan tersebut seperti apa, tapi sayangnya Iman belum pernah merasakan apa yang pernah Sultan rasakan.
Waktu umur Sultan bertambah tua, semua orang di dalam kosan sudah membuat rencana bagaimana caranya bisa melemparkan Sultan ke dalam kolam ikan tersebut.
__ADS_1
Tentunya rencana itu adalah buatan dari Yogi. Dia sengaja menyuruh Sultan untuk membantu kamar dari temannya yang bocor, namun ternyata itu adalah permainan dari Yogi untuk membuat Sultan lengah.