Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 317 : Menghampiri anggota brandalan gila


__ADS_3

Tak lama kemudian setelah selesai menata cantik raut wajah sosok Sultan, Aisyah pun lalu melepaskan bando yang berada di atas rambut Sultan, berhubung poni rambut Sultan menyentuh kening, maka dari itu Aisyah meletakan bando miliknya di atas rambut Sultan.


Bilamana Aisyah tak melakukan cara tersebut, yang dia akan kerepotan dalam menata rapi make up di wajah Sultan. Poni rambut Sultan memang tak terlalu panjang, hanya saja bila dia membiarkan poni rambut Sultan itu tetap menyentuh keningnya, maka yang ada poni rambut Sultan akan mengganggu waktu singkat Aisyah.


"Widihh ... cantik banget dah sumpah, bahkan kecantikan aku aja kalah Tan, sama kecantikan kamu serius."


"Inimah tinggal dikasih lip tint selesai Tan, kamu pilih mau warna apa, merah muda atau pink?" tanya Aisyah sembari menunjukan kedua lip tintnya kepada Sultan.


"Engga usah sih Syah, lagian bukannya nanti juga bakalan ditutupin sama masker inikan? mendingan sekarang kamu segera pasangin tuh hijabnya dikepala gue," ucap Sultan terlihat begitu pasrah sekali.


Aisyah tak mau mendengarkan ucapan Sultan, di sana dia tetap kukuh ingin memakaikan lip tint dibibir Sultan dikarenakan dia juga ingin melakukan sesi foto bersama terlebih dahulu dengan kedua teman cantiknya itu.


Mau tak mau Sultan hanya bisa menuruti kemauan dari semua temannya itu, dan terlebih semua ini memang sudah terjadi, makanya sekarang Sultan hanya bisa terdiam tanpa sedikit pun dia mau melawan mereka.


"Kayaknya warna merah lebih cocok Tan, diam ya! jangan banyak gerak nanti belepotan," ucap Aisyah sambil tertawa tipis-tipis di hadapan Sultan.


Huuhh ....


Suara napas dihembuskan perlahan oleh Sultan sambil sesekali dia pun mengernyitkan dahinya setipis mungkin di hadapan Aisyah.


"Eaa, cantik beut dah elu Tan, hanya saja elu bukan cewe sungguhan," ucap Wildan dengan tawa lepasnya.

__ADS_1


"Pacarin aku dong Mas Wildan," ucap Azmi sambil mencolek pipi kanan Wildan.


"Dasar Azmi bego! tadi aja dia engga mau diginiin, tapi sekarang setelah dia melihat penampilannya, dengan seketika gue berpikir bahwa dia memang menyukai dirinya yang seperti ini, gue jadi takut sama dia sumpah," ucap Dimas sembari menggeleng-gelengkan kepalanya.


Setelah Aisyah memakaikan hijab kepada Sultan, dia pun lalu menyuruh Sultan untuk melihat wajahnya sendiri lewat cermin yang telah Aisya sediakan. Sebenarnya Sultan merasa geli bila dia harus melihat penampilannya yang sekarang seperti apa.


Namun, akhirnya Sultan pun penasaran juga, dan terlebih semua rekannya berkata bahwa dirinya terlihat lebih cantik bila dibandingkan dengan penampilan Azmi.


Apalagi Alamsyah sempat berkata bahwa wajah Sultan memang mirip sekali dengan wajah pacarnya, siapa lagi kalau bukan Rere. Makanya di sana dia berusaha mencoba melihat wajahnya yang sekarang secantik apa meskipun hatinya berkata tidak.


Sultan melihat wajahnya sendiri lewat cermin yang diberikan oleh Aisyah. Sultan terkejut, mengapa wajahnya sangat mirip dengan Rere.


"Yang elu omongin barusan emang benar Lam, wajah gue sekarang terlihat mirip dengan wajah Rere, apa mungkin dia benar-benar jodoh gue ya, Lam."


Alamsyah sempat meminta Sultan untuk menunda niatnya itu terlebih dahulu dikarenakan waktu singkat ini akan mudah berlalu, apalagi mereka semua tidak pernah tahu berapa lama para brandalan itu akan bersinggah di tempat yang tengah mereka kunjungi sekarang ini.


....


"Jangan dulu Tan, soalnya Aisyah dan teman-temannya mau mengabadikan momen ini terlebih dahulu, setelah itu elu sama si Azmi juga udah harus mencari keberadaan para brandalan gila itu, mumpung masih ada waktu Tan."


"Lagian kita semua engga akan pernah tahu juga kapan mereka menghilang," ucap Alamsyah membuat Sultan benar-benar mengundurkan niatnya.

__ADS_1


Sultan dan Azmi beserta teman-temannya melakukan sesi foto bersama di depan halaman kontrakan Aisyah. Lalu setelah itu mereka semua mulai memfokuskan misinya masing-masing.


Semua sudah direncanakan, jadi Sultan takan benar-benar pergi berdua saja bersama dengan Azmi, melainkan rekan-rekannya beserta jajaran teman Aisyah yang merasa mereka itu adalah seorang pria, mereka semua memang diharuskan pergi dari halaman kontrakan Aisyah untuk menemani Sultan berserta Azmi.


Sementara bagi para wanita, mereka semua harus tetap diam di sekitaran area kontrakan saja, dikarenakan mereka tahu bahwa sewaktu-waktu para brandalan itu akan kembali datang ke kontrakan Aisyah.


Sultan dan Azmi mulai berjalan menuju titik tempat tujuan, sementara rekan-rekannya mengikuti mereka dari setiap sudut sisi kanan, kiri, maupun itu dari sudut belakang yang asalkan tubuh mereka semua tak dapat dilihat oleh musuh.


"Setelah sampai di sana kita harus ngapain Tan? soalnya gue engga pandai beragumentasi, lagipula si Alam bego itu engga ngasih tahu rencana yang lainnya lagi, gue takut rencana penyamaran kali ini engga akan berjalan sesuai harapan kita semua," ucap Azmi terlihat begitu khawatir.


"Kalau rencana penyamaran ini gagal, palingan kita berdua akan berkelahi dengan mereka Mi, elu sanggupkan Mi? lagian mereka cuma berlima, masa iya kita kalah," ucap Sultan yang sama-sama hanya bisa pasrah.


Tak lama kemudian mereka bedua telah tiba di tempat yang di mana di sana memang terlihat hanya ada lima anggota brandalan gila itu saja.


"Belum apa-apa gue udah merasa geli-geli sendiri Mi, coba elu lihat! para brandalan gila itu udah mulai memandangi gue dan elu Mi, rasanya gue pengen nabok wajah mereka semua, bila perlu sama rekan-rekan gue sekalian," ucap Sultan sambil menatap tipis wajah para brandalan gila itu.


Setelah sampai di tempat tujuan Sultan pun tak tahu harus berbuat apa, hingga pada akhirnya Sultan dan Azmi hanya melintas saja di hadapan mereka.


"Permisi," ucap Sultan singkat sambil menjauhkan pandangannya dari para brandalan gila itu.


"Haii, sebenarnya malam-malam begini kalian berdua mau pada pergi ke mana sih? awas loh di depan sana banyak sekali orang jahat yang siap melukai kecantikan wajah kalian berdua, apa perlu kita mengantarkan kakak hingga sampai ke tempat tujuan yang ingin kakak kunjungi," ucap salah satu brandalan gila sembari pergi menghampiri Sultan dan Azmi.

__ADS_1


"******! kalau bukan karena tugas gue, gue engga mau bela-belain menyamar menjadi wanita seperti ini, gue udah engga sanggup lagi menahannya, pokoknya kalau mereka sampai bilang seperti itu lagi, gue bakalan habisin mereka semua," ucap Sultan dalam hati, di mana sekarang dia sudah mulai menunjukan beberapa reaksi dari kedua kepalan tangannya.


Begitu keras Sultan mengepalkan kedua tangannya itu, dia pun sudah mulai merasa risih hingga ekspresi wajahnya terlihat begitu menyeramkan.


__ADS_2