Cinta Dan Kenangan Terakhir

Cinta Dan Kenangan Terakhir
Chapter 49 : Antara rindu dan lupa


__ADS_3

Rasa rindu ingin bertemu itu, memang benar-benar membuat mereka lupa, akan hari liburnya ini di sana. Seberapa lamanya mereka berdua tertawa di sana, itu hanyalah sebuah seruan! yang membuat mereka berdua kembali merasakan, bahwa cinta takan pernah bisa terukur oleh satuan drajat apapun.


Berkilo-kilo meter mereka dipisahkan, dan akhirnya dipertemukan kembali oleh rasa yang dapat membuat mereka berdua kebingungan, bahwa semua hari itu, terlihat sama saja, bila dibandingkan dengan hari-hari kemarin juga, masih akan tetap sama saja.


"Jemput aku lagi ke sekolah Tan, aku udah terlanjur malu ini," ucap Rere yang masih tak bisa berhenti tertawa.


"Kalau udah terlanjur malu, ya, kamu keluar lah sendiri Re, gue nungguin elu di depan gerbang nanti."


"Tega amat elu Tan! yaudah, tungguin di sana."


Rere pun lalu menyuruh Sultan untuk menunggunya di depan gerbang sekolah, dan ia pun menyuruh Sultan juga untuk tetap menyalakan teleponnya itu, karena Rere hanya ingin memastikan, bahwa Sultan menjemputnya kembali di sana.


Tanpa berlama-lama lagi, Sultan pun lalu pergi kembali masuk ke dalam sekolahnya tersebut, dan ia pun di sana menunggu Rere sembari memastikan suara telepon Rere tidak terputus di dalam sana.


Sultan pun lalu menyuruh Rere untuk pergi ke sanggar Pramuka saja karena dia sedang menunggu Rere di sana. Dan tak lama setelah itu, Rere pun lalu datang menghampiri Sultan di sana.


"Kenapa elu malah nyamperin gue kesini Re? bukannya masuk ke dalam kelas untuk belajar, dasar pemalas elu mah Re!" ucap Sultan sembari tertawa meledek Rere.


"Berisik! aku cape Tan, mau duduk dulu sebentar ya," ucap Rere sembari mencubit Sultan di sana.


"Bisa engga sih Re, kalau setiap kali ketemu sama gue, elu engga usah nyubit gue mulu dah!" ucap Sultan, yang seketika mecubit pipi Rere di sana.


"Elu juga bisa engga Tan? kalau ada waktu luang setelah pergi ke sekolah, ataupun setelah pulang dari sekolah, engga usah pergi keluyuran dulu sama gue?".


"Hmm, iya Re, gue engga bisa."


"Yaudah, aku juga engga bisa Tan."


"Yaudah, iya Re," ucap Sultan sembari merundukan kepalanya itu di sana.


"Iya Tan, yaudah," ucap Rere, yang sama-sama menundukan kepalanya itu juga di sana.

__ADS_1


Mereka berdua pun lalu terdiam di sana sembari bersama-sama menundukan kepalanya itu, dan tanpa sedikit pun mereka melihat satu sama lain.


Entah berapa lama mereka akan seperti itu, namun di sana ternyata ada ibu Yeli, yang di mana beliau akan pergi kesuatu tempat, untuk melakukan sosialisasi antar sekolah.


Ibu Yeli pun lantas menghampiri mereka berdua di sana, dan ibu Yeli pun tentunya merasa sangat heran! kenapa mereka berdua ada di dalam sekolah, padahal kan hari ini adalah hari libur.


"Kebetulan ada kalian berdua," ucap ibu Yeli, yang seketika mengejutkan mereka berdua di tempat sana.


"Lah, kok, ibu juga ada di sini? apakah ibu juga lupa ya, kalau ini adalah hari libur," ucap Sultan, yang seketika membuat gurunya itu tertawa kepada mereka.


Ucapan Sultan itu sungguh membuat ibu Yeli tertawa, dan lantas beliau pun sudah menebaknya dari awal, bahwa mereka benar-benar lupa, kalau hari ini adalah hari libur, yang di mana semua siswa takan pernah menginjakan kakinya itu di dalam sekolahannya ini.


"Sebenarnya ibu lagi ada acara Tan, dan kebetulan kalian ada di sini, jadi ... ibu mau minta tolong sama kalian berdua."


"Mau minta tolong apaan Bu?" ucap Rere.


"Kalian mau engga? temenin ibu untuk menghadiri acara sosialisasi antar sekolah di Hotel Pangrango?".


....


Mereka pun lalu pergi meninggalkan sekolahannya itu bersama dengan ibu Yeli di sana. Sebelumnya, ibu Yeli menyuruh anggota OSIS untuk datang menemaninya di sana, namun mereka sungguh sangat lama datangnya, dan sehingga ibu Yeli memutuskan untuk pergi bersama dengan Sultan dan Rere saja.


Hotel Pangrango itu adalah tempat, yang di mana Sultan pernah menginjakan kakinya juga di sana, ia pun di sana bersama dengan rekan Pramukanya itu juga sama, yang di mana mereka juga sama-sama melaksanakan sosialisasi, namun itu adalah sosialisasi antar anak-anak Pramuka saja.


"Kebetulan ibu Yeli ada di sana tadi ya, Re," ucap Sultan waktu itu sembari melirik wajah Rere lewat kaca spion motor tuanya itu di jalan sana.


"Emang kenapa Tan? kok, kamu seneng banget kayaknya."


"Tadi itu gue lagi kebingungan Re! setelah itu gue mau ngajak elu pergi main ke mana lagi, dan tahu-tahunya ibu Yeli datang, dengan melengkapi semua rasa kebimbangan gue di sekolah tadi itu Re."


"Emang elu engga cape apa Tan? satu minggu itu, kita udah nemenin adik-adik kelas kita di sekolah sana."

__ADS_1


"Selagi masih ada elu, gue engga akan pernah merasa letih Re, karena senyuman elu itu adalah pelengkap hidup gue, yang di mana hal sesederhana tersebut itu, bisa membuat gue kembali bersemangat lagi."


Rere pun tersenyum malu, dan ia pun di sana merasa ingin memeluk tubuh Sultan, namun di belakang sana, masih ada ibu Yeli yang menatapnya sembari membawa motornya sendiri.


Ibu Yeli memang selalu mendukung kisah cinta mereka, namun Sultan dan Rere hanya ingin menghargai beliau karena itu tak pantas mereka lalukan, bilamana mereka berdua sedang berdekatan dengan gurunya tersebut di sana.


Rasa sopan harus selalu mereka rasakan, dan rasa saling menghargai pun harus bisa mereka tingkatkan lagi, yang di mana mereka berdua juga harus bisa menentukan, mana itu jalan yang baik, dan mana itu jalan yang tidak baik untuk mereka lalukan terhadap gurunya tersebut.


"Sultan, Rere, ayo masuk," ajak ibu Yeli.


Lantas mereka bertiga pun masuk ke dalam ruangan yang telah disediakan di sana sebelumnya, mereka pun lalu duduk dengan tertibnya karena acara sosialisasi antar sekolah sudah mulai berjalan di dalam ruangan sana.


satu jam telah berlalu, mereka bertiga pun lalu pergi dari tempat sana karena acara sosialisasi antar sekolah pun telah usai dilaksanakan.


"Makasih ya, kalian semua udah nolongin ibu," ucap ibu Yeli.


"Sama-sama Bu," ucap Rere dan Sultan seirama.


"Kalian udah ini mau kemana lagi? kalau engga ada acara, kalian ikut sama ibu ya, mau engga?".


"Kemana Bu?" ucap Rere.


"Kita makan dulu di rumah ibu ya."


"Engga usah Bu, kita mau langsung pulang aja, soalnya Sultan masih punya urusan juga," ucap Sultan.


"Yaudah kalau gitu, kalian hati-hati pulangnya ya, dan untuk kamu Tan, jangan lupa anterin Rere pulang dulu kerumahnya ya, jangan kamu culik!".


Kedua pasangan itu tertawa bersama-sama di sana, ibu Yeli pun menemani keasikan mereka juga, dan lantas Sultan pun di sana meminta izin kepada beliau untuk menemaninya pulang terlebih dahulu.


Ibu Yeli pun tak keberatan akan hal itu, selagi mereka berdua mau menemaninya di sana. Kembali lah kedua motor itu dinyalakan oleh mereka, dan setelah itu mereka pun lalu pergi dari tempat sana dengan damai.

__ADS_1


__ADS_2